Musik di Blogosphere Hari Ini

Setiap hari music bloggers di seluruh dunia menulis berita, pendapat dan tips tentang musik. Hal ini membuat supply berita musik luar biasa besar dengan menggunakan jalur distribusi internet, yang notabene lebih cepat dari media apapun yang sekarang ada di bumi ini.

Hari ini, beberapa highlights di dunia blog musik dunia yang saya temukan adalah sebagai berikut:

  1. Media Futurist - Future Stories #1: Blogs will be Record Labels, and Bloggers will be the new Music Moguls.
  2. Inside Music Media - Radio vs. The Internet
  3. NME - Radiohead Launches Networking Site
  4. New Music Strategies - How Do I Even Start?

Oh ya, hampir lupa. Kamu sudah tidak bisa masuk ke YouTube, MySpace, Multiply dan website-website lain yang hari ini kebablasan di blokir ISP kamu? Jangan kawatir, jangan mengaku manusia kreatif jika menyerah. Di Kreatifitas Tak Pernah Mati ada 13 cara alternatif untuk mengakses website yang di blokir.

Setelah bisa masuk lagi, jangan buang waktu. Ambil informasi yang penting dari website-website tersebut, hack to learn jangan learn to hack, mari bersama-sama membangun masyarakat sadar teknologi.

Semoga berguna.

Profil: Pitchfork TV

Pitchfork.tv

Dari Press Release: 

Pitchfork.tv adalah website dengan konsep ‘24 hours music network’. Apa dan Mengapa? Setiap hari dunia musik dimasuki dengan artis baru dengan berbagai macam genre, menjadikan ekplorasi musik tidak terbatas. Meskipun kenyataannya demikian, dokumentasi kreatifitas artis rock dan pop kelas atas tidaklah banyak, begitu pula dengan musik independen, itupun jika ada.

Beberapa tahun terakhir, jaringan dan komunitas film independen telah memiliki banyak ‘rumah’ dimana mereka dapat menampilkan film-film underground yang intelek kepada audience nya. Tetapi musik independen tidak pernah memiliki rumah yang permanen di internet.

Baca selanjutnya…

Musisi Hanya Perlu 1.000 Fans Setia Untuk Bertahan Hidup

1000 Happy Fans

Picture by NotSoGoodPhotography 

Seringkali, seorang musisi bermimpi menjadi sebesar Rolling Stones. Padahal, lebih kecil dari Rolling Stones selama masih bisa hidup makmur kenapa tidak? Sehubungan dengan itu, musisi seringkali merasa gagal jika tidak menjadi band terbesar di dunia. Padahal, ada banyak parameter yang menandakan seorang musisi atau sebuah band itu masuk kategori sukses atau tidak. Maka dari itu, menurut logika bisnis modern, musisi hanya perlu 1.000 fans setia untuk melanjutkan hidup, tidak selalu perlu 1 juta.

Baca selanjutnya…

GG Allin Bereinkarnasi Menjadi Seekor Anjing Kecil

GG AllinImage from WikipediaCatatan:

Di artikel ini banyak kata-kata kasar. Silahkan membaca jika anda tidak jijik dan telah berumur setidaknya 18 tahun. Dengan membaca artikel ini, anda telah mengambil resiko besar yang merupakan tanggung jawab anda sendiri.

Promotor konser di Amerika Serikat tengah mempersiapkan diri untuk membuat rangkaian tur GG Allin. Legenda Punk Rock yang telah meninggal over dosis di tahun 1993 ini dikabarkan telah berinkarnasi menjadi seekor anjing kecil berjenis campuran cocker spaniel dan border collie.

Baca selanjutnya…

SERINGAI ~ Membakar Bali

Event ini sebenarnya tergolong cukup lampau. Namun bagi skena musik Rock Bali khususnya, eforianya masih lekat membekas. Dan atas nama kenyamanan visual, disisipkan pula beberapa foto. Hell yeah, Rock tidak pernah mati!

Setelah sebelumnya sempat dua kali bertandang ke Bali (dan sukses besar), Seringai—dalam rangka tur promo album terbarunya, Serigala Militia—akhirnya kembali riang ria mengunjungi so-called Pulau Rockabilly. Pamor mumpuni Arian13 cs di jajaran penggemar musik cadas di Bali plus didukung hype ijo royo-royo Serigala Militia terbukti jitu menggugah minat gerombolan “Serigala” (sebutan khas pemuja Seringai) untuk berbondong menyesaki The Wave, klub yang berlokasi super strategis: persis berada di pinggir pantai Kuta (nice cold beer, anybody?). Venue dengan acara berkala sebulan sekali bekerjasama dengan A Mild, A Rock Society, malam itu, 22 November 2007, tampak sesak dijubeli bermacam tipe serigala. Mulai dari serigala tua, serigala remaja, calon serigala, pria paruh baya sok serigala (masa kecil kurang bahagia?), hingga serigala berbulu domba (memakai atribut Seringai—agar disebut cool—lalu berharap bisa get laid).

