<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia &#187; Interview</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/category/news/interview/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Feb 2011 09:58:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en_us</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<copyright>2008-2009 </copyright>
	<managingEditor>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</managingEditor>
	<webMaster>robinmalau@gmail.com (Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia)</webMaster>
	<image>
		<url>http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</title>
		<link>http://www.musikator.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Music" />
	<itunes:author>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:name>
		<itunes:email>robinmalau@gmail.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Lebih Lancip Tentang Ska Bersama Rude Boy Dodix</title>
		<link>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 01:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Sejawat Musikatorians, berikut saya lampirkan rangkuman dialog semi kasual antara saya dengan Rude Boy Dodix. Global citizen kelahiran Bali ini notabene adalah sohib dekat saya. Di urusan Rock &#8216;n&#8217; Roll, kita pernah tergabung bersama dalam band management Glampunkabilly Inferno yang sempat ber-partnership dengan Superman Is Dead, Navicula, Postmen, pula&#8212;secara tak langsung&#8212;Suicidal Sinatra. Di lingkungan terdekatnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sejawat Musikatorians, berikut saya lampirkan rangkuman dialog semi kasual antara saya dengan Rude Boy Dodix. Global citizen kelahiran Bali ini notabene adalah sohib dekat saya. Di urusan Rock &#8216;n&#8217; Roll, kita pernah tergabung bersama dalam band management Glampunkabilly Inferno yang sempat ber-partnership dengan Superman Is Dead, Navicula, Postmen, pula&#8212;secara tak langsung&#8212;Suicidal Sinatra. Di lingkungan terdekatnya, Dodix dikenal sebagai peminat/penikmat/penggiat Ska (clearly, check out his name). Paling mutakhir, pria yang juga penyuka tattoo ini mulai merambah dunia per-DJ-an dan mengusung alter ego lain lagi: Sound Bwoy Dodix.</p>
<p>Nah, sehubungan dengan kegandrungannya pada genre yang bermula dari Jamaika tersebut, untuk membinasakan rasa penasaran, saya kemudian memberondongkan sejumlah pertanyaan kepadanya. Silakan disimak. <em>Pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it uuup</em>!<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dodix1.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="dodix1"><img class="size-full wp-image-1428 aligncenter" title="dodix1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dodix1.jpg" alt="Rude Boy Dodix" /></a><strong>1. Sejak kapan mulai dengerin Ska dan apa yang bikin suka?</strong><em><br />
Sekitar tahun 1996, waktu itu album Rancid yang bertajuk </em><strong>.</strong>..And Out Come The Wolves<em> dengan single-nya </em>Time Bomb<em> sangat meledak. Di lagu ini, selain memang berbau Ska yang kental, mereka juga memasukkan unsur Reggae di tengah-tengah lagu. Lagu ini yang bisa dibilang menjadi pemicu saya untuk menyelami genre ini secara lebih dalam. Dan sampai hari ini pun Time Bomb</em><em> tetep sukses bikin bulu kuduk saya merinding.<br />
Di tahun berikutnya, saat sampeyan balik dari gawe di kapal pesiar dan ngasihin saya oleh-oleh majalah Alternative Press #109 08/1997  yang memuat artikel tentang Ska gelombang ke 3 berikut sub-genre-nya, Ska-Punk; dari sana saya jadi banyak mendapatkan referensi tentang aliran musik ini dan band-band Ska saat itu. Dari situlah saya jadi jatuh cinta dengan musik Ska&#8212;utamanya Ska Punk&#8212;sampai sekarang.<br />
</em><em><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/APcover.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="APcover"><img class="alignnone size-full wp-image-1429" title="APcover" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/APcover.jpg" alt="AP # 109" /></a><br />
</em></p>
<p><strong>2. Kenapa harus Ska Punk?</strong><br />
