<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia &#187; Rudolf Dethu</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/author/suicidaldjdethu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Feb 2011 09:58:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en_us</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<copyright>2008-2009 </copyright>
	<managingEditor>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</managingEditor>
	<webMaster>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</webMaster>
	<image>
		<url>http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</title>
		<link>http://www.musikator.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Music" />
	<itunes:author>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:name>
		<itunes:email>robinmalau@gmail.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Kegundahan Seorang King of Rock</title>
		<link>http://www.musikator.com/kegundahan-seorang-king-of-rock/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/kegundahan-seorang-king-of-rock/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 07:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[Kontribusi oleh Wawan Fury Nama aslinya Ong Oen Log. Pria kelahiran Kranggan, Blauran, Surabaya, 19 Maret 1959 ini justru dikenal dengan nama Log Zhelebour, sebuah nama yang kental dengan industri musik Indonesia khususnya genre cadas yang sangat melekat pada dirinya. Sebanyak 11 festival Rock telah ia gelar sejak 1984 hingga 2007, beberapa band dengan mengusung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fkegundahan-seorang-king-of-rock%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fkegundahan-seorang-king-of-rock%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZ.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1507];player=img;" title="LogZ"><img class="aligncenter size-full wp-image-1508" title="LogZ" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZ.jpg" alt="" width="400" height="514" /></a><small>Kontribusi oleh Wawan Fury</small></p>
<p>Nama aslinya Ong Oen Log. Pria kelahiran Kranggan, Blauran, Surabaya, 19 Maret 1959 ini justru dikenal dengan nama Log Zhelebour, sebuah nama yang kental dengan industri musik Indonesia khususnya genre cadas yang sangat melekat pada dirinya.</p>
<p>Sebanyak 11 festival Rock telah ia gelar sejak 1984 hingga 2007, beberapa band dengan mengusung genre yang menjadi favoritnya sejak semasa kecil itu telah dia orbitkan menjadi sebuah komoditas bernilai tinggi yang menjadi salah satu pendapatan terbesar baginya. Kasarnya band tersebut besar karena Log.</p>
<p>Dari masa 1970-an ada SAS asal Surabaya, Super Kid dari Bandung dan Godbless dari Jakarta. Dekade berikutnya ada El Palmas, Kaisar, hingga Power Metal dan berlanjut Boomerang, dan Jamrud.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/boomerang.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1507];player=img;" title="boomerang"><img class="aligncenter size-full wp-image-1510" title="boomerang" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/boomerang.jpg" alt="" width="419" height="163" /></a></p>
<p>Boomerang dan Jamrud di era 2000-an menjadi fenomenal di bawah kibar bendera Logiss Record, sementara Jamrud mampu menjual sedikitnya 2 juta kopi lebih untuk album <em>Ningrat</em>.</p>
<p>Tidak itu saja, Log dan Jamrud sukses mengacak aturan tidak tertulis televisi di Indonesia yang mengharamkan musik cadas dengan lirik kasar. Kita tahu lirik Jamrud selalu lugas mengumbar kata-kata jalanan.</p>
<p>Di luar band, jebolan SMA St. Louis Surabaya ini sukses mengorbitkan ladyrocker Ita Purnamasari, Mel Shandy, Lady Avisha, Nicky Astria, Gank Pegangsaan, Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja &amp; Bani Adam hingga grup Prog Rock Giant Step.</p>
<p>Akan tetapi tidak banyak orang tahu kini sang &#8220;King of Rock&#8221; yang hari ini berusia 51 tahun begitu julukannya, tengah gundah gulana, yang tentu saja sangat berkaitan erat dengan musik yang menjadikannya seorang jutawan Rock.</p>
<p>Mulai dari kegelisahan akan minimnya jumlah penjualan bentuk fisik, tren Ring Back Tone (RBT) hingga perkembangan musik rock yang dia tuding &#8220;kemurniannya&#8221; telah terkikis.</p>
<blockquote><p>Band sekarang banyak yang mengusung rock tetapi tidak tahu makna rock itu sendiri seperti apa, bahkan cenderung menyimpang tidak sesuai dengan konten dan esensi rock itu sendiri,</p></blockquote>
<p>ujar Log yang juga memiliki andil dalam membesarkan band rock legendaris Godbless.</p>
<p><strong>Tontonan Menipu</strong></p>
<p>Kegelisahannya makin tersakiti kala banyak band rock yang relatif &#8220;gahar&#8221; rela tampil di acara musik yang sedang menjamur yang disuguhkan di hampir tiap stasiun televisi yang membuat sisi imej band Rock menjadi &#8220;ternoda&#8221;.</p>
<blockquote><p>Rock is a lifestyle,</p></blockquote>
<p>begitu kata Log yang sangat mencintai Pink Floyd dan Scorpion. Ia berani berasumsi terang-terangan bahwa band sekarang hanya memikirkan sisi popular bukan sisi imej.</p>
<blockquote><p>Main di acara seperti itu imej menjadi buruk untuk band Rock, dan juga tidak menguntungkan secara signifikan, sama sekali,</p></blockquote>
<p>tegasnya.</p>
<p>Log pantas sebal pasalnya pihak televisi menggelar acara-acara musik dengan penuh rekayasa. Satu bentuk penipuan itu adalah membayar penonton agar bersorak meriah saat acara berlangsung.</p>
<p>Kegelisahannya juga makin bertambah saat fenomena RBT hanya dijadikan pengejaran materi semata tanpa memperhatikan kepuasan dan kebanggaan ideal bagi seorang produser dan musisi.</p>
<p>Bentuk fisik, baik cd maupun kaset adalah sesuatu bentuk nyata yang menjadi kebanggaan tak ternilai seorang musisi dan produser, bukan RBT yang hanya dinikmati dengan durasi 15 detik.</p>
<p>Awalnya menurut Log, RBT sangat bagus sebagai salah satu alternatif media promosi. Akan tetapi semakin hari RBT menjadi target utama baik musisi dan produser itu sendiri. Semua berlomba-lomba untuk menjadikan lagu mereka nomor satu dengan jumlah pengakses RBT terbanyak.</p>
<blockquote><p>Yang menjadikan RBT sebagai pendapatan besar dari musisi maka mereka itu terjebak mimpi. RBT hanya menjadikan musisi popular tidak menjadi kaya tiba-tiba,</p></blockquote>
<p>tegasnya.</p>
<p>Log memang tahu betul apa yang terjadi dalam industri musik saat ini. Walaupun ia tetap harus mengikuti trend yang sedang berjalan ini, tetapi sisi idealisnya tetap tidak luntur.</p>
<p>Dia masih yakin bentuk fisik akan kembali memegeng peran penuh, terutama bagi para penggemar fanatik, walaupun jumlahnya sedikit mengerucut.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZmore.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1507];player=img;" title="LogZmore"><img class="aligncenter size-full wp-image-1509" title="LogZmore" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZmore.jpg" alt="" width="500" height="398" /></a></p>
<p>Pendekatan melalui suatu komunitas menjadi salah satu kekuatan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bentuk fisik.</p>
<p>Untuk festival Rock, dia tetap tidak goyah untuk kembali bergairah mewujudkannya kembali, walaupun band yang mengaku mengusung rock sekarang sudah mengalami keseragaman dimana lirik meratap-ratap menjadi bahan jualan band tersebut.</p>
<p>Dia juga berani menilai tidak ada satupun band rock masa kini yang mampu menyedot ribuan penonton secara global di seantero Tanah Air, seperti yang pernah dilakukan oleh Jamrud saat masih digawangi personel lama mereka.</p>
<p>Bahkan festival rock lokal yang megah bak konser band luar negeri sudah tidak dapat ditemui lagi seperti saat Log melakukannya berulang kali, hal yang hingga kini menjadi satu-satunya festival rock yang melegenda.</p>
<blockquote><p>Tidak ada satupun yang mampu menyaingi festival rock tersebut, hingga sekarang.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/kegundahan-seorang-king-of-rock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Made, Kristian &amp; Media Perubahan</title>
		<link>http://www.musikator.com/made-kristian-media-perubahan/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/made-kristian-media-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 05:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1482</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya jika seniman muda berbakat Bali yang juga gitaris Geekssmile, Made Bayak, baku apresiasi seni dengan profesor musik asal Amrik, Dr. Kristian Twombly? Untuk membunuh penasaran, datang dan saksikan saja langsung pameran multimedia eksperimental &#8220;Seni Sebagai Media Perubahan&#8221; di Art Cafe, Seminyak, Bali, pada 9 Januari 2010, mulai jam 7 malam. Ya, gratis. Simak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmade-kristian-media-perubahan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmade-kristian-media-perubahan%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Apa jadinya jika seniman muda berbakat Bali yang juga gitaris Geekssmile, Made Bayak, baku apresiasi seni dengan profesor musik asal Amrik, Dr. Kristian Twombly? Untuk membunuh penasaran, datang dan saksikan saja langsung pameran multimedia eksperimental &#8220;Seni Sebagai Media Perubahan&#8221; di Art Cafe, Seminyak, Bali, pada 9 Januari 2010, mulai jam 7 malam. Ya, gratis.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/01/Bayak.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1482];player=img;" title="Bayak"><img class="aligncenter size-full wp-image-1483" title="Bayak" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/01/Bayak.jpg" alt="" /></a><br />
