<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia &#187; News</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Feb 2011 09:58:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en_us</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<copyright>2008-2009 </copyright>
	<managingEditor>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</managingEditor>
	<webMaster>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</webMaster>
	<image>
		<url>http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</title>
		<link>http://www.musikator.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Music" />
	<itunes:author>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:name>
		<itunes:email>robinmalau@gmail.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Kegundahan Seorang King of Rock</title>
		<link>http://www.musikator.com/kegundahan-seorang-king-of-rock/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/kegundahan-seorang-king-of-rock/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 07:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[Kontribusi oleh Wawan Fury Nama aslinya Ong Oen Log. Pria kelahiran Kranggan, Blauran, Surabaya, 19 Maret 1959 ini justru dikenal dengan nama Log Zhelebour, sebuah nama yang kental dengan industri musik Indonesia khususnya genre cadas yang sangat melekat pada dirinya. Sebanyak 11 festival Rock telah ia gelar sejak 1984 hingga 2007, beberapa band dengan mengusung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fkegundahan-seorang-king-of-rock%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fkegundahan-seorang-king-of-rock%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZ.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1507];player=img;" title="LogZ"><img class="aligncenter size-full wp-image-1508" title="LogZ" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZ.jpg" alt="" width="400" height="514" /></a><small>Kontribusi oleh Wawan Fury</small></p>
<p>Nama aslinya Ong Oen Log. Pria kelahiran Kranggan, Blauran, Surabaya, 19 Maret 1959 ini justru dikenal dengan nama Log Zhelebour, sebuah nama yang kental dengan industri musik Indonesia khususnya genre cadas yang sangat melekat pada dirinya.</p>
<p>Sebanyak 11 festival Rock telah ia gelar sejak 1984 hingga 2007, beberapa band dengan mengusung genre yang menjadi favoritnya sejak semasa kecil itu telah dia orbitkan menjadi sebuah komoditas bernilai tinggi yang menjadi salah satu pendapatan terbesar baginya. Kasarnya band tersebut besar karena Log.</p>
<p>Dari masa 1970-an ada SAS asal Surabaya, Super Kid dari Bandung dan Godbless dari Jakarta. Dekade berikutnya ada El Palmas, Kaisar, hingga Power Metal dan berlanjut Boomerang, dan Jamrud.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/boomerang.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1507];player=img;" title="boomerang"><img class="aligncenter size-full wp-image-1510" title="boomerang" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/boomerang.jpg" alt="" width="419" height="163" /></a></p>
<p>Boomerang dan Jamrud di era 2000-an menjadi fenomenal di bawah kibar bendera Logiss Record, sementara Jamrud mampu menjual sedikitnya 2 juta kopi lebih untuk album <em>Ningrat</em>.</p>
<p>Tidak itu saja, Log dan Jamrud sukses mengacak aturan tidak tertulis televisi di Indonesia yang mengharamkan musik cadas dengan lirik kasar. Kita tahu lirik Jamrud selalu lugas mengumbar kata-kata jalanan.</p>
<p>Di luar band, jebolan SMA St. Louis Surabaya ini sukses mengorbitkan ladyrocker Ita Purnamasari, Mel Shandy, Lady Avisha, Nicky Astria, Gank Pegangsaan, Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja &amp; Bani Adam hingga grup Prog Rock Giant Step.</p>
<p>Akan tetapi tidak banyak orang tahu kini sang &#8220;King of Rock&#8221; yang hari ini berusia 51 tahun begitu julukannya, tengah gundah gulana, yang tentu saja sangat berkaitan erat dengan musik yang menjadikannya seorang jutawan Rock.</p>
<p>Mulai dari kegelisahan akan minimnya jumlah penjualan bentuk fisik, tren Ring Back Tone (RBT) hingga perkembangan musik rock yang dia tuding &#8220;kemurniannya&#8221; telah terkikis.</p>
<blockquote><p>Band sekarang banyak yang mengusung rock tetapi tidak tahu makna rock itu sendiri seperti apa, bahkan cenderung menyimpang tidak sesuai dengan konten dan esensi rock itu sendiri,</p></blockquote>
<p>ujar Log yang juga memiliki andil dalam membesarkan band rock legendaris Godbless.</p>
<p><strong>Tontonan Menipu</strong></p>
<p>Kegelisahannya makin tersakiti kala banyak band rock yang relatif &#8220;gahar&#8221; rela tampil di acara musik yang sedang menjamur yang disuguhkan di hampir tiap stasiun televisi yang membuat sisi imej band Rock menjadi &#8220;ternoda&#8221;.</p>
<blockquote><p>Rock is a lifestyle,</p></blockquote>
<p>begitu kata Log yang sangat mencintai Pink Floyd dan Scorpion. Ia berani berasumsi terang-terangan bahwa band sekarang hanya memikirkan sisi popular bukan sisi imej.</p>
<blockquote><p>Main di acara seperti itu imej menjadi buruk untuk band Rock, dan juga tidak menguntungkan secara signifikan, sama sekali,</p></blockquote>
<p>tegasnya.</p>
<p>Log pantas sebal pasalnya pihak televisi menggelar acara-acara musik dengan penuh rekayasa. Satu bentuk penipuan itu adalah membayar penonton agar bersorak meriah saat acara berlangsung.</p>
<p>Kegelisahannya juga makin bertambah saat fenomena RBT hanya dijadikan pengejaran materi semata tanpa memperhatikan kepuasan dan kebanggaan ideal bagi seorang produser dan musisi.</p>
<p>Bentuk fisik, baik cd maupun kaset adalah sesuatu bentuk nyata yang menjadi kebanggaan tak ternilai seorang musisi dan produser, bukan RBT yang hanya dinikmati dengan durasi 15 detik.</p>
<p>Awalnya menurut Log, RBT sangat bagus sebagai salah satu alternatif media promosi. Akan tetapi semakin hari RBT menjadi target utama baik musisi dan produser itu sendiri. Semua berlomba-lomba untuk menjadikan lagu mereka nomor satu dengan jumlah pengakses RBT terbanyak.</p>
<blockquote><p>Yang menjadikan RBT sebagai pendapatan besar dari musisi maka mereka itu terjebak mimpi. RBT hanya menjadikan musisi popular tidak menjadi kaya tiba-tiba,</p></blockquote>
<p>tegasnya.</p>
<p>Log memang tahu betul apa yang terjadi dalam industri musik saat ini. Walaupun ia tetap harus mengikuti trend yang sedang berjalan ini, tetapi sisi idealisnya tetap tidak luntur.</p>
<p>Dia masih yakin bentuk fisik akan kembali memegeng peran penuh, terutama bagi para penggemar fanatik, walaupun jumlahnya sedikit mengerucut.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZmore.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1507];player=img;" title="LogZmore"><img class="aligncenter size-full wp-image-1509" title="LogZmore" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/05/LogZmore.jpg" alt="" width="500" height="398" /></a></p>
<p>Pendekatan melalui suatu komunitas menjadi salah satu kekuatan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bentuk fisik.</p>
<p>Untuk festival Rock, dia tetap tidak goyah untuk kembali bergairah mewujudkannya kembali, walaupun band yang mengaku mengusung rock sekarang sudah mengalami keseragaman dimana lirik meratap-ratap menjadi bahan jualan band tersebut.</p>
<p>Dia juga berani menilai tidak ada satupun band rock masa kini yang mampu menyedot ribuan penonton secara global di seantero Tanah Air, seperti yang pernah dilakukan oleh Jamrud saat masih digawangi personel lama mereka.</p>
<p>Bahkan festival rock lokal yang megah bak konser band luar negeri sudah tidak dapat ditemui lagi seperti saat Log melakukannya berulang kali, hal yang hingga kini menjadi satu-satunya festival rock yang melegenda.</p>
<blockquote><p>Tidak ada satupun yang mampu menyaingi festival rock tersebut, hingga sekarang.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/kegundahan-seorang-king-of-rock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ed Eddy &amp; &#8220;Benar-Benar&#8221;Residivis</title>
		<link>http://www.musikator.com/ed-eddy-benar-benarresidivis/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/ed-eddy-benar-benarresidivis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 10:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1467</guid>
		<description><![CDATA[…Anjing &#8230;kukira preman Anjing&#8230; ternyata polisi… Inilah salah satu lirik yang “melambungkan” nama Ed Eddy &#38; Residivis, tidak hanya di jagat permusikan yang memang sudah lama digeluti mereka, bahkan menembus batas ke area jagat “pemberontakan” kelompok sipil prodemokrasi. Lirik lagu yang berjudul Anjing ini pula yang menghantarkan mereka (Ed Eddy dan Igo) ke pintu gerbang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fed-eddy-benar-benarresidivis%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fed-eddy-benar-benarresidivis%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/AkuTakSedih.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="AkuTakSedih"><img class="size-full wp-image-1469 aligncenter" title="AkuTakSedih" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/AkuTakSedih.jpg" alt="AkuTakSedih" /></a></p>
<blockquote><p>…Anjing &#8230;kukira preman<br />
Anjing&#8230; ternyata polisi…</p></blockquote>
<p>Inilah salah satu lirik yang “melambungkan” nama Ed Eddy &amp; Residivis, tidak hanya di jagat permusikan yang memang sudah lama digeluti mereka, bahkan menembus batas ke area jagat “pemberontakan” kelompok sipil prodemokrasi. Lirik lagu yang berjudul <em>Anjing</em> ini pula yang menghantarkan mereka (Ed Eddy dan Igo) ke pintu gerbang Peradilan (ehm, mirip proklamasi aja).</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-logo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-logo"><img class="size-full wp-image-1470 aligncenter" title="EdEddy-logo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-logo.jpg" alt="EdEddy-logo" /></a>Di sinilah sejarah mulai tertoreh, personil band yang diadili atas karya seni terjadi di Bali. Ironisnya peradilan dilakukan setelah mereka mengeluarkan keringat di atas panggung Konser Amal “Dari Bali Untuk Jogja”. Sebuah konser musik yang digelar untuk membantu para korban gempa Jogja dan sekitarnya. Peradilan ini bukan hanya mencatat sejarah terjadinya peradilan atas sebuah karya lagu, namun juga menebalkan keyakinan bahwa persoalan pembungkaman atas kebebasan berekspresi telah masuk ke dalam semua dimensi. Tak ayal bergabunglah kelompok prodemokrasi baik mahasiswa, NGO, ormas untuk memberikan dukungan kepada Ed Eddy dan Igo yang disidang di Pengadilan negeri. Dukungan bahkan datang dari musisi balada Franky Sahilatua dan Prof. Drs Jiwa Atmadja, SU (Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana Bali) yang hadir sebagai ahli di persidangan tersebut.<br />
