Adrian Adioetomo, Tika & White Shoes di Sounday Release

Setelah sehari sebelumnya menonton SUM 41 (dan kecewa), berikutnya pada Minggu malam, 4 Mei 2008, saya mencoba menghibur diri pergi ke Score! di Cilandak Town Square. Saya mendapat kabar bahwa ADRIAN ADIOETOMO akan tampil di acara Sounday Release @ Score. Saya amat menggemari album perdananya, Delta Indonesia. Saya penasaran ingin menyaksikan penampilannya. Apa iya, Adrian sefantastis itu. Tahu sendiri kan, jaman sekarang apa pun bisa dimanipulasi—silakan tanyakan langsung ke para produser spesialis boy band, mungkin akan dijawab jujur-pendek, “Iya, benar”. Atau agak berkilah, “Y’know, kinda”. Atau vulgar tak gentar, “You betcha, bitch”.

Begitu tiba di venue yang berlokasi di dalam mal di Selatan Jakarta itu, rupanya selain Adrian tampil pula TIKA serta WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY. Wow, what a great bonus.

Setelah kemunculan band pembuka yang cukup menarik (what’s the name again?), dilanjutkan oleh “First Lady” pengusung disko murung, Tika. Part Portishead, part Tori Amos, part PJ Harvey, all awesome. Sungguh saya kemudian sepakat dengan publik muda lain bahwa Tika memang istimewa. Bottoms up!

Adrian menyusul. Menyimak dandanan serta visual yang dimunculkan di layar tampaknya Adrian hendak memberi sedikit edukasi yang dia maksud sebagai Delta Blues Indonesia itu seperti apa. Dari aspek busana, Adrian tampil memakai kemeja batik tangan panjang (!), topi hitam, dan jeans butut. Dari sektor video klip, Adrian kerap mencampurkan antara artwork bermotif batik, foto-foto sosok Melayu tempo doeloe, juga kumpulan gambar pendekar Delta Blues manca negara. Belum lagi lirik-liriknya yang duh-sungguh Delta Blues (dengan semangat sangat Indonesia). Ok, pal, got it.
Soal kualitas, sangat bikin puas. Lagu-lagunya niscaya akan makin lama bercokol di playlist wajib saya. Dude, I’m your new big fan. Yay.

Yang kurang memenuhi harapan malam itu justru sang bintang utama, White Shoes & The Couples Company. Oh, bukan karena mutu Sari dkk di bawah rata-rata. Tentu bukan. Sebab beberapa minggu sebelumnya saya sempat membawa mereka main di Bali dan saya menyaksikan sendiri seberapa mumpuni derajat berkesenian mereka. Rupanya ada masalah dengan monitor. Setelah coba diperbaiki beberapa kali dan gagal, White Shoes akhirnya berkeputusan memangkas panjang pertunjukannya. Setelah hampir setengah jam kelompok jebolan IKJ ini lalu turun dari panggung. Oh well, shit happens. Next time better.

Semua foto adalah milik Keke Tumbuan


igo said,

May 14, 2008 @ 2:43 pm

Kapan Adrian Adioetomo manggung di Bali…?

Robi said,

May 14, 2008 @ 10:51 pm

Malam itu memang membuatku merasa mendapatkan sesuatu…. hmmm, susah dibilang, yg jelas aku merasa tidak membuang-buang waktu datang kesana. Aku jatuh hati sama performa nya Tika… u awsome, sister. Moga2 bisa berkolaborasi atau sepanggung bersama in d near future.

Aji The Billy said,

May 15, 2008 @ 8:43 am

Igo, galang kekuatan utk datangin adrian adioetomo dan sekalian dikolaborasiin sama blueser-blueser ditanah bali, mulai dari Made Sandiago a.k.a Made Blues, Lalut [blueser senior yang telah banyak makan asam garam] sampai Made J[tp doi baru bulan agustus ada di bali,haha..].
Ozigo Country bisa jadi tempat yang cocok..
Chears…

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI


Ada Pendapat? Silahkan berkomentar. Gratis, Bebas, Bertanggung Jawab dan sesuai dengan Kebijakan Komentar Musikator Dot Com. Cheers!