Simak karya instalasi Bayak bertajuk &#8220;Amarahmu adalah Anugrah.&#8221;</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/01/AmarahmuadalahAnugrah.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1482];player=img;" title="AmarahmuadalahAnugrah"><img class="aligncenter size-full wp-image-1484" title="AmarahmuadalahAnugrah" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/01/AmarahmuadalahAnugrah.jpg" alt="" /></a><br />
Pula &#8220;T.S.P. Repainted Object Series.&#8221;</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/01/T.S.P-Repainted-Object-Series.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1482];player=img;" title="T.S.P-Repainted-Object-Series"><img class="aligncenter size-full wp-image-1485" title="T.S.P-Repainted-Object-Series" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/01/T.S.P-Repainted-Object-Series.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Baca juga berita pers pertunjukan ini:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Art Café, Seminyak membuka pameran multimedia eksperimental </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Seni Sebagai Media Perubahan&#8221;</strong></p>
<p>Art Café di Seminyak, Bali, akan menampilkan pameran baru yang provokatif selama bulan Januari 2010 oleh seorang seniman asal Gianyar, Made Muliana Bayak. “Seni Sebagai Media Perubahan” adalah gubahan multimedia menggunakan lukisan, karya tiga-dimensi dan instalasi bunyi, yang akan dibuka di galeri Art Café pada tanggal 9 Januari 2010.</p>
<p>Acara pembukaan pameran akan diwarnai instalasi bunyi kolaboratif yang menggali hubungan antara seni visual dan musik. Made Muliana Bayak bekerja sama dengan seorang komposer asal Amerika dan profesor musik, Dr. Kristian Twombly, untuk menciptakan suatu peristiwa “immersive sound.” Dr. Twombly tengah berada di Bali atas dukungan hibah dari universitasnya dalam rangka menciptakan karya baru dengan seniman visual dan pertunjukan lokal. Selama acara pembukaan, dua mikrofon akan merekam petikan improvisasi gitar solo oleh Bayak dan bebunyian acak di ruang pameran. Pola-pola ritmis yang sudah direkam sebelumnya dari lingkungan alamiah seniman kemudian digubah oleh Twombly dan digabungkan dengan permainan hidup untuk menghasilkan suatu pengalaman multimedia interaktif oleh kedua seniman ini.</p>
<p>Konsep “Seni Sebagai Media Perubahan” lahir dari eksplorasi sepanjang karir Bayak terhadap ragam seni visual Bali. Sebagai lulusan ISI Denpasar, Bayak mengamati adanya kecenderungan dukungan terhadap karya seni yang memiliki nilai pasar tinggi ketimbang karya eksperimental, dengan mengorbankan keragaman eksplorasi artistik. Sebagai misal, mahasiswa didorong untuk menguasai gaya-gaya lukis yang dianggap laku bagi industri pariwisata Bali, sehingga mengesampingkan eksplorsasi yang lain. Ketimbang mengusulkan mana trend yang lebih baik untuk seni Bali, cuplikan-cuplikan yang disajikan dalam pameran ini lebih merupakan cerminan pertanyaan Bayak, “Apakah kita hanya mau cari duit dengan seni, ataukah kita mau melakukan lebih dari itu?”</p>
<p>Namun perenungan tentang tujuan artistik hanyalah satu hal yang hendak diusulkan oleh pameran Bayak. Sang seniman juga berharap untuk membantu mewujudkan perubahan sosial yang positif, khususnya di daerah asalnya, Sukawati, Gianyar. Bermitra dengan Yayasan Anak Tangguh Gianyar dan Art Café, Bayak akan menyumbangkan sebagian hasil penjualan karyanya selama pameran untuk memajukan pendidikan kritis di sekolah-sekolah yang kekurangan dana.</p>
<p>Karya Bayak sudah pernah dipamerkan dalam pameran di Galeri Nasional, Jakarta; Pusat Kebudayaan Prancis, Jakarta; Taman Budaya, Jogjakarta; Museum Negeri Bali, Denpasar; Gaya Fusion of Sense Gallery, Ubud; Klinik Seni Taxu Art Space, Denpasar; Nava Gallery, Denpasar; Taman Budaya Art Centre, Denpasar; dan Institut Seni Indonesia, Denpasar. Pameran tunggal perdananya, “Art for Artist’s Sake,” digelar pada tahun 2008 di Sika Gallery, Ubud. Instalasi khusus pernah ia gelar di Indonesian Art Festival di Surabaya, International Earth Conference di Nusa Dua, dan prakarsa daur ulang, “Clean Up Bali,” di the Radisson Hotel di Kuta. Bayak juga adalah pemetik gitar band indie Bali Geekssmile.</p>
<p>“Seni Sebagai Media Perubahan” akan dibuka pada hari Sabtu, 9 Januari 2010 pukul 19:00 dan akan berlangsung sampai 31 Januari 2010.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, hubungi<br />
Art Café<br />
Jalan Sari Dewi 17 (di seberang the Elysian)<br />
Seminyak, Bali<br />
0361 736 751; 081 139 6361<br />
iloveartcafe@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/made-kristian-media-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampul Album Rock Bersejarah: APPETITE FOR DESTRUCTION</title>
		<link>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 23:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1446</guid>
		<description><![CDATA[Hingga kini, album rilisan Guns N&#8217; Roses bertitel Appetite for Destruction ini masih merupakan album perdana yang paling cepat laku&#8212;the fastest-selling debut album&#8212;dalam sejarah. Selain itu, oleh banyak media musik terhormat karya ini memperoleh rekognisi adiluhung: Majalah Rolling Stone, pada tahun 1989, menempatkannya di rangking 20 album terbaik 1980an, serta pada 2003 dilokasikan di urutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hingga kini, album rilisan Guns N&#8217; Roses bertitel <em><strong>Appetite for Destruction</strong></em> ini masih merupakan album perdana yang paling cepat laku&#8212;the fastest-selling debut album&#8212;dalam sejarah.</p>
<p>Selain itu, oleh banyak media musik terhormat karya ini memperoleh rekognisi adiluhung:</p>
<ul>
<li>Majalah Rolling Stone, pada tahun 1989, menempatkannya di rangking 20 album terbaik 1980an, serta pada 2003 dilokasikan di urutan 61 dalam &#8220;500 Greatest Albums of All Time&#8221;</li>
<li>Majalah Q, pada 2001, memasukkannya sebagai salah satu dari &#8220;50 Heaviest Albums of All Time&#8221;, lalu pada 2004 diganjar penghargaan lagi dan menyelipkannya ke daftar &#8220;The Greatest Classic Rock Albums Ever&#8221;</li>
<li>Harian virtual Pitchfork Media, pada 2002, meletakkannya di nomor 59 &#8220;Top 100 Albums of the 1980s&#8221;</li>
<li>Saluran televisi kabel VH1, pada 2003, meletakkannya di peringkat 42 &#8220;The Greatest Albums Ever&#8221;</li>
<li>Majalah Spin mendudukkannya di posisi 18 &#8220;100 Greatest Albums, 1985 &#8211; 2005&#8243;</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Ketika diterbitkan pertama kali pada 21 Juli 1987, kontingen cadas asal Los Angeles ini memakai karya pelukis mazhab &#8220;lowbrow&#8221;, Robert Williams, sebagai sampulnya.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-original.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1446];player=img;" title="appetitefordestruction-original"><img class="size-full wp-image-1458 aligncenter" title="appetitefordestruction-original" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-original.jpg" alt="appetitefordestruction-original" /></a>Robert Williams, alumni Los Angeles City College sekaligus pendiri majalah Juxtapoz, berkilasbalik bahwa kontaknya dengan Axl Rose &amp; co. pertama kali terjadi pada 1987. Robert, kala itu masih berusia 44 tahun, dihubungi oleh penerbitnya yang bilang bahwa sebuah grup band hard rock  bernama Guns N&#8217; Roses tertarik memasang salah satu gambar kartun dari buku kumpulan karyanya yang diterbitkan pada 1979, &#8220;The Lowbrow Art of Robert Williams&#8221;. Khususnya satu bagian dari seri &#8220;Super Cartoons&#8221; yang bertitel &#8220;Appetite for Destruction&#8221;.</p>
<p>Robert yang juga merupakan anggota kumpulan komikus bawah tanah, Zap Collective, tak terlalu mengacuhkan kabar tersebut. Bagi Robert, antusiasme macam begitu&#8212;apalagi dari kelompok &#8220;kemarin sore&#8221; macam GNR&#8212;bukanlah hal aneh, duhai amat kerap terjadi. Dan Robert mendiamkannya saja, tanpa merasa perlu menanggapi.</p>
<p>Hingga akhirnya GNR mendapatkan nomer telepon rumahnya dan menghubunginya. Sudah begitu, ia menyarankan agar GNR langsung saja datang ke rumahnya, menelisik satu persatu gubahannya, siapa tahu ada yang nyantol&#8212;kemudian berkeputusan batal menggunakan <em>Appetite</em> sebagai sampul album. <em>Appetite</em>, Robert paham benar, adalah opsi riskan sebab karya-karya komiknya telah terbukti sering membuat resah para penegak hukum.</p>
