<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia &#187; musikator</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/author/musikator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Feb 2011 09:58:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en_us</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<copyright>2008-2009 </copyright>
	<managingEditor>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</managingEditor>
	<webMaster>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</webMaster>
	<image>
		<url>http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</title>
		<link>http://www.musikator.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Music" />
	<itunes:author>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:name>
		<itunes:email>robinmalau@gmail.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Ed Eddy &amp; &#8220;Benar-Benar&#8221;Residivis</title>
		<link>http://www.musikator.com/ed-eddy-benar-benarresidivis/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/ed-eddy-benar-benarresidivis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 10:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1467</guid>
		<description><![CDATA[…Anjing &#8230;kukira preman Anjing&#8230; ternyata polisi… Inilah salah satu lirik yang “melambungkan” nama Ed Eddy &#38; Residivis, tidak hanya di jagat permusikan yang memang sudah lama digeluti mereka, bahkan menembus batas ke area jagat “pemberontakan” kelompok sipil prodemokrasi. Lirik lagu yang berjudul Anjing ini pula yang menghantarkan mereka (Ed Eddy dan Igo) ke pintu gerbang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fed-eddy-benar-benarresidivis%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fed-eddy-benar-benarresidivis%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/AkuTakSedih.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="AkuTakSedih"><img class="size-full wp-image-1469 aligncenter" title="AkuTakSedih" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/AkuTakSedih.jpg" alt="AkuTakSedih" /></a></p>
<blockquote><p>…Anjing &#8230;kukira preman<br />
Anjing&#8230; ternyata polisi…</p></blockquote>
<p>Inilah salah satu lirik yang “melambungkan” nama Ed Eddy &amp; Residivis, tidak hanya di jagat permusikan yang memang sudah lama digeluti mereka, bahkan menembus batas ke area jagat “pemberontakan” kelompok sipil prodemokrasi. Lirik lagu yang berjudul <em>Anjing</em> ini pula yang menghantarkan mereka (Ed Eddy dan Igo) ke pintu gerbang Peradilan (ehm, mirip proklamasi aja).</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-logo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-logo"><img class="size-full wp-image-1470 aligncenter" title="EdEddy-logo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-logo.jpg" alt="EdEddy-logo" /></a>Di sinilah sejarah mulai tertoreh, personil band yang diadili atas karya seni terjadi di Bali. Ironisnya peradilan dilakukan setelah mereka mengeluarkan keringat di atas panggung Konser Amal “Dari Bali Untuk Jogja”. Sebuah konser musik yang digelar untuk membantu para korban gempa Jogja dan sekitarnya. Peradilan ini bukan hanya mencatat sejarah terjadinya peradilan atas sebuah karya lagu, namun juga menebalkan keyakinan bahwa persoalan pembungkaman atas kebebasan berekspresi telah masuk ke dalam semua dimensi. Tak ayal bergabunglah kelompok prodemokrasi baik mahasiswa, NGO, ormas untuk memberikan dukungan kepada Ed Eddy dan Igo yang disidang di Pengadilan negeri. Dukungan bahkan datang dari musisi balada Franky Sahilatua dan Prof. Drs Jiwa Atmadja, SU (Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana Bali) yang hadir sebagai ahli di persidangan tersebut.<br />
Tak tanggung-tanggung, proses persidangan berlangsung hampir setahun. Waktu yang lebih dari cukup untuk membuat seluruh audiens hafal dengan lirik lagu <em>Anjing</em>. Sehingga lagu itu kerap dinyanyikan dalam aksi-aksi solidaritas untuk para “residivis”. Mungkin hanya jaksa dan hakim&#8212;yang mengadili perkara tersebut&#8212;yang tidak hafal lagu itu. Ya  wajar, karena mereka sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Ed Eddy dan Igo untuk menyanyikan lagu itu di persidangan sebagai salah satu pembuktian materiil, bahwa lagu itu tidak menghina siapapun termasuk badan penguasa umum yang bernama Kepolisian.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-Court"><img class="size-full wp-image-1471 aligncenter" title="EdEddy-Court" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court.jpg" alt="EdEddy-Court" /></a>Walaupun akhirnya vonis 6 bulan penjara dengan 1 tahun masa percobaan menjadi ending dari kisah tragis ini, toh tetap memberikan beberapa catatan yang patut diapresiasi.</p>
<ul>
<li>Pertama, Ed Eddy dan Igo yang biasanya manggung di tempat umum, tetapi dengan berjalannya peradilan itu, halaman Pengadilan Negeri Denpasar selalu menjadi panggung buat mereka sebelum memasuki ruangan sidang. Situasi ini memberikan nilai yang bermakna tinggi, dimana “kesakralan” gedung ini tidak lagi menghantui para musisi.</li>
<li>Kedua, kasus ini mempertebal bangunan solidaritas dari para musisi khususnya di Bali dalam menghadapi kriminalisasi seniman.</li>
<li>Ketiga, ada ikon pejuang kebebasan berekspresi dari musisi. Ketiga catatan ini menurut penulis jauh melampaui kearogansian kekuasaan  untuk mempidana musisi atas karya-karya mereka.</li>
<li>Keempat; atas kasus ini bahkan melahirkan agenda music bertajuk “Speak Up”, yang sempat menjadi agenda tetap gerakan prodemokrasi di Bali bersama-sama para musisi.</li>
</ul>
<p><strong>Sebuah Kenangan Terhadap Para “Residivis”</strong></p>
<p>Mengingat tentang Ed-Eddy &amp; Residivis kerap membuat saya tersenyum simpul. Betapa tidak, pertama kali saya mengenal nama grup ini dari Rudolf Dethu pada waktu mengajukan nama grup ini untuk main di konser amal dari bali untuk Jogja. “Mmm&#8230; nama yang cukup aneh bin garang”, pikir saya. Walaupun akhirnya setelah bertemu langsung, ternyata “tampang-tampang garang” ini sudah sering saya temui sebelumnya. Maklum nama band ini baru terdengar di telinga saya,  akhirnya membuat saya kecele, karena ternyata isinya adalah orang-orang yang sudah malang-melintang dalam dunia permusikan.</p>
<p>Bertampang garang, berhati “mellow” itulah mereka di mata saya. Terlebih seorang Ed Eddy, tubuh tegap besar berkepala botak atau Om Joe (ex. bassist) tampil penuh tattoo dengan rambut gondrong. Sangar&#8230; betul-betul sangar! Inilah faktor yang membuat saya kecele untuk kedua kalinya, ternyata walaupun bertampang garang tapi lagu-lagu mereka sangat kocak dan semakin kocak&#8212;namun selalu sarat kritik sosial&#8212;dengan tingkah Ed-Eddy. “Ah tertipu lagi nih”, protes otak saya.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Ozigo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-Ozigo"><img class="size-full wp-image-1473 aligncenter" title="EdEddy-Ozigo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Ozigo.jpg" alt="EdEddy-Ozigo" /></a>Saya benar-benar dibuat jatuh hati dengan suguhan itu. Yang membuat saya makin merasa &#8220;sehati”, tatkala mereka mendendangkan lagu <em>Kronologi Pistol dan Amunisi</em>. Lagu yang sarat pesan anti kekerasan, begitu menyeruak dalam. Tidak pernah terbayang pesan itu begitu mengena dengan dunia pergerakan hak asasi manusia.</p>
<blockquote><p>…Pistol dan amunisi tak hanya punya pak polisi lagi,<br />
Pistol dan amunisi mestinya bela Hak Asasi…</p></blockquote>
<p>Lirik ini saya isi garis tebal, karena sungguh menggelitik kepala saya. Lagu yang secara tepat menggambarkan bagaimana kekerasan, premanisme, teror baik oleh aktor negara maupun negara begitu masif terjadi di negeri ini. Tentu saja praktek penjualan senjata adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rantai kekerasan yang terjadi. Tak pelak lagu ini kerap saya nyanyikan di beberapa pertemuan&#8212;tentu saja dengan gaya amatiran&#8212;dan tak disangka banyak yang tertarik setelah mendengarkan lagu ini. Mungkin saja lagu ini dirasa mewakili keluh kesah para aktivis hak asasi manusia selama ini. Bagi saya tembang ini secara tidak langsung adalah kampanye bagi gerakan HAM khususnya gerakan anti kekerasan.</p>
<p>Saat ini lagu mereka bukan hanya sebatas lagu yang berdendang di media elektronik, tapi mulai menyatu dan membumi karena aktivitas bermusik yang bertaut dengan kampanye-kampanye lapangan kelompok prodemokrasi. Mungkin pengalaman dikriminalisasi membuat band ini semakin terlecut untuk mengabdikan diri bagi pemajuan kebebasan berekspresi di negeri yang “parno” dengan kritik. Begitu semangatnya mereka, sehingga sepanjang ingatan saya tidak satupun penolakan dari mereka tatkala diajak untuk mengisi acara-acara kampanye gerakan HAM dan demokrasi. Sungguh kenangan yang indah dan sulit terlupakan.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court2.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-Court2"><img class="size-full wp-image-1472 aligncenter" title="EdEddy-Court2" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court2.jpg" alt="EdEddy-Court2" /></a>Di luar apa yang terpapar diatas, ada beberapa hal yang juga membenamkan kenangan lucu bercampur sedih bila mengingat sosok seorang Ed-Eddy. Terutama menyangkut bagaimana seorang Ed-Eddy yang galak, ternyata adalah seorang manusia biasa yang punya rasa takut. Ini terjadi tatkala Ed-Eddy diperiksa tengah malam sampai subuh di Polsek Denpasar Selatan (Densel) pasca manggung di Konser Amal “dari Bali Untuk Jogja”. Terlihat seorang Ed-Eddy yang “khawatir” saat menjalani pemeriksaan atas tuduhan menghina polisi karena menyanyikan lagu  berjudul <em>Anjing</em> di konser itu. Berulangkali kepala botaknya menjadi usapan tangannya. Tak terhitung berapa kali botaknya digosok-gosok tangannya sendiri, saat di BAP di kantor Polsek Densel. <em>Ha ha ha&#8230; mengkilap bro!</em></p>