Melengkapi penampilan kelompok yang sanggup menjual album perdana High Octane Rock hingga 12.000 keping itu hadir pula the last Grunge gentlemen NAVICULA, Kutafornia kruizers DEVILDICE, Post-Hardcore posse PAINFUL BY KISSES, serta NYMPHEA—satu-satunya grup dengan vokalis wanita nan bening (ya visual, ya kualitas vokal)—sebagai stimulan awal. Baca selanjutnya…

ED EDDY & RESIDIVIS ~ Perdana, Pertama, Prima

Berita Pers
Ditulis oleh Rudolf Dethu

Anjing!!!
Kukira preman…
Anjing!!!
Ternyata polisi…

Penggalan lirik lagu tersebut duh-ternyata berujung kelam dan gulita. Bukan hanya bagikarir Ed Eddy & Residivis. Tapi juga—dalam skala yang lebih luas—keji mereduksi kebebasan berekspresi.

Refrain tembang bertajuk Anjing itu dianggap tendensius, dinyatakan sah dan terbukti menghina aparat kepolisian. Ed Eddy & Igo, sang arsitek utama, telah secara bersama-sama melakukan perbuatan tercela. Oleh karenanya pantas dijatuhi vonis 6 bulan kurungan dengan masa percobaan 1 tahun, pula larangan menyanyikannya. Lintang pukang sungsang sumbal protes keras paguyuban seniman tak mempan melawan. Ketok palu hakim adalah final, pantang diganggu-gugat. Jagat berkesenian Bali sontak tertunduk sedih, kelu, berduka.

Tanpa terasa setahun sudah berlalu. Masa hukuman usai. Selamat datang kembali kebebasan. Tahun 2008 semoga berpihak dan menjadi masa penuh harapan.
Berusaha terus teguh optimistik, kontingen veteran Pub Rock yang kini diperkuat pula dengan kehadiran Goegoek, Chalie, dan Dean, enggan larut dalam situasi carut marut. Ada mimpi besar yang terlalu lama terlunta-lunta. Ada obsesi gigantik yang harus segera diwujudkan: merilis album perdana.

Karena materi memang sudah matang tersedia sejak dulu kala, tinggal poles kiri-kanan sedikit, gosok kencang-pelan di sana-sini, sudah, Lagu Kita Orang Indonesia siap dirilis. Terdiri dari 8 tembang pilihan, album yang digarap di dsm>studio ini kebanyakan berkisah tentang fenomena sosial yang dikemas secara jenaka–tanpa harus kehilangan esensi kritis-tajamnya. Contoh paling gampang bisa disimak dari single unggulan Kronologi Pistol & Amunisi. Kusut masai kepemilikan ilegal senpi (senjata api) disenandungkan vokal elegan Ed Eddy dibalut dengan lirik khas humor satir. Lucu sekaligus serius. Kharismatik juga slenge’an. Serta yang paling menonjol: selain didominasi tempo sedang dengan liuk Blues menyayat menari (”Rock Residivis”, begitu mereka menyebut genrenya), pendekatan musikalnya tercuat distingtif, sangat kental rasa Indonesia. Klop sekali dengan judul albumnya.

Dan oleh kontingen asal Denpasar ini 12 April 2008 dipilih sebagai hari besar peluncuran debut album. Lokasinya ditetapkan di lapangan TVRI, Renon. Menurut Igo ini adalah bentuk nyata, realisasi jaya wijaya, segala idaman fantasi yang nyaris lapuk. Juga deklarasi penghargaan tinggi dan banyak terima kasih kepada barisan solid pelaku seni yang selama ini tanpa kenal menyerah mendukung sepenuh hati.

…Katanya kita
Bebas berkarya
Tapi mengapa masih harus lagu cinta… Yuk…

Ed Eddy & Residivis - Flyer TLOP

EMI Group akan Dipimpin seorang Geek

Breaking News. Setelah selama bertahun-tahun industri musik dilecehkan oleh hacker, pembajak musik dan segala macam bentuk ‘kejahilan’ geek yang dapat bertindak dengan senonoh menyebarkan musik di internet, EMI Group akan mempelopori revolusi di industri musik dunia. Konon, Douglas Merrill, Vice President Engineering Google Inc. menyatakan resign dari Google dan akan menjadi President dari EMI Group.

Menurut Hab Haddab dari group management representatif Kiss:

Baca selanjutnya…

Sudah Pernah di Rickroll?

Seperti biasa saya dolan ke YouTube. Saya sering terjebak untuk liat Featured Video di halaman depan. Kali ini saya menemukan video konyol berjudul Cyborg Insect. Saya klik untuk tonton tapi koq saya diarahkan ke video Never Gonna Give You Up-nya Rick Astley. Shit, why should i watch Rick Astley? WTF? Saya klik BACK di browser saya, dan saya klik ulang ke video Cyborg Insect tadi. Yang terjadi? Saya diarahkan kembali ke video Rick Asthley. Saya coba klik video lainnya dan saya kembali ke video Rick Asthley.

Lho? Apa yang sedang terjadi?