<blockquote><p>Guns N&#8217; Roses finally got my home number and called me. I suggested that they come over to my house and look through some slides and pack something other than Appetite for Destruction for the cover, because I knew they were gonna get in trouble with it. I&#8217;d faced a lot of legal troubles doing underground comics, so I was really well-versed in that</p></blockquote>
<p>Axl&#8212;penanggungjawab departemen vokal di GNR, sosok yang sedari awal paling semangat&#8212;kemudian muncul di kediaman Robert. Setelah diberi kesempatan melihat kumpulan karyanya, sang biduan tetap bersikeras memilih <em>Appetite</em>. Robert bukan saja lalu merelakannya, pula memberikan &#8220;harga damai&#8221; kepada Axl.</p>
<p>Beberapa minggu setelahnya, GNR menghubungi Robert lagi seraya meminta agar diijinkan memakai <em>Appetite</em> sebagai tajuk album mereka. Robert masih bermurah hati dan mengiyakannya.</p>
<blockquote><p>You have to remember, they were completely fucking unknown at this point, so I gave them a four-by-five transparency and the price that I&#8217;d give a shitty punk rock band. A few weeks later, they called me up and asked if they  could use the name. They couldn&#8217;t come up with a name for the album, I guess, so that&#8217;s how <em>Appetite for Destruction</em> came into our vernacular</p></blockquote>
<p>Mudah ditebak, sejenak setelah didistribusikan ke publik luas, reaksi keras spontak menyeruak. Utamanya dari Tipper Gore beserta tim &#8220;penegak norma konservatif&#8221;nya: Parents Music Resource Center alias PMRC. Geffen Records didesak agar tidak menggunakan kreasi tersebut sebagai sampul album karena dianggap mengeksploitasi ketelanjangan serta kental aroma seksualitas nan vulgar. Mungkin karena tekanan yang begitu kuat, GNR memutuskan mengalah. Karya Robert dipindah ke tengah, sampul album diganti dengan artwork bikinan Billy White, Jr.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-pmrc.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1446];player=img;" title="appetitefordestruction-pmrc"><img class="size-full wp-image-1459 aligncenter" title="appetitefordestruction-pmrc" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-pmrc.jpg" alt="appetitefordestruction-pmrc" /></a>And the rest is history.</p>
<p>____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Artikel ini merupakan terjemahan bebas dari majalah Revolver + sumber lain</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kau Pun Terbakar Juga, Kami Percaya: Sekepal Reinterpretasi, Rekonstruksi, Rejuvenasi</title>
		<link>http://www.musikator.com/kau-pun-terbakar-juga-kami-percaya-sekepal-reinterpretasi-rekonstruksi-rejuvenasi/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/kau-pun-terbakar-juga-kami-percaya-sekepal-reinterpretasi-rekonstruksi-rejuvenasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 01:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1447</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar dari Musikatorians bisa jadi telah mendengar kabar tentang Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga. Sebagian kecil lagi mungkin terlalu sibuk menertawakan Jusuf Kalla &#38; Golkar&#8212;yang ultra kalang kabut campur tengsin gara-gara kekalahan mereka yang sungguh memalukan&#8212;hingga tak tanggap dengan dinamika musikal yang sedang menderu seru. Sejawat yang bengong-bingung, judul yang disebut di atas adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fkau-pun-terbakar-juga-kami-percaya-sekepal-reinterpretasi-rekonstruksi-rejuvenasi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fkau-pun-terbakar-juga-kami-percaya-sekepal-reinterpretasi-rekonstruksi-rejuvenasi%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebagian besar dari Musikatorians bisa jadi telah mendengar kabar tentang <em><strong>Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga</strong></em>. Sebagian kecil lagi mungkin terlalu sibuk menertawakan Jusuf Kalla &amp; Golkar&#8212;yang ultra kalang kabut campur tengsin gara-gara kekalahan mereka yang sungguh memalukan&#8212;hingga tak tanggap dengan dinamika musikal yang sedang menderu seru.</p>
<p>Sejawat yang bengong-bingung, judul yang disebut di atas adalah sebentuk album penghormatan, ekspresi pelampiasan obsesi, ungkapan rasa cinta gigantik, terhadap Koil. <a href="http://bakar2009.multiply.com/">Jaka Kandaga &amp; Vidi Nurhadi</a>, sang duo penggagas, bukan kebetulan memang penggemar fanatik band brilian asal Bandung tersebut. Dan mereka merasa menjadi aficionados saja tidaklah cukup. Mereka bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Kami adalah penggemar KOIL, dan kami ingin berbuat sesuatu yang &#8216;lebih&#8217; dalam mengekspresikan kecintaan kami terhadap band ini, juga tentunya, terdokumentasikan</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/KamiPercaya.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1447];player=img;" title="KamiPercaya"><img class="size-full wp-image-1448 aligncenter" title="KamiPercaya" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/KamiPercaya.jpg" alt="KamiPercaya" /></a>Kapital yang cuma Rp 600 ribu (hasil dari penjualan kaos fans) terima-kasih-Elvis-Yang-Maha-Esa bisa diwujudkan oleh Jaka &amp; Vidi menjadi sebuah album kompilasi gara-gara sokongan solid barisan band pendukung. Juga, kendala modal cekak ini disiasati dengan menihilkan proses audisi atau seleksi, kabar perekrutan band partisipan pun tak diberitakan secara terlalu luas&#8212;siapa berminat monggo ikutan. Masing-masing dari mereka lalu melakukan mastering dan penduplikasian sendiri. Hingga akhirnya niat yang telah gencar diwacanakan sejak November 2008 bisa terealisasi pada Juni 2009.</p>
<p style="text-align: center;"><em><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/AmazingInBed.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1447];player=img;" title="AmazingInBed"><img class="alignnone size-full wp-image-1449" title="AmazingInBed" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/AmazingInBed.jpg" alt="AmazingInBed" /></a><br />
Amazing In Bed<br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TheMomsBerdarah.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1447];player=img;" title="TheMomsBerdarah"><img class="alignnone size-full wp-image-1450" title="TheMomsBerdarah" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TheMomsBerdarah.jpg" alt="TheMomsBerdarah" /></a><br />
<em>The Moms Berdarah</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/ScreamingFactor.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1447];player=img;" title="ScreamingFactor"><img class="alignnone size-full wp-image-1452" title="ScreamingFactor" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/ScreamingFactor.jpg" alt="ScreamingFactor" /></a><br />
<em>Screaming Factor</em></p>
<p>Karya keroyokan ini hanya dicetak dalam bentuk cakram digital sejumlah 100 keping saja. Kelompok musisi yang berpartisipasi, berjumlah 12 band, berasal dari bineka daerah semisal Bandung, Jakarta, Malang juga Yogya. Di antaranya Amazing In Bed, the Moms Berdarah, dan Screaming Factor. Bak dengan sengaja mengamalkan ideologi Otong dan Rekan, album kompilasi ini pantang diperjualbelikan. Materi ini digratiskan. Pula dapat diunduh via internet. Salah satunya lewat Musikator.</p>
<p>Benar, <em><strong>A Tribute To Koil</strong></em> ini bukan semata cetusan kasih berlebih, tapi juga sekepal tinju kuat ke udara tentang menjadi merdeka-mandiri, Do-It-Yourself.</p>
<p>Ayo bersama <em>Nyanyikan Lagu Perang</em> terhadap paradigma Rock &#8216;N&#8217; Roll usang!</p>
<p>____________________<br />
<span style="color: #ffff00;"><br />
*</span>Berita lain tentang Koil silakan klik <a href="http://www.musikator.com/koil/">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/kau-pun-terbakar-juga-kami-percaya-sekepal-reinterpretasi-rekonstruksi-rejuvenasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/01%20Burung%20Hantu.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		
Sebagian besar dari Musikatorians bisa jadi telah mendengar kabar tentang Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga. Sebagian kecil lagi mungkin terlalu sibuk menertawakan Jusuf Kalla &#38; Golkar&#8212;yang ultra kalang kabut campur tengsi[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		
Sebagian besar dari Musikatorians bisa jadi telah mendengar kabar tentang Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga. Sebagian kecil lagi mungkin terlalu sibuk menertawakan Jusuf Kalla &#38; Golkar&#8212;yang ultra kalang kabut campur tengsin gara-gara kekalahan mereka yang sungguh memalukan&#8212;hingga tak tanggap dengan dinamika musikal yang sedang menderu seru.