<p>Saya bersama Dethu, Oktaf, Bayu, yang mendampingi selama pemeriksaan harus berkali-kali membesarkan hati mereka. Sampai kata-kata “jimat” para aktivis keluar dari mulut saya&#8212;mengutip sajak dari Widji Tukul&#8212;, “Hanya satu kata: Lawan!”. Demikian juga pada saat persiapan menghadapi persidangan, terlihat &#8220;kekhawatiran” di dalam diri Ed Eddy dan juga Igo. Terlebih menghadapi sidang perdana di PN Denpasar, kegelisahan menjadi-jadi. “Wah, ternyata bisa takut juga”, ujar saya ke Dethu yang langsung dibarengi dengan celotehan-celotehan lucu dari teman-teman yang lain.<br />
Namun “kekhawatiran” itu cukup sampai di sana saja. Begitu fase sidang perdana dilewati, “kekhawatiran” itu berubah menjadi semangat perlawanan. Di sinilah titik haru saya melihat kemajuan mereka. Mengutip kata-kata alm. Munir:“Yang paling sulit adalah mengatasi rasa takut itu sendiri”. Ed Eddy dan Igo telah mampu melalui itu, mampu mengatasi rasa takut diri sendiri. Terlihat bagaimana Ed Eddy dan Igo bersama Residivis lainnya mampu bangkit dengan tetap berceloteh “nakal” di dalam aksi-aksi panggung mereka&#8212;tentu saja tanpa lagu &#8220;Anjing piaraannya&#8221;. Ataupun kebangkitan itu langsung menghasilkan lagu berjudul <em>Lagu Kita Orang Indonesia</em>, yang penuh dengan kritik atas kondisi negeri ini. Dan juga lagu berjudul <em>Browny</em>, sebuah lagu yang menyindir perilaku “anjing” peliharaan yang suka gigit kalau tidak diberi asupan.</p>
<p>Refleksi atas peristiwa peradilan terhadap dirinya, pun membawa kemajuan yang signifikan. Terlihat mereka cukup cerdas dalam menciptakan karya dengan melakukan “konsultasi” atas lirik-lirik lagu mereka untuk menghidari arogansi kekuasaan “menghujam” mereka lagi tanpa harus kehilangan kekritisan dalam karya-karyanya. Kemajuan inilah yang membuat saya tidak sedih lagi&#8212;mengikuti judul mereka “Aku Tak Sedih”&#8212;atas peristiwa kriminalisasi itu.</p>
<p>Namun demikian tetap saja ketika mendengar Ed-Eddy menggelar konser perpisahan, ada perasaan sedih membuncah dalam hati saya. Saya dan sekian banyak kawan-kawan akan “kehilangan” salah satu band yang berjiwa “residivis”. Jiwa yang tidak pernah kapok untuk berceloteh “nakal” dengan karya-karyanya.</p>
<p>Ed Eddy &amp; “benar-benar” Residivis. Semoga sukses dan tidak kehilangan jiwa “residivis”nya.  Ini sebuah pesan dan harapan dari seorang kawan sesama residivis yang tersampaikan lewat tulisan di baju beserta opini ini.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-AlbumLaunch.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-AlbumLaunch"><img class="size-full wp-image-1474 aligncenter" title="EdEddy-AlbumLaunch" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-AlbumLaunch.jpg" alt="EdEddy-AlbumLaunch" /></a><span style="color: #ff0000;">*</span><em><small>Tulisan ini didedikasikan untuk Ed-Eddy &amp; Residivis yang menggelar konser perpisahan bertajuk: “Aku Tak Sedih &#8211; Pesta Ria Perpisahan”, Sabtu, 24 Oktober 2009 di Forrest Club ~ pelataran Suicide Glam Clubhouse Denpasar</small></em><br />
<span style="color: #ff0000;">*</span><small><em>Wayan &#8220;Gendo&#8221; Suardana adalah aktivis pro-demokrasi dan pejuang HAM militan, pula merupakan terpidana atas perkara penghinaan terhadap Presiden RI, didakwa dengan pasal 134 jo. 136 bis KUHP (pasal yang telah dinyatakan bertentangan dengan konstitusi oleh Mahkamah Konstitusi)</em><br />
<span style="color: #ff0000;">*</span><em>Semua foto diambil dari halaman Facebook Ed Eddy &amp; Residivis</em><br />
<span style="color: #ff0000;">*</span><em>Artikel lain tentang Ed Eddy di Musikator bisa dilihat <a href="http://www.musikator.com/residivis">di sini</a></em><br />
</small>
</p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/ed-eddy-benar-benarresidivis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Takut Membakar Bulungan</title>
		<link>http://www.musikator.com/tidak-takut-membakar-bulungan/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/tidak-takut-membakar-bulungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 01:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Tangan mengepal ke udara. Teriak membahana, ”Individu, Individu merdeka!” Selang satu hari setelah bom di hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton meledak, Jakarta Metal Fest diselenggarakan. Saya awalnya berpikir hasilnya akan sama saja seperti kedatangan Manchester United, gagal. Ternyata, Bulungan Outdoor, Jakarta penuh dengan ratusan metalheads yang telah membeli tiket masuk seharga Rp 25.000. Pemandangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftidak-takut-membakar-bulungan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftidak-takut-membakar-bulungan%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tangan mengepal ke udara. Teriak membahana, ”Individu, Individu merdeka!” Selang satu hari setelah bom di hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton meledak, Jakarta Metal Fest diselenggarakan. Saya awalnya berpikir hasilnya akan sama saja seperti kedatangan Manchester United, gagal. Ternyata, Bulungan Outdoor, Jakarta penuh dengan ratusan metalheads yang telah membeli tiket masuk seharga Rp 25.000. Pemandangan hari itu selayaknya jargon yang berkembang di dunia maya dari causes Indonesia Unite, ”Kami tidak takut!”<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/JakartaMetalFest2009-pic.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1456];player=img;" title="JakartaMetalFest2009-pic"><img class="size-full wp-image-1457 aligncenter" title="JakartaMetalFest2009-pic" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/JakartaMetalFest2009-pic.jpg" alt="JakartaMetalFest2009-pic" /></a>Jakarta Metal Fest 2009 mengibarkan spanduk dengan desain yang tidak mengesankan bergambar bajaj. Logo yang tergolong aneh untuk mewakili Jakarta dan Metal. Bajaj kan berasal dari India. Entahlah. Even ini digagas oleh Divisi-20 yang diketuai Yura Lagan. Metal Fest diramaikan pula oleh band luar Jakarta, seperti Kumal (Medan, Sumatera Utara) dan Pernicious Head (Purwokerto, Jawa Tengah). Band baru seperti Bleeding Act (Bandung) dan Silluet (Bogor) juga turut meramaikan.</p>
<p>Vokalis Seringai, Arian13 menyerukan protes terhadap aksi teror yang melanda negara ini kembali. Lagu ”Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)” menjadi rangkaian tema yang sudah bicara penuh makna. Tanpa Arian perlu berpidato lebih panjang, satu lagu sudah mewakili. Penonton merajut putaran moshing hingga silih berganti mengangkat tubuh untuk crowdsurfing.</p>
<p>Ada yang hilang sore itu. Khemod tidak menampakkan sosoknya di balik set drum. Ternyata, sang drummer Seringai itu mengalami patah jari. Namun Khemod enggan menjelaskan penyebabnya karena malu. Cidera Khemod mengakibatkan tangannya harus cuti dari sentuhan drum. Yup, saksikan Seringai pada Juli-Agustus tanpa kilau kepala botak Khemod yang akan Anda rindukan. Posisi Khemod digantikan oleh Ade dari Killed by Butterfly yang sempat tergelincir memainkan deru liar ketukan musik Seringai saat itu. Wajar saja, namanya juga dadakan.</p>
<p>Kehilangan lain sudah lama nyata, tapi baru kian terasa. Noxa manggung kembali tanpa sosok Robin Hutagaol. Saya kembali mengenang para metalheads yang berbondong-bondong datang menunjukkan belasungkawa dalam Robinfest di tempat yang sama. Sayang, justru pada acara penghormatan terakhir Robin itu Noxa malah tidak menginjak panggung. Kendala izin acara mengacaukan sisa waktu. Tak berbeda dengan Jakarta Metal Fest. Acara tamat pada waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 19.00.</p>
<p>Bayangan Anda akan Metal Fest di luar negeri tidak terwujud di sini. Saya hanya merasakan nuansa ketika menonton ulangtahun Riot on Air di tempat yang sama dulu. Tiada yang memesona, hanya gig metal yang kurang gelegar akbar. Lokasi yang strategis cukup membantu absensi para metalheads Jakarta. Acara ini mengalami kemunduran dari jadwal Sabtu, 13 Juni menjadi Minggu, 19 Juli. Apa penyebabnya? Pemilu Presiden berhasil menghancurkan beberapa jadwal acara. Bahkan, Java Mini Tour Seringai yang sudah saya antisipasi. Tapi, sepertinya acara kenegaraan itu sanggup menggeser segala perizinan yang hampir final. Setidaknya acara ini selamat dari guncangan huru-hara akibat bom bunuh diri dari para pengecut yang bermain Tuhan. Selamat datang di era kemunduran.</p>
<p>____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Tulisan ini adalah hibah dari Karlina Octaviany&#8212;panggil dia Alin<br />
