<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah?</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 07:00:35 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Boelsz</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-7341</link>
		<dc:creator>Boelsz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 13:11:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-7341</guid>
		<description>God Bless U..Bin

Jangan pernah lupakan Noviar..:)

Cheers</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>God Bless U..Bin</p>
<p>Jangan pernah lupakan Noviar..:)</p>
<p>Cheers</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dicky</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-5778</link>
		<dc:creator>dicky</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 19:48:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-5778</guid>
		<description>pembahasan...yang menarik....untuk di kaji...selanjutnya....!!! good think...!! bagus..saya jadi tertarik.....salam kenal  ..(&quot;,)..terima kasih....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pembahasan&#8230;yang menarik&#8230;.untuk di kaji&#8230;selanjutnya&#8230;.!!! good think&#8230;!! bagus..saya jadi tertarik&#8230;..salam kenal  ..(&#8220;,)..terima kasih&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? &#171; Industri juoss..</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-5726</link>
		<dc:creator>Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? &#171; Industri juoss..</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 13:38:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-5726</guid>
		<description>[...] Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erickningrat</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-4436</link>
		<dc:creator>erickningrat</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 04:15:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-4436</guid>
		<description>artikel yang menarik

salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel yang menarik</p>
<p>salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nyonk_Aldi</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-3772</link>
		<dc:creator>Nyonk_Aldi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 16:12:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-3772</guid>
		<description>mata indra &amp; mata hati jadi serasa telanjang lagi..totally refreshin mind !
Setuju banget dengan esensinya, lebih setuju lagi kalo sebenarnya dunia ini selalu berubah.
Perubahan itu abadi, manusia hidup dengan perubahan, music too.

Sori kl ngelantur..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mata indra &amp; mata hati jadi serasa telanjang lagi..totally refreshin mind !<br />
Setuju banget dengan esensinya, lebih setuju lagi kalo sebenarnya dunia ini selalu berubah.<br />
Perubahan itu abadi, manusia hidup dengan perubahan, music too.</p>
<p>Sori kl ngelantur..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robin Malau</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-3644</link>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 04:18:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-3644</guid>
		<description>Dude, thanks for the rants. Hahah. Legend! 

Emang beda teori dan praktek di all walks of life. Tapi di industri musik, we need change. Obvious. No guarantee for the better, but we need change. Simply because we FAIL. If that makes any sense :D

We can change the music industry by building bridges on this Knowing Doing Gap (the gap between theory &amp; practical senses) through education &amp; knowledge sharing (and... rants). 

I&#039;m sure your quality can help, Oddie.

Cheers,
&lt;strong&gt;Robin&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dude, thanks for the rants. Hahah. Legend! </p>
<p>Emang beda teori dan praktek di all walks of life. Tapi di industri musik, we need change. Obvious. No guarantee for the better, but we need change. Simply because we FAIL. If that makes any sense <img src='http://www.musikator.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>We can change the music industry by building bridges on this Knowing Doing Gap (the gap between theory &amp; practical senses) through education &amp; knowledge sharing (and&#8230; rants). </p>
<p>I&#8217;m sure your quality can help, Oddie.</p>
<p>Cheers,<br />
<strong>Robin</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oddie</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-3640</link>
		<dc:creator>Oddie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 03:47:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-3640</guid>
		<description>Robin,
Konsep bahwa teori tidak sama dengan prakteknya adalah benar.. it&#039;s true for all fields (even all aspects of life) tidak terbatas di musik industri aja. 