Sejawat yang bengong-bingung, judul yang disebut di atas adalah sebentuk album penghormatan, ekspresi pelampiasan obsesi, ungkapan rasa cinta gigantik, terhadap Koil. Jaka Kandaga &#38; Vidi Nurhadi, sang duo penggagas, bukan kebetulan memang penggemar fanatik band brilian asal Bandung tersebut. Dan mereka merasa menjadi aficionados saja tidaklah cukup. Mereka bilang,

Kami adalah penggemar KOIL, dan kami ingin berbuat sesuatu yang &#8216;lebih&#8217; dalam mengekspresikan kecintaan kami terhadap band ini, juga tentunya, terdokumentasikan

Kapital yang cuma Rp 600 ribu (hasil dari penjualan kaos fans) terima-kasih-Elvis-Yang-Maha-Esa bisa diwujudkan oleh Jaka &#38; Vidi menjadi sebuah album kompilasi gara-gara sokongan solid barisan band pendukung. Juga, kendala modal cekak ini disiasati dengan menihilkan proses audisi atau seleksi, kabar perekrutan band partisipan pun tak diberitakan secara terlalu luas&#8212;siapa berminat monggo ikutan. Masing-masing dari mereka lalu melakukan mastering dan penduplikasian sendiri. Hingga akhirnya niat yang telah gencar diwacanakan sejak November 2008 bisa terealisasi pada Juni 2009.

Amazing In Bed


The Moms Berdarah

Screaming Factor
Karya keroyokan ini hanya dicetak dalam bentuk cakram digital sejumlah 100 keping saja. Kelompok musisi yang berpartisipasi, berjumlah 12 band, berasal dari bineka daerah semisal Bandung, Jakarta, Malang juga Yogya. Di antaranya Amazing In Bed, the Moms Berdarah, dan Screaming Factor. Bak dengan sengaja mengamalkan ideologi Otong dan Rekan, album kompilasi ini pantang diperjualbelikan. Materi ini digratiskan. Pula dapat diunduh via internet. Salah satunya lewat Musikator.
Benar, A Tribute To Koil ini bukan semata cetusan kasih berlebih, tapi juga sekepal tinju kuat ke udara tentang menjadi merdeka-mandiri, Do-It-Yourself.
Ayo bersama Nyanyikan Lagu Perang terhadap paradigma Rock &#8216;N&#8217; Roll usang!
____________________

*Berita lain tentang Koil silakan klik di sini</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Featured</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih Lancip Tentang Ska Bersama Rude Boy Dodix</title>
		<link>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 01:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Sejawat Musikatorians, berikut saya lampirkan rangkuman dialog semi kasual antara saya dengan Rude Boy Dodix. Global citizen kelahiran Bali ini notabene adalah sohib dekat saya. Di urusan Rock &#8216;n&#8217; Roll, kita pernah tergabung bersama dalam band management Glampunkabilly Inferno yang sempat ber-partnership dengan Superman Is Dead, Navicula, Postmen, pula&#8212;secara tak langsung&#8212;Suicidal Sinatra. Di lingkungan terdekatnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sejawat Musikatorians, berikut saya lampirkan rangkuman dialog semi kasual antara saya dengan Rude Boy Dodix. Global citizen kelahiran Bali ini notabene adalah sohib dekat saya. Di urusan Rock &#8216;n&#8217; Roll, kita pernah tergabung bersama dalam band management Glampunkabilly Inferno yang sempat ber-partnership dengan Superman Is Dead, Navicula, Postmen, pula&#8212;secara tak langsung&#8212;Suicidal Sinatra. Di lingkungan terdekatnya, Dodix dikenal sebagai peminat/penikmat/penggiat Ska (clearly, check out his name). Paling mutakhir, pria yang juga penyuka tattoo ini mulai merambah dunia per-DJ-an dan mengusung alter ego lain lagi: Sound Bwoy Dodix.</p>
<p>Nah, sehubungan dengan kegandrungannya pada genre yang bermula dari Jamaika tersebut, untuk membinasakan rasa penasaran, saya kemudian memberondongkan sejumlah pertanyaan kepadanya. Silakan disimak. <em>Pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it uuup</em>!<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dodix1.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="dodix1"><img class="size-full wp-image-1428 aligncenter" title="dodix1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dodix1.jpg" alt="Rude Boy Dodix" /></a><strong>1. Sejak kapan mulai dengerin Ska dan apa yang bikin suka?</strong><em><br />
Sekitar tahun 1996, waktu itu album Rancid yang bertajuk </em><strong>.</strong>..And Out Come The Wolves<em> dengan single-nya </em>Time Bomb<em> sangat meledak. Di lagu ini, selain memang berbau Ska yang kental, mereka juga memasukkan unsur Reggae di tengah-tengah lagu. Lagu ini yang bisa dibilang menjadi pemicu saya untuk menyelami genre ini secara lebih dalam. Dan sampai hari ini pun Time Bomb</em><em> tetep sukses bikin bulu kuduk saya merinding.<br />
Di tahun berikutnya, saat sampeyan balik dari gawe di kapal pesiar dan ngasihin saya oleh-oleh majalah Alternative Press #109 08/1997  yang memuat artikel tentang Ska gelombang ke 3 berikut sub-genre-nya, Ska-Punk; dari sana saya jadi banyak mendapatkan referensi tentang aliran musik ini dan band-band Ska saat itu. Dari situlah saya jadi jatuh cinta dengan musik Ska&#8212;utamanya Ska Punk&#8212;sampai sekarang.<br />
</em><em><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/APcover.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="APcover"><img class="alignnone size-full wp-image-1429" title="APcover" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/APcover.jpg" alt="AP # 109" /></a><br />
</em></p>
<p><strong>2. Kenapa harus Ska Punk?</strong><br />
<em>Well, mungkin buat yang belum pernah denger, Ska sendiri secara resmi dibagi menjadi 3 gelombang (walaupun kata <a href="http://www.myspace.com/yasser69">DJ Ace The Boss</a>, sekarang sudah ada gelombang ke-4 yang disebut Traditional Ska Revival), yaitu: Gelombang Pertama yang dimulai sekitar tahun 60an dan lebih dikenal sebagai Traditional Ska. Kemudian Gelombang ke-2 dimulai sekitar akhir 70an, band yang paling signifikan di era ini adalah The Specials. Dan gelombang ke-3 di tahun 90an (akhir 80an) yang dianggap sebagai kebangkitan kembali musik Ska.</em></p>
<p><em>Lagi, kenapa harus Ska Punk, mungkin menurut saya lebih karena energinya ya. Menurut saya Ska Punk lebih berenergi dan kebanyakan lebih danceable. Bisa diingat juga di tahun 1994, kala itu Punk Rock juga bangkit lagi dengan ditandai suksesnya album </em>Dookie<em> dari Green Day, yang kemudian diikuti dengan bermunculannya band-band Punk Rock lainnya&#8212;termasuk juga Rancid. Dari situ berlanjutlah ke wabah musik Ska. Saya yang lebih dahulu suka musik Punk Rock, akhirnya lebih mudah mencerna dan menerima Ska yang sudah bercampur dengan unsur Punk Rock.</em></p>
<p><strong>3. Dari tadi ngomongin Rancid melulu. Memangnya mereka itu band favorit anda?</strong><br />
<em>He he&#8230; Saya memang cinta mati sama Rancid dan lebih spesifik lagi dengan Tim Armstrong, sang vokalis sekaligus otak di balik masuknya unsur Ska di band Punk Rock satu ini. Yang paling saya suka dari Tim Armstrong, walaupun suaranya sama sekali gak bagus&#8212;doi lebih banyak bergumam dari pada bernyanyi&#8212;lagu-lagunya menurut saya sangat soulful. Kalau dirunut sejarahnya, Tim Armstrong yang waktu itu memakai nickname Lint, adalah juga gitaris dari band legendaris dan kontroversial Operation Ivy. Band ini dibicarakan orang sampai sekarang karena dianggap sebagai leluhur dari Ska Punk dan sekaligus juga kontroversial karena mereka bubar di bulan Mei 1989, di bulan yang sama saat album penuh pertama mereka, </em>Energy<em>, dirilis. Tim Armstrong juga punya andil yang sangat besar atas lahirnya Dance Hall Crashers, band Ska asal Berkeley, California; yang tetap disegani sampai sekarang.<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TimArmstrong.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="TimArmstrong"><img class="alignnone size-full wp-image-1430" title="TimArmstrong" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TimArmstrong.jpg" alt="Tim Armstrong" /></a></em></p>
<p><strong>4. Ada gak sih band Ska dari luar yang pernah main di Indonesia?</strong><br />
<em>Gak banyak sih yang bisa disebutin, tapi kalau menurut saya ada 2 yang paling penting:<br />
1. Di tahun 1996 No Doubt pernah main di pantai Sanur, Bali, dalam rangkaian konser Music For Our Mother Ocean. Yup, No Doubt yang vokalisnya Gwen Stefani, yang sekarang berubah jadi Queen of Bling Pop. Album mereka waktu itu </em>Tragic Kingdom<em> emang penuh dengan unsur Ska&#8212;listen to the </em>Spiderwebs<em> and you’ll see what I mean&#8212;yang mungkin juga karena waktu itu sedang trend. Saya cukup beruntung sempat menonton mereka saat itu<br />
2. Kalo gak salah di tahun 2000an, Save Ferris&#8212;the band broke up in 2005 and now Monique Powell sings for The Mojo Wire&#8212;main di Hard Rock Café Bali. Buat penyegaran, Save Ferris mendunia setelah menyanyikan remake lagu </em>Come on Eileen<em> yang aslinya dinyanyiin sama Dexys Midnight Runners</em></p>
<p><strong>5. Bisa sedikit cerita tentang band Ska di Indonesia?</strong><br />
<em>Dulu jamannya Ska lagi booming, ada banyak band-band Ska di Indonesia, malah termasuk Bobby Kool dari Superman Is Dead pun sempet punya side project band Ska yang dikasih nama The Croto Chip, yang bahkan pernah ngeluarin 1 album indie yang dikasih judul </em>Percuma<em>.</em></p>
<p><em>Kalo saya sebutin, ada beberapa band Ska yang cukup penting seperti Noin Bullet yang sampai sekarang masih eksis. Trus, dulu ada Jun Fang Gang Foo dengan hits-nya </em>Bruce Lee<em>. Dan yang masih tetap bertahan sampai sekarang, the mighty Shaggy Dog. Juga Souljah band Ska/Reggae yang sudah ngeluarin 2 album, masih tetep beredar sampai sekarang. By the way, saya gak akan masukin Tipe X di sini,karena menurut saya mereka cuman mainin musik Melayu dengan sentuhan terompet disana-sini&#8230; They are totally NOT Ska!</em></p>
