Hey Guys, ada update dikit nih.
1. Link Directory
Beberapa minggu ini vakum karena kita baru update CMS yang kita gunakan ke versi terbaru. Tiba-tiba, file-file yang mengatur Link Directory hilang. Saya kira Musikator dikutuk yang Maha Kuasa ternyata core file nya ke re-write (ehem sorry bahasa planet) karena persyaratan dan mekanisme upgrade-nya sendiri. Tapi sekarang sudah beres, ada beberapa Link baru di Direktori, please check out here.
ONE FOOT JAPAN (OFJ) berasal dari Kemayoran, Jakarta Pusat. Berawal di akhir tahun 2002, lima orang teman sepermainan yang sama-sama ter-influence oleh Blink 182 dan New Found Glory, mencoba untuk membentuk sebuah band bernafaskan serupa, mainstream Pop Punk. Di pertengahan tahun 2003, OFJ memfokuskan konsentrasi untuk menghasilkan karya-karya sendiri yang berujung pada rilisnya album pertama di awal tahun 2004, berjudul Frustrated, yang produksi, promosi dan distribusinya dilakukan secara independen. Baca selanjutnya…

Akhir-akhir ini kejayaan media online semakin merebak di seluruh penjuru dunia. Dengan adanya teknologi RSS (hey, Musikator.com punya RSS juga!) dimana Media Online memberitakan breaking news nya lewat internet publishing platform atau Content Management System, berita terbaru dapat lebih cepat diterima pembaca daripada menunggu edisi harian, mingguan bahkan bulanan dari majalah versi cetak. Majalah Musik, di negara industri mapan seperti Inggris, pun kena dampak trend tersebut.
Perusahaan yang memberikan jasa Laporan Sirkulasi Media bernama ABC merilis laporan oplah majalah Musik di Inggris yang kehilangan banyak pembacanya dalam 6 bulan terakhir. Q kehilangan 18.000 pembaca dalam 6 bulan terakhir, Uncut turun 4.000, NME hilang 8.000 dan Kerrang! turun 20% atau 17.000 pembaca. Sementara itu majalah gratis The Fly dari kelompok penerbit the Barfly chain naik 2.000+.
DISCONNECTED didirikan di Bandung pada 1998 oleh tiga sejawat yang kerap dimeriahi mimpi menjadi rock stars: Arie (biduan, gitar), Yudha (bas) dan Decil (drum). Nama Disconnected (DC) sendiri dipetik dari salah satu tajuk tembang dari band favorit mereka, Face to Face. Alasan kenapa judul lagu tersebut yang digunakan sebagai identitas kelompok, well, sebenarnya sederhana saja: karena enak didengar. Baca selanjutnya…
MF 212 merupakan band Rock tenar di Kota Sukabumi yang memainkan jenis musik Pop Punk, dan memiliki fanbase yang terbilang kuat di kotanya. Terbentuk pada tanggal 1 Juni 2003 dengan nama Middle Finger yang beranggotakan 5 orang yaitu; Wet (Vocal), Chandra (Guitar), Kiki (Guitar), Dena (Bass), Allen (Drum). Dan kebetulan mereka memang masih teman satu tongkrongan di komunitas Skateboarder Sukabumi. Baca selanjutnya…
Hey guys, a quick update from Musikator.com Muthafukken Geeky Development Team (baca: some internet & music enthusiasts trying to have some fun with you).
Ahhh… jika kamu sedang tidak berdekatan dengan komputer, tetapi hanya ada handphone dengan GPRS/Flash/IM2 connection, tapi ingin check out artikel baru dan ingin memberikan komentar di Musikator.com, sekarang kamu bisa posting komentar tersebut langsung lewat handphone 1.
Caranya, browsing ke www.musikator.mobi, pilih artikel yang kamu suka, klik Show & Post Comments, isi Nama, Email dan Komentar, klik Send. And that’s it!
Oh ya, selain itu, sekarang di bawah setiap artikel, ada option untuk share artikel favorit kamu dari Musikator.mobi ke teman-teman lewat Email, Delicious dan Twitter (follow Musikator tweets disini).