<em>Well, mungkin buat yang belum pernah denger, Ska sendiri secara resmi dibagi menjadi 3 gelombang (walaupun kata <a href="http://www.myspace.com/yasser69">DJ Ace The Boss</a>, sekarang sudah ada gelombang ke-4 yang disebut Traditional Ska Revival), yaitu: Gelombang Pertama yang dimulai sekitar tahun 60an dan lebih dikenal sebagai Traditional Ska. Kemudian Gelombang ke-2 dimulai sekitar akhir 70an, band yang paling signifikan di era ini adalah The Specials. Dan gelombang ke-3 di tahun 90an (akhir 80an) yang dianggap sebagai kebangkitan kembali musik Ska.</em></p>
<p><em>Lagi, kenapa harus Ska Punk, mungkin menurut saya lebih karena energinya ya. Menurut saya Ska Punk lebih berenergi dan kebanyakan lebih danceable. Bisa diingat juga di tahun 1994, kala itu Punk Rock juga bangkit lagi dengan ditandai suksesnya album </em>Dookie<em> dari Green Day, yang kemudian diikuti dengan bermunculannya band-band Punk Rock lainnya&#8212;termasuk juga Rancid. Dari situ berlanjutlah ke wabah musik Ska. Saya yang lebih dahulu suka musik Punk Rock, akhirnya lebih mudah mencerna dan menerima Ska yang sudah bercampur dengan unsur Punk Rock.</em></p>
<p><strong>3. Dari tadi ngomongin Rancid melulu. Memangnya mereka itu band favorit anda?</strong><br />
<em>He he&#8230; Saya memang cinta mati sama Rancid dan lebih spesifik lagi dengan Tim Armstrong, sang vokalis sekaligus otak di balik masuknya unsur Ska di band Punk Rock satu ini. Yang paling saya suka dari Tim Armstrong, walaupun suaranya sama sekali gak bagus&#8212;doi lebih banyak bergumam dari pada bernyanyi&#8212;lagu-lagunya menurut saya sangat soulful. Kalau dirunut sejarahnya, Tim Armstrong yang waktu itu memakai nickname Lint, adalah juga gitaris dari band legendaris dan kontroversial Operation Ivy. Band ini dibicarakan orang sampai sekarang karena dianggap sebagai leluhur dari Ska Punk dan sekaligus juga kontroversial karena mereka bubar di bulan Mei 1989, di bulan yang sama saat album penuh pertama mereka, </em>Energy<em>, dirilis. Tim Armstrong juga punya andil yang sangat besar atas lahirnya Dance Hall Crashers, band Ska asal Berkeley, California; yang tetap disegani sampai sekarang.<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TimArmstrong.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="TimArmstrong"><img class="alignnone size-full wp-image-1430" title="TimArmstrong" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/TimArmstrong.jpg" alt="Tim Armstrong" /></a></em></p>
<p><strong>4. Ada gak sih band Ska dari luar yang pernah main di Indonesia?</strong><br />
<em>Gak banyak sih yang bisa disebutin, tapi kalau menurut saya ada 2 yang paling penting:<br />
1. Di tahun 1996 No Doubt pernah main di pantai Sanur, Bali, dalam rangkaian konser Music For Our Mother Ocean. Yup, No Doubt yang vokalisnya Gwen Stefani, yang sekarang berubah jadi Queen of Bling Pop. Album mereka waktu itu </em>Tragic Kingdom<em> emang penuh dengan unsur Ska&#8212;listen to the </em>Spiderwebs<em> and you’ll see what I mean&#8212;yang mungkin juga karena waktu itu sedang trend. Saya cukup beruntung sempat menonton mereka saat itu<br />
2. Kalo gak salah di tahun 2000an, Save Ferris&#8212;the band broke up in 2005 and now Monique Powell sings for The Mojo Wire&#8212;main di Hard Rock Café Bali. Buat penyegaran, Save Ferris mendunia setelah menyanyikan remake lagu </em>Come on Eileen<em> yang aslinya dinyanyiin sama Dexys Midnight Runners</em></p>
<p><strong>5. Bisa sedikit cerita tentang band Ska di Indonesia?</strong><br />
<em>Dulu jamannya Ska lagi booming, ada banyak band-band Ska di Indonesia, malah termasuk Bobby Kool dari Superman Is Dead pun sempet punya side project band Ska yang dikasih nama The Croto Chip, yang bahkan pernah ngeluarin 1 album indie yang dikasih judul </em>Percuma<em>.</em></p>
<p><em>Kalo saya sebutin, ada beberapa band Ska yang cukup penting seperti Noin Bullet yang sampai sekarang masih eksis. Trus, dulu ada Jun Fang Gang Foo dengan hits-nya </em>Bruce Lee<em>. Dan yang masih tetap bertahan sampai sekarang, the mighty Shaggy Dog. Juga Souljah band Ska/Reggae yang sudah ngeluarin 2 album, masih tetep beredar sampai sekarang. By the way, saya gak akan masukin Tipe X di sini,karena menurut saya mereka cuman mainin musik Melayu dengan sentuhan terompet disana-sini&#8230; They are totally NOT Ska!</em></p>