Menurut gw (DISCLAIMER: sangat subjektif, agak ranting dan bodo amat lah hehe):
&quot;Kematian&quot; dari musik industri sebenarnya sesuatu yang bagus karena industri musik yang ada sebelum revolusi digital music (mp3) udah sangat stagnant, basi dan destruktif. Gerakan musik independen pun lahir karena kebosanan atas stagnansi dari apa yang label2 dan media2 musik spoonfed ke masyarakat. It was a sign of time when MTV started to play more &quot;reality shows&quot; than music videos. It was a sign of time when the media mulai bingung untuk ngasih label ke musik2 yang diluar pengotak2an mereka.. I mean, &quot;alternative music&quot;.. what the fuck is that? Alternative to what? To the crappy generic pop rap rock songs they play on MTV? Jane&#039;s Addiction was alternative rock band. As opposed to what.. Motorhead? Anyway, it&#039;s silly. Dan itu semua jargon2 keluar dari marketing team di label2 dan media2. Recycle and rebrand. We shouldn&#039;t have paid that much attention but, we did, and we got trapped into it.

Musik industri itu ga punya formula. Mereka ga tau ngitung band mana yang kalo disupport akan berhasil dan ngasilin duit dan mana yang tidak. Mereka tebak2an juga ngikutin selera pasar, ngikutin apa yang musik fans are dictating. Kalo ga gerakan independent band seperti Netral, Puppen, dll mulai bergerak dan mulai jadi omongan di antara music fans dan kedengaran di telinga A&amp;R label pastinya ga akan label2 besar akan merekrut band2 yang &#039;non top-40&#039; menurut standard saat itu. Begitu jg kejadiannya dgn musik2 pop melayu yang sekarang meradja sampai stadium 12. Itu pasar yang minta. Casual music listeners (baca: bukan kolektor album atau fanatik dari genre musik tertentu) yang mendikte bahwa mereka mau spend uang utk beli album, download mp3 dan masang RBT. Dalam kondisi penjualan physical cd/kaset yang semakin tiarap, of course musik industri dalam mental state yang desperate for cash. Dan dalam kondisi ini gw rasa idealism, experimentalism dan ism2 lain yang cool menjadi prioritas terbawah. Should we care much about the general condition of the music industry? Well, no. Any band harus tetap bebal dan keras kepala dalam bikin musik yg mereka cintai (that&#039;s the whole point of this ranting).. because at the end of the day what&#039;s left is your songs/albums and by God you&#039;d want to be proud of what you have put your name on.

Maen musik bisa bikin banyak duit? Sure enough. If you play along with what the public demands. Will it be worth it? Go back to step 1: why the fuck do you want to be a musician? Long hours in the studio, crappy sound system, rejections from fans, etc.. sounds like fun? Kalau memang setuju untuk bebal dan keras kepala dalam bikin musik yang loe suka, better get a steady job that can support your music idealism.. that until the public takes a liiking to your music and supports you with millions upon millions of rupiah. Kalo ga cukup bebal dan keras kepala, quit it.. stay with the steady job. Not everyone is cut off to be a musician just like ga semua orang bisa jadi manajer. hah.

Okay, segitu dulu gw nyerocos dalam keadaan setengah tidur... if it doesn&#039;t make sense. Write your own.

Good posting by the way, Robin.