<span style="color: #ffff00;">*</span>Foto juga hasil jepretan dari kamera ponsel milik Alin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/tidak-takut-membakar-bulungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Badai</title>
		<link>http://www.musikator.com/mencintai-badai/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/mencintai-badai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 23:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1418</guid>
		<description><![CDATA[Di panggung beralas kain hitam tidak tampak botol minuman atau gelas berisi air. Bahkan, beberapa meter di luar jangkauannya. Usai acara pun perempuan bergaun pink itu hanya terlihat menenggak air mineral gelas. Bukan berderet-deret botol seperti layaknya di konser pop yang sering Anda lihat. Namun seluruh suara yang terdengar tetap mendarat mulus di telinga tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmencintai-badai%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmencintai-badai%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Di panggung beralas kain hitam tidak tampak botol minuman atau gelas berisi air. Bahkan, beberapa meter di luar jangkauannya. Usai acara pun perempuan bergaun pink itu hanya terlihat menenggak air mineral gelas. Bukan berderet-deret botol seperti layaknya di konser pop yang sering Anda lihat. Namun seluruh suara yang terdengar tetap mendarat mulus di telinga tanpa cela. Dialah diva pop Indonesia sejati, Berlian Hutahuruk. Di samping kiri Yockie Suryo Prayogo begitu khusyuk menghajar tuts grand piano hitam mengkilat. Edi Kemput pada gitar dan Irfan Chasmala pada synthesizer sempat kabur sebentar ketika penonton menuntut lagu <em>Badai Pasti Berlalu</em> kembali dilantunkan. Berlian sibuk memanggil nama mereka agar kembali ke panggung.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/BerlianHutauruk.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1418];player=img;" title="BerlianHutauruk"><img class="size-full wp-image-1419 aligncenter" title="BerlianHutauruk" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/BerlianHutauruk.jpg" alt="Berlian Hutauruk" /></a>Penonton terus berteriak seakan kecanduan lagu yang hit pada 1977 itu. Saya salah satu yang semangat berteriak. Setelah susah payah naik ojek dari kantor, rasanya saya tidak ingin badai musikal yang indah ini berakhir cepat. Berlian sempat mengelak proposal ”<em>We want more</em>” dari penonton. ”<em>More</em> apa? <em>More practice</em>?” sahutnya seraya tertawa. Tak lama mereka luluh juga. <em>Badai Pasti Berlalu</em> kembali menggelegar di Bentara Budaya Jakarta. Lokasi mencerminkan empunya acara, tentunya sehubungan ”Ulang tahun <em>Kompas</em> ke 44” sekaligus peluncuran buku <em>Cerpen Kompas Pilihan</em>.</p>
<p>Deret bangku pertama terlihat wajah yang familiar namun klasik yakni Bre Redana, Jajang C Noor, N. Riantiarno, Nungki Kusumastuti, Mohammad Sobary, Ratna Riantiarno, dan sekitar 200 tamu dari keluarga besar Kompas, jurnalis, pekerja seni, dan tentunya undangan. Mereka berkumpul untuk acara ”Pop Ruwatan: Badai Pasti Berlalu”. Kata ”<em>ruwatan</em>” pun layaknya <em>Kompas </em>yang terasa Jawa. Sesuai pula dengan ”Badai Pasti Berlalu”. Ruwatan biasa digelar untuk menolak bala. Malam itu mungkin untuk menolak ”badai” terulang lagi di negara ini. Apalagi mengingat konstelasi politik mulai memanas menuju Pilpres 2009.</p>
<p>Apapun maknanya, kolaborasi dan interpretasi ulang tembang-tembang dari musik pengiring film &#8220;Badai Pasti Berlalu&#8221;<em> </em>terasa megah tanpa perlu sesak dengan orkestra. Senin (29/6) malam denting-denting piano Yockie memberi banyak ruang penonton napak tilas menaiki mesin waktu mengingat kejayaan album yang menjadi cetak biru dunia musik pop Indonesia. Album ini tergolong aneh pada masanya. Bahkan, Berlian pun merasa musik itu terlalu maju pada zamannya. Sayangnya, pada zaman maju mengapa musiknya tidak turut maju? Malah tampil serupa.</p>
<p>Jemari Yockie liar menari seperti memang terjadi badai pada tuts piano. Begitu Berlian buka suara, maka layaknya berlian pula dia bersinar. Saya hanya pernah mendengar suaranya lewat kaset <em>Badai Pasti Berlalu</em> yang mulai usang termakan usia. Ada rasa aneh menyergap ketika menyaksikan secara langsung. Absurd! Suara Berlian begitu menggetarkan dengan pengkhayatan yang mendulang atmosfer syahdu. Tanpa perlu sedu sedan dia mampu menyuguhkan emosi lagu. Tiap gerak jemari, tangan, kepala, hingga bungkuk badan menawarkan kolaborasi teatrikal dengan musik yang membahana. Pita suara Berlian prima menjangkau nada C-tinggi hingga merinding bulu roma.</p>
<p>Lagu <em>Matahariku</em> diaransemen lebih pelan. Sayang, kurang Chrisye. Tentu karena beliau sudah meninggal. Namun tembang <em>Pelangi</em> tidak lantas hilang. Karena badai tidak akan jelas akhirnya tanpa pelangi. Berlian membagi suara jernihnya mengganti vokal penyanyi pria yang meninggal karena sakit itu.</p>
<p>Berlian lantas memaparkan pemaknaannya terhadap lagu ciptaan Erros Djarot, <em>Ketika Cinta Kehilangan Kata</em>. Kemudian, Yockie memberi koreksi,</p>
<blockquote><p>Erros kebanyakan nulis lagu cinta sampai cintanya sendiri kehilangan makna</p></blockquote>
<p>Berlian pun menangkis,</p>
<blockquote><p>Itu kan interpretasi penulisnya. Ini interpretasi penyanyinya</p></blockquote>
<p>Bahkan, penonton pun ada yang colongan curhat tentang jodoh yang tak kunjung datang. Seakan konsultasi kehidupan cinta, Berlian pun menyambut dengan mendoakan pria tersebut mendapat jodoh yang baik. <em>Tembang Lestari </em>ciptaan Leo Kristi membuat  Yockie menyumbang suara. Malam itu akhirnya benar-benar usai ketika Yockie telah berdiri, Berlian memberikan lambaian, Edi Kemput melepas gitar, Irfan Chasmala melangkah pergi, dan penonton memberikan <em>standing applause </em>dengan meriah. Semoga badai krisis di negara ini akan segera ditutup keindahan pelangi Bhinneka Tunggal Ika, dan matahari yang cerah tanpa ancaman Global Warming.</p>
<p>____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Tulisan ini adalah kontribusi Karlina Octaviany&#8212;panggil dia Alin&#8212;yang kedua untuk Musikator<br />
<span style="color: #ffff00;">*</span>Foto&#8212;konon dari kamera ponsel&#8212;merupakan jepretan Alin juga. Bukan yang terbaik, memang. Tapi persetanlah. Yang penting spiritnya dapet, eh?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/mencintai-badai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ARI KPIN</title>
		<link>http://www.musikator.com/ari-kpin/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/ari-kpin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 23:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bands]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1396</guid>
		<description><![CDATA[Ari KPIN adalah kelompok musik asal Bandung yang namanya diambil dari nama salah seorang pentolannya, yaitu Ari KPIN. Mereka berkarya di jalur musikalisasi puisi. Dalam 15 tahun terakhir ini sudah 7 Album Musikalisasi puisi yang mereka keluarkan Secara individu Ari KPIN juga menulis buku &#8220;Musikalisasi Puisi (Tuntunan dan Pembelajaran)&#8221; yang diterbitkan Penerbit Hikayat Publisher &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fari-kpin%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fari-kpin%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/AriKPINforMsktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1396];player=img;" title="AriKPINforMsktr"><img class="size-full wp-image-1397 aligncenter" title="AriKPINforMsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/AriKPINforMsktr.jpg" alt="Ari KPIN" /></a>Ari KPIN adalah kelompok musik asal Bandung yang namanya diambil dari nama salah seorang pentolannya, yaitu Ari KPIN. Mereka berkarya di jalur musikalisasi puisi. Dalam 15 tahun terakhir ini sudah 7 Album Musikalisasi puisi yang mereka keluarkan</p>
<p>Secara individu Ari KPIN juga menulis buku &#8220;Musikalisasi Puisi (Tuntunan dan Pembelajaran)&#8221; yang diterbitkan Penerbit Hikayat Publisher &#8211; Gama Media Yogya (2008)</p>
<p>____________________</p>
<p><strong>DATA KELOMPOK/ARTIS</strong><br />
Nama: Ari KPIN<br />
Genre: Musikalisasi Puisi</p>
<p>Personel/Instrumen:<br />
1. Ari (arranger, vokal, gitar)<br />
2. Egi (bas)<br />
3. Wildan (drum)<br />
4. Yopi (kibor)<br />
5. Iwan (biola)</p>
<p><strong>KONTAK</strong><br />
Contact Person: Ari<br />
Ponsel: 085222555568<br />
E-mail: <a href="mailto:arikpin@gmail.com">arikpin@gmail.com</a><br />
Website/MySpace/Facebook/Friendster:<br />
<a href="http://www.ilike.com/artist/Ari+KPIN">http://www.ilike.com/artist/Ari+KPIN</a><br />
<a href="http://arikpin.multiply.com/">http://arikpin.multiply.com/</a><br />
Alamat Surat Menyurat: Perumahan Lembah Sariwangi No.5, Parongpong, Bandung Barat</p>
<p><strong>DISKOGRAFI</strong><br />
<span style="text-decoration: underline;">Album Penuh</span><br />
1. Jiwa Tanpa Topeng Kepalsuan<br />
Tahun Terbit: 2003<br />
2. Negeri Sihir<br />
Tahun Terbit: 2004<br />
3. Ikebana<br />
Tahun Terbit: 2006</p>
<p><strong>INFO TAMBAHAN</strong><br />