Tak tanggung-tanggung, proses persidangan berlangsung hampir setahun. Waktu yang lebih dari cukup untuk membuat seluruh audiens hafal dengan lirik lagu <em>Anjing</em>. Sehingga lagu itu kerap dinyanyikan dalam aksi-aksi solidaritas untuk para “residivis”. Mungkin hanya jaksa dan hakim&#8212;yang mengadili perkara tersebut&#8212;yang tidak hafal lagu itu. Ya  wajar, karena mereka sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Ed Eddy dan Igo untuk menyanyikan lagu itu di persidangan sebagai salah satu pembuktian materiil, bahwa lagu itu tidak menghina siapapun termasuk badan penguasa umum yang bernama Kepolisian.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-Court"><img class="size-full wp-image-1471 aligncenter" title="EdEddy-Court" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court.jpg" alt="EdEddy-Court" /></a>Walaupun akhirnya vonis 6 bulan penjara dengan 1 tahun masa percobaan menjadi ending dari kisah tragis ini, toh tetap memberikan beberapa catatan yang patut diapresiasi.</p>
<ul>
<li>Pertama, Ed Eddy dan Igo yang biasanya manggung di tempat umum, tetapi dengan berjalannya peradilan itu, halaman Pengadilan Negeri Denpasar selalu menjadi panggung buat mereka sebelum memasuki ruangan sidang. Situasi ini memberikan nilai yang bermakna tinggi, dimana “kesakralan” gedung ini tidak lagi menghantui para musisi.</li>
<li>Kedua, kasus ini mempertebal bangunan solidaritas dari para musisi khususnya di Bali dalam menghadapi kriminalisasi seniman.</li>
<li>Ketiga, ada ikon pejuang kebebasan berekspresi dari musisi. Ketiga catatan ini menurut penulis jauh melampaui kearogansian kekuasaan  untuk mempidana musisi atas karya-karya mereka.</li>
<li>Keempat; atas kasus ini bahkan melahirkan agenda music bertajuk “Speak Up”, yang sempat menjadi agenda tetap gerakan prodemokrasi di Bali bersama-sama para musisi.</li>
</ul>
<p><strong>Sebuah Kenangan Terhadap Para “Residivis”</strong></p>
<p>Mengingat tentang Ed-Eddy &amp; Residivis kerap membuat saya tersenyum simpul. Betapa tidak, pertama kali saya mengenal nama grup ini dari Rudolf Dethu pada waktu mengajukan nama grup ini untuk main di konser amal dari bali untuk Jogja. “Mmm&#8230; nama yang cukup aneh bin garang”, pikir saya. Walaupun akhirnya setelah bertemu langsung, ternyata “tampang-tampang garang” ini sudah sering saya temui sebelumnya. Maklum nama band ini baru terdengar di telinga saya,  akhirnya membuat saya kecele, karena ternyata isinya adalah orang-orang yang sudah malang-melintang dalam dunia permusikan.</p>
<p>Bertampang garang, berhati “mellow” itulah mereka di mata saya. Terlebih seorang Ed Eddy, tubuh tegap besar berkepala botak atau Om Joe (ex. bassist) tampil penuh tattoo dengan rambut gondrong. Sangar&#8230; betul-betul sangar! Inilah faktor yang membuat saya kecele untuk kedua kalinya, ternyata walaupun bertampang garang tapi lagu-lagu mereka sangat kocak dan semakin kocak&#8212;namun selalu sarat kritik sosial&#8212;dengan tingkah Ed-Eddy. “Ah tertipu lagi nih”, protes otak saya.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Ozigo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-Ozigo"><img class="size-full wp-image-1473 aligncenter" title="EdEddy-Ozigo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Ozigo.jpg" alt="EdEddy-Ozigo" /></a>Saya benar-benar dibuat jatuh hati dengan suguhan itu. Yang membuat saya makin merasa &#8220;sehati”, tatkala mereka mendendangkan lagu <em>Kronologi Pistol dan Amunisi</em>. Lagu yang sarat pesan anti kekerasan, begitu menyeruak dalam. Tidak pernah terbayang pesan itu begitu mengena dengan dunia pergerakan hak asasi manusia.</p>
<blockquote><p>…Pistol dan amunisi tak hanya punya pak polisi lagi,<br />
Pistol dan amunisi mestinya bela Hak Asasi…</p></blockquote>
<p>Lirik ini saya isi garis tebal, karena sungguh menggelitik kepala saya. Lagu yang secara tepat menggambarkan bagaimana kekerasan, premanisme, teror baik oleh aktor negara maupun negara begitu masif terjadi di negeri ini. Tentu saja praktek penjualan senjata adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rantai kekerasan yang terjadi. Tak pelak lagu ini kerap saya nyanyikan di beberapa pertemuan&#8212;tentu saja dengan gaya amatiran&#8212;dan tak disangka banyak yang tertarik setelah mendengarkan lagu ini. Mungkin saja lagu ini dirasa mewakili keluh kesah para aktivis hak asasi manusia selama ini. Bagi saya tembang ini secara tidak langsung adalah kampanye bagi gerakan HAM khususnya gerakan anti kekerasan.</p>
<p>Saat ini lagu mereka bukan hanya sebatas lagu yang berdendang di media elektronik, tapi mulai menyatu dan membumi karena aktivitas bermusik yang bertaut dengan kampanye-kampanye lapangan kelompok prodemokrasi. Mungkin pengalaman dikriminalisasi membuat band ini semakin terlecut untuk mengabdikan diri bagi pemajuan kebebasan berekspresi di negeri yang “parno” dengan kritik. Begitu semangatnya mereka, sehingga sepanjang ingatan saya tidak satupun penolakan dari mereka tatkala diajak untuk mengisi acara-acara kampanye gerakan HAM dan demokrasi. Sungguh kenangan yang indah dan sulit terlupakan.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court2.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-Court2"><img class="size-full wp-image-1472 aligncenter" title="EdEddy-Court2" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-Court2.jpg" alt="EdEddy-Court2" /></a>Di luar apa yang terpapar diatas, ada beberapa hal yang juga membenamkan kenangan lucu bercampur sedih bila mengingat sosok seorang Ed-Eddy. Terutama menyangkut bagaimana seorang Ed-Eddy yang galak, ternyata adalah seorang manusia biasa yang punya rasa takut. Ini terjadi tatkala Ed-Eddy diperiksa tengah malam sampai subuh di Polsek Denpasar Selatan (Densel) pasca manggung di Konser Amal “dari Bali Untuk Jogja”. Terlihat seorang Ed-Eddy yang “khawatir” saat menjalani pemeriksaan atas tuduhan menghina polisi karena menyanyikan lagu  berjudul <em>Anjing</em> di konser itu. Berulangkali kepala botaknya menjadi usapan tangannya. Tak terhitung berapa kali botaknya digosok-gosok tangannya sendiri, saat di BAP di kantor Polsek Densel. <em>Ha ha ha&#8230; mengkilap bro!</em></p>
<p>Saya bersama Dethu, Oktaf, Bayu, yang mendampingi selama pemeriksaan harus berkali-kali membesarkan hati mereka. Sampai kata-kata “jimat” para aktivis keluar dari mulut saya&#8212;mengutip sajak dari Widji Tukul&#8212;, “Hanya satu kata: Lawan!”. Demikian juga pada saat persiapan menghadapi persidangan, terlihat &#8220;kekhawatiran” di dalam diri Ed Eddy dan juga Igo. Terlebih menghadapi sidang perdana di PN Denpasar, kegelisahan menjadi-jadi. “Wah, ternyata bisa takut juga”, ujar saya ke Dethu yang langsung dibarengi dengan celotehan-celotehan lucu dari teman-teman yang lain.<br />
Namun “kekhawatiran” itu cukup sampai di sana saja. Begitu fase sidang perdana dilewati, “kekhawatiran” itu berubah menjadi semangat perlawanan. Di sinilah titik haru saya melihat kemajuan mereka. Mengutip kata-kata alm. Munir:“Yang paling sulit adalah mengatasi rasa takut itu sendiri”. Ed Eddy dan Igo telah mampu melalui itu, mampu mengatasi rasa takut diri sendiri. Terlihat bagaimana Ed Eddy dan Igo bersama Residivis lainnya mampu bangkit dengan tetap berceloteh “nakal” di dalam aksi-aksi panggung mereka&#8212;tentu saja tanpa lagu &#8220;Anjing piaraannya&#8221;. Ataupun kebangkitan itu langsung menghasilkan lagu berjudul <em>Lagu Kita Orang Indonesia</em>, yang penuh dengan kritik atas kondisi negeri ini. Dan juga lagu berjudul <em>Browny</em>, sebuah lagu yang menyindir perilaku “anjing” peliharaan yang suka gigit kalau tidak diberi asupan.</p>
<p>Refleksi atas peristiwa peradilan terhadap dirinya, pun membawa kemajuan yang signifikan. Terlihat mereka cukup cerdas dalam menciptakan karya dengan melakukan “konsultasi” atas lirik-lirik lagu mereka untuk menghidari arogansi kekuasaan “menghujam” mereka lagi tanpa harus kehilangan kekritisan dalam karya-karyanya. Kemajuan inilah yang membuat saya tidak sedih lagi&#8212;mengikuti judul mereka “Aku Tak Sedih”&#8212;atas peristiwa kriminalisasi itu.</p>
<p>Namun demikian tetap saja ketika mendengar Ed-Eddy menggelar konser perpisahan, ada perasaan sedih membuncah dalam hati saya. Saya dan sekian banyak kawan-kawan akan “kehilangan” salah satu band yang berjiwa “residivis”. Jiwa yang tidak pernah kapok untuk berceloteh “nakal” dengan karya-karyanya.</p>
<p>Ed Eddy &amp; “benar-benar” Residivis. Semoga sukses dan tidak kehilangan jiwa “residivis”nya.  Ini sebuah pesan dan harapan dari seorang kawan sesama residivis yang tersampaikan lewat tulisan di baju beserta opini ini.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-AlbumLaunch.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1467];player=img;" title="EdEddy-AlbumLaunch"><img class="size-full wp-image-1474 aligncenter" title="EdEddy-AlbumLaunch" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/10/EdEddy-AlbumLaunch.jpg" alt="EdEddy-AlbumLaunch" /></a><span style="color: #ff0000;">*</span><em><small>Tulisan ini didedikasikan untuk Ed-Eddy &amp; Residivis yang menggelar konser perpisahan bertajuk: “Aku Tak Sedih &#8211; Pesta Ria Perpisahan”, Sabtu, 24 Oktober 2009 di Forrest Club ~ pelataran Suicide Glam Clubhouse Denpasar</small></em><br />