<p><strong>6. Sebutin dong band-band Ska favorit anda!</strong><br />
<em>Kalau musti disebutin bakalan sangat banyak ya, tapi biar gampang nyebutinnya, di bawah ini saya bikinkan “10 Album Ska-Punk Favorit Sepanjang Masa” menurut versi saya&#8212;in no particular order:</em></p>
<p>1. The Specials – The Specials (2-Tone/Chrystalis)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/thespecials.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="thespecials"><img class="alignnone size-full wp-image-1435" title="thespecials" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/thespecials.jpg" alt="thespecials" /></a></p>
<p>2. Operation Ivy – Energy (Lookout!)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/operationivy.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="operationivy"><img class="alignnone size-full wp-image-1436" title="operationivy" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/operationivy.jpg" alt="operationivy" /></a></p>
<p>3. Rancid – And Out Come The Wolves (Epitaph)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/rancid_andoutcomethewolves.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="rancid_andoutcomethewolves"><img class="alignnone size-full wp-image-1437" title="rancid_andoutcomethewolves" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/rancid_andoutcomethewolves.jpg" alt="rancid_andoutcomethewolves" /></a></p>
<p>4. Dance Hall Crashers – Lockjaw (MCA)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dancehallcrashers-lockjaw.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="dancehallcrashers-lockjaw"><img class="alignnone size-full wp-image-1438" title="dancehallcrashers-lockjaw" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dancehallcrashers-lockjaw.jpg" alt="dancehallcrashers-lockjaw" /></a></p>
<p>5. Reel Big Fish – Turn The Radio Off (Mojo)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/reelbigfish-turntheradiooff.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="reelbigfish-turntheradiooff"><img class="alignnone size-full wp-image-1439" title="reelbigfish-turntheradiooff" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/reelbigfish-turntheradiooff.jpg" alt="reelbigfish-turntheradiooff" /></a></p>
<p>6. The Mighty Mighty Bosstones – Let’s Face It (Mercury)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/mmb-letsfaceit.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="mmb-letsfaceit"><img class="alignnone size-full wp-image-1440" title="mmb-letsfaceit" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/mmb-letsfaceit.jpg" alt="mmb-letsfaceit" /></a></p>
<p>7. Less Than Jake – Losing Streak (Capitol)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/lessthanjake-losingstreak.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="lessthanjake-losingstreak"><img class="alignnone size-full wp-image-1441" title="lessthanjake-losingstreak" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/lessthanjake-losingstreak.jpg" alt="lessthanjake-losingstreak" /></a></p>
<p>8. The Suicide Machines – Destruction By Definition (Hollywood)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/suicide-machines.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="suicide-machines"><img class="alignnone size-full wp-image-1442" title="suicide-machines" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/suicide-machines.jpg" alt="suicide-machines" /></a></p>
<p>9. Voodoo Glow Skulls – The Band Geek Mafia (Epitaph)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/vgs-bandgeekmafia.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="vgs-bandgeekmafia"><img class="alignnone size-full wp-image-1444" title="vgs-bandgeekmafia" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/vgs-bandgeekmafia.jpg" alt="vgs-bandgeekmafia" /></a></p>
<p>10. Sublime – Sublime (MCA)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/sublime.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="sublime"><img class="alignnone size-full wp-image-1443" title="sublime" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/sublime.jpg" alt="sublime" /></a></p>
<p><strong>7. Cool. I think that&#8217;s enough for now.</strong><br />
<em>Cheers, brother man.</em></p>
<p>Nah, bagi rekan-rekan lain yang ingin berdiskusi lebih jauh dengan Rude Boy Dodix soal Ska serta berbagai sub genrenya silakan posting comment di bawah ini. <em>Pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it uuup</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>263</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Navicula: Pesta Perayaan Penerbitan &#8220;Salto&#8221; di Eastern Promise</title>
		<link>http://www.musikator.com/navicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/navicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 00:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[Kemang berjarak ribuan kilometer dari Seattle. Eastern Promise tak punya kedekatan tertentu dengan Sub Pop. Dan kemeja flanel bukanlah kostum khas Indonesia. Namun energi Seattle Sound, pola Grunge khas mazhab Sub Pop, serta kumpulan lajang berkemeja flanel, riuh memenuhi penjuru Eastern Promise. Dan memang, malam itu merupakan pesta yang diprakarsai oleh biang keroknya Grunge di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kemang berjarak ribuan kilometer dari Seattle. Eastern Promise tak punya kedekatan tertentu dengan Sub Pop. Dan kemeja flanel bukanlah kostum khas Indonesia. Namun energi Seattle Sound, pola Grunge khas mazhab Sub Pop, serta kumpulan lajang berkemeja flanel, riuh memenuhi penjuru Eastern Promise. Dan memang, malam itu merupakan pesta yang diprakarsai oleh biang keroknya Grunge di Nusantara: NAVICULA. Kolektif asal Bali tersebut sedang merayakan penerbitan album terbarunya: <em><strong>Salto</strong></em>. Mereka berkeliling Jawa untuk memperkenalkan karya mereka yang ke-6 itu. Jakarta dipilih sebagai kota persinggahan pertama.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-056-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;" title="navicula-ep-056-web"><img class="size-full wp-image-1421 aligncenter" title="navicula-ep-056-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-056-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 01" /></a>Sejak petang sekelompok pemuda berbaju kotak-kotak dan bersepatu Doc Martens tampak bergerombol di depan klub yang berlokasi tepat di jantung Kemang tersebut&#8212;konon sebagian di antaranya datang langsung dari pelosok Jawa. Semakin larut semakin banyak pengunjung yang datang lalu menyesaki setiap pojok ruangan. Jelas tergambar bahwa eksistensi band beranggotakan Robi (biduan, gitar), Dankie (gitar), Made (bas, vokal latar), serta Gembull (beduk Inggris), cukup mendapat atensi dari para aktivis sub kultur. Ikon-ikon penting musik alternatif pun tampak di sana-sini.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-044-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;" title="navicula-ep-044-web"><img class="size-full wp-image-1422 aligncenter" title="navicula-ep-044-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-044-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 02" /></a>Beberapa band macam Balian, Stigmata, dan Nymphea, diberi kesempatan menjadi pembuka acara. Walau rata-rata kualitas dari penampil tersebut relatif istimewa serta memiliki kemampuan di atas rata-rata, ternyata belum sanggup menarik penonton untuk lebih mendekat ke panggung. Baru ketika Robi dkk masuk gelanggang, orang-orang yang tadinya hanya duduk di meja masing-masing atau cuma berdiri di bar sambil menggoyang-goyangkan badan sontak merangsek ke depan. Jarak antara crowd dengan Navicula jadinya tinggal sejengkal. Dan begitu lagu pertama digeber, beautiful chaos langsung pecah. Penonton menyambut dengan riang&#8212;i.e. moshing, headbanging, stage diving&#8212;berondongan tembang yang dilimpahkan. Mulai dari yang lawas seperti <em>Supremasi Rasa</em>, <em>Aku Bukan Mesin</em>, <em>Kali Mati</em>, atau lagu interpretasi ulang milik Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden, hingga keluaran terbaru yang ternyata telah amat diakrabi, <em>Menghitung Mundur</em>, pula <em>Pantai Mimpi</em>. Sejawat dari Besok Bubar serta rekan sesama dari Pulau Dewata yang kebetulan berada di Ibukota, Marmar (Psychopathic) turut menyumbangkan teriakannya.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-226-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;"><img class="size-full wp-image-1424 aligncenter" title="navicula-ep-189-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-189-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 03" /><img class="size-full wp-image-1423 aligncenter" title="navicula-ep-226-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-226-web.jpg" alt="Navicula feat. Marmar - Eastern Promise" /></a>Setelah hampir satu setengah jam direcoki too-Seattle Sound-to-be-true, lewat tengah malam pertunjukan akhirnya disudahi. Dan Navicula masih harus terus lanjut berkelana keliling Jawa.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-198-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;" title="navicula-ep-198-web"><img class="size-full wp-image-1425 aligncenter" title="navicula-ep-198-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-198-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 04" /></a>_____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Seluruh foto oleh Lakota Moira</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/navicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WTF: Anagrammatic Pop Pseudonym</title>