Konser Terbaik:<br />
1. Braga Book Fair, 2003 &#8211; 2007, Bandung<br />
2. Live Concert, Teater Kecil TIM, 2005, Jakarta<br />
3. Live Concert, CCF, 2006 &amp; 2009, Bandung<br />
4. Live Concert, JEC, Yogya<br />
5. Bandung Fiesta</p>
<p>____________________</p>
<p><strong>SIMAK DAN UNDUH ARIKPIN</strong></p>
<p></p>
<p>[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=tvigxvBCcyg[/youtube]</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/ari-kpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Ari%20KPIN%20-%20Di%20Negeri%20Pohon%20Pohon%20Kastanya.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		
Ari KPIN adalah kelompok musik asal Bandung yang namanya diambil dari nama salah seorang pentolannya, yaitu Ari KPIN. Mereka berkarya di jalur musikalisasi puisi. Dalam 15 tahun terakhir ini sudah 7 Album Musikalisasi puisi yang mer[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		
Ari KPIN adalah kelompok musik asal Bandung yang namanya diambil dari nama salah seorang pentolannya, yaitu Ari KPIN. Mereka berkarya di jalur musikalisasi puisi. Dalam 15 tahun terakhir ini sudah 7 Album Musikalisasi puisi yang mereka keluarkan
Secara individu Ari KPIN juga menulis buku &#8220;Musikalisasi Puisi (Tuntunan dan Pembelajaran)&#8221; yang diterbitkan Penerbit Hikayat Publisher &#8211; Gama Media Yogya (2008)
____________________
DATA KELOMPOK/ARTIS
Nama: Ari KPIN
Genre: Musikalisasi Puisi
Personel/Instrumen:
1. Ari (arranger, vokal, gitar)
2. Egi (bas)
3. Wildan (drum)
4. Yopi (kibor)
5. Iwan (biola)
KONTAK
Contact Person: Ari
Ponsel: 085222555568
E-mail: arikpin@gmail.com
Website/MySpace/Facebook/Friendster:
http://www.ilike.com/artist/Ari+KPIN
http://arikpin.multiply.com/
Alamat Surat Menyurat: Perumahan Lembah Sariwangi No.5, Parongpong, Bandung Barat
DISKOGRAFI
Album Penuh
1. Jiwa Tanpa Topeng Kepalsuan
Tahun Terbit: 2003
2. Negeri Sihir
Tahun Terbit: 2004
3. Ikebana
Tahun Terbit: 2006
INFO TAMBAHAN
Konser Terbaik:
1. Braga Book Fair, 2003 &#8211; 2007, Bandung
2. Live Concert, Teater Kecil TIM, 2005, Jakarta
3. Live Concert, CCF, 2006 &#38; 2009, Bandung
4. Live Concert, JEC, Yogya
5. Bandung Fiesta
____________________
SIMAK DAN UNDUH ARIKPIN

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=tvigxvBCcyg[/youtube]

</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bands</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>TUNNETTA</title>
		<link>http://www.musikator.com/tunnetta/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/tunnetta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 01:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alternative]]></category>
		<category><![CDATA[Bands]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1364</guid>
		<description><![CDATA[Berdirinya group band TUNNETTA bukan hal yang baru bagi blantika musik Bali. Personelnya adalah para musisi yang dikenal lama sebagai home-band beberapa kafe dan memiliki banyak prestasi pada ajang-ajang festival musik Jawa-Bali. Pertemuan para personel ini yang notabene berakar dari musik beragam ini akhirnya memberi warna tersendiri bagi Tunnetta. Usaha peleburan genre musik yang konon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftunnetta%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftunnetta%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/tunnetta-band.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1364];player=img;" title="tunnetta-band"><img class="size-full wp-image-1369 aligncenter" title="tunnetta-band" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/tunnetta-band.jpg" alt="Tunnetta" /></a>Berdirinya group band TUNNETTA bukan hal yang baru bagi blantika musik Bali. Personelnya adalah para musisi yang dikenal lama sebagai home-band beberapa kafe dan memiliki banyak prestasi pada ajang-ajang festival musik Jawa-Bali. Pertemuan para personel ini yang notabene berakar dari musik beragam ini akhirnya memberi warna tersendiri bagi Tunnetta. Usaha peleburan genre musik yang konon menurut beberapa pengamat musik adalah sesuatu yang susah dijalani mengingat masing-masing pribadi pastinya dibekali ego. Namun berkat perjalanan panjang yang telah dilalui, memberikan wawasan pada tiap-tiap personelnya. Keterbukaan dan penghargaan, maka lahirlah sebuah kesepakatan pencapaian estetika yang mereka sebut sebagai “satu rasa”.</p>
<p>Pada tahun 2009 ini, setelah melalui beberapa kisah, pergantian nama band, petualangan dalam aransemen dan otak-atik lainnya. Terutama berkat bantuan ‘Sang Mama’ dalam penggalian ide lagu, tidak butuh waktu yang lama untuk membuat sebuah kesepakatan lainnya. Yaitu merayakan peluncuran album perdana pada 24 April 2009 di Hard Rock Cafe, Kuta, Bali. Dan nama Tunnetta terpilih sebagai nama band. Nama ini merupakan terjemahan dari &#8220;satu rasa&#8221; dalam bahasa Finlandia. Kenapa Finlandia? Tidak ada kaitan dengan sejarah terbentuknya band. Tapi sekali lagi karena sebuah kesepakatan, ‘Tunnetta’ terlalu indah untuk didengarkan dan diucapkan. Bukankah demikian?</p>
<p>Album perdana Tunnetta bertajuk: <em><strong>Heart to Heart</strong></em>. Merupakan rangkuman dari sebuah kisah yang secara garis besarnya tetap mengambil tema populer cinta pada remaja. Kisah pada tiap lagu memiliki keterkaitan dengan lagu-lagu lainnya. Bila didengarkan secara keseluruhan maka alur ceritanya akan tertangkap. Saat ini telah tercipta puluhan lagu yang saling terangkai. Namun pada album ini akan diperkenalkan 5 lagu saja… Kisah ini (tentunya) masih akan berlanjut…</p>
<p>Pada debut album perdana ini, video klip dengan hit single “Heart to Heart” juga telah dikerjakan. Video ini didukung pula oleh model artis nasional Happy Salma sebagai figur utama ‘point of view’ . Videoklip ini digarap oleh sutradara muda  berbakat Bali, Erick EST. Diharapkan peredaran semua karya kreatif ini dapat diterima pasar penggemar musik. Semoga dapat pula membangkitkan dan memperkarya warna bagi dunia musik.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/tunnetta-logo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1364];player=img;" title="tunnetta-logo"><img class="size-full wp-image-1367 aligncenter" title="tunnetta-logo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/tunnetta-logo.jpg" alt="Tunnetta logo" /></a></p>
<p><strong>DATA KELOMPOK</strong><br />
Nama: TUNNETTA<br />
Tanggal/Tahun Berdiri: 2008<br />
Genre: Pop Rock</p>
<p>Personel/Instrumen:<br />
1. Theo (biduan)<br />
2. Dady (drum)<br />
3. Run-dy (kibor)<br />
4. Joey (gitar)<br />
5. Budik&#8217;s (bas)</p>
<p><strong>KONTAK</strong><br />
Manajer: Made Adnyana<br />
Ponsel: 081337883822<br />
E-mail: <a href="mailto:info@tunnetta.com">info@tunnetta.com</a><br />
Website: <a href="http://www.tunnetta.com">www.tunnetta.com</a></p>
<p><strong>DISKOGRAFI</strong><br />
<span style="text-decoration: underline;">Album Penuh</span><br />
1. Heart to Heart<br />
Label: indie<br />
Tahun Terbit: 2009</p>
<p><strong>INFO TAMBAHAN</strong><br />
Banyak dipengaruhi oleh: U2, Coldplay, Goo Goo Dolls, Smashing Pumpkins, Dave Matthews</p>
<p>_____________________</p>
<p><strong>SIMAK DAN UNDUH TUNNETTA</strong></p>
<p></p>
<p>[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=DrgN2G7RJZ4[/youtube]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/tunnetta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Tunnetta%20-%20Heart%20to%20Heart.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		
Berdirinya group band TUNNETTA bukan hal yang baru bagi blantika musik Bali. Personelnya adalah para musisi yang dikenal lama sebagai home-band beberapa kafe dan memiliki banyak prestasi pada ajang-ajang festival musik Jawa-Bali. Pe[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		
Berdirinya group band TUNNETTA bukan hal yang baru bagi blantika musik Bali. Personelnya adalah para musisi yang dikenal lama sebagai home-band beberapa kafe dan memiliki banyak prestasi pada ajang-ajang festival musik Jawa-Bali. Pertemuan para personel ini yang notabene berakar dari musik beragam ini akhirnya memberi warna tersendiri bagi Tunnetta. Usaha peleburan genre musik yang konon menurut beberapa pengamat musik adalah sesuatu yang susah dijalani mengingat masing-masing pribadi pastinya dibekali ego. Namun berkat perjalanan panjang yang telah dilalui, memberikan wawasan pada tiap-tiap personelnya. Keterbukaan dan penghargaan, maka lahirlah sebuah kesepakatan pencapaian estetika yang mereka sebut sebagai “satu rasa”.
Pada tahun 2009 ini, setelah melalui beberapa kisah, pergantian nama band, petualangan dalam aransemen dan otak-atik lainnya. Terutama berkat bantuan ‘Sang Mama’ dalam penggalian ide lagu, tidak butuh waktu yang lama untuk membuat sebuah kesepakatan lainnya. Yaitu merayakan peluncuran album perdana pada 24 April 2009 di Hard Rock Cafe, Kuta, Bali. Dan nama Tunnetta terpilih sebagai nama band. Nama ini merupakan terjemahan dari &#8220;satu rasa&#8221; dalam bahasa Finlandia. Kenapa Finlandia? Tidak ada kaitan dengan sejarah terbentuknya band. Tapi sekali lagi karena sebuah kesepakatan, ‘Tunnetta’ terlalu indah untuk didengarkan dan diucapkan. Bukankah demikian?