<span style="color: #ff0000;">*</span><small><em>Wayan &#8220;Gendo&#8221; Suardana adalah aktivis pro-demokrasi dan pejuang HAM militan, pula merupakan terpidana atas perkara penghinaan terhadap Presiden RI, didakwa dengan pasal 134 jo. 136 bis KUHP (pasal yang telah dinyatakan bertentangan dengan konstitusi oleh Mahkamah Konstitusi)</em><br />
<span style="color: #ff0000;">*</span><em>Semua foto diambil dari halaman Facebook Ed Eddy &amp; Residivis</em><br />
<span style="color: #ff0000;">*</span><em>Artikel lain tentang Ed Eddy di Musikator bisa dilihat <a href="http://www.musikator.com/residivis">di sini</a></em><br />
</small>
</p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/ed-eddy-benar-benarresidivis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Takut Membakar Bulungan</title>
		<link>http://www.musikator.com/tidak-takut-membakar-bulungan/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/tidak-takut-membakar-bulungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 01:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Tangan mengepal ke udara. Teriak membahana, ”Individu, Individu merdeka!” Selang satu hari setelah bom di hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton meledak, Jakarta Metal Fest diselenggarakan. Saya awalnya berpikir hasilnya akan sama saja seperti kedatangan Manchester United, gagal. Ternyata, Bulungan Outdoor, Jakarta penuh dengan ratusan metalheads yang telah membeli tiket masuk seharga Rp 25.000. Pemandangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftidak-takut-membakar-bulungan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftidak-takut-membakar-bulungan%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tangan mengepal ke udara. Teriak membahana, ”Individu, Individu merdeka!” Selang satu hari setelah bom di hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton meledak, Jakarta Metal Fest diselenggarakan. Saya awalnya berpikir hasilnya akan sama saja seperti kedatangan Manchester United, gagal. Ternyata, Bulungan Outdoor, Jakarta penuh dengan ratusan metalheads yang telah membeli tiket masuk seharga Rp 25.000. Pemandangan hari itu selayaknya jargon yang berkembang di dunia maya dari causes Indonesia Unite, ”Kami tidak takut!”<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/JakartaMetalFest2009-pic.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1456];player=img;" title="JakartaMetalFest2009-pic"><img class="size-full wp-image-1457 aligncenter" title="JakartaMetalFest2009-pic" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/JakartaMetalFest2009-pic.jpg" alt="JakartaMetalFest2009-pic" /></a>Jakarta Metal Fest 2009 mengibarkan spanduk dengan desain yang tidak mengesankan bergambar bajaj. Logo yang tergolong aneh untuk mewakili Jakarta dan Metal. Bajaj kan berasal dari India. Entahlah. Even ini digagas oleh Divisi-20 yang diketuai Yura Lagan. Metal Fest diramaikan pula oleh band luar Jakarta, seperti Kumal (Medan, Sumatera Utara) dan Pernicious Head (Purwokerto, Jawa Tengah). Band baru seperti Bleeding Act (Bandung) dan Silluet (Bogor) juga turut meramaikan.</p>
<p>Vokalis Seringai, Arian13 menyerukan protes terhadap aksi teror yang melanda negara ini kembali. Lagu ”Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)” menjadi rangkaian tema yang sudah bicara penuh makna. Tanpa Arian perlu berpidato lebih panjang, satu lagu sudah mewakili. Penonton merajut putaran moshing hingga silih berganti mengangkat tubuh untuk crowdsurfing.</p>
<p>Ada yang hilang sore itu. Khemod tidak menampakkan sosoknya di balik set drum. Ternyata, sang drummer Seringai itu mengalami patah jari. Namun Khemod enggan menjelaskan penyebabnya karena malu. Cidera Khemod mengakibatkan tangannya harus cuti dari sentuhan drum. Yup, saksikan Seringai pada Juli-Agustus tanpa kilau kepala botak Khemod yang akan Anda rindukan. Posisi Khemod digantikan oleh Ade dari Killed by Butterfly yang sempat tergelincir memainkan deru liar ketukan musik Seringai saat itu. Wajar saja, namanya juga dadakan.</p>
<p>Kehilangan lain sudah lama nyata, tapi baru kian terasa. Noxa manggung kembali tanpa sosok Robin Hutagaol. Saya kembali mengenang para metalheads yang berbondong-bondong datang menunjukkan belasungkawa dalam Robinfest di tempat yang sama. Sayang, justru pada acara penghormatan terakhir Robin itu Noxa malah tidak menginjak panggung. Kendala izin acara mengacaukan sisa waktu. Tak berbeda dengan Jakarta Metal Fest. Acara tamat pada waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 19.00.</p>
<p>Bayangan Anda akan Metal Fest di luar negeri tidak terwujud di sini. Saya hanya merasakan nuansa ketika menonton ulangtahun Riot on Air di tempat yang sama dulu. Tiada yang memesona, hanya gig metal yang kurang gelegar akbar. Lokasi yang strategis cukup membantu absensi para metalheads Jakarta. Acara ini mengalami kemunduran dari jadwal Sabtu, 13 Juni menjadi Minggu, 19 Juli. Apa penyebabnya? Pemilu Presiden berhasil menghancurkan beberapa jadwal acara. Bahkan, Java Mini Tour Seringai yang sudah saya antisipasi. Tapi, sepertinya acara kenegaraan itu sanggup menggeser segala perizinan yang hampir final. Setidaknya acara ini selamat dari guncangan huru-hara akibat bom bunuh diri dari para pengecut yang bermain Tuhan. Selamat datang di era kemunduran.</p>
<p>____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Tulisan ini adalah hibah dari Karlina Octaviany&#8212;panggil dia Alin<br />
<span style="color: #ffff00;">*</span>Foto juga hasil jepretan dari kamera ponsel milik Alin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/tidak-takut-membakar-bulungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Lancip Tentang Ska Bersama Rude Boy Dodix</title>
		<link>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 01:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Sejawat Musikatorians, berikut saya lampirkan rangkuman dialog semi kasual antara saya dengan Rude Boy Dodix. Global citizen kelahiran Bali ini notabene adalah sohib dekat saya. Di urusan Rock &#8216;n&#8217; Roll, kita pernah tergabung bersama dalam band management Glampunkabilly Inferno yang sempat ber-partnership dengan Superman Is Dead, Navicula, Postmen, pula&#8212;secara tak langsung&#8212;Suicidal Sinatra. Di lingkungan terdekatnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sejawat Musikatorians, berikut saya lampirkan rangkuman dialog semi kasual antara saya dengan Rude Boy Dodix. Global citizen kelahiran Bali ini notabene adalah sohib dekat saya. Di urusan Rock &#8216;n&#8217; Roll, kita pernah tergabung bersama dalam band management Glampunkabilly Inferno yang sempat ber-partnership dengan Superman Is Dead, Navicula, Postmen, pula&#8212;secara tak langsung&#8212;Suicidal Sinatra. Di lingkungan terdekatnya, Dodix dikenal sebagai peminat/penikmat/penggiat Ska (clearly, check out his name). Paling mutakhir, pria yang juga penyuka tattoo ini mulai merambah dunia per-DJ-an dan mengusung alter ego lain lagi: Sound Bwoy Dodix.</p>
<p>Nah, sehubungan dengan kegandrungannya pada genre yang bermula dari Jamaika tersebut, untuk membinasakan rasa penasaran, saya kemudian memberondongkan sejumlah pertanyaan kepadanya. Silakan disimak. <em>Pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it uuup</em>!<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dodix1.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="dodix1"><img class="size-full wp-image-1428 aligncenter" title="dodix1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dodix1.jpg" alt="Rude Boy Dodix" /></a><strong>1. Sejak kapan mulai dengerin Ska dan apa yang bikin suka?</strong><em><br />
Sekitar tahun 1996, waktu itu album Rancid yang bertajuk </em><strong>.</strong>..And Out Come The Wolves<em> dengan single-nya </em>Time Bomb<em> sangat meledak. Di lagu ini, selain memang berbau Ska yang kental, mereka juga memasukkan unsur Reggae di tengah-tengah lagu. Lagu ini yang bisa dibilang menjadi pemicu saya untuk menyelami genre ini secara lebih dalam. Dan sampai hari ini pun Time Bomb</em><em> tetep sukses bikin bulu kuduk saya merinding.<br />
Di tahun berikutnya, saat sampeyan balik dari gawe di kapal pesiar dan ngasihin saya oleh-oleh majalah Alternative Press #109 08/1997  yang memuat artikel tentang Ska gelombang ke 3 berikut sub-genre-nya, Ska-Punk; dari sana saya jadi banyak mendapatkan referensi tentang aliran musik ini dan band-band Ska saat itu. Dari situlah saya jadi jatuh cinta dengan musik Ska&#8212;utamanya Ska Punk&#8212;sampai sekarang.<br />
</em><em><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/APcover.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="APcover"><img class="alignnone size-full wp-image-1429" title="APcover" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/APcover.jpg" alt="AP # 109" /></a><br />
</em></p>
<p><strong>2. Kenapa harus Ska Punk?</strong><br />
<em>Well, mungkin buat yang belum pernah denger, Ska sendiri secara resmi dibagi menjadi 3 gelombang (walaupun kata <a href="http://www.myspace.com/yasser69">DJ Ace The Boss</a>, sekarang sudah ada gelombang ke-4 yang disebut Traditional Ska Revival), yaitu: Gelombang Pertama yang dimulai sekitar tahun 60an dan lebih dikenal sebagai Traditional Ska. Kemudian Gelombang ke-2 dimulai sekitar akhir 70an, band yang paling signifikan di era ini adalah The Specials. Dan gelombang ke-3 di tahun 90an (akhir 80an) yang dianggap sebagai kebangkitan kembali musik Ska.</em></p>
<p><em>Lagi, kenapa harus Ska Punk, mungkin menurut saya lebih karena energinya ya. Menurut saya Ska Punk lebih berenergi dan kebanyakan lebih danceable. Bisa diingat juga di tahun 1994, kala itu Punk Rock juga bangkit lagi dengan ditandai suksesnya album </em>Dookie<em> dari Green Day, yang kemudian diikuti dengan bermunculannya band-band Punk Rock lainnya&#8212;termasuk juga Rancid. Dari situ berlanjutlah ke wabah musik Ska. Saya yang lebih dahulu suka musik Punk Rock, akhirnya lebih mudah mencerna dan menerima Ska yang sudah bercampur dengan unsur Punk Rock.</em></p>