Cheers a lot!
Bali Blogger Community punya cara lain dalam merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-63. Menggandeng ANIMO, band pop-jazzy-super-groovey asal Bali yang baru saja merilis debut album Mimpi Tak Bertepi di Hard Rock Cafe pada 27 Juli 2008 lalu, mereka memilih tempat di Rumah Sakit Jiwa, Bangli – sebuah kota kabupaten berjarak tempuh sekitar 50 Km ke arah Utara dari Denpasar.
Memilih ‘venue’ dan ‘audience’ ini tentu bukan tanpa alasan. Koordinator Bali Blogger Community, Anton Muhajir, punya harapan sederhana: bisa menghibur mereka, karena kenyataan minimnya anggota masyarakat yang peduli pada keberadaan pengidap gangguan jiwa. Bahkan banyak pasien yang tidak pernah lagi dijenguk keluarganya. “Semoga acara ini bisa menghibur mereka yang sering terlupakan,” jelasnya.
Setelah diterima oleh manajemen RSJ Bangli dan menengok ke semua bangsal, seluruh rombongan bersantap siang bersama. Sejurus kemudian, acara dimulai dengan perkenalan dilanjutkan beberapa permainan dan hiburan berupa penampilan Animo di tengah area RSJ Bangli yang sangat luas dan asri itu.
Sudah lama sebenarnya, saya ingin membahas hal ini. Saya selalu brainwash team saya dimanapun saya bekerja dengan pola pikir seperti ini, hasilnya saya menghasilkan banyak orang yang terbakar semangatnya dan berpikir lebih maju. Baru sekarang terpikir untuk ngarang posting di Musikator.
Bagi Musikator, Nymphea adalah sebentuk anomali yang mencerahkan. Satu dari sejumlah kecil titik terang yang menyeruak dari kegelapan rimba band-band cengeng tipikal Melayu. Tak cuma itu, saya—mewakili Musikator—berani bilang bahwa musik Indonesia butuh Nymphea. Huh? Well, look, coba deh simak sekitar, kapan sih terakhir kali kita mendengar teriakan bertenaga dari seorang lady rocker? Benar, sudah lebih dari satu dekade kita tak lagi dihibur oleh biduan perempuan berkarakter suara lebar, tinggi dan garang. Nusantara sedang paceklik generasi penerus Sylvia Saartje, Euis Darliah, Nicky Astria, Anggun C. Sasmi (pre-Anggun era), dan sebangsanya. Vokalis wanita yang beredar di blantika musik Indonesia sekarang yang berani bermain-main dengan aroma rock dominan memilih koridor aman: kadar popnya kental, pekat distorsinya nanggung, temanya berputar di sekitar cinta nan picisan. Jikapun ada kaum hawa yang mengusung musik ekstra cadas, lingkupnya cenderung bawah tanah, daya gegarnya cuma ngefek ke sebagian kecil orang saja. Pendeknya, predikat lady rocker (dalam standar Nicky Astria-esque) belumlah layak disematkan ke mereka. Dan tampaknya kemunculan Sari, frontwoman Nymphea, akan sanggup membebaskan kebuntuan yang terjadi selama ini. Baca selanjutnya…
Whew, setelah melalui perdebatan seru, sengit dan panjang—hingga hampir menimbulkan konflik horizontal (he he he… semuanya asli didramatisir alias ngarang), akhirnya Dewan Pakar di Musikator sepakat memilih tiga pemenang dengan komentar paling menarik untuk TMIF # 1 yaitu:
1. Putu Jasprayana
2. Cietra
3. Eric
Mohon ketiga nama tersebut menginformasikan alamat domisili + nomer teleponnya ke Igo theblado@musikator.com dan c.c. ke Dethu suicidaldjdethu@musikator.com Para sejawat yang beruntung akan menerima paket hadiah dari Telephone. Selamat ya!
Nah, sekarang kita masuk ke TMIF edisi kedua. Dan pertanyaannya adalah: Baca selanjutnya…