Album perdana Tunnetta bertajuk: Heart to Heart. Merupakan rangkuman dari sebuah kisah yang secara garis besarnya tetap mengambil tema populer cinta pada remaja. Kisah pada tiap lagu memiliki keterkaitan dengan lagu-lagu lainnya. Bila didengarkan secara keseluruhan maka alur ceritanya akan tertangkap. Saat ini telah tercipta puluhan lagu yang saling terangkai. Namun pada album ini akan diperkenalkan 5 lagu saja… Kisah ini (tentunya) masih akan berlanjut…
Pada debut album perdana ini, video klip dengan hit single “Heart to Heart” juga telah dikerjakan. Video ini didukung pula oleh model artis nasional Happy Salma sebagai figur utama ‘point of view’ . Videoklip ini digarap oleh sutradara muda  berbakat Bali, Erick EST. Diharapkan peredaran semua karya kreatif ini dapat diterima pasar penggemar musik. Semoga dapat pula membangkitkan dan memperkarya warna bagi dunia musik.

DATA KELOMPOK
Nama: TUNNETTA
Tanggal/Tahun Berdiri: 2008
Genre: Pop Rock
Personel/Instrumen:
1. Theo (biduan)
2. Dady (drum)
3. Run-dy (kibor)
4. Joey (gitar)
5. Budik&#8217;s (bas)
KONTAK
Manajer: Made Adnyana
Ponsel: 081337883822
E-mail: info@tunnetta.com
Website: www.tunnetta.com
DISKOGRAFI
Album Penuh
1. Heart to Heart
Label: indie
Tahun Terbit: 2009
INFO TAMBAHAN
Banyak dipengaruhi oleh: U2, Coldplay, Goo Goo Dolls, Smashing Pumpkins, Dave Matthews
_____________________
SIMAK DAN UNDUH TUNNETTA

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=DrgN2G7RJZ4[/youtube]</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Alternative, Bands</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>JERUJI</title>
		<link>http://www.musikator.com/jeruji/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/jeruji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 01:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1360</guid>
		<description><![CDATA[Pertama berdiri tahun 1996, tepatnya pada tanggal 30 September. Awalnya sekelompok pemuda terdiri dari Aldonny, Heru, Dicky dan Hendra mencoba turut menyuarakan kepedihan mereka terhadap kehidupan. Dengan nama Mutant X mereka membawakan lagu lagu band kesukaan mereka. Seiring dengan perjalanan waktu mereka merasa nama Mutant X kurang Indonesia. Akhirnya terpilihlah JERUJI sebagai nama yang mewakili [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fjeruji%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fjeruji%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1361 aligncenter" title="jeruji" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/jeruji.jpg" alt="jeruji" /></p>
<p>Pertama berdiri tahun 1996, tepatnya pada tanggal 30 September. Awalnya sekelompok pemuda terdiri dari Aldonny, Heru, Dicky dan Hendra mencoba turut menyuarakan kepedihan mereka terhadap kehidupan. Dengan nama Mutant X mereka membawakan lagu lagu band kesukaan mereka. Seiring dengan perjalanan waktu mereka merasa nama Mutant X kurang Indonesia. Akhirnya terpilihlah JERUJI sebagai nama yang mewakili mereka pada saat dipanggil ke atas panggung.</p>
<p>Perjalanan karier Jeruji meniti arus naik turun dan pahit manisnya panggung ke panggung. Hingga pada akhirnya mereka diajak terlibat dalam satu kompilasi klasik yang bertajuk <em><strong>Bandung&#8217;s Burning</strong></em> pada tahun 1997 yang diproduksi oleh Riotic Recs dengan single <em>No Really Competitions</em>. Masih pada tahun yang sama Jeruji menerima ajakan untuk terlibat dalam satu kompilasi yang di produksi oleh label Tian An Men ..89 Recs dari Perancis dan masuklah single <em>Pianjingeun</em> pada kompilasi yang dirilis dalam bentuk piringan hitam ukuran 7 inci dan beredar di Perancis dan negara Eropa lainnya secara independen.</p>
<p>Pada tahun 1998 setelah sekitar 2 tahun mencoba dari panggung ke panggung underground scene di Indonesia akhirnya Jeruji menelurkan album perdananya secara independen dengan judul <em><strong>Freedom</strong></em> yang dirilis oleh 41 Recs Bandung. Pada tahun yang sama juga kompilasi <em><strong>Brain Beverages</strong></em> dirilis dan single <em>Broken</em> adalah lagu Jeruji yang terlibat didalam kompilasi yang dirilis oleh Harder Recs Bandung.</p>
<p>Ternyata gaung Jeruji sampai juga ke negara Matahari Terbit dan sebuah records company bernama All System Fail merilis kembali kompilasi yang berisi single <em>Pianjingeun</em> bekerja sama dengan Tian An Men ..89 Recs dalam bentuk compact disc dan dirilis pada tahun 1999. Di dalam negeri sendiri Jeruji ternyata concern dengan tidak adanya skatepark yang representatif untuk para skateboarder bermain. Seiring dengan ide itu Jeruji diajak oleh ISA (Indonesian Skateboarding Association) dan Spills Records untuk membuat kompilasi yang keuntungannya diperuntukan pada pembuatan Skatepark. Single <em>Drunk With Power</em> menjadi salah satu lagu yang ada dalam <em><strong>A Ticket To Ride &#8220;benefit for local skatepark&#8221;</strong></em> yang dirilis oleh Spills Records.</p>
<p>Pada tahun 2000 Jeruji berubah formasi dan memutuskan untuk menambah personel sebagai bagian dari dinamisnya musik Jeruji. Robby mengisi posisi gitar dan memberi nafas baru bagi Jeruji. Dan pada tahun ini juga album <em><strong>Lawan</strong></em> dirilis oleh Napi Recs. Perjalanan panggung Jeruji ternyata tidak berhenti, tetapi malah semakin banyak dan mendewasakan masing masing personelnya.</p>
<p>Ide pembuatan live recording yang melibatkan penonton secara langsung memang belum ada waktu itu di Indonesia ternyata menarik untuk beberapa pihak. Dan akhirnya terwujud sudah dan melibatkan beberapa band pionir dan label independen di Bandung. Dengan tajuk <em><strong>4 Harvest Live Recording</strong></em> Jeruji bersama dengan Puppen, Forgotten dan Blind To See melakukan pertunjukan yang direkam secara live di Dago Tea House indoor pada tahun 2001 yang rencananya akan dirilis dalam bentuk kaset, CD dan VCD.</p>
<p>Pada akhir tahun 2003, formasi terakhir Jeruji yaitu Aldonny”Themfuck”, Heru, Robby, Sanny dan Opick telah merampungkan materi lagu untuk album yang ketiga. Setelah melalui proses negosiasi dan sign kontrak dengan salah satu label rekaman independen, akhirnya pada bulan Agustus 2004 album mereka yang diberi nama <em><strong>3rd</strong></em> berhasil dirilis secara eksklusif oleh Subciety Records. Album tersebut berisikan 13 lagu dengan materi dan nuansa yang sangat berbeda dari album mereka sebelumnya. Sebagai pemanasan bagi skena bawah tanah di Indonesia, Jeruji baru saja merampungkan video klip untuk Single Lawan. Namun setelah identitas diri mereka mulai tumbuh di dalam sebuah komunitas yang cukup solid di Bandung, akhirnya Jeruji harus ditinggalkan oleh salah satu gitarisnya yaitu Heru dan sementara untuk mengisi kekosongannya posisi tersebut digantikan oleh Ayi sebagai additional. Line-up tersebut tidak bertahan lama karena Ayi mundur kemudian Robby sempat minta ijin cuti untuk menikah, lalu masuk Badik dan Robby kembali main gitar sampai akhirnya Robby mengalami kecelakan yg cukup parah. Ale dari Full of Hate kemudian masuk menggantikan, hingga sekarang.</p>
<p>Jeruji sendiri sekarang sedang dalam proses pembuatan materi album yang ke-4.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1362 aligncenter" title="jeruji-logo-small" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/jeruji-logo-small.jpg" alt="jeruji-logo-small" /></p>
<p><strong>DATA KELOMPOK</strong><br />
Nama: JERUJI<br />
Tanggal/Tahun Berdiri: 30 September 1996<br />
Genre: Hardcore/Punk/Metal</p>
<p>Personel/Instrumen:<br />
1. Themfuck (vokal)<br />
2. Sani (drum)<br />
3. Pengex (bas)<br />
4. aLe (gitar)</p>
<p>KONTAK<br />
Manajer: Meg<br />
Ponsel: 0816623225<br />
E-mail: <a href="mailto:guemegadeth@yahoo.com">guemegadeth@yahoo.com</a><br />
MySpace: <a href="www.myspace.com/jeruji">www.myspace.com/jeruji</a></p>
<p>DISKOGRAFI<br />
<span style="text-decoration: underline;">Album Penuh</span><br />
1. Freedom<br />
Label: 41 Records<br />
Tahun Terbit: 1998<br />
2. Lawan<br />
Label: Napi Records<br />
Tahun Terbit: 2000<br />
3. 3rd<br />
Label: Subciety Records<br />
Tahun Terbit: 2004<br />
<span style="text-decoration: underline;">Album Kompilasi</span><br />
1. Bandung&#8217;s Burning<br />
Lagu: No Really Competitions<br />
Label: Riotic Records<br />
Tahun Terbit: 1997<br />
2. Tian An Men Compilation<br />
Lagu: Pianjingeun<br />
Label: 89 Records (Perancis)<br />
Tahun Terbit: 1997<br />
3. Brain Beverages<br />
Lagu: Broken<br />
Label: Harder Records<br />
Tahun Terbit: 1998<br />
4. All Systems Fail Compilation<br />
Lagu: Pianjingeun<br />
Label: All Systems Fail (Jepang)<br />
Tahun Terbit: 1999<br />
5. A Ticket to Ride<br />
Lagu: Drunk With Power<br />
Label: Spills Records<br />
Tahun Terbit: 2000</p>
<p><strong>INFO TAMBAHAN</strong><br />
Konser Terbaik:<br />
1. Bandung Brisik, Bandung<br />
2. Band pembuka The Exploited, Bandung<br />
3. Band pembuka Walls of Jericho, Jakarta</p>
<p>______________________________</p>
<p><strong>SIMAK DAN UNDUH JERUJI</strong></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/jeruji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/http//www.musikator.com/audio/Jeruji%20-%20Lawan.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		

Pertama berdiri tahun 1996, tepatnya pada tanggal 30 September. Awalnya sekelompok pemuda terdiri dari Aldonny, Heru, Dicky dan Hendra mencoba turut menyuarakan kepedihan mereka terhadap kehidupan. Dengan nama Mutant X mereka memba[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		

Pertama berdiri tahun 1996, tepatnya pada tanggal 30 September. Awalnya sekelompok pemuda terdiri dari Aldonny, Heru, Dicky dan Hendra mencoba turut menyuarakan kepedihan mereka terhadap kehidupan. Dengan nama Mutant X mereka membawakan lagu lagu band kesukaan mereka. Seiring dengan perjalanan waktu mereka merasa nama Mutant X kurang Indonesia. Akhirnya terpilihlah JERUJI sebagai nama yang mewakili mereka pada saat dipanggil ke atas panggung.