<p><strong>3. Dari tadi ngomongin Rancid melulu. Memangnya mereka itu band favorit anda?</strong><br />
<em>He he&#8230; Saya memang cinta mati sama Rancid dan lebih spesifik lagi dengan Tim Armstrong, sang vokalis sekaligus otak di balik masuknya unsur Ska di band Punk Rock satu ini. Yang paling saya suka dari Tim Armstrong, walaupun suaranya sama sekali gak bagus&#8212;doi lebih banyak bergumam dari pada bernyanyi&#8212;lagu-lagunya menurut saya sangat soulful. Kalau dirunut sejarahnya, Tim Armstrong yang waktu itu memakai nickname Lint, adalah juga gitaris dari band legendaris dan kontroversial Operation Ivy. Band ini dibicarakan orang sampai sekarang karena dianggap sebagai leluhur dari Ska Punk dan sekaligus juga kontroversial karena mereka bubar di bulan Mei 1989, di bulan yang sama saat album penuh pertama mereka, </em>Energy<em>, dirilis. Tim Armstrong juga punya andil yang sangat besar atas lahirnya Dance Hall Crashers, band Ska asal Berkeley, California; yang tetap disegani sampai sekarang.<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TimArmstrong.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="TimArmstrong"><img class="alignnone size-full wp-image-1430" title="TimArmstrong" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TimArmstrong.jpg" alt="Tim Armstrong" /></a></em></p>
<p><strong>4. Ada gak sih band Ska dari luar yang pernah main di Indonesia?</strong><br />
<em>Gak banyak sih yang bisa disebutin, tapi kalau menurut saya ada 2 yang paling penting:<br />
1. Di tahun 1996 No Doubt pernah main di pantai Sanur, Bali, dalam rangkaian konser Music For Our Mother Ocean. Yup, No Doubt yang vokalisnya Gwen Stefani, yang sekarang berubah jadi Queen of Bling Pop. Album mereka waktu itu </em>Tragic Kingdom<em> emang penuh dengan unsur Ska&#8212;listen to the </em>Spiderwebs<em> and you’ll see what I mean&#8212;yang mungkin juga karena waktu itu sedang trend. Saya cukup beruntung sempat menonton mereka saat itu<br />
2. Kalo gak salah di tahun 2000an, Save Ferris&#8212;the band broke up in 2005 and now Monique Powell sings for The Mojo Wire&#8212;main di Hard Rock Café Bali. Buat penyegaran, Save Ferris mendunia setelah menyanyikan remake lagu </em>Come on Eileen<em> yang aslinya dinyanyiin sama Dexys Midnight Runners</em></p>
<p><strong>5. Bisa sedikit cerita tentang band Ska di Indonesia?</strong><br />
<em>Dulu jamannya Ska lagi booming, ada banyak band-band Ska di Indonesia, malah termasuk Bobby Kool dari Superman Is Dead pun sempet punya side project band Ska yang dikasih nama The Croto Chip, yang bahkan pernah ngeluarin 1 album indie yang dikasih judul </em>Percuma<em>.</em></p>
<p><em>Kalo saya sebutin, ada beberapa band Ska yang cukup penting seperti Noin Bullet yang sampai sekarang masih eksis. Trus, dulu ada Jun Fang Gang Foo dengan hits-nya </em>Bruce Lee<em>. Dan yang masih tetap bertahan sampai sekarang, the mighty Shaggy Dog. Juga Souljah band Ska/Reggae yang sudah ngeluarin 2 album, masih tetep beredar sampai sekarang. By the way, saya gak akan masukin Tipe X di sini,karena menurut saya mereka cuman mainin musik Melayu dengan sentuhan terompet disana-sini&#8230; They are totally NOT Ska!</em></p>
<p><strong>6. Sebutin dong band-band Ska favorit anda!</strong><br />
<em>Kalau musti disebutin bakalan sangat banyak ya, tapi biar gampang nyebutinnya, di bawah ini saya bikinkan “10 Album Ska-Punk Favorit Sepanjang Masa” menurut versi saya&#8212;in no particular order:</em></p>
<p>1. The Specials – The Specials (2-Tone/Chrystalis)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/thespecials.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="thespecials"><img class="alignnone size-full wp-image-1435" title="thespecials" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/thespecials.jpg" alt="thespecials" /></a></p>
<p>2. Operation Ivy – Energy (Lookout!)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/operationivy.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="operationivy"><img class="alignnone size-full wp-image-1436" title="operationivy" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/operationivy.jpg" alt="operationivy" /></a></p>
<p>3. Rancid – And Out Come The Wolves (Epitaph)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/rancid_andoutcomethewolves.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="rancid_andoutcomethewolves"><img class="alignnone size-full wp-image-1437" title="rancid_andoutcomethewolves" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/rancid_andoutcomethewolves.jpg" alt="rancid_andoutcomethewolves" /></a></p>
<p>4. Dance Hall Crashers – Lockjaw (MCA)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dancehallcrashers-lockjaw.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="dancehallcrashers-lockjaw"><img class="alignnone size-full wp-image-1438" title="dancehallcrashers-lockjaw" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dancehallcrashers-lockjaw.jpg" alt="dancehallcrashers-lockjaw" /></a></p>
<p>5. Reel Big Fish – Turn The Radio Off (Mojo)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/reelbigfish-turntheradiooff.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="reelbigfish-turntheradiooff"><img class="alignnone size-full wp-image-1439" title="reelbigfish-turntheradiooff" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/reelbigfish-turntheradiooff.jpg" alt="reelbigfish-turntheradiooff" /></a></p>
<p>6. The Mighty Mighty Bosstones – Let’s Face It (Mercury)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/mmb-letsfaceit.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="mmb-letsfaceit"><img class="alignnone size-full wp-image-1440" title="mmb-letsfaceit" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/mmb-letsfaceit.jpg" alt="mmb-letsfaceit" /></a></p>
<p>7. Less Than Jake – Losing Streak (Capitol)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/lessthanjake-losingstreak.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="lessthanjake-losingstreak"><img class="alignnone size-full wp-image-1441" title="lessthanjake-losingstreak" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/lessthanjake-losingstreak.jpg" alt="lessthanjake-losingstreak" /></a></p>
<p>8. The Suicide Machines – Destruction By Definition (Hollywood)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/suicide-machines.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="suicide-machines"><img class="alignnone size-full wp-image-1442" title="suicide-machines" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/suicide-machines.jpg" alt="suicide-machines" /></a></p>
<p>9. Voodoo Glow Skulls – The Band Geek Mafia (Epitaph)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/vgs-bandgeekmafia.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="vgs-bandgeekmafia"><img class="alignnone size-full wp-image-1444" title="vgs-bandgeekmafia" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/vgs-bandgeekmafia.jpg" alt="vgs-bandgeekmafia" /></a></p>
<p>10. Sublime – Sublime (MCA)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/sublime.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="sublime"><img class="alignnone size-full wp-image-1443" title="sublime" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/sublime.jpg" alt="sublime" /></a></p>
<p><strong>7. Cool. I think that&#8217;s enough for now.</strong><br />
<em>Cheers, brother man.</em></p>
<p>Nah, bagi rekan-rekan lain yang ingin berdiskusi lebih jauh dengan Rude Boy Dodix soal Ska serta berbagai sub genrenya silakan posting comment di bawah ini. <em>Pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it uuup</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>263</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Hydrant ~ Bali Bandidos Eurobilly Tour 2009</title>
		<link>http://www.musikator.com/the-hydrant-bali-bandidos-eurobilly-tour-2009/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/the-hydrant-bali-bandidos-eurobilly-tour-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 06:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1378</guid>
		<description><![CDATA[Berita Pers Ditulis oleh Rudolf Dethu Butuh hampir tiga tahun, lusinan pertemuan, seberondong pertunjukan, dan berlimpah bolak-balik surat elektronik; untuk meyakinkan sejawat Slovakia bahwa The Hydrant memang pantas untuk diberikan kesempatan tampil di ajang akbar tahunan yang telah berlangsung sejak 1997, Festival Pohoda, di Bratislava. Sungguh tak sia-sia perjuangan kolektif asal Denpasar, Bali, yang berdiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fthe-hydrant-bali-bandidos-eurobilly-tour-2009%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fthe-hydrant-bali-bandidos-eurobilly-tour-2009%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<pre style="text-align: left;"><span style="text-decoration: underline;">Berita Pers</span>
Ditulis oleh Rudolf Dethu</pre>
<p>Butuh hampir tiga tahun, lusinan pertemuan, seberondong pertunjukan, dan berlimpah bolak-balik surat elektronik; untuk meyakinkan sejawat Slovakia bahwa The Hydrant memang pantas untuk diberikan kesempatan tampil di ajang akbar tahunan yang telah berlangsung sejak 1997, Festival Pohoda, di Bratislava.</p>