<p><strong>6. Sebutin dong band-band Ska favorit anda!</strong><br />
<em>Kalau musti disebutin bakalan sangat banyak ya, tapi biar gampang nyebutinnya, di bawah ini saya bikinkan “10 Album Ska-Punk Favorit Sepanjang Masa” menurut versi saya&#8212;in no particular order:</em></p>
<p>1. The Specials – The Specials (2-Tone/Chrystalis)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/thespecials.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="thespecials"><img class="alignnone size-full wp-image-1435" title="thespecials" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/thespecials.jpg" alt="thespecials" /></a></p>
<p>2. Operation Ivy – Energy (Lookout!)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/operationivy.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="operationivy"><img class="alignnone size-full wp-image-1436" title="operationivy" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/operationivy.jpg" alt="operationivy" /></a></p>
<p>3. Rancid – And Out Come The Wolves (Epitaph)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/rancid_andoutcomethewolves.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="rancid_andoutcomethewolves"><img class="alignnone size-full wp-image-1437" title="rancid_andoutcomethewolves" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/rancid_andoutcomethewolves.jpg" alt="rancid_andoutcomethewolves" /></a></p>
<p>4. Dance Hall Crashers – Lockjaw (MCA)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dancehallcrashers-lockjaw.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="dancehallcrashers-lockjaw"><img class="alignnone size-full wp-image-1438" title="dancehallcrashers-lockjaw" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/dancehallcrashers-lockjaw.jpg" alt="dancehallcrashers-lockjaw" /></a></p>
<p>5. Reel Big Fish – Turn The Radio Off (Mojo)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/reelbigfish-turntheradiooff.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="reelbigfish-turntheradiooff"><img class="alignnone size-full wp-image-1439" title="reelbigfish-turntheradiooff" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/reelbigfish-turntheradiooff.jpg" alt="reelbigfish-turntheradiooff" /></a></p>
<p>6. The Mighty Mighty Bosstones – Let’s Face It (Mercury)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/mmb-letsfaceit.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="mmb-letsfaceit"><img class="alignnone size-full wp-image-1440" title="mmb-letsfaceit" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/mmb-letsfaceit.jpg" alt="mmb-letsfaceit" /></a></p>
<p>7. Less Than Jake – Losing Streak (Capitol)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/lessthanjake-losingstreak.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="lessthanjake-losingstreak"><img class="alignnone size-full wp-image-1441" title="lessthanjake-losingstreak" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/lessthanjake-losingstreak.jpg" alt="lessthanjake-losingstreak" /></a></p>
<p>8. The Suicide Machines – Destruction By Definition (Hollywood)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/suicide-machines.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="suicide-machines"><img class="alignnone size-full wp-image-1442" title="suicide-machines" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/suicide-machines.jpg" alt="suicide-machines" /></a></p>
<p>9. Voodoo Glow Skulls – The Band Geek Mafia (Epitaph)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/vgs-bandgeekmafia.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="vgs-bandgeekmafia"><img class="alignnone size-full wp-image-1444" title="vgs-bandgeekmafia" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/vgs-bandgeekmafia.jpg" alt="vgs-bandgeekmafia" /></a></p>