Perjalanan karier Jeruji meniti arus naik turun dan pahit manisnya panggung ke panggung. Hingga pada akhirnya mereka diajak terlibat dalam satu kompilasi klasik yang bertajuk Bandung&#8217;s Burning pada tahun 1997 yang diproduksi oleh Riotic Recs dengan single No Really Competitions. Masih pada tahun yang sama Jeruji menerima ajakan untuk terlibat dalam satu kompilasi yang di produksi oleh label Tian An Men ..89 Recs dari Perancis dan masuklah single Pianjingeun pada kompilasi yang dirilis dalam bentuk piringan hitam ukuran 7 inci dan beredar di Perancis dan negara Eropa lainnya secara independen.
Pada tahun 1998 setelah sekitar 2 tahun mencoba dari panggung ke panggung underground scene di Indonesia akhirnya Jeruji menelurkan album perdananya secara independen dengan judul Freedom yang dirilis oleh 41 Recs Bandung. Pada tahun yang sama juga kompilasi Brain Beverages dirilis dan single Broken adalah lagu Jeruji yang terlibat didalam kompilasi yang dirilis oleh Harder Recs Bandung.
Ternyata gaung Jeruji sampai juga ke negara Matahari Terbit dan sebuah records company bernama All System Fail merilis kembali kompilasi yang berisi single Pianjingeun bekerja sama dengan Tian An Men ..89 Recs dalam bentuk compact disc dan dirilis pada tahun 1999. Di dalam negeri sendiri Jeruji ternyata concern dengan tidak adanya skatepark yang representatif untuk para skateboarder bermain. Seiring dengan ide itu Jeruji diajak oleh ISA (Indonesian Skateboarding Association) dan Spills Records untuk membuat kompilasi yang keuntungannya diperuntukan pada pembuatan Skatepark. Single Drunk With Power menjadi salah satu lagu yang ada dalam A Ticket To Ride &#8220;benefit for local skatepark&#8221; yang dirilis oleh Spills Records.
Pada tahun 2000 Jeruji berubah formasi dan memutuskan untuk menambah personel sebagai bagian dari dinamisnya musik Jeruji. Robby mengisi posisi gitar dan memberi nafas baru bagi Jeruji. Dan pada tahun ini juga album Lawan dirilis oleh Napi Recs. Perjalanan panggung Jeruji ternyata tidak berhenti, tetapi malah semakin banyak dan mendewasakan masing masing personelnya.
Ide pembuatan live recording yang melibatkan penonton secara langsung memang belum ada waktu itu di Indonesia ternyata menarik untuk beberapa pihak. Dan akhirnya terwujud sudah dan melibatkan beberapa band pionir dan label independen di Bandung. Dengan tajuk 4 Harvest Live Recording Jeruji bersama dengan Puppen, Forgotten dan Blind To See melakukan pertunjukan yang direkam secara live di Dago Tea House indoor pada tahun 2001 yang rencananya akan dirilis dalam bentuk kaset, CD dan VCD.
Pada akhir tahun 2003, formasi terakhir Jeruji yaitu Aldonny”Themfuck”, Heru, Robby, Sanny dan Opick telah merampungkan materi lagu untuk album yang ketiga. Setelah melalui proses negosiasi dan sign kontrak dengan salah satu label rekaman independen, akhirnya pada bulan Agustus 2004 album mereka yang diberi nama 3rd berhasil dirilis secara eksklusif oleh Subciety Records. Album tersebut berisikan 13 lagu dengan materi dan nuansa yang sangat berbeda dari album mereka sebelumnya. Sebagai pemanasan bagi skena bawah tanah di Indonesia, Jeruji baru saja merampungkan video klip untuk Single Lawan. Namun setelah identitas diri mereka mulai tumbuh di dalam sebuah komunitas yang cukup solid di Bandung, akhirnya Jeruji harus ditinggalkan oleh salah satu gitarisnya yaitu Heru dan sementara untuk mengisi kekosongannya posisi tersebut digantikan oleh Ayi sebagai additional. Line-up tersebut tidak bertahan lama karena Ayi mundur kemudia[...]</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Featured</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Dia adalah Anda</title>
		<link>http://www.musikator.com/dia-adalah-anda/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/dia-adalah-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 04:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1357</guid>
		<description><![CDATA[Dengan kaki telanjang dia bernyanyi. Dia bicara Bias Senja hingga memuja keindahan Biru. Jika Anda perempuan yang dulu senang mendengar dongeng, maka Anda akan berharap dapat membuka jendela balkon untuk mendengar dia bernyanyi di bawah. Romantisme terurai dalam tiap lagu yang Anda with The Joints lantunkan bersama. Anda yang belum akrab dengan nama Anda akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fdia-adalah-anda%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fdia-adalah-anda%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1358 aligncenter" title="anda" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/anda.jpg" alt="anda" /></p>
<p>Dengan kaki telanjang dia bernyanyi. Dia bicara <em>Bias Senja</em> hingga memuja keindahan <em>Biru</em>. Jika Anda perempuan yang dulu senang mendengar dongeng, maka Anda akan berharap dapat membuka jendela balkon untuk mendengar dia bernyanyi di bawah. Romantisme terurai dalam tiap lagu yang Anda with The Joints lantunkan bersama. Anda yang belum akrab dengan nama Anda akan saya segarkan ingatannya. Penonton &#8220;Ada Apa dengan Cinta?&#8221; pasti mengingat sosok penyanyi dan gitaris yang mengiringi Dian Sastro bernyanyi saat kencan dengan Nicholas Saputra. Ya, dia itu Anda.</p>
<p>Makna <em><strong>In Medio</strong></em> (arti: berada di antara) diejawantahkan dalam tajuk acara ”Antara Siang&amp; Malam”. Sore menjadi batas pertalian dua waktu yang mampu membius bila kita tak terjaga. Begitupun acara ini yang dimulai sejak sekitar pukul 18.00 dengan media gathering. Kali ini Anda hadir bersama Hendra Timothy (bas), Jonathan Palempung (papan kunci), Mery Kasiman (piano), Danny Ardiono (drum), si kembar cantik bersuara merdu Mian Meuthia dan Mian Tiara (vokal latar).</p>
<p>Pijakkan kaki menuju kafe De La Rosa, Kemang, Jakarta yang cantik dengan cahaya temaram. Dari kejauhan suara Anda sudah tersibak. Showcase album perdana Anda, In Medio ini bukan launching album. Anda mungkin sudah mendengar In Medio sejak Februari lalu. Suara tabla menjadi penanda aksi bermula. <em>Pusaran</em> menjadi awalan. Didit Saad hadir membantu <em>Dalam Pelukan Shiva</em> dan <em>ML</em>. Lagu pengiring bercinta dengan satuan blues dan psikedelia.<br />
Saya tidak memerhatikan kondisi langit. Tapi, Anda berseru <em>Full Moon Tonight</em> dengan dukungan Nikita Dompas beserta iringan tabla. Sebuah suasana yang membius hingga Anda bisa saja percaya malam ini bulan purnama meskipun jelas akhir bulan. Kolaborasi meriah pun kembali tercipta pada <em>Dalam Suatu Masa</em> dengan penampilan Indra Perkasa, Riza Arshad, Nikita Dompas, dan penyanyi sekaligus adik dari Anda, Bonita. Panggung berhiaskan lampion itu menyuguhkan visual arts dari Visual Jockey asal Kota Kembang, Niang.</p>
<blockquote><p>Kalau nggak ada lagu ini mungkin gue bakal dicuekin</p></blockquote>
<p>ujar Anda berseloroh.</p>
<p>Derai jazz maksimal berbaur dengan untaian kata membahas belahan jiwa dengan sebuah warna, <em>Biru</em>. Nikita Dompas kembali menunjukkan aksinya. Anda sempat melupakan urutan lagu hingga Mian Tiara menghampiri agar ingat. Dari momen itulah <em>Bias Senja</em> membahana sebagai pengantar buaian mimpi.</p>
<blockquote><p>Lagu ini gue bikin di rehab gara-gara capek liat orang gila nggak pakai baju melulu!</p></blockquote>
<p>tutur Anda.</p>
<p>Bonita berteriak lantang menemani vokal muram Anda bicara <em>Cukup dalam Hati</em>. Anda mengisahkan lagu itu menjadi refleksi ketika dia sedang tenggelam dalam obat-obatan terlarang.</p>
<blockquote><p>Tahukan bahwa dirimu itu hanya seorang pecandu<br />
Yang tak layak untuk sepotong cinta yang suci</p></blockquote>
<p>Anda bernyanyi.</p>
<p>Meski sudah mengaku acara berakhir, tapi tiada yang sanggup mengangkat badan untuk beranjak pergi. MC sekaligus pengamat musik, Danie Sakrie, pun harus membubarkan penonton dengan mengingatkan besok harus kembali bekerja. Namun, setelah semua pihak yang terlibat berkumpul, malah terjadi kolaborasi kembali.</p>
<p>Sebuah malam yang terlalu mempesona hingga Anda bisa lupa jalan pulang.</p>
<p>____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Tulisan ini adalah kontribusi dari <a href="http://journalin.multiply.com/">Alin</a>, penulis muda berbakat yang juga personal manager dari band <a href="http://www.myspace.com/aksiterror">AKSITERROR</a>, editor fanzine High Octane, serta sempat menjadi kontributor untuk majalah Rolling Stone Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/dia-adalah-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermodal Eksistensi, Bangkutaman Sambangi Singapura</title>
		<link>http://www.musikator.com/bermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/bermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 00:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1352</guid>