<p>Sungguh tak sia-sia perjuangan kolektif asal Denpasar, Bali, yang berdiri sejak 2004 ini. Jungkir balik dansa akrobatik Marshello, serta liuk menggelitik Wis&#8212;biduan dan gitaris, duo pendiri The Hydrant&#8212;bak lunas terbayarkan saat visa &amp; tiket pesawat tiba di tangan, serta hari &amp; tanggal pertunjukan positif ditentukan: Jumat, 17 Juli 2009. Berpatokan pada tarikh bersejarah tersebut maka disusunlah kemudian sejumlah agenda musikal untuk melengkapinya, lalu diberi tajuk: <strong>Bali Bandidos Eurobilly Tour 2009</strong>. Oh, The Hydrant tak hanya akan berkiprah di Bratislava, Slovakia; tapi juga di Wina, Austria.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/eurobilly-pressrelease.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1378];player=img;" title="eurobilly-pressrelease"><img class="size-full wp-image-1379 aligncenter" title="eurobilly-pressrelease" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/eurobilly-pressrelease.jpg" alt="Eurobilly Tour 2009" /></a>Memang, kemahsyuran The Hydrant bukan hanya wangi di Pulau Dewata. Seantero Pulau Jawa dan sejumlah metropolitan di Nusantara pun namanya semerbak.  Utamanya karena tampilan nan <em>dandy</em> plus aksi panggung yang unik, duhai tiada duanya. Mulai dari jumpalitan be-bop-a-lula &#8220;The Brown Elvis&#8221; Marshello, cengkok definitif Rockabilly-atau-mati dari gitar Wis, manuver main drum sambil berdiri a la Christopper, hingga atraksi bas betot khas Adi. Belum lagi fakta sahih menunjukkan bahwa The Hydrant merupakan band Rockabilly (padu padan antara Rock &#8216;N&#8217; Roll &amp; Country, seperti Elvis Presley) paling pertama di Indonesia. Pula 3 album penuh, <em><strong>Saturday Night</strong></em>, <em><strong>Rockabilly Live</strong></em>, <em><strong>Bali Bandidos</strong></em>, serta 3 album kompilasi; menggenapi ijo royo-royo eksistensi mereka.</p>
<p>Kini di Pohoda Bali Bandidos akan berjingkrak be-bop-a-lula!</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/thehydrant-at-blackdog.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1378];player=img;" title="thehydrant-at-blackdog"><img class="size-full wp-image-1380 aligncenter" title="thehydrant-at-blackdog" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/thehydrant-at-blackdog.jpg" alt="The Hydrant at Black Dog" /></a><span style="text-decoration: underline;">Jadwal Rinci The Hydrant</span><br />
13 Juli – Terbang ke Wina, Austria<br />
14 Juli – Tiba di Wina<br />
15 Juli – Perjalanan ke Bratislava, Slovakia<br />
16 Juli – Bratislava, beristirahat<br />
17 Juli – Bratislava, Festival Pohoda<br />
19 Juli – Bratislava, ngamen di jalanan<br />
20 Juli – Bratislava, tampil di klub<br />
21 Juli – Bratislava, wawancara radio<br />
22 Juli – Bratislava, kunjungan ke KBRI<br />
23 Juli – Bratislava, beristirahat<br />
24 Juli – Bratislava – Wina<br />
25 Juli – Wina, tampil di klub<br />
26 Juli – Wina, tampil di klub<br />
27 Juli – Wina, beristirahat<br />
28 Juli – Kembali ke Bali<br />
29 Juli – Tiba di Bali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/the-hydrant-bali-bandidos-eurobilly-tour-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lolot: Dulu, Emocore, &amp; Sekarang</title>
		<link>http://www.musikator.com/lolot-dulu-emocore-sekarang/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/lolot-dulu-emocore-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 01:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1338</guid>
		<description><![CDATA[Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik&#8212;khususnya di Bali&#8212;yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D&#8217;Masiv, spontan bakal terperanjat terhenyak terdiam. Di Bali, tempatnya lahir dan dibesarkan, Lolot adalah legenda. Lebih tepat lagi: legenda hidup. Sebutan tersebut rasanya pantas disandangkan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flolot-dulu-emocore-sekarang%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flolot-dulu-emocore-sekarang%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot02.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1338];player=img;" title="lolot02"><img class="size-full wp-image-1340 aligncenter" title="lolot02" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot02.jpg" alt="Lolot 02" /></a>Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik&#8212;khususnya di Bali&#8212;yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D&#8217;Masiv, spontan bakal terperanjat terhenyak terdiam.</p>
<p>Di Bali, tempatnya lahir dan dibesarkan, Lolot adalah legenda. Lebih tepat lagi: legenda hidup. Sebutan tersebut rasanya pantas disandangkan kepada pria asli Denpasar itu. Simak cermat statistik berikut: Lolot mampu menjual hingga 60.000&#8212;beberapa sumber malah menyebut 75.000&#8212;keping untuk album debutnya yang terbit pada bulan April 2003, <em><strong>Gumine Mangkin</strong></em>. Yang mencengangkan adalah bahwa karyanya ini seluruhnya berbahasa Bali serta jauh dari Oriental bin Melayu nan mendayu-dayu (tipikal musik Bali sejak era baheula hingga saat itu). Lolot dengan gagah berani mengusung Punk Rock. Wih. Tak siapa pun pernah menduga sambutan publik bakal sebegitu gempita: sixty friggin&#8217; thousand copies, damn! Belum pernah rasanya ada artis Bali sebelum Lolot mampu semenjulang itu menjual album rekaman.</p>
<p>Efek samping luar biasa lainnya adalah sejak saat itu musik berlirik Bali tak lagi dianggap &#8220;kampring&#8221; terutama oleh publik muda urban. Mendadak saja mendengarkan lagu Bali menjadi sebuah ritual baru yang cool. Dan fenomena kesuksesan Lolot ini instan menginspirasi masyarakat untuk mengekspresikan dirinya. Musik Bali bak terjengkang bangun dari tidurnya. Biduan lawas serta artis karbitan, seniman dan bukan seniman, kecil, besar, tua juga muda, semua tergerak menulis lagu lalu merekamnya di studio kemudian mengedarkannya ke masyarakat luas. Genre musiknya juga beragam. Ada yang membebek Lolot memainkan Punk Rock&#8212;Lolot menyebutnya secara khusus sebagai &#8220;Bali Rock Alternative&#8221;. Ada yang memilih Hip Hop. Ada yang mencoba Reggae. Ada yang mempraktekkan Heavy Metal. Ada yang keukeuh konservatif mendayu-dayu.<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolotbalirockalternative.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1338];player=img;" title="lolotbalirockalternative"><img class="size-full wp-image-1341 aligncenter" title="lolotbalirockalternative" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolotbalirockalternative.jpg" alt="Lolot Bali Rock Alternative" /></a>Lolot menjadi ikon Musik Bali yang amat unik. Cadas, liar dan apa adanya. Lewat Gumine Mangkin Lolot bertransformasi menjadi idola anak muda baru. Tidak cuma di kalangan orang kebanyakan. Dukungan yang muncul dari kubu underground pun kuat. Benar, jika menilik masa lalunya, Lolot tergolong veteran di skena bawah tanah Denpasar. Sebut saja misalnya keterlibatan dia di awal kemunculan SUPERMAN IS DEAD di mana Lolot merupakan pemain bas paling pertama kala SID masih menggunakan nama Superman&#8217;s Silvergun. Lolot juga kerap beraksi di lusinan konser D.I.Y. memainkan Death Metal (!). Pula, bersama saya (ahem), circa 1999, kita pernah tergabung di kelompok EMOCORE REVOLVER&#8212;saya di seksi teriak, Lolot menyayat gitar&#8212;menggotong Emotionally-Charged-Hardcore Rap, dan malah sempat melahirkan dua single segala (salah satu tembang tersebut bisa disimak-dan-unduh di sini). Juga dengan Igo, mereka dulu rutin berkeliling kampus menyenandungkan Bon Jovi dan sebangsanya. Pendeknya: impresif.</p>
<p>Dengan sokongan gigantik dari figur-figur terhormat macam Gus Mantra sebagai manajer, serta musisi berbakat rekan satu band yaitu Lanang, Denny, &amp; Donny; popularitas Lolot meroket duhai tinggi sekali. Tak cuma besar dalam skala lokal. Tapi juga lintas daerah. Lolot riuh dibicarakan utamanya gara-gara kuantitas penjualan albumnya yang ajaib. Sepertinya Lolot adalah satu dari sejuta&#8212;atau sepuluh juta?&#8212;seniman berbahasa daerah yang sanggup mencapai tingkat keludesan sefenomenal itu.</p>
<p>Album ke berikutnya menyusul kemudian: <em><strong>Bali Rock Alternative</strong></em> (Mei 2004), <em><strong>Meong Garong</strong></em> (Juni 2005), <em><strong>The Best of Lolot</strong></em> (Juli 2006), serta <em><strong>Saling Caplok</strong></em> (Mei 2007). Respons yang didapatkan cenderung beragam. Lucunya sambutan hangat dari masyarakat tendensinya justru terus menurun, mendingin. Pamor mengkilat Lolot pelan tapi pasti makin meredup dari hari ke hari. Sejawat di band-nya pun memisahkan diri, membentuk kelompok lain dengan biduan baru. Pihak manajemen juga melepaskan ikatan profesionalnya. Whew. Dihadapkan pada dinamika sedemikian liar Made Bawa memilih untuk menjauh dari blantika musik. Dia menyepi menghindari publisitas. Segala rumor yang berkembang tidak terlalu ditanggapinya. Lolot memutuskan vakum.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot01.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1338];player=img;" title="lolot01"><img class="size-full wp-image-1339 aligncenter" title="lolot01" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot01.jpg" alt="Lolot 01" /></a>Vakum? Vakum untuk sementara, maksudnya. Sebab Lolot masih bergairah besar menggeluti musik. Selama menjalani proses alienasinya dengan jagat raya Lolot mengurung diri di studionya dan menulis tembang-tembang baru. Musikator mendapatkan kehormatan memperoleh bocoran 2 karyanya&#8212;masih versi mentah, tapi lumayanlah buat ngobatin rindu&#8212;yang bakal disertakan di album barunya yang direncanakan terbit pertengahan tahun ini. Yang seru, di albumnya nanti Lolot akan juga menyelipkan lagu berlirik Indonesia. Salah satunya bisa didengar/unduh di sini, bertajuk <em>Pesta</em>. Selain itu kami dari Musikator juga menghadiahi Musikatorians sepasang lagu lawas dari Lolot untuk sekadar sentimental journey, <em>Tresna Memaksa</em> dan <em>Bangsat</em>. Yang lain adalah <em>Confrontational Behaviour</em>, saat saya bareng Lolot masih dalam satu kelompok, Emocore Revolver.</p>
<p>Mari bersulang untuk Lolot!</p>
<p>[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=4vPXEXarQEY[/youtube]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/lolot-dulu-emocore-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Lolot%20-%20Pesta.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		
Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik&#8212;khususnya di Bali&#8212;yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D&#8217;M[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		
Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik&#8212;khususnya di Bali&#8212;yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D&#8217;Masiv, spontan bakal terperanjat terhenyak terdiam.