Ah sialan saya ngga sadar sekarang adalah 1 April dan saatnya April Fool Day (biasa kita kenal April Mop). Ternyata untuk merayakan April Fool Day ini, semua Featured Video di YouTube diarahkan ke video Rick Asthley tersebut. Nama guyonan ini adalah Rickrolling.

Dari WikiAnswer saya mendapat definisinya:

Di ‘Rickroll’ berarti ketika anda browsing di forum-forum di internet, menemukan link dengan harapan menemukan jawaban yang dicari, tetapi malah diarahkan ke sebuah website yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan topik yang dicari.

Nama Rick itu sendiri berasal dari penyanyi pop 80an Rick Astley. Ini dimulai dari sebuah epidemik di Ebaumsworld (sebuah website prank atau lucu-lucuan) di masa lalu dimana orang-orang di sana saling memberikan link ‘Ini Video Bagus Banget’, dan ternyata video tersebut adalah video Never Gonna Give You Up.

Pesan moral:

Meski anda sudah punya perusahaan sebesar YouTube, bukan berarti anda harus berhenti menjadi konyol dan menikmati hidup.

Ya sudahlah, tonton saja video Rick Astley dibawah ini yang saat saya tonton sudah mencapai 1.636.292 views di YouTube:

YouTube Preview Image

Update:

Di YouTube ada Rickroll Metal Mix. Yaitu versi metal dari Never Gonna Give You Up. Sh*t F*ck this is so lol!!! Hahaahh…

YouTube Preview Image

PUSPA ~ Is She the Next Anggun?

BERITA PERS
Ditulis oleh Rudolf Dethu

Pada mulanya adalah Kevin Bird. Lalu Peter Heckmann. Dan terbitlah Puspa.

Ketika Bird Production pimpinan Kevin berkunjung ke Pulau Dewata dalam rangka pembuatan sebuah film, suratan takdir menggiringnya bertemu dengan Puspa, gadis polos belia kelahiran Gianyar, 15 Maret 1982. Tak hanya itu, dara gemulai ini di kemudian hari mengungkap fakta mencengangkan. Penari klasik Bali nan sarat eksotika ini oh-ternyata punya bakat terpendam mengagumkan: pandai menyanyi!

Kevin bergerak cepat. Orang kepercayaannya, Peter Heckmann, segera dihubungi. Komposer kelas wahid asal Jerman yang pernah terlibat langsung dalam pengerjaan projek mulai dari Depeche Mode, Duran Duran, Enya, T.A.T.U., Ultravox, Hans Zimmer, hingga Boney M ini diajak berperanserta menggali lebih dalam dan lebih jeli tiap sendi berkesenian di diri Puspa. Audio engineer Level 42 dan New Order ini diminta membantu membukakan pintu lebih lebar bagi Puspa.

Duet bak Batman dan Robin ini mengerahkan kekuatan penuh. Kolaborasi multi bintang disiagakan. Seniman lokal terkenal macam Dewa Budjana, Balawan, Gus Mantra, Deni Lolot, dan banyak lagi, dikaryakan demi nuansa pelangi yang lebih warna-warni tanda berani. Ekspedisi panjang, kolosal, dan kaya dinamika ini berujung pada album penuh perdana bertajuk Someday yang terdiri dari 14 lagu dengan padu padan melodi pop + cengkok tebal-tipis World Music di sana-sini. Riuh rendah berkisah perkara asmara, mengenai indahnya keseharian, tentang sensualitas Bali. Tembang juaranya? 1. Passion, 2. Bali Menari.

Jika diukur bobot-bibit-bebet antara Anggun–diva asal Jawa yang telah sukses mendunia–dengan Puspa, well, soal konseptual, memang terdapat kemiripan. Paling tidak kulit sama sawo matang, pendekatan musikal juga pekat seronok ke-Timur-an. Namun Puspa ya Puspa. Punya derajat keunikan duhai mandiri, memiliki cirinya sendiri. Yang pasti, Puspa adalah semilir sejuk segar bagi industri musik Nusantara. Dan semoga juga dunia.

Anggun atau Puspa, maju terus musik Indonesia .

***Bagi wartawan/media, konferensi pers dan wawancara akan diadakan di Sector Bar, Sanur, Jumat, 4 April 2008, jam 15.00 WITA
Puspa Concert Flyer
***Untuk info lebih lanjut, silakan kontak: puspa.management@gmail.com atau Robi 08123619603

Musikator Dot Com, Monthly Milestones

Di Musikator Dot Com, kami merayakan setiap pencapaian baik itu kecil maupun besar. Maka dari itu, layak rasanya kami berbagi dengan anda semua, yang datang ke website Musikator, berkontribusi, dan ikut bersenang-senang.

Setelah sebelumnya mengumumkan rencana pendirian Musikator Dot Com kepada rekan-rekan band di Bali, website ini online pertama kali tanggal 4 Februari 2008 dan launch ke publik pada tanggal 17 Februari 2008. Sejak itu, banyak yang kami temui hingga sekarang. Sejujurnya kami surprise dengan apa yang Musikator Dot Com capai hingga sekarang, ini semua hanya bisa terjadi berkat semua pihak yang ikut berkontribusi kepada kemajuan Musikator Dot Com. Baca selanjutnya…