<p>10. Sublime – Sublime (MCA)<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/sublime.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1427];player=img;" title="sublime"><img class="alignnone size-full wp-image-1443" title="sublime" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/sublime.jpg" alt="sublime" /></a></p>
<p><strong>7. Cool. I think that&#8217;s enough for now.</strong><br />
<em>Cheers, brother man.</em></p>
<p>Nah, bagi rekan-rekan lain yang ingin berdiskusi lebih jauh dengan Rude Boy Dodix soal Ska serta berbagai sub genrenya silakan posting comment di bawah ini. <em>Pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it up &#8211; pick it uuup</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/lebih-lancip-tentang-ska-bersama-rude-boy-dodix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>263</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musikator Ink: Leo Sinatra</title>
		<link>http://www.musikator.com/musikator-ink-leo-sinatra/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/musikator-ink-leo-sinatra/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 00:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1217</guid>
		<description><![CDATA[Musikatorians semua hampir pasti kenal pionir Psychobilly di Indonesia, Suicidal Sinatra, kan? Salah satu ciri khas dari kontingen asal Bali tersebut selain musik campur sari Punk Rock dengan Rockabilly-nya yang khas, juga hiasan rajah di sekujur tubuh sang biduan merangkap gitaris: Leo Sinatra. Silakan simak cerita Leo tentang serba-serbi tattoo-nya. 1. Rajah paling pertama, beserta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-leo-sinatra%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-leo-sinatra%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Musikatorians semua hampir pasti kenal pionir Psychobilly di Indonesia, Suicidal Sinatra, kan? Salah satu ciri khas dari kontingen asal Bali tersebut selain musik campur sari Punk Rock dengan Rockabilly-nya yang khas, juga hiasan rajah di sekujur tubuh sang biduan merangkap gitaris: Leo Sinatra. Silakan simak cerita Leo tentang serba-serbi tattoo-nya.</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/leosinatra05.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1217];player=img;" title="leosinatra05"><img class="size-full wp-image-1218 aligncenter" title="leosinatra05" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/leosinatra05.jpg" alt="Leo Sinatra" /></a></p>
<p><strong>1. Rajah paling pertama, beserta sedikit ceritanya</strong><br />
Ini adalah simbol Suicidal Sinatra yang dulu.  Dan saya sangat menyukai bentuk dari waru ini.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00002.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1217];player=img;" title="image00002"><img class="size-full wp-image-1219 aligncenter" title="image00002" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00002.jpg" alt="Leo Sinatra - Tattoo Waru" /></a><br />
<strong>2. Rajah paling disuka, beserta bumbu kisahnya</strong><br />
Tattoo ini sedikit aneh, karena bukan seperti pscyho atau rockabilly. Ini lebih <em>Japanese style</em>, karena pada intinya dari dulu saya memang suka tattoo a la Yakuza, tapi belum dapet orang yang tepat untuk mengerjakannya. Sampai akhirnya saya bertemu Lionk &#8220;the master of tattoo&#8221;, dan dia mampu mewujudkan semua impian saya. Hey, gak harus kan kalo saya punya band rockabilly/psychobilly tema tattoo saya juga musti melulu psychobilly/rockabilly, right?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00005x.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1217];player=img;" title="image00005x"><img class="alignnone size-full wp-image-1222" title="image00005x" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00005x.jpg" alt="Leo Sinatra - Tattoo 01 small" /></a><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00006x.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1217];player=img;" title="image00006x"><img class="alignnone size-full wp-image-1223" title="image00006x" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00006x.jpg" alt="Leo Sinatra - Tattoo 02 small" /></a><br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00010x.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1217];player=img;" title="image00010x"><img class="alignnone size-full wp-image-1225" title="image00010x" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00010x.jpg" alt="Leo Sinatra - Tattoo 03 small" /></a><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00013x.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1217];player=img;" title="image00013x"><img class="alignnone size-full wp-image-1226" title="image00013x" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00013x.jpg" alt="Leo Sinatra - Tattoo 04 small" /></a></p>
