Rudolf Dethu adalah co-founder dari Musikator Dot Com. RD memulai menancapkan kukunya di jazirah Rock ‘N Roll Indonesia pada 1998 ketika RD memutuskan untuk berhenti bekerja di kapal pesiar. Setelah merasa cukup menjelajah hampir seluruh pelosok dunia, RD menggelar radio show-nya sendiri di Radio Cassanova FM, Bali, bertajuk Alternative Airplay, yang merupakan salah satu pionir acara musik Alternatif di Bali. Aspek sadar busana yang jadi nilai penting kesehariannya menggiringnya menjadi juri bagi banyak kompetisi fashion bergengsi di Denpasar (sampai di kemudian hari RD kemudian mendirikan label internasionalnya sendiri, Suicide Glam). Sementara kiprahnya di radio terus berlanjut hingga fajar 2007, di sejumlah stasiun lain: radio show “Suicide Beat Show” di Radio Plus + “Oz Clash Pistol” di Radio Oz Bali.
Namun manuver RD paling menjulang adalah saat secara simultan memanajeri 3 band sekaligus yaitu Superman Is Dead, Navicula, & Postmen; serta merombak ulang band S.O.S. menjadi Suicidal Sinatra. 4 kelompok musik ini secara faktual tercatat sebagai artis papan atas Bali serta punya tempat terhormat pula di skena musik Nusantara. Selain itu kesukaannya menulis cukup mendapat tempat di kalangan pemerhati musik & gaya hidup. Artikel-artikel karyanya relatif kerap muncul di media massa nasional. Majalah terbitan Jakarta menyebut RD antara lain sebagai salah satu dari 10 Pahlawan Musik Indonesia 2006, pula propagandis ulung Nusantara. Paling mutakhir, RD baru saja direkrut sebagai bagian dari team Andrew Dubber di blog musik lintas negara thenewmusicbiz.com.
Adalah manusia Batak kelahiran Bandung, adalah seseorang yang mencintai hidupnya, seorang ayah, entrepreneur, musisi, internet geek dan memuji individualistis sebagai sebuah gaya hidup seni. Sejak era 90an, atau awal gerakan ‘musik independen’ di Indonesia Robin sudah malang melintang ke seantero nusantara dengan band hardcore independen-nya Puppen. Setelah itu, Robin tidak pernah berhenti. Ia pernah bekerja di perusahaan internasional hingga menjadi pemimpin operasi bisnis sebuah retail chain dengan 14 cabang dan karyawan ratusan orang.
Selama karir musik di Puppen dan beberapa projek band, Robin sudah berganti-ganti ‘jabatan’ dari gitaris, backing vokal, vokal utama, bassist, drummer, produser musik hingga manajer band. Puppen sudah manggung dari acara Full Moon Cafe yang ditonton intelektual, Radio Show, daerah terpencil yang berdarah-darah, festival skala stadion hingga jadi langganan beberapa pensi SMA Jakarta yang ‘wah’. Puppen merilis 3 album, beberapa kompilasi dan yang terjual puluhan ribu keping.
Paska Puppen, Robin pernah memimpin divisi Pemasaran dan Komunikasi Internasional di Volcom Indonesia yang bermarkas di Bali. Volcom adalah sebuah perusahaan pakaian lisensi dari Amerika yang berlatar belakang gaya hidup Boardriding, Musik dan Seni. Pada masa ini Volcom Indonesia mendapat penghargaan License of The Year dari prinsipal di Amerika, karena kegiatannya yang sangat efektif dan berdedikasi tinggi pada komunitas Surf, Skate dan Musik.
Setelah itu, Robin resign dan kembali ke Bandung untuk menyelesaikan sekolah bisnis jenjang S2. Pada tahun 2005, Robin mendapat gelar Magister Entrepreneurship Management dari Universitas Padjajaran, Bandung. Pada tahun ini pula Robin menikah dengan teman kuliahnya Siska yang di pertengahan 2007 memberikan anak kecil cantik bernama Brooklyn.