Di Bali, tempatnya lahir dan dibesarkan, Lolot adalah legenda. Lebih tepat lagi: legenda hidup. Sebutan tersebut rasanya pantas disandangkan kepada pria asli Denpasar itu. Simak cermat statistik berikut: Lolot mampu menjual hingga 60.000&#8212;beberapa sumber malah menyebut 75.000&#8212;keping untuk album debutnya yang terbit pada bulan April 2003, Gumine Mangkin. Yang mencengangkan adalah bahwa karyanya ini seluruhnya berbahasa Bali serta jauh dari Oriental bin Melayu nan mendayu-dayu (tipikal musik Bali sejak era baheula hingga saat itu). Lolot dengan gagah berani mengusung Punk Rock. Wih. Tak siapa pun pernah menduga sambutan publik bakal sebegitu gempita: sixty friggin&#8217; thousand copies, damn! Belum pernah rasanya ada artis Bali sebelum Lolot mampu semenjulang itu menjual album rekaman.
Efek samping luar biasa lainnya adalah sejak saat itu musik berlirik Bali tak lagi dianggap &#8220;kampring&#8221; terutama oleh publik muda urban. Mendadak saja mendengarkan lagu Bali menjadi sebuah ritual baru yang cool. Dan fenomena kesuksesan Lolot ini instan menginspirasi masyarakat untuk mengekspresikan dirinya. Musik Bali bak terjengkang bangun dari tidurnya. Biduan lawas serta artis karbitan, seniman dan bukan seniman, kecil, besar, tua juga muda, semua tergerak menulis lagu lalu merekamnya di studio kemudian mengedarkannya ke masyarakat luas. Genre musiknya juga beragam. Ada yang membebek Lolot memainkan Punk Rock&#8212;Lolot menyebutnya secara khusus sebagai &#8220;Bali Rock Alternative&#8221;. Ada yang memilih Hip Hop. Ada yang mencoba Reggae. Ada yang mempraktekkan Heavy Metal. Ada yang keukeuh konservatif mendayu-dayu.
Lolot menjadi ikon Musik Bali yang amat unik. Cadas, liar dan apa adanya. Lewat Gumine Mangkin Lolot bertransformasi menjadi idola anak muda baru. Tidak cuma di kalangan orang kebanyakan. Dukungan yang muncul dari kubu underground pun kuat. Benar, jika menilik masa lalunya, Lolot tergolong veteran di skena bawah tanah Denpasar. Sebut saja misalnya keterlibatan dia di awal kemunculan SUPERMAN IS DEAD di mana Lolot merupakan pemain bas paling pertama kala SID masih menggunakan nama Superman&#8217;s Silvergun. Lolot juga kerap beraksi di lusinan konser D.I.Y. memainkan Death Metal (!). Pula, bersama saya (ahem), circa 1999, kita pernah tergabung di kelompok EMOCORE REVOLVER&#8212;saya di seksi teriak, Lolot menyayat gitar&#8212;menggotong Emotionally-Charged-Hardcore Rap, dan malah sempat melahirkan dua single segala (salah satu tembang tersebut bisa disimak-dan-unduh di sini). Juga dengan Igo, mereka dulu rutin berkeliling kampus menyenandungkan Bon Jovi dan sebangsanya. Pendeknya: impresif.
Dengan sokongan gigantik dari figur-figur terhormat macam Gus Mantra sebagai manajer, serta musisi berbakat rekan satu band yaitu Lanang, Denny, &#38; Donny; popularitas Lolot meroket duhai tinggi sekali. Tak cuma besar dalam skala lokal. Tapi juga lintas daerah. Lolot riuh dibicarakan utamanya gara-gara kuantitas penjualan albumnya yang ajaib. Sepertinya Lolot adalah satu dari sejuta&#8212;atau sepuluh juta?&#8212;seniman berbahasa daerah yang sanggup mencapai tingkat keludesan sefenomenal itu.
Album ke berikutnya menyusul kemudian: Bali Rock Alternative (Mei 2004), Meong Garong (Juni 2005), The Best of Lolot (Juli 2006), serta Saling Caplok (Mei 2007). Respons yang didapatkan cenderung beragam. Lucunya sambutan hangat dari masyarakat tendensinya justru terus menurun, mendingin. Pamor mengkilat Lolot pelan tapi pasti makin meredup dari hari ke hari. Sejawat di band-nya pun memisahkan diri, membentuk kelompok lain dengan biduan baru. Pihak manajemen juga melepaskan ikatan profesionalnya. Whew. Dihadapkan pada dinamika sedem[...]</itunes:summary>
		<itunes:keywords>News</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Bermodal Eksistensi, Bangkutaman Sambangi Singapura</title>
		<link>http://www.musikator.com/bermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/bermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 00:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1352</guid>
		<description><![CDATA[Band folk-rock asal Jogjakarta , BANGKUTAMAN, baru saja melawat ke negeri Singapura. Capaian tersebut adalah sebuah prestasi besar yang pertama kali didapatkan oleh trio ini dalam kurun waktu 10 tahun berkarir di musik independen. Kepergian mereka ke Negeri Gajah Putih ini dalam rangka memenuhi undangan dari Esplanade, salah satu kompleks gedung pertunjukan ternama di Singapura. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fbermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fbermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam2msktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1352];player=img;" title="bantam2msktr"><img class="size-full wp-image-1354 aligncenter" title="bantam2msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam2msktr.jpg" alt="Bangkutaman live" /></a>Band folk-rock asal Jogjakarta , BANGKUTAMAN, baru saja melawat ke negeri Singapura. Capaian tersebut adalah sebuah prestasi besar yang pertama kali didapatkan oleh trio ini dalam kurun waktu 10 tahun berkarir di musik independen. Kepergian mereka ke Negeri Gajah Putih ini dalam rangka memenuhi undangan dari Esplanade, salah satu kompleks gedung pertunjukan ternama di Singapura.</p>
<p>Untuk kali ini, Bangkutaman khusus didaulat untuk mengisi salah satu program acara Esplanade yang diberi nama &#8220;Rockin&#8217; the Region&#8221;.</p>
<p>Seri acara ini sudah berlangsung dari tanggal 8-10 Mei lalu dengan menampilkan tiga band dari Filipina. Kemudian seri berikutnya, dari tanggal 15-17 Mei menampilkan khusus tiga band Indonesia, salah satunya Bangkutaman, ditambah 2 band asal Bandung, HOMOGENIC, CASCADE,dan singer-songwriter THE FAKE turut pula memeriahkan.</p>
<blockquote><p>Ini adalah pencapaian terbesar dari Bangkutaman</p></blockquote>
<p>ungkap Irwin, gitaris yang belum lama bergabung kembali setelah sekian lama vakum dari Bangkutaman.</p>
<p>Ia menganggap konser di Singapura ini adalah momen berharga sepanjang hidupnya serta kedua personel Bangkutaman lainnya. Demi menggalang dana sekaligus awareness akan kepergian mereka, serangkaian gigs telah digelar, salah satunya adalah tanggal 25-26 April lalu mereka menggelar dua gigs di Jogja, kampung halaman mereka.</p>
<blockquote><p>Ini sekaligus sebagai rasa syukur kita akan berita ini, yang juga sebagai sebagai trigger bagi band-band Jogja lainnya untuk bisa melakukan hal yang sama</p></blockquote>
<p>ungkap basis/vokalis Wahyu a.k.a. Acum yang juga bekerja sebagai jurnalis media musik ibukota.</p>
<p>Selain menggelar pre-gigs, mereka juga membuat beberapa seri kaus limited edition khusus untuk kepergian ke Singapura ini. Di Singapura, trio ini bermain selama dua hari yaitu tanggal 16 Mei dan 17 Mei 2009 sebagai gigs penutup.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam5msktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1352];player=img;" title="bantam5msktr"><img class="size-full wp-image-1353 aligncenter" title="bantam5msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bantam5msktr.jpg" alt="Bangku Taman - 10 Years" /></a>Bangkutaman terbentuk tahun 1999, dimana nama tersebut diambil karena seringnya para personel mereka bertemu di suatu sudut universitas di sebuah bangku taman untuk saling berbagi cerita tentang musik.</p>
<p>Musik mereka sangat terinspirasi dengan atmosfer jingle-jangle khas folk rock dan psikadelik psychedelic tahun 60an yang digabung dengan The Dentist era awal, Rain Parade (dari skena &#8220;paisley underground&#8221; Los Angeles), dan juga beberapa band semacam Big Bang Pow dan Primal Scream ditambah sentuhan psychedelic guitar pop ala Stone Roses dan Charlatans UK.</p>
<p>Sejauh ini mereka telah merilis 3 mini album, 1 single dan 1 album penuh. Rilisan EP mereka yang terakhir <em><strong>Garage of the Soul</strong></em> telah terjual sekitar 1000 kopi di Jepang. Dan lagu-lagu mereka juga sering diputar di beberapa stasiun radio kampus di Australia .</p>
<p>Bahkan pada  Januari 2007, Acum &amp; co. merilis  album best of-nya dengan titel <em><strong>Ready Steady Go!</strong></em> yang hanya tersedia dengan cara mengunduh di  iTunes dengan tujuan mengincar pasar internasional yang lebih luas.</p>
<p>Semoga langkah ini bisa membawa mereka melanglang buana ke seluruh Asia dan dunia internasional walaupun hanya bermodal eksistensi. They have hopes. They totally do.</p>
<p>______________________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Artikel di atas ditulis oleh Wawan Fury, seorang jurnalis kawakan, seorang kawan dekat yang cukup frekuentif menyumbang karyanya untuk Musikator</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/bermodal-eksistensi-bangkutaman-sambangi-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Navicula: Lagu Baru &#8220;Menghitung Mundur&#8221; + Jakarta Tour</title>