		<link>http://www.musikator.com/wtf-anagrammatic-pop-pseudonym/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/wtf-anagrammatic-pop-pseudonym/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 17:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1410</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sejawat Musikatorians penyuka tembang cadas pasti familiar dengan Iggy Pop dan Nikki Sixx, bukan? Iggy Pop era The Stooges Nikki Sixx&#8212;ayo tebak yang mana&#8212;di kala muda Jika mengaku penggemar Hip Hop jelas kenal dengan Ol&#8217; Dirty Bastard dong? Ol&#8217; Dirty Bastard pasca Wu-Tang Clan Untuk skala lokal, tentu mengakrabi seniman mbeling mantan redaktur majalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-anagrammatic-pop-pseudonym%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-anagrammatic-pop-pseudonym%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: left;">Bagi sejawat Musikatorians penyuka tembang cadas pasti familiar dengan Iggy Pop dan Nikki Sixx, bukan?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1411 aligncenter" title="Iggy&amp;TheStooges" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/IggyTheStooges.jpg" alt="Iggy and the Stooges" /><em>Iggy Pop era The Stooges<br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/MotleyCrue.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="MotleyCrue"><img class="alignnone size-full wp-image-1412" title="MotleyCrue" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/MotleyCrue.jpg" alt="Motley Crue" /></a><br />
<em>Nikki Sixx&#8212;ayo tebak yang mana&#8212;di kala muda</em>
</p>
<p style="text-align: left;">Jika mengaku penggemar Hip Hop jelas kenal dengan Ol&#8217; Dirty Bastard dong?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Odb_welfare.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="Odb_welfare"><img class="size-full wp-image-1414 aligncenter" title="Odb_welfare" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Odb_welfare.jpg" alt="Ol' Dirty Bastard" /></a><em>Ol&#8217; Dirty Bastard pasca Wu-Tang Clan</em></p>
<p>Untuk skala lokal, tentu mengakrabi seniman mbeling mantan redaktur majalah musik legendaris Aktuil, Remy Sylado.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Aktuil.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="Aktuil"><img class="alignnone size-full wp-image-1415" title="Aktuil" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Aktuil.jpg" alt="Aktuil" /></a><br />
<em>Salah satu edisi Aktuil</em></p>
<p>Namun tahukah anda bahwa Iggy Pop saat lahir oleh ibunya diberi nama James Newell Osterberg, Jr; dan Nikki Sixx dikenal sebagai Frank Carlton Serafino Ferrana. Sementara di KTP dan SIM milik Ol&#8217; Dirty Bastard yang tertera justru Russell Tyrone Jones. Dan di ijazah Remy Sylado identitas yang tercantum malah Yapi Panda Abdiel Tambayong.</p>
<p>Nah, penggunaan nama alternatif, identitas alias, A.K.A. (Also Known As), seperti ini diistilahkan sebagai <strong>Pseudonym</strong>.</p>
<p>Mundur ke belakang, geliat Pseudonym sebenarnya telah dimulai sejak jaman kerajaan. Semisal George III of the United Kingdom (1738  &#8211; 1820) bernama asli George William Frederick. Atau yang lebih lawas lagi bisa dilihat pada julukan yang diberikan kepada para Paus (Pope), pemimpin umat Katolik yang berkedudukan di Roma. Ambil satu contoh saja, Pope Gregory IX, yang menduduki posisi Paus sejak 1227 hingga 1241. Yang tertulis di akte kelahirannya amatlah berbeda: Ugolino di Conti.</p>
<p>Lain dari itu Pseudonym banyak diaplikasikan oleh pengarang buku, penulis puisi, artis teater &amp; film, pejuang gerilya, sampai computer hackers. Sementara di blantika musik Pseudonym dilakukan kerap dengan alasan untuk menghindari konflik dengan label tempat mereka bernaung. Iya, bagi yang belum ngeh, ketika seorang artis bergabung dengan sebuah label&#8212;apalagi label mayor&#8212;maka segala aktivitas berkeseniannya harus mendapatkan persetujuan dari label. Si artis dari label Sony&#8212;katakanlah begitu&#8212;tak bisa sembarangan, misalnya, berkolaborasi dengan musisi label Warner lalu merilis hasil karya tersebut di bawah Warner. Maka kiat &#8220;aman&#8221; yang sering jadi pilihan adalah memunculkan jati diri berbeda. Ini diterapkan oleh Jerry Samuel ketika menerbitkan single <em>They&#8217;re Coming to Take Me Away Ha-Haaa!</em> pada 1966. Dia menyebut dirinya Napoleon XIV guna berkelit dari isu legal formal yang mungkin datang dari labelnya. Segendang sepenarian dengan George Harrison, mantan personel The Beatles. Partisipasinya di sebuah lagu Cream, <em>Badge</em>, disembunyikannya lewat sosok &#8220;bidadari misterius&#8221;: L&#8217;Angelo Misterioso</p>
<p>Sebagian lagi menerapkan Pseudonym demi mempertegas &amp; memperkuat imej yang hendak diusung ke publik. Brian Hugh Warner pastinya punya ide tertentu ketika memilih predikat baru Marilyn Manson yang notabene merupakan gabungan dari nama bintang film sensual Marlyin Monroe dengan pembunuh berantai nan berdarah dingin Charles Manson. Masuk akal banget. Coba saja bandingkan antara Simon John Ritchie dengan Sid Vicious, John Joseph Lydon dengan Johnny Rotten, Christopher Millar dengan Rat Scabies (The Damned), mana lebih kental kadar &#8220;Punk&#8221;nya? You tell me.
</p>
<p style="text-align: left;">Varian lain dari Pseudonym yang digunakan beberapa musisi adalah <strong>Anagram</strong>. Yang ini semata permainan kata. Pernah tahu Kajagoogoo? (Belum pernah? Wah, gawat neh. Sudahi dulu dengerin d&#8217;Masiv. Kurang sehat kalo melulu diberondong karya jiplakan kayak gitu, fren) Anyway, biduan kelompok asal Inggris itu namanya Limahl. Benar, Limahl adalah improvisasi dari Hamill&#8212;nama lengkapnya Christopher Hamill. Vokalis The Doors, Jim Morrison, sempat juga beranagram. Di salah satu gita tenar mereka, <a href="http://www.metrolyrics.com/la-woman-lyrics-the-doors.html"><em>L.A. Woman</em></a>, ia berwujud sebagai &#8220;Mr. Mojo Risin&#8217;&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Kajagoogoo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="Kajagoogoo"><img class="alignnone size-full wp-image-1416" title="Kajagoogoo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Kajagoogoo.jpg" alt="Kajagoogoo" /></a><br />
<em>Christopher Hamill (baju merah) di masa Kajagoogoo</em></p>
<p>Di bawah ini saya beberkan sebagian identitas sejati, apa dan siapa, di jazirah Rock &#8216;n&#8217; Roll.</p>
<p>Dee Dee Ramone &#8211; Douglas Colvin<br />
Joey Ramone &#8211; Jeffrey Hyman<br />
Johnny Ramone &#8211; John Cummings<br />
Marky Ramone &#8211; Marc Bell<br />
Tommy Ramone &#8211; Tommy Erdelyi<br />
CJ Ramone &#8211; Christopher Joseph Ward<br />
Richie Ramone &#8211; Richard Reinhardt<br />
King Adrock (Beastie Boys) &#8211; Adam Horovitz<br />
MCA (Beastie Boys) &#8211; Adam Yauch<br />
Tori Amos &#8211; Myra Ellen Amos<br />
Adam Ant — Stuart Leslie Goddard<br />
Stiv Bators (Dead Boys) &#8211; Steven John Bator<br />
Frank Black (The Pixies) &#8211; Charles Michael Kitridge Thompson IV<br />
Bono (U2) &#8211; Paul David Hewson<br />
David Bowie &#8211; David Robert Jones<br />
50 Cent- Curtis Jackson<br />
Captain Sensible (The Damned) &#8211; Ray Burns<br />
Elvis Costello &#8211; Declan Patrick McManus<br />
Chuck D (Public Enemy) &#8211; Carlton Ridenhour<br />
Flavor Flav (Public Enemy) &#8211; William Drayton<br />
Glenn Danzig (Misfits) &#8211; Glenn Allen Anzalone<br />
Tré Cool (Green Day) &#8211; Frank Edwin Wright III<br />
Alice Cooper &#8211; Vincent Damon Furnier<br />
C. C. DeVille (Poison) &#8211; Bruce Anthony Johannesson<br />
Ronnie James Dio (Dio) &#8211; Ronald James Padavona<br />
Dr. Dre (N.W.A.) &#8211; André Romel Young<br />
Eazy-E (N.W.A.) &#8211; Eric Lynn Wright<br />
The Edge (U2) &#8211; David Howell Evans<br />
Jello Biafra (Dead Kennedys) &#8211; Eric Boucher<br />
Eminem &#8211; Marshall Bruce Mathers III<br />
Flea &#8211; Michael Balzary<br />
Serge Gainsbourg &#8211; Lucien Ginzburg<br />
Ghostface Killah (Wu-Tang Clan) &#8211; Dennis Coles<br />
MC Hammer &#8211; Stanley Kirk Burrell<br />
Ice Cube &#8211; O&#8217;Shea Jackson<br />
Ice T &#8211; Tracy Marrow<br />
Billy Idol &#8211; William Michael Albert Broad<br />
Lux Interior (The Cramps) &#8211; Erick Lee Purkhiser<br />
Kid Rock &#8211; Robert Ritchie<br />
Yngwie Malmsteen &#8211; Lars Johann Yngve Lannerbäck<br />
Meat Loaf &#8211; Marvin Lee Aday<br />
Ozzy Osbourne (Black Sabbath) &#8211; Jonathan Michael Osbourne<br />
Pink &#8211; Alicia Beth Moore<br />
Queen Latifah &#8211; Dana Elaine Owens<br />
Twiggy Ramirez (Marilyn Manson) &#8211; Jeordie Francis White<br />
Lee Rocker (Stray Cats) &#8211; Leon Drucker<br />
Axl Rose (Guns &#8216;N Roses) &#8211; William Bruce Bailey<br />
Sting (The Police) &#8211; Gordon Matthew Sumner<br />
Vanilla Ice &#8211; Robert Van Winkle<br />
Rob Zombie (White Zombie) &#8211; Robert Cummings</p>
<p>Apakah di grup band anda juga mempraktekkan Pseudonym?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/wtf-anagrammatic-pop-pseudonym/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100 Vokalis Metal Terbesar Sepanjang Masa</title>