Dari tahun 2003 – 2006, Robin mendirikan dan mengelola perusahaan Artist Management kecil bernama Soda Music dan menabrak batasan bahwa band ‘niche’ bisa juga signing dengan Major Label dan mendapat segudang Sponsor komersial. Di era ini Robin mendapatkan penghargaan sebagai Distinguished Finalist International Young Music Entrepreneur yang diberikan oleh British Council, dan berhasil mencapai deal honor reuni Puppen di Pangudi Luhur Jakarta yang nilainya lebih besar dari honor band independen manapun di Indonesia saat itu.
Tahun 2006 akhir, Robin pindah balik ke Bali dan bekerja di City Surf sebagai Manajer Operasi dan memimpin ratusan karyawan di 14 cabang kantor. Setelah bekerja hampir 2 tahun akhirnya Robin mundur dari dunia korporasi dan memutuskan melanjutkan cita-citanya sejak lama yaitu mendirikan work at home based business dan bergabung dengan industri internet.
Sehari-hari Robin bekerja di rumahnya di kawasan Kuta-Bali, dengan modal beberapa server sewaan di beberapa bagian dunia, sebuah laptop dan koneksi internet 24 jam. Selain di Musikator Dot Com, Robin bisa ditemukan di blog pribadinya Robin Malau Dot Com, atau sibuk mencak-mencak di blog Manchester United miliknya, di Boardriding Blog, prank blog Entrepreneuriality, keluhan Konsumen, Blog SEOnya di Blogger’s Guide to SEO, dan website design miliknya Distorsia. Untuk portfolio lengkapnya silahkan browse ke portfolio pribadinya Robin Malau Dot Net or you can try a Google Search (Indonesia dan Internasional - he’s everywhere in the internet!).
Terlahir di Bandung, 16 September 1974 dan terhijrah ke Bali satu-setengah-tahun kemudian. Mengasah musikalitas di seantero bar & pub pesisir pantai selatan pulau Bali sepanjang 1998 – 2003 [baca: begadang setiap malam dan nyaris hangover setiap hari]. Menyeberang ke scene musik penuh kreatifitas dan perjuangan mandiri yang sesungguhnya, sejak mendirikan band TELEPHONE. Terlibat sebagai konseptor, strategist, lirikus dan penyanyi, berhasil merilis: Telephone/Telephone 2003, Selamanya/dsm>pro & Resswara Musik Indonesia 2004, dan Episode Koma/dsm>pro 2006. Pula sebagai konseptor, lirikus, gitaris dan produser untuk band bernama Ed Eddy & Residivis yang kemudian - bersama Ed Eddy/vox - sempat merasakan 1 tahun masa percobaan akibat lagu “Anjing” yang telah divonis terbukti menghina institusi kepolisian. Album self-tittled Ed Eddy & Rsdvs dirilis pada awal April 2008.
Ketika menjabat pemimpin redaksi di sebuah majalah life-style lokal, Igo sempat memproduseri album cd kompilasi trans genre dan bahasa “The Skipped Tracks”/2006 berisikan 15 karya band indie Bali, serta sebuah vcd kompilasi yang memuat 12 video klip karya terbaik sutradara Bali “Video Kami”/2006.
Tahun 2007 diawali dengan berkoalisi bersama Rudolf Dethu membangun The Blado Showbiz yang berkutat pada bidang penyelenggaraan acara musik. Secara berkala dan konsisten hingga sekarang, The Blado Showbiz berkonsentrasi penuh pada usaha menyokong pergerakan scene musik indie di Bali. Dan album kompilasi “Moshpit Mavericks” yang diluncurkan pada pertengahan 2007, berbicara sebagai salah satu buktinya. Yang paling mutakhir–masih bersama Rudolf Dethu–bahu membahu menyokong Robin Malau mendeklarasikan direktori usik Indonesia paling pertama di Nusantara www.musikator.com.