cheers,
O.d.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Robin,<br />
Konsep bahwa teori tidak sama dengan prakteknya adalah benar.. it&#8217;s true for all fields (even all aspects of life) tidak terbatas di musik industri aja. </p>
<p>Menurut gw (DISCLAIMER: sangat subjektif, agak ranting dan bodo amat lah hehe):<br />
&#8220;Kematian&#8221; dari musik industri sebenarnya sesuatu yang bagus karena industri musik yang ada sebelum revolusi digital music (mp3) udah sangat stagnant, basi dan destruktif. Gerakan musik independen pun lahir karena kebosanan atas stagnansi dari apa yang label2 dan media2 musik spoonfed ke masyarakat. It was a sign of time when MTV started to play more &#8220;reality shows&#8221; than music videos. It was a sign of time when the media mulai bingung untuk ngasih label ke musik2 yang diluar pengotak2an mereka.. I mean, &#8220;alternative music&#8221;.. what the fuck is that? Alternative to what? To the crappy generic pop rap rock songs they play on MTV? Jane&#8217;s Addiction was alternative rock band. As opposed to what.. Motorhead? Anyway, it&#8217;s silly. Dan itu semua jargon2 keluar dari marketing team di label2 dan media2. Recycle and rebrand. We shouldn&#8217;t have paid that much attention but, we did, and we got trapped into it.</p>
<p>Musik industri itu ga punya formula. Mereka ga tau ngitung band mana yang kalo disupport akan berhasil dan ngasilin duit dan mana yang tidak. Mereka tebak2an juga ngikutin selera pasar, ngikutin apa yang musik fans are dictating. Kalo ga gerakan independent band seperti Netral, Puppen, dll mulai bergerak dan mulai jadi omongan di antara music fans dan kedengaran di telinga A&amp;R label pastinya ga akan label2 besar akan merekrut band2 yang &#8216;non top-40&#8242; menurut standard saat itu. Begitu jg kejadiannya dgn musik2 pop melayu yang sekarang meradja sampai stadium 12. Itu pasar yang minta. Casual music listeners (baca: bukan kolektor album atau fanatik dari genre musik tertentu) yang mendikte bahwa mereka mau spend uang utk beli album, download mp3 dan masang RBT. Dalam kondisi penjualan physical cd/kaset yang semakin tiarap, of course musik industri dalam mental state yang desperate for cash. Dan dalam kondisi ini gw rasa idealism, experimentalism dan ism2 lain yang cool menjadi prioritas terbawah. Should we care much about the general condition of the music industry? Well, no. Any band harus tetap bebal dan keras kepala dalam bikin musik yg mereka cintai (that&#8217;s the whole point of this ranting).. because at the end of the day what&#8217;s left is your songs/albums and by God you&#8217;d want to be proud of what you have put your name on.</p>
<p>Maen musik bisa bikin banyak duit? Sure enough. If you play along with what the public demands. Will it be worth it? Go back to step 1: why the fuck do you want to be a musician? Long hours in the studio, crappy sound system, rejections from fans, etc.. sounds like fun? Kalau memang setuju untuk bebal dan keras kepala dalam bikin musik yang loe suka, better get a steady job that can support your music idealism.. that until the public takes a liiking to your music and supports you with millions upon millions of rupiah. Kalo ga cukup bebal dan keras kepala, quit it.. stay with the steady job. Not everyone is cut off to be a musician just like ga semua orang bisa jadi manajer. hah.</p>
<p>Okay, segitu dulu gw nyerocos dalam keadaan setengah tidur&#8230; if it doesn&#8217;t make sense. Write your own.</p>
<p>Good posting by the way, Robin.</p>
<p>cheers,<br />
O.d.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: beatheaven &#187; Blog Archive &#187; Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? &#124; Musikator &#124; Blog &#8230;</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-3408</link>
		<dc:creator>beatheaven &#187; Blog Archive &#187; Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? &#124; Musikator &#124; Blog &#8230;</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 19:51:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-3408</guid>
		<description>[...] post: Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? &#124; Musikator &#124; Blog &#8230;  February 28th, 2009 in Sekilas Musik &#124; tags: archives, artist-management, balas, events, gallery, [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] post: Bagaimana Jika Industri Musik Yang Salah? | Musikator | Blog &#8230;  February 28th, 2009 in Sekilas Musik | tags: archives, artist-management, balas, events, gallery, [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ardy chmbrs</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-3397</link>
		<dc:creator>ardy chmbrs</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 06:14:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-3397</guid>
		<description>Yess..Yess..Yess..!!
Cheers</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yess..Yess..Yess..!!<br />
Cheers</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robin Malau</title>
		<link>http://www.musikator.com/bagaimana-jika-industri-musik-yang-salah/#comment-3287</link>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 11:41:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1242#comment-3287</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Ilmu (teori) tidak lagir dengan sendirinya, tapi teori lahir dari pengalaman (praktek) langsung&lt;/blockquote&gt;

True.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ilmu (teori) tidak lagir dengan sendirinya, tapi teori lahir dari pengalaman (praktek) langsung</p></blockquote>
<p>True.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