		<link>http://www.musikator.com/100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 13:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[Saat iseng berselancar di jagat virtual, saya menemukan daftar yang dibikin oleh Hit Parader: Top 100 Metal Vocalists of All Time. Majalah terbitan Amerika Serikat yang telah terbit sejak 1943 ini&#8212;entah sekarang masih eksis atau tidak, wallahuallam, sebab edisi terakhir yang saya bisa lacak adalah November 2008&#8212;memang terkenal doyan bikin aneka peringkat. Top 100 Guitarists, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2F100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2F100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saat iseng berselancar di jagat virtual, saya menemukan daftar yang dibikin oleh Hit Parader: Top 100 Metal Vocalists of All Time. Majalah terbitan Amerika Serikat yang telah terbit sejak 1943 ini&#8212;entah sekarang masih eksis atau tidak, wallahuallam, sebab edisi terakhir yang saya bisa lacak adalah November 2008&#8212;memang terkenal doyan bikin aneka peringkat. Top 100 Guitarists, Top 100 Metal Bands, Top 100 Bassists &amp; Drummers, dsb.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/hitparadernovdec2008.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="hitparadernovdec2008"><img class="size-full wp-image-1399 aligncenter" title="hitparadernovdec2008" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/hitparadernovdec2008.jpg" alt="Hit Parader" /></a>Tentu, ajang penentuan rangking macem begini kerap memunculkan kontroversi. Sering melahirkan debat berkepanjangan. Misalnya urut-urutan 100 Biduan Metal Terbaik Sepanjang Sejarah ini, saya amat yakin&#8212;utamanya generasi muda era millenium&#8212;bakal masif mempertanyakan kenapa kok sosok seperti Mick Jagger, Rod Stewart, David Bowie, juga Gavin Rossdale, turut disertakan di situ.</p>
<p>Rod Stewart? Metal? <em>Huh</em>?</p>
<p>Oke, silakan dah simak susunan nama-nama berikut. Kemukakan pendapat anda&#8212;puji, acungi jempol, protes, cela, sumpahi&#8212;jika memang ada yang patut direspons. Metal up yer ass!</p>
<p>01. Robert Plant<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RobertPlantLedZep.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="RobertPlant&amp;LedZep"><img class="alignnone size-full wp-image-1401" title="RobertPlant&amp;LedZep" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RobertPlantLedZep.jpg" alt="Robert Plant" /></a> <em><br />
Robert Plant semasih bersama Led Zeppelin</em></p>
<p>02. Rob Halford<br />
03. Steven Tyler<br />
04. Chris Cornell<br />
05. Bon Scott<br />
06. Freddie Mercury<br />
07. Bruce Dickinson<br />
08. Ozzy Osbourne<br />
09. Paul Rodgers<br />
10. Ronnie James Dio<br />
11. Axl Rose<br />
12. Sammy Hagar<br />
13. Geddy Lee<br />
14. Geoff Tate<br />
15. Mick Jagger<br />
16. Jonathan Davis<br />
17. Roger Daltrey<br />
18. Paul Stanley<br />
19. David Lee Roth<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/DiamondDave.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="DiamondDave"><img class="alignnone size-full wp-image-1405" title="DiamondDave" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/DiamondDave.jpg" alt="David Lee Roth" /></a> <em><br />
Diamond Dave&#8212;2nd from left&#8212;is about to Jump!</em></p>
<p>20. Kurt Cobain<br />
21. Maynard James Keenan<br />
22. Klaus Meine<br />
23. Eddie Vedder<br />
24. James Hetfield<br />
25. Trent Reznor<br />
26. Serj Tankian<br />
27. Layne Staley<br />
28. Steve Perry<br />
29. Gene Simmons<br />
30. Joe Elliott<br />
31. Jon Bon Jovi<br />
32. Alice Cooper<br />
33. Vince Neil<br />
34. Steve Marriott<br />
35. Lajon Witherspoon<br />
36. Sebastian Bach<br />
37. Philip Anselmo<br />
38. Zack De La Rocha<br />
39. Brian Johnson<br />
40. Bret Michaels<br />
41. Udo Dirkschneider<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/UdoDirkschneider.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="UdoDirkschneider"><img class="alignnone size-full wp-image-1402" title="UdoDirkschneider" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/UdoDirkschneider.jpg" alt="Udo Dirkschneider" /></a> <em><br />
Udo, kedua dari kiri, di era Accept</em></p>
<p>42. David Draiman<br />
43. Ian Gillan<br />
44. Marilyn Manson<br />
45. Jeff Keith<br />
46. Chester Bennington<br />
47. Sully Erna<br />
48. Lemmy Kilmister<br />
49. Aaron Lewis<br />
50. Brett Scallions<br />
51. Chino Moreno<br />
52. Rob Zombie<br />
53. Anthony Kiedis<br />
54. David Coverdale<br />
55. Gary Cherone<br />
56. Andrew Wood<br />
57. Scott Weiland<br />
58. Tom Araya<br />
59. Phil Lynnot<br />
60. Rod Stewart<br />
61. Scooter Ward<br />
62. Ray Davies<br />
63. Sonny Sandoval<br />
64. David Bowie<br />
65. Joan Jett<br />
66. Josey Scott<br />
67. Perry Farrell<br />
68. Scott Stapp<br />
69. Amy Lee<br />
70. Don Dokken<br />
71. Fred Durst<br />
72. Mike Shinoda<br />
73. Pepper Keenan<br />
74. Dez Fafara<br />
75. Gavin Rossdale<br />
76. Blackie Lawless<br />
77. Dave Wyndorf<br />
78. Ann Wilson<br />
79. Jimi Hendrix<br />
80. Ville Valo<br />
81. Peter Steele<br />
82. Dave Williams<br />
83. Dee Snider<br />
84. Joe Lynn Turner<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/JoeLynnTurnerRainbow.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="JoeLynnTurner&amp;Rainbow"><img class="alignnone size-full wp-image-1404" title="JoeLynnTurner&amp;Rainbow" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/JoeLynnTurnerRainbow.jpg" alt="Joe Lynn Turner" /></a><br />
<em>Joe Lynn Turner&#8212;tebak yang mana&#8212;bersama Rainbow</em></p>
<p>85. King Diamond<br />
86. Corey Taylor<br />
87. Jamey Jasta<br />
88. Justin Hawkins<br />
89. Dave Mustaine<br />
90. Ian Astbury<br />
91. Stephen Pearcy<br />
92. Phil Mogg<br />
93. Biff Byford<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/BiffByford.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="BiffByford"><img class="alignnone size-full wp-image-1403" title="BiffByford" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/BiffByford.jpg" alt="Biff Byford" /></a> <em><br />
Never Surrender, otobiografi vokalis Saxon, Biff Byford</em></p>
<p>94. Cristina Scabbia<br />
95. Dani Filth<br />
96. Wes Scantlin<br />
97. Tim “Ripper” Owens<br />
98. Joshua Todd<br />
99. Kevin Dubrow<br />
100. Ray Gillen<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RayGillenBadlands.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="RayGillen&amp;Badlands"><img class="alignnone size-full wp-image-1406" title="RayGillen&amp;Badlands" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RayGillenBadlands.jpg" alt="Ray Gillen &amp; Badlands" /></a> <em><br />
Ray Gillen, paling kanan, saat di Badlands</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Galeri Foto &#8220;Pesta Serigala&#8221;</title>
		<link>http://www.musikator.com/galeri-foto-pesta-serigala/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/galeri-foto-pesta-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 01:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1390</guid>
		<description><![CDATA[Di halaman ini ditampilkan kumpulan foto dari acara beringas yang diselenggarakan pada 31 Mei 2009, di klub Blue Eyes, Sanur, Bali. Kolektif-kolektif cadas yang tampil adalah Seringai, Navicula, Parau, Scared of Bums &#38; Behind the Wall. Acaranya sendiri sukses besar mendatangkan banyak Serigala Militia. Iya, rupanya fans Seringai di Bali makin hari makin melimpah. Terbukti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fgaleri-foto-pesta-serigala%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fgaleri-foto-pesta-serigala%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Seringai01.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title="Seringai01"><img class="size-full wp-image-1391 aligncenter" title="Seringai01" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Seringai01.jpg" alt="Seringai" /></a>Di halaman ini ditampilkan kumpulan foto dari acara beringas yang diselenggarakan pada 31 Mei 2009, di klub Blue Eyes, Sanur, Bali. Kolektif-kolektif cadas yang tampil adalah Seringai, Navicula, Parau, Scared of Bums &amp; Behind the Wall.</p>
<p>Acaranya sendiri sukses besar mendatangkan banyak Serigala Militia. Iya, rupanya fans Seringai di Bali makin hari makin melimpah. Terbukti dengan sing-along, scream-along, grin-along, yang tanpa henti sejak Arian 13 &amp; co. menyemburkan tembang pertama. Sementara band-band pembukanya juga mampu menunjukkan kualitasnya yang tak kalah wahid dari penampil utama.</p>
<p>Individu, individu merdeka!<br />