		<description><![CDATA[Band folk-rock asal Jogjakarta , BANGKUTAMAN, baru saja melawat ke negeri Singapura. Capaian tersebut adalah sebuah prestasi besar yang pertama kali didapatkan oleh trio ini dalam kurun waktu 10 tahun berkarir di musik independen. Kepergian mereka ke Negeri Gajah Putih ini dalam rangka memenuhi undangan dari Esplanade, salah satu kompleks gedung pertunjukan ternama di Singapura. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fbermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fbermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam2msktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1352];player=img;" title="bantam2msktr"><img class="size-full wp-image-1354 aligncenter" title="bantam2msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam2msktr.jpg" alt="Bangkutaman live" /></a>Band folk-rock asal Jogjakarta , BANGKUTAMAN, baru saja melawat ke negeri Singapura. Capaian tersebut adalah sebuah prestasi besar yang pertama kali didapatkan oleh trio ini dalam kurun waktu 10 tahun berkarir di musik independen. Kepergian mereka ke Negeri Gajah Putih ini dalam rangka memenuhi undangan dari Esplanade, salah satu kompleks gedung pertunjukan ternama di Singapura.</p>
<p>Untuk kali ini, Bangkutaman khusus didaulat untuk mengisi salah satu program acara Esplanade yang diberi nama &#8220;Rockin&#8217; the Region&#8221;.</p>
<p>Seri acara ini sudah berlangsung dari tanggal 8-10 Mei lalu dengan menampilkan tiga band dari Filipina. Kemudian seri berikutnya, dari tanggal 15-17 Mei menampilkan khusus tiga band Indonesia, salah satunya Bangkutaman, ditambah 2 band asal Bandung, HOMOGENIC, CASCADE,dan singer-songwriter THE FAKE turut pula memeriahkan.</p>
<blockquote><p>Ini adalah pencapaian terbesar dari Bangkutaman</p></blockquote>
<p>ungkap Irwin, gitaris yang belum lama bergabung kembali setelah sekian lama vakum dari Bangkutaman.</p>
<p>Ia menganggap konser di Singapura ini adalah momen berharga sepanjang hidupnya serta kedua personel Bangkutaman lainnya. Demi menggalang dana sekaligus awareness akan kepergian mereka, serangkaian gigs telah digelar, salah satunya adalah tanggal 25-26 April lalu mereka menggelar dua gigs di Jogja, kampung halaman mereka.</p>
<blockquote><p>Ini sekaligus sebagai rasa syukur kita akan berita ini, yang juga sebagai sebagai trigger bagi band-band Jogja lainnya untuk bisa melakukan hal yang sama</p></blockquote>
<p>ungkap basis/vokalis Wahyu a.k.a. Acum yang juga bekerja sebagai jurnalis media musik ibukota.</p>
<p>Selain menggelar pre-gigs, mereka juga membuat beberapa seri kaus limited edition khusus untuk kepergian ke Singapura ini. Di Singapura, trio ini bermain selama dua hari yaitu tanggal 16 Mei dan 17 Mei 2009 sebagai gigs penutup.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam5msktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1352];player=img;" title="bantam5msktr"><img class="size-full wp-image-1353 aligncenter" title="bantam5msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam5msktr.jpg" alt="Bangku Taman - 10 Years" /></a>Bangkutaman terbentuk tahun 1999, dimana nama tersebut diambil karena seringnya para personel mereka bertemu di suatu sudut universitas di sebuah bangku taman untuk saling berbagi cerita tentang musik.</p>
<p>Musik mereka sangat terinspirasi dengan atmosfer jingle-jangle khas folk rock dan psikadelik psychedelic tahun 60an yang digabung dengan The Dentist era awal, Rain Parade (dari skena &#8220;paisley underground&#8221; Los Angeles), dan juga beberapa band semacam Big Bang Pow dan Primal Scream ditambah sentuhan psychedelic guitar pop ala Stone Roses dan Charlatans UK.</p>
<p>Sejauh ini mereka telah merilis 3 mini album, 1 single dan 1 album penuh. Rilisan EP mereka yang terakhir <em><strong>Garage of the Soul</strong></em> telah terjual sekitar 1000 kopi di Jepang. Dan lagu-lagu mereka juga sering diputar di beberapa stasiun radio kampus di Australia .</p>
<p>Bahkan pada  Januari 2007, Acum &amp; co. merilis  album best of-nya dengan titel <em><strong>Ready Steady Go!</strong></em> yang hanya tersedia dengan cara mengunduh di  iTunes dengan tujuan mengincar pasar internasional yang lebih luas.</p>
<p>Semoga langkah ini bisa membawa mereka melanglang buana ke seluruh Asia dan dunia internasional walaupun hanya bermodal eksistensi. They have hopes. They totally do.</p>
<p>______________________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Artikel di atas ditulis oleh Wawan Fury, seorang jurnalis kawakan, seorang kawan dekat yang cukup frekuentif menyumbang karyanya untuk Musikator</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/bermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TMIF # 14</title>
		<link>http://www.musikator.com/tmif-14/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/tmif-14/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 01:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[TMIF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1342</guid>
		<description><![CDATA[Ini kali yang ke 14 bagi TMIF. Bagi dewan redaksi Musikator, dari sebegitu banyak berondongan opini yang Musikatorians telah suarakan, tambah menebalkan kepercayaan kami bahwa anak muda Indonesia telah makin piawai dalam menelaah berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Para anak muda (beserta kalangan yang lain) sudah pintar untuk memilah-milah, sudah jago membaca situasi, serta&#8212;ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftmif-14%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftmif-14%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ini kali yang ke 14 bagi TMIF. Bagi dewan redaksi Musikator, dari sebegitu banyak berondongan opini yang Musikatorians telah suarakan, tambah menebalkan kepercayaan kami bahwa anak muda Indonesia telah makin piawai dalam menelaah berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Para anak muda (beserta kalangan yang lain) sudah pintar untuk memilah-milah, sudah jago membaca situasi, serta&#8212;ini yang paling menggembirakan&#8212;sudah tak mudah lagi disetir/digiring/didoktrin baik oleh elit politik, petinggi partai, maupun pemerintah. Bukti yang amat signifikan tampak jelas ketika Partai Demokrat memenangi pemilihan legislatif. Bukan soal Partai Demokrat itu adalah pilihan tepat atau bukan, baik atau buruk, tapi yang bisa dipelajari di sini adalah penduduk di bumi Nusantara ini TIDAK (halo para pejabat teras partai, jika anda masih buta huruf dan miskin nurani, mari saya eja: te-i-de-a-ka, TI-DAK) patuh, tidak tunduk, tidak mengangguk pada instruksi, saran, anjuran, petuah, propaganda maupun fatwa yang dimuntahkan para orang-orang &#8220;besar&#8221;.</p>
<p>Te-i-de-a-ka. TI-DAK.</p>
<p>Benar sekali, siapa pun tak pernah menduga bahwa partai bau kencur macam Demokrat bakal sukses menjungkalkan dua buldozer ini: si penegak status-quo Golkar, &amp; PDI-P yang mengaku sebagai, ahem, pembela wong cilik. Yang makin bikin bengong adalah fakta bahwa organisasi politik pemula yang dikomandoi SBY itu digdaya dengan prosentase kemenangan yang duhai mencengangkan. Peta perpolitikan langsung berubah drastis. Golkar &amp; PDI-P, yang tadinya merupakan musuh besar di jaman Orde Baru, segera saja saling berjabat tangan seolah-olah tewasnya puluhan orang saat kisruh 27 Juli 1996 (<a href="http://www.blogcatalog.com/search.frame.php?term=kudatuli&amp;id=b84bcd0204260253a9bc5a2264669e0f">Kudatuli</a>) cuma insiden kecil belaka. Urat malunya sudah mati banget. Begitu pula Wiranto &amp; Prabowo, masih segar dalam ingatan rakyat bagaimana para purnawirawan tersebut saling mendiskreditkan, agresif menjelek-jelekkan satu sama lain, lewat buku masing-masing plus berlanjut perang urat saraf di media massa. Namun gara-gara kejayaan Partai Demokrat, mereka kemudian duduk manis berdampingan lalu berpelukciuman. Diikuti oleh partai-partai lain selanjutnya mereka membentuk koalisi yang disebut sebagai &#8220;Koalisi Besar&#8221;. Lengkap dengan limpahan tinja dari para petinggi yang terhormat: ini semua untuk kepentingan bangsa dan negara.</p>
<p>Yeah, right.</p>
<p>Tidak ada kawan atau lawan yang abadi di politik. Yang ada hanya kepentingan yang abadi. Sak karepmu, &#8216;cuk, silakan berteori basi sesukanya. Sekarang, coba buka kuping &amp; mata hati, kami rakyat Indonesia, anak muda Nusantara, menegaskan kembali kepada anda semua wahai orang &#8220;penting&#8221;, bahwa kami:<br />
1. Tidak patuh<br />
2. Tidak tunduk<br />
3. Tidak mengangguk</p>
<p>Ok, sudah dulu orasinya. Ayo masuk ke TMIF. Mari kita pilih dulu pemenang <a href="http://www.musikator.com/tmif-13/">TMIF # 13</a>, mendapatkan paket hadiah dari kontingen Rapcore asal Bali, <a href="http://www.musikator.com/geekssmile/">GEEKSSMILE</a>. Nama-nama tersebut yaitu:<br />
