DISCONNECTED didirikan di Bandung pada 1998 oleh tiga sejawat yang kerap dimeriahi mimpi menjadi rock stars: Arie (biduan, gitar), Yudha (bas) dan Decil (drum). Nama Disconnected (DC) sendiri dipetik dari salah satu tajuk tembang dari band favorit mereka, Face to Face. Alasan kenapa judul lagu tersebut yang digunakan sebagai identitas kelompok, well, sebenarnya sederhana saja: karena enak didengar. Baca selanjutnya…
MF 212 merupakan band Rock tenar di Kota Sukabumi yang memainkan jenis musik Pop Punk, dan memiliki fanbase yang terbilang kuat di kotanya. Terbentuk pada tanggal 1 Juni 2003 dengan nama Middle Finger yang beranggotakan 5 orang yaitu; Wet (Vocal), Chandra (Guitar), Kiki (Guitar), Dena (Bass), Allen (Drum). Dan kebetulan mereka memang masih teman satu tongkrongan di komunitas Skateboarder Sukabumi. Baca selanjutnya…
Hey guys, a quick update from Musikator.com Muthafukken Geeky Development Team (baca: some internet & music enthusiasts trying to have some fun with you).
Ahhh… jika kamu sedang tidak berdekatan dengan komputer, tetapi hanya ada handphone dengan GPRS/Flash/IM2 connection, tapi ingin check out artikel baru dan ingin memberikan komentar di Musikator.com, sekarang kamu bisa posting komentar tersebut langsung lewat handphone 1.
Caranya, browsing ke www.musikator.mobi, pilih artikel yang kamu suka, klik Show & Post Comments, isi Nama, Email dan Komentar, klik Send. And that’s it!
Oh ya, selain itu, sekarang di bawah setiap artikel, ada option untuk share artikel favorit kamu dari Musikator.mobi ke teman-teman lewat Email, Delicious dan Twitter (follow Musikator tweets disini).
Cheers a lot!
Bali Blogger Community punya cara lain dalam merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-63. Menggandeng ANIMO, band pop-jazzy-super-groovey asal Bali yang baru saja merilis debut album Mimpi Tak Bertepi di Hard Rock Cafe pada 27 Juli 2008 lalu, mereka memilih tempat di Rumah Sakit Jiwa, Bangli – sebuah kota kabupaten berjarak tempuh sekitar 50 Km ke arah Utara dari Denpasar.
Memilih ‘venue’ dan ‘audience’ ini tentu bukan tanpa alasan. Koordinator Bali Blogger Community, Anton Muhajir, punya harapan sederhana: bisa menghibur mereka, karena kenyataan minimnya anggota masyarakat yang peduli pada keberadaan pengidap gangguan jiwa. Bahkan banyak pasien yang tidak pernah lagi dijenguk keluarganya. “Semoga acara ini bisa menghibur mereka yang sering terlupakan,” jelasnya.
Setelah diterima oleh manajemen RSJ Bangli dan menengok ke semua bangsal, seluruh rombongan bersantap siang bersama. Sejurus kemudian, acara dimulai dengan perkenalan dilanjutkan beberapa permainan dan hiburan berupa penampilan Animo di tengah area RSJ Bangli yang sangat luas dan asri itu.
Sudah lama sebenarnya, saya ingin membahas hal ini. Saya selalu brainwash team saya dimanapun saya bekerja dengan pola pikir seperti ini, hasilnya saya menghasilkan banyak orang yang terbakar semangatnya dan berpikir lebih maju. Baru sekarang terpikir untuk ngarang posting di Musikator.
Bagi Musikator, Nymphea adalah sebentuk anomali yang mencerahkan. Satu dari sejumlah kecil titik terang yang menyeruak dari kegelapan rimba band-band cengeng tipikal Melayu. Tak cuma itu, saya—mewakili Musikator—berani bilang bahwa musik Indonesia butuh Nymphea. Huh? Well, look, coba deh simak sekitar, kapan sih terakhir kali kita mendengar teriakan bertenaga dari seorang lady rocker? Benar, sudah lebih dari satu dekade kita tak lagi dihibur oleh biduan perempuan berkarakter suara lebar, tinggi dan garang. Nusantara sedang paceklik generasi penerus Sylvia Saartje, Euis Darliah, Nicky Astria, Anggun C. Sasmi (pre-Anggun era), dan sebangsanya. Vokalis wanita yang beredar di blantika musik Indonesia sekarang yang berani bermain-main dengan aroma rock dominan memilih koridor aman: kadar popnya kental, pekat distorsinya nanggung, temanya berputar di sekitar cinta nan picisan. Jikapun ada kaum hawa yang mengusung musik ekstra cadas, lingkupnya cenderung bawah tanah, daya gegarnya cuma ngefek ke sebagian kecil orang saja. Pendeknya, predikat lady rocker (dalam standar Nicky Astria-esque) belumlah layak disematkan ke mereka. Dan tampaknya kemunculan Sari, frontwoman Nymphea, akan sanggup membebaskan kebuntuan yang terjadi selama ini. Baca selanjutnya…
Whew, setelah melalui perdebatan seru, sengit dan panjang—hingga hampir menimbulkan konflik horizontal (he he he… semuanya asli didramatisir alias ngarang), akhirnya Dewan Pakar di Musikator sepakat memilih tiga pemenang dengan komentar paling menarik untuk TMIF # 1 yaitu:
1. Putu Jasprayana
2. Cietra
3. Eric
Mohon ketiga nama tersebut menginformasikan alamat domisili + nomer teleponnya ke Igo theblado@musikator.com dan c.c. ke Dethu suicidaldjdethu@musikator.com Para sejawat yang beruntung akan menerima paket hadiah dari Telephone. Selamat ya!
Nah, sekarang kita masuk ke TMIF edisi kedua. Dan pertanyaannya adalah: Baca selanjutnya…
Hey guys, biarpun sebagian besar dari kita adalah Punks, Rockers dan Rockstar, tapi kita juga harus mulai tahu mengapa kita musti mengenal dan mensuport lingkungan kita sendiri. Salah satunya adalah air.
Dulu waktu saya tinggal di gunung (maksudnya di kawasan utara Bandung), air bersih rasanya mudah sekali di dapat. Tinggal kucurkan keran, air jernih ngocor dah tak henti. Air itu bisa dipake mandi, bisa dipake minum dan bisa juga dibuang meski tanpa alasan. Ngga ngerti ngga nyaho dari mana asal usulnya, tinggal menikmati 24 jam sehari.
Tapi sejak saya pindah ke kawasan dekat pantai
Get Rock :: featuring Netral & Navicula
6 Agustus 2008 : Kebumen
7 Agustus 2008 : Purworejo
8 Agustus 2008 : Bantul, Jogjakarta
9 Agustus 2008 : Klaten
Ini adalah babak lanjutan dari jejak bingar NAVICULA dengan tema “Cinta Bumi” di empat kota di Jawa Tengah: Boyolali, Karanganyar, Sleman, dan Wonogiri bulan Mei 2008 lalu [baca Gegar Navicula di Jawa Tengah]. Setelah jeda Pilkada, tour bergulir kembali. Tanpa perubahan line-up. Tetap bersama NETRAL. Masih memakai tajuk: GET ROCK! “Cintailah Bumi Sebelum Bumi Kehabisan Cintanya”
Mudah ditebak. Radio ini memang dibangun oleh para personel Endank Soekamti: Erix, Dori dan Ari. Tapi apakah anda menebak mereka senarsis itu? Tunggu dulu.