		<link>http://www.musikator.com/navicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/navicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 04:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali&#8212;salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya&#8212;akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang benar. Robi, Dankie, Indra, &#38; Gembul bakal menginvasi ibukota pada Senin malam, 13 April 2009, di Prost Beer House, Kemang; juga Rabu malam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali&#8212;salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya&#8212;akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang benar. Robi, Dankie, Indra, &amp; Gembul bakal menginvasi ibukota pada Senin malam, 13 April 2009, di Prost Beer House, Kemang; juga Rabu malam, 15 April 2009, di BB&#8217;s, Menteng + satu konser kejutan pada hari&#8230; well, I can&#8217;t tell you since it&#8217;s a surprise gig, ok?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/grungegods2medium.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1306];player=img;" title="grungegods2medium"><img class="size-full wp-image-1310 aligncenter" title="grungegods2medium" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/grungegods2medium.jpg" alt="Grunge Gods 2" /></a><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/bbsmedium.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1306];player=img;" title="bbsmedium"><img class="alignnone size-full wp-image-1311" title="bbsmedium" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/bbsmedium.jpg" alt="Navicula live at BBs" /></a></p>
<p>Simak persuasi Robi kepada khalayak mengenai konser ini,</p>
<blockquote><p>Hello Kawan, sua lagi denganmu di Jakarta! Pada kesempatan ini kita mengajak kawan sekalian untuk bergabung dalam pesta besahaja kita bersama, pesta kaum penikmat musik ekspresionisme, para pejuang di scene oposisi, budaya tandingan, pendukung idealistik dan penjaga api passion dalam dunia musik tanah air, para pewaris esensi dari rock n roll, aktivis sosial dan global citizen yang open minded, pengumpul jejak sejarah, pengamat budaya nan sophisticated dan bijak, or just some angry kids who are gonna fuck anything! Anda merasa mewakili salah satu karakter di atas? Silakan berkumpul dan bersosialisasi untuk bertatap langsung dengan individu lain yang hanya dikenal lewat sms atau facebook, diskusi interaktif yang terstimulasi nikotin dan alkohol, atau melepas rindu akan kejayaan grunge/alternative rock yang tak pernah mati; mari.., dalam temaram kita habisi malam- tenggelam dalam nada yang kelam&#8230;</p>
<p>Kenakan flannel usang kalian dan bergabung di 2 gigs Navicula!</p></blockquote>
<p>Silakan pula diunduh satu lagu baru dari Navicula, <em>Menghitung Mundur</em>, yang nantinya akan jadi salah satu lagi dari album mereka ke berikutnya, <em><strong>Salto</strong></em>.</p>
<p></p>
<p>Grunge tidak mati. Oh, tidak. Tidak pernah. Tidak akan. Tidak bersedia.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1309" href="http://www.musikator.com/?attachment_id=1309"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/navicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Navicula%20-%20Menghitung%20Mundur.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		
The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali&#8212;salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya&#8212;akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		
The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali&#8212;salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya&#8212;akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang benar. Robi, Dankie, Indra, &#38; Gembul bakal menginvasi ibukota pada Senin malam, 13 April 2009, di Prost Beer House, Kemang; juga Rabu malam, 15 April 2009, di BB&#8217;s, Menteng + satu konser kejutan pada hari&#8230; well, I can&#8217;t tell you since it&#8217;s a surprise gig, ok?

Simak persuasi Robi kepada khalayak mengenai konser ini,
Hello Kawan, sua lagi denganmu di Jakarta! Pada kesempatan ini kita mengajak kawan sekalian untuk bergabung dalam pesta besahaja kita bersama, pesta kaum penikmat musik ekspresionisme, para pejuang di scene oposisi, budaya tandingan, pendukung idealistik dan penjaga api passion dalam dunia musik tanah air, para pewaris esensi dari rock n roll, aktivis sosial dan global citizen yang open minded, pengumpul jejak sejarah, pengamat budaya nan sophisticated dan bijak, or just some angry kids who are gonna fuck anything! Anda merasa mewakili salah satu karakter di atas? Silakan berkumpul dan bersosialisasi untuk bertatap langsung dengan individu lain yang hanya dikenal lewat sms atau facebook, diskusi interaktif yang terstimulasi nikotin dan alkohol, atau melepas rindu akan kejayaan grunge/alternative rock yang tak pernah mati; mari.., dalam temaram kita habisi malam- tenggelam dalam nada yang kelam&#8230;
Kenakan flannel usang kalian dan bergabung di 2 gigs Navicula!
Silakan pula diunduh satu lagu baru dari Navicula, Menghitung Mundur, yang nantinya akan jadi salah satu lagi dari album mereka ke berikutnya, Salto.

Grunge tidak mati. Oh, tidak. Tidak pernah. Tidak akan. Tidak bersedia.

</itunes:summary>
		<itunes:keywords>News</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>TMIF # 13</title>
		<link>http://www.musikator.com/tmif-13/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/tmif-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 01:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[TMIF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Angka 13, bagi sebagian orang merupakan angka sial. Sebaliknya, untuk sekelompok kecil merupakan angka keramat, melambangkan pemberontakan dan dekat dengan Rock &#8216;n&#8217; Roll. Musikator adalah institusi yang disebut belakangan: menganggap angka 13 sebuah hal yang kudus, penting, signifikan. Musikatorians sekalian, selamat datang di TMIF # 13. Mohon besar maaf jika kemunculan TMIF agak kurang konsisten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftmif-13%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftmif-13%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Angka 13, bagi sebagian orang merupakan angka sial. Sebaliknya, untuk sekelompok kecil merupakan angka keramat, melambangkan pemberontakan dan dekat dengan Rock &#8216;n&#8217; Roll. Musikator adalah institusi yang disebut belakangan: menganggap angka 13 sebuah hal yang kudus, penting, signifikan.</p>
<p>Musikatorians sekalian, selamat datang di TMIF # 13. Mohon besar maaf jika kemunculan TMIF agak kurang konsisten belakangan ini. Kami hulubalang Musikator memang sedang giat berbenah, memperbaiki kinerja, terus mencoba memberikan yang terbaik bagi skena musik Nusantara. Dan untuk ke depannya TMIF akan terbit tiap Jumat (sesuai dengan namanya: Thank Musikator It&#8217;s Friday), tiap 3 minggu.</p>
<p>Baiklah, sebelum melaju ke edisi angker ini kami umumkan dulu kontestan dengan perspektif paling runcing serta berhak mendapatkan cendera mata dari <a href="http://www.musikator.com/the-hydrant/">THE HYDRANT</a>, yaitu:</p>
<p>1. Erwin<br />
2. Male Unwisely<br />
3. Rippo<br />
serta hadiah hiburan untuk Bobby dan Budi.</p>
<p>Angkat gelas bagi sejawat cerdas yang telah terpilih. Silakan kontak Igo <a href="mailto:theblado@musikator.com">theblado@musikator.com</a> serta c.c. ke Rudolf Dethu <a href="mailto:suicidaldjdethu@musikator.com">suicidaldjdethu@musikator.com</a><br />
Mohon informasikan alamat domisili serta nomor telepon anda.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/tmiffinalsmall1.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1299];player=img;" title="tmiffinalsmall1"><img class="size-full wp-image-1304 aligncenter" title="tmiffinalsmall1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/tmiffinalsmall1.jpg" alt="TMIF Logo" /></a></p>
<p>Dan untuk TMIF # 13 pendapat yang diharapkan dari rekan semua adalah mengenai:</p>
<blockquote><p>Artis/musisi/band berpartisipasi dalam kampanye politik partai/caleg/capres tertentu. Bagaimana anda melihat kecenderungan ini? Positif? Negatif? Mengganggu reputasi? Atau malah sah-sah saja sebab itu adalah semata urusan profesional, jangan dicampuradukkan?</p></blockquote>
<p>Silakan uraikan sudut pandang anda. Jangan ragu mengemukakan apa yang ada di kepala. Di sini tidak ada salah dan benar. Setiap orang punya idenya sendiri-sendiri. Dan itu harus dihargai. Di sini yang diharapkan adalah kerelaan untuk berbagi, kemauan untuk berbuat yang terbaik, semoga saja dari riuh argumen yang disodorkan kita bisa tiba di sebuah solusi, formula, strategi, apa yang terbaik yang bisa kita berikan bagi negeri ini. Setiap ujaran yang pernah dikontribusikan ke TMIF sebelum-sebelumnya, baik yang menang dan memperoleh hadiah maupun yang belum beruntung, telah menjadi semacam arsip yang amat berharga bagi kita semua. You guys rule, totally. Indonesia menjadi lebih benderang dan bergemerincing positivitas dengan eksistensi anda!</p>
<p>Bagi 3 (tiga) pengusung opini paling cemerlang akan dihibahkan imbalan ultra istimewa&#8212;hey, this is TMIF number 13!&#8212;dari para cendekia cadas peka politik, <a href="http://www.musikator.com/geekssmile/">GEEKSSMILE</a>, berupa paket berisikan hoodie + cd + stiker</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile-hoodiehitam.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1299];player=img;"><img class="size-full wp-image-1300 aligncenter" title="geekssmile" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile.jpg" alt="Geekssmile" /><img class="size-full wp-image-1302 aligncenter" title="geekssmile-hoodieputih" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile-hoodieputih.jpg" alt="geekssmile-hoodieputih" /><img class="size-full wp-image-1303 aligncenter" title="geekssmile-hoodiehitam" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/geekssmile-hoodiehitam.jpg" alt="geekssmile-hoodiehitam" /></a>Plus, sama seperti sebelumnya, perhatikan juga ujaran signifikan di bawah ini:</p>
<p>Syarat &amp; Ketentuan<br />
1. Jawab pertanyaan dan beri komentar di kolom komentar di bawah ini<br />
2. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 (satu) komentar untuk setiap edisi TMIF—pastikan komentar kamu komentar yang kickass!<br />
3. Berdomisili di wilayah Indonesia<br />
4. Biaya pengiriman hadiah ditanggung sepenuhnya oleh Musikator<br />
5. Keputusan pemenang dipilih oleh tim Musikator, dan tidak dapat diganggugugat<br />
6. Pemenang diumumkan pada edisi TMIF berikutnya dan akan dihubungi via e-mail oleh tim Musikator</p>
<p>Buka mata, bersihkan pikiran, cegah menyebarnya paham sektarian, fundamentalisme agama, serta gerakan membinasakan Bhinneka Tunggal Ika oleh manusia-manusia dari jaman batu. Awas serangan Partai Kacung Saudi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/tmif-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WTF: Altamont Speedway Free Festival</title>
		<link>http://www.musikator.com/wtf-altamont-speedway-free-festival/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/wtf-altamont-speedway-free-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 03:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sejawat Musikatorian yang telah lanjut usia (30 tahun ke atas), atau penggemar fanatik The Rolling Stones, atau punya ketertarikan gigantik pada so-called &#8220;Sex, Drugs &#38; Rock &#8216;n Roll&#8221;, pasti pernah menonton film dokumenter &#8220;Gimme Shelter&#8221; atau minimal sempat mendengar kisah legendaris tentang konser gratis pada 6 Desember 1969 di Altamont Speedway, California. Pertunjukan tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-altamont-speedway-free-festival%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-altamont-speedway-free-festival%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bagi sejawat Musikatorian yang telah lanjut usia (30 tahun ke atas), atau penggemar fanatik The Rolling Stones, atau punya ketertarikan gigantik pada so-called &#8220;Sex, Drugs &amp; Rock &#8216;n Roll&#8221;, pasti pernah menonton film dokumenter &#8220;Gimme Shelter&#8221; atau minimal sempat mendengar kisah legendaris tentang konser gratis pada 6 Desember 1969 di Altamont Speedway, California.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/gimmesheltermsktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1295];player=img;" title="gimmesheltermsktr"><img class="size-full wp-image-1296 aligncenter" title="gimmesheltermsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/gimmesheltermsktr.jpg" alt="Gimme Shelter documentary movie" /></a></p>
<p>Pertunjukan tanpa tiket&#8212;lebih populer dengan tajuk &#8220;Altamont Free Concert&#8221;&#8212;yang menghadirkan nama-nama besar macam Santana, Jefferson Airplane, The Flying Burrito Brothers, The Grateful Dead, Crosby, Stills, Nash, and Young; serta Mick Jagger &amp; co. sebagai penampil utama itu bukan saja mampu mengundang hingga 300 ribu orang untuk datang, seraya menyisipkan sisi tak terduga: 4 bayi dikabarkan lahir di arena konser, pula menyertakan sisi kelam: 2 orang tewas akibat kecelakaan bermotor, 1 orang tenggelam, dan&#8212;ini dia&#8212;1 orang terbunuh. Mari menyimak lebih jauh soal apa/siapa/kenapa sampai terjadi huru-hara berujung maut.</p>
<p>Tadinya pagelaran ini hendak diselenggarakan di Golden Gate Park di San Fransisco, namun karena alasan perijinan kemudian pindah ke Sears Point Raceway, mentok lagi, hingga akhirnya disepakati memakai Altamont Raceway. Hari dan tanggal penyelenggaran: Sabtu, 6 Desember 1969. Dan&#8212;menurut sebuah versi&#8212;atas rekomendasi The Grateful Dead, geng motor Hell&#8217;s Angels dipakai sebagai tenaga keamanan. Dengan koordinator lapangan Ralph &#8216;Sonny&#8217; Barger, ketua Hell&#8217;s Angels cabang Oakland. Dengan bayaran/barter segunung bir senilai 500 Dollar Amerika. Beberapa orang memberikan versi sama sekali berbeda, terutama Sam Cutler, road manager The Rolling Stones. Ia menolak anggapan bahwa Hell&#8217;s Angels memang disewa sebagai satuan pengaman.</p>
<blockquote><p>The only agreement there ever was &#8230; the Angels would make sure nobody tampered with the generators, but that was the extent of it. But there was no &#8216;They&#8217;re going to be the police force&#8217; or anything like that. That&#8217;s all bollocks</p></blockquote>
<p>Pada pra dan masa awal, situasi aman terkendali, konser berjalan relatif damai (thanks to booze, LSD, and amphetamine). Penonton, yang hampir seluruhnya hippies, bergembira&#8212;tepatnya &#8220;high&#8221;&#8212;menikmati ajang musik cuma cuma itu. Sementara di seberangnya gerombolan Hell&#8217;s Angels menikmati suguhan bir bebas beanya. Di pertengahan, suasana berangsur memburuk. Tensi mendaki naik, berubah panas. Mabuk, giting, halusinasi, paranoid, overdosis, campur aduk jadi satu. Penonton&#8212;sebagian membawa mawar merah, asli hippies abis&#8212;dan Hell&#8217;s Angels yang sebelumnya tata-tentram-kerta-raharja, riang ria dan protagonis, beralih menjadi buruk rupa dan antagonis. Mulai terjadi pertengkaran kecil dan sporadis antar satu sama lain. Keributan besar meledak ketika Denise Jewkes, personel band asal San Fransicso, Ace of Cups; yang saat itu sedang hamil 6 bulan, terjengkang dan mengalami gegar otak akibat terkena lemparan botol bir. Kondisi instan carut marut. Hell&#8217;s Angels merangsek penonton agar mundur agak menjauh dari panggung yang tak cukup tinggi untuk konser semasif itu. Dilanjutkan dengan munculnya seorang wanita tambun telanjang bulat dari barisan penonton mendesak memaksa maju mendekati panggung, menyenggol dan mendaki apa pun yang menghalanginya. Hell&#8217;s Angels naik pitam dan menghajarnya hingga pingsan. Hell&#8217;s Angels makin membabi buta mengerasi siapa saja saat salah satu motor mereka yang ditempatkan di depan panggung dijatuhkan oleh penonton. Marty Balin, anggota Jefferson Airplane, yang notabene adalah salah satu pengisi acara pun tak luput dari penganiayaan. Dia ditinju hingga semaput oleh satu dari awak Hell&#8217;s Angels. The Grateful Dead, yang dijadwalkan main setelah Crosby, Stills, Nash, and Young; merespons anarki ini dengan spontan meninggalkan arena dan membatalkan penampilannya.</p>
<p>Ketika Rolling Stones sebagai penampil terakhir mendapat giliran beraksi, Altamont bak paceklik positivitas. 3000 &#8211; 4000 orang terdesak ke bibir panggung. Banyak di antaranya yang berusaha naik ke panggung mencoba membebaskan diri dari iklim nan non kondusif tersebut. Mick Jagger, biduan The Rolling Stones, berusaha sedikit meredakan kekacauan,  dengan tanpa jeda menyerukan agar penonton tak saling dorong,</p>
<blockquote><p>Just be cool down in the front there, don&#8217;t push around</p></blockquote>
<p>Masuk tembang ke-3, <em>Sympathy for the Devil</em>, keributan terjadi lagi. Berhenti sebentar, atraksi dilanjutkan kembali. Sampai lagu nomor enam pementasan berjalan lumayan aman. Klimaks huru-hara pecah tatkala <em>Under My Thumb</em> baru saja dikumandangkan. Meredith Hunter, pria muda berusia 18 tahun, bergerak mendekati panggung walau&#8212;menurut kisah Porter Bibb, produser Gimme Shelter&#8212;sang pacar, Patty Bredahoff, merajuk memohon-mohon agar ia tetap tinggal di tempat. Meredith Hunter (dalam tayangan video pertama&#8212;lihat di bawah&#8212;menggunakan jaket hijau) yang notabene sedang &#8220;on&#8221; berat akibat methamphetamine dan berjalan duhai sempoyongan, terus saja maju ke depan. Tiba-tiba Meredith mengeluarkan revolver dari saku jaketnya. Patty lalu berusaha merampasnya. Khalayak yang berada di dekatnya otomatis ketakutan dan berusaha menjauhi. Alan Passaro, anggota Hell&#8217;s Angels yang kebetulan sedang di sekitar TKP segera melesat menghampiri, mencabut belati, dan menghujamkannya hingga 5 kali ke tubuh Meredith. Meredith langsung meregang nyawa, menghembuskan nafas terakhir (sebagian saksi mengatakan bahwa saat Meredith terjungkal ke tanah, kerabat Hell&#8217;s Angels yang lain beramai-ramai menzaliminya pula). Meredith Hunter konon hendak membidikkan pistol ke Mick Jagger semata gara-gara cemburu karena sepanjang pertunjukan sang pacar terus-terusan bilang naksir Mick Jagger.</p>
<p>Akibat perbuatannya Alan Passaro langsung ditangkap dan diinterogasi. Belakangan Alan Passaro dibebaskan setelah sebuah rekaman video mustajab membuktikan bahwa tindakan Alan Passaro sekadar mempertahankan diri.</p>
<p>Kerusuhan yang terjadi tak begitu disadari oleh The Rolling Stones, mereka hanya menonton dari atas panggung, bingung, mencoba menebak-nebak apa yang terjadi. Tak lama kemudian kontingen asal Inggris tersebut melanjutkan penampilannya sampai kelar 15 lagu. Di lain kesempatan Ralph &#8216;Sonny&#8217; Barger mengklaim bahwa The Rolling Stones bersedia meneruskan karena Sonny menyodorkan pistol ke Keith Richards serta mengancam akan membinasakannya jika sampai berani menyetop pertunjukan.</p>
<blockquote><p>You keep fuckin&#8217; playing or you&#8217;re dead</p></blockquote>
<p>No thanks to booze, LSD, and methamphetamine.</p>
<p>____________________</p>
<p>Saksikan video berikut (yang cenderung membela Hell&#8217;s Angels).<br />
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=7v9WcwTbErw[/youtube]</p>
<p>Dan yang ini lebih ringan, menampilkan suasana Altamont Free Concert, lebih menyoroti kultur Generasi Bunga, era 70-an, era &#8220;Sex, Drugs &amp; Rock &#8216;n&#8217; Roll&#8221;<br />
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=EC3cGiL6kow[/youtube]</p>
<p>____________________</p>
<p>Baca WTF edisi lampau <a href="http://www.musikator.com/wtf-mullet-mania/">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/wtf-altamont-speedway-free-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