1. Dhani Rawkz<br />
2. Rude Boy Dodix<br />
3. Lecir<br />
Hadiah hiburan untuk Erwin, Andrix, &amp; Cietra.</p>
<p>Bersulang bagi sejawat cerdas yang telah terpilih. Silakan kontak Rudolf Dethu <a href="mailto:suicidaldjdethu@musikator.com">suicidaldjdethu@musikator.com</a> serta mohon informasikan alamat domisili serta nomor telepon anda.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/tmiffinalsmall1.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1342];player=img;" title="tmiffinalsmall1"><img class="size-full wp-image-1343 aligncenter" title="tmiffinalsmall1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/tmiffinalsmall1.jpg" alt="TMIF Logo" /></a>Nah, untuk TMIF # 14 argumen yang diminta dari Musikatorians adalah tentang:</p>
<blockquote><p>Mengikuti Sri Bintang Pamungkas menjadi Golput atau sebaliknya: menggunakan hak pilih?</p></blockquote>
<p>Jika memilih Golput sebutkan alasan kenapa. Jika berkeputusan mendatangi TPS dan menusuk gambar capres/cawapres beberkan dalih anda. Beri juga solusinya, jangan protes aja. Ingat, jangan pernah takut atau segan memuntahkan isi pikiran. Tidak ada benar atau salah. Apalagi Soeharto sudah mati. Harmoko sudah bukan Menteri Penerangan lagi. Negara RI sudah reformasi. Biasakan berdiri tegak menantang dan bersilang pendapat. Demi tegaknya Demokrasi. Demi majunya negeri ini. Yang penting tetap berkepala dingin.</p>
<p>Tiga pemapar perspektif terbaik akan digelontori bingkisan menarik terdiri dari cd, kaos, serta pin dari kontingen street rock Surabaya, <a href="http://www.musikator.com/blingsatan/">BLINGSATAN</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/blingsatantmif.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1342];player=img;" title="blingsatantmif"><img class="alignnone size-full wp-image-1344" title="blingsatantmif" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/blingsatantmif.jpg" alt="Blingsatan for TMIF" /></a><br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/blingsatanteetmif.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1342];player=img;" title="blingsatanteetmif"><img class="alignnone size-full wp-image-1345" title="blingsatanteetmif" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/blingsatanteetmif.jpg" alt="Blingsatan tshirt TMIF" /></a></p>
<p>Plus, sama seperti sebelumnya, perhatikan juga ujaran signifikan di bawah ini:</p>
<p>Syarat &amp; Ketentuan<br />
1. Jawab pertanyaan dan beri komentar di kolom komentar di bawah ini<br />
2. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 (satu) komentar untuk setiap edisi TMIF—pastikan komentar kamu komentar yang kickass!<br />
3. Berdomisili di wilayah Indonesia<br />
4. Biaya pengiriman hadiah ditanggung sepenuhnya oleh Musikator<br />
5. Keputusan pemenang dipilih oleh tim Musikator, dan tidak dapat diganggugugat<br />
6. Pemenang diumumkan pada edisi TMIF berikutnya dan akan dihubungi via e-mail oleh tim Musikator</p>
<p>Dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/tmif-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TMIF # 13</title>
		<link>http://www.musikator.com/tmif-13/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/tmif-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 01:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[TMIF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Angka 13, bagi sebagian orang merupakan angka sial. Sebaliknya, untuk sekelompok kecil merupakan angka keramat, melambangkan pemberontakan dan dekat dengan Rock &#8216;n&#8217; Roll. Musikator adalah institusi yang disebut belakangan: menganggap angka 13 sebuah hal yang kudus, penting, signifikan. Musikatorians sekalian, selamat datang di TMIF # 13. Mohon besar maaf jika kemunculan TMIF agak kurang konsisten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftmif-13%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftmif-13%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Angka 13, bagi sebagian orang merupakan angka sial. Sebaliknya, untuk sekelompok kecil merupakan angka keramat, melambangkan pemberontakan dan dekat dengan Rock &#8216;n&#8217; Roll. Musikator adalah institusi yang disebut belakangan: menganggap angka 13 sebuah hal yang kudus, penting, signifikan.</p>
<p>Musikatorians sekalian, selamat datang di TMIF # 13. Mohon besar maaf jika kemunculan TMIF agak kurang konsisten belakangan ini. Kami hulubalang Musikator memang sedang giat berbenah, memperbaiki kinerja, terus mencoba memberikan yang terbaik bagi skena musik Nusantara. Dan untuk ke depannya TMIF akan terbit tiap Jumat (sesuai dengan namanya: Thank Musikator It&#8217;s Friday), tiap 3 minggu.</p>
<p>Baiklah, sebelum melaju ke edisi angker ini kami umumkan dulu kontestan dengan perspektif paling runcing serta berhak mendapatkan cendera mata dari <a href="http://www.musikator.com/the-hydrant/">THE HYDRANT</a>, yaitu:</p>
<p>1. Erwin<br />
2. Male Unwisely<br />
3. Rippo<br />
serta hadiah hiburan untuk Bobby dan Budi.</p>
<p>Angkat gelas bagi sejawat cerdas yang telah terpilih. Silakan kontak Igo <a href="mailto:theblado@musikator.com">theblado@musikator.com</a> serta c.c. ke Rudolf Dethu <a href="mailto:suicidaldjdethu@musikator.com">suicidaldjdethu@musikator.com</a><br />
Mohon informasikan alamat domisili serta nomor telepon anda.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/tmiffinalsmall1.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1299];player=img;" title="tmiffinalsmall1"><img class="size-full wp-image-1304 aligncenter" title="tmiffinalsmall1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/tmiffinalsmall1.jpg" alt="TMIF Logo" /></a></p>
<p>Dan untuk TMIF # 13 pendapat yang diharapkan dari rekan semua adalah mengenai:</p>
<blockquote><p>Artis/musisi/band berpartisipasi dalam kampanye politik partai/caleg/capres tertentu. Bagaimana anda melihat kecenderungan ini? Positif? Negatif? Mengganggu reputasi? Atau malah sah-sah saja sebab itu adalah semata urusan profesional, jangan dicampuradukkan?</p></blockquote>
<p>Silakan uraikan sudut pandang anda. Jangan ragu mengemukakan apa yang ada di kepala. Di sini tidak ada salah dan benar. Setiap orang punya idenya sendiri-sendiri. Dan itu harus dihargai. Di sini yang diharapkan adalah kerelaan untuk berbagi, kemauan untuk berbuat yang terbaik, semoga saja dari riuh argumen yang disodorkan kita bisa tiba di sebuah solusi, formula, strategi, apa yang terbaik yang bisa kita berikan bagi negeri ini. Setiap ujaran yang pernah dikontribusikan ke TMIF sebelum-sebelumnya, baik yang menang dan memperoleh hadiah maupun yang belum beruntung, telah menjadi semacam arsip yang amat berharga bagi kita semua. You guys rule, totally. Indonesia menjadi lebih benderang dan bergemerincing positivitas dengan eksistensi anda!</p>
<p>Bagi 3 (tiga) pengusung opini paling cemerlang akan dihibahkan imbalan ultra istimewa&#8212;hey, this is TMIF number 13!&#8212;dari para cendekia cadas peka politik, <a href="http://www.musikator.com/geekssmile/">GEEKSSMILE</a>, berupa paket berisikan hoodie + cd + stiker</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile-hoodiehitam.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1299];player=img;"><img class="size-full wp-image-1300 aligncenter" title="geekssmile" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile.jpg" alt="Geekssmile" /><img class="size-full wp-image-1302 aligncenter" title="geekssmile-hoodieputih" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile-hoodieputih.jpg" alt="geekssmile-hoodieputih" /><img class="size-full wp-image-1303 aligncenter" title="geekssmile-hoodiehitam" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile-hoodiehitam.jpg" alt="geekssmile-hoodiehitam" /></a>Plus, sama seperti sebelumnya, perhatikan juga ujaran signifikan di bawah ini:</p>
<p>Syarat &amp; Ketentuan<br />
1. Jawab pertanyaan dan beri komentar di kolom komentar di bawah ini<br />
2. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 (satu) komentar untuk setiap edisi TMIF—pastikan komentar kamu komentar yang kickass!<br />
3. Berdomisili di wilayah Indonesia<br />
4. Biaya pengiriman hadiah ditanggung sepenuhnya oleh Musikator<br />
5. Keputusan pemenang dipilih oleh tim Musikator, dan tidak dapat diganggugugat<br />
6. Pemenang diumumkan pada edisi TMIF berikutnya dan akan dihubungi via e-mail oleh tim Musikator</p>
<p>Buka mata, bersihkan pikiran, cegah menyebarnya paham sektarian, fundamentalisme agama, serta gerakan membinasakan Bhinneka Tunggal Ika oleh manusia-manusia dari jaman batu. Awas serangan Partai Kacung Saudi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/tmif-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