Individu, individu merdeka!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Navicula01.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title="Navicula01"><img class="size-full wp-image-1392 aligncenter" title="Navicula01" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Navicula01.jpg" alt="Navicula - Robi" /></a><br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Parau02.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title="Parau02"><img class="alignnone size-full wp-image-1393" title="Parau02" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Parau02.jpg" alt="Parau" /></a></p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Seluruh foto disumbangkan oleh Ghigox Parau</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-27-1390">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-613" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/ear_4438.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="ear_4438" alt="ear_4438" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_ear_4438.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-614" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/ear_4377.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="ear_4377" alt="ear_4377" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_ear_4377.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-615" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/dsc_3322.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="dsc_3322" alt="dsc_3322" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_dsc_3322.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-616" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/dsc_3372.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="dsc_3372" alt="dsc_3372" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_dsc_3372.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-619" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/dsc_3331.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="dsc_3331" alt="dsc_3331" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_dsc_3331.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-621" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/dsc_3444.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="dsc_3444" alt="dsc_3444" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_dsc_3444.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-622" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/dsc_3446.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="dsc_3446" alt="dsc_3446" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_dsc_3446.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-623" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/ear_4300.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="ear_4300" alt="ear_4300" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_ear_4300.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-624" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/ear_4307.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="ear_4307" alt="ear_4307" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_ear_4307.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-626" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/ear_4420.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="ear_4420" alt="ear_4420" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_ear_4420.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-627" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/ear_4432.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="ear_4432" alt="ear_4432" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_ear_4432.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-628" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/ear_4438_0.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="ear_4438_0" alt="ear_4438_0" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_ear_4438_0.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-629" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/navicula-dankie.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="navicula-dankie" alt="navicula-dankie" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_navicula-dankie.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-630" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/navicula-dankie02.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1390];player=img;" title=" "  >
								<img title="navicula-dankie02" alt="navicula-dankie02" src="http://www.musikator.com/wp-content/gallery/pesta-serigala/thumbs/thumbs_navicula-dankie02.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-navigation'><span>1</span><a class="page-numbers" href="http://www.musikator.com/nggallery/post/galeri-foto-pesta-serigala/page-2">2</a><a class="next" id="ngg-next-2" href="http://www.musikator.com/nggallery/post/galeri-foto-pesta-serigala/page-2">&#9658;</a></div> 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/galeri-foto-pesta-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Navicula &#8211; Salto: Passion is the Religion</title>
		<link>http://www.musikator.com/navicula-salto-passion-is-the-religion/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/navicula-salto-passion-is-the-religion/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 03:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[Berita Pers Ditulis oleh Rudolf Dethu Pesan utama dalam album ini adalah: &#8216;Selamatkan diri kita dari diri kita sendiri&#8217;. Mungkin terdengar agak pesimis, tapi sudah saatnya kita membayar apa yang kita perkosa dari alam. Masalah yang timbul adalah masalah kita semua dan penyelesaiannya hanya bisa dengan kepedulian bersama Introduksi Robi, sang biduan, mengenai rilisan terbaru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-salto-passion-is-the-religion%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-salto-passion-is-the-religion%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<pre><span style="text-decoration: underline;">Berita Pers</span>
Ditulis oleh Rudolf Dethu</pre>
<blockquote><p>Pesan utama dalam album ini adalah: &#8216;Selamatkan diri kita dari diri kita sendiri&#8217;.<br />
Mungkin terdengar agak pesimis, tapi sudah saatnya kita membayar apa yang kita perkosa dari alam.<br />
Masalah yang timbul adalah masalah kita semua<br />
dan penyelesaiannya hanya bisa dengan kepedulian bersama</p></blockquote>
<p>Introduksi Robi, sang biduan, mengenai rilisan terbaru Navicula.</p>
<p><em><strong>Salto</strong></em>, tajuk yang dipilih oleh kongegrasi Grunge asal Bali ini, merupakan album ke-6 mereka semenjak berdiri pada tahun 1996. Manuver jungkir balik, gerakan berputar 360 derajat yang dipakai sebagai titel tersebut, merujuk pada sebuah siklus penuh Navicula yang telah koprol-kayang-centang perenang lebih dari 1 dasa warsa. Serta sejak awal hingga kini serius lagi religius menegakkan kebenaran yang teguh diyakini, bahwa&#8212;wahai hulubalang Seattle Sound camkan sabda berikut&#8212;aktivitas membikin musik dan berkesenian adalah ultra signifikan, nomor wahid, segalanya. Plus <em>passion</em> dalam menggarap album paling mutakhir ini sama saja seperti ketika menggarap album paling mula. Nyala semangat setara gigantiknya. Lalu subjek lain&#8212;semisal mengikuti <em>trend</em> dan/atau menjadi mesin industri musik komersial&#8212;adalah sekunder, inferior, subordinat, nomor ke sekian. Peduli setan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-1383 aligncenter" title="navicula-saltocover-small" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/navicula-saltocover-small.jpg" alt="Navicula - Salto" />Pada karyatama bermuatan 13 lagu + 1 <em>bonus track</em> yang direkam di studio Antida, Bali; dan di-<em>mixing</em>/<em>mastering</em> di studio Palu, Jakarta; ini Robi (vokal), Dankie (gitar), Made (bas), serta Gembull (drum), bereksperimen dengan tembang-tembang keras yang lebih &#8220;bernyanyi&#8221;, cenderung bersenandung. Namun benang merah emosi, aransemen, pula tekstur suara tetaplah khas Navicula: gusar, gerah, mentah, kasar, indah.</p>
<p>Pun di perkara lirik, tema yang dikibarkan masih setia pada khitah yaitu topik &#8220;hijau&#8221; alias lingkungan hidup + budaya, senantiasa kritis pada isu sosial, pantang menyerah mengkampanyekan semangat cinta, kebebasan, dan gigih mendukung perdamaian global.</p>
<p>Simak <em>Pantai Mimpi</em>, contohnya. Sebuah komposisi yang menangisi degradasi pantai di Bali Selatan, Dream Land, yang dulunya amat kondang saking rupawannya:</p>
<blockquote><p>&#8230;Mentari kan berlalu<br />
Langit kelam seperti hatiku<br />
Yang tersisa cakrawala<br />
Jadi saksi serakahnya kita<br />
Wariskan berjuta tanya</p>
<p>Pantai mimpi<br />
Tinggal sejarah&#8230;</p></blockquote>
<p>Atau simak gita andalan, <em>Menghitung Mundur</em>, yang bicara tentang bumi menuju akhir jaman, rumor dunia bakal kiamat pada 2012, dimana sebaiknya dihadapi dengan membuka mata hati, selain juga mengendalikan keserakahan indria. Sementara <em>Kau Datang</em> mengapresiasi tulusnya cinta nan penuh maaf. Yang pasti, bineka pokok pikiran dari &#8220;agama&#8221; Navicula tertuang gamblang di sekujur album.</p>
<p>Green Grunge Gentlemen datang, salto, dan menang!</p>
<blockquote><p>Banyak yang bilang musik kita melawan trend yang ada sekarang.<br />
Kita pikir, bukankah musik Rock itu memiliki jiwa perlawanan?<br />
Dengan sadar kita mengambil keputusan untuk tetap berkarya sesuai dengan hati aja.<br />
Kita nge-band karena kita memang suka musik.<br />
Kita kaum oposisi yang ingin memberi warna alternatif pada industri musik mainstream lokal</p></blockquote>
<p><a rel="attachment wp-att-1384" href="http://www.musikator.com/navicula-salto-passion-is-the-religion/navicula-band-pic-small/" title="navicula-band-pic-small"><img class="size-full wp-image-1384 aligncenter" title="navicula-band-pic-small" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/navicula-band-pic-small.jpg" alt="Navicula - band photo" /></a>Info lebih lanjut: <a href="http://www.naviculamusic.com">www.naviculamusic.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/navicula-salto-passion-is-the-religion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