<p><strong>3. Rajah yang he wishes he never had it on his body</strong><br />
Saya bisa dibilang suka semua rajah yang ada di kulit saya. Hanya mungkin&#8212;kalo boleh bermimpi&#8212;warnanya pengennya muncul lebih cerah kayak kalo kita liat tattoo diaplikasikan di kulit bule gitu deh. Makanya tiap kali ada waktu saya pasti main ke tempat Lionk untuk mempertajam warna he he&#8230;</p>
<p><strong>4. Rajah terbarunya, beserta sejarah pengerjaannya</strong><br />
Ini dikerjain selama 4 bulan karena too much pain.  So, dari detail gambarnya juga sudah kita pikirkan matang-matang sebelumnya, hingga menciptakan suatu karya bergaya surealisme. Ini  adalah piece yang selalu saya idamkan sejak dulu. Arahnya Yakuza, layaknya mafia dari negeri Sakura.
</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00023.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1217];player=img;" title="image00023"><img class="size-full wp-image-1220 aligncenter" title="image00023" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/02/image00023.jpg" alt="Leo Sinatra - Tattoo Yakuza" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/musikator-ink-leo-sinatra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musikator Ink: Arian13</title>
		<link>http://www.musikator.com/musikator-ink-arian13/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/musikator-ink-arian13/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 22:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=987</guid>
		<description><![CDATA[Arian13, penanggung jawab departemen vokal dan lirik di kelompok cadas asal Jakarta, SERINGAI, bertutur tentang rajah yang menghiasi tubuhnya&#8230; 1. Rajah paling pertama, beserta sedikit ceritanya Tattoo gue yang pertama adalah di lengan kiri atas, waktu itu gue lagi seneng gaya &#8217;50s, jadi ya gambarnya nggak jauh dari situ: the sacred heart. Lengkap dengan pitanya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-arian13%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-arian13%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :TrackMoves /> <w :TrackFormatting /> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :DoNotPromoteQF /> <w :LidThemeOther>EN-NZ</w> <w :LidThemeAsian>X-NONE</w> <w :LidThemeComplexScript>X-NONE</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> <w :SplitPgBreakAndParaMark /> <w :DontVertAlignCellWithSp /> <w :DontBreakConstrainedForcedTables /> <w :DontVertAlignInTxbx /> <w :Word11KerningPairs /> <w :CachedColBalance /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> <m :mathPr> <m :mathFont m:val="Cambria Math" /> <m :brkBin m:val="before" /> <m :brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m :smallFrac m:val="off" /> <m :dispDef /> <m :lMargin m:val="0" /> <m :rMargin m:val="0" /> <m :defJc m:val="centerGroup" /> <m :wrapIndent m:val="1440" /> <m :intLim m:val="subSup" /> <m :naryLim m:val="undOvr" /> </m> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w :LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w> </xml>< ![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Franklin Gothic Medium&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Arian13, penanggung jawab departemen vokal dan lirik di kelompok cadas asal Jakarta, SERINGAI, bertutur tentang rajah yang menghiasi tubuhnya&#8230;</span></em></p>
<p><strong>1. Rajah paling pertama, beserta sedikit ceritanya</strong><br />
Tattoo gue yang pertama adalah di lengan kiri atas, waktu itu gue lagi seneng gaya &#8217;50s, jadi ya gambarnya nggak jauh dari situ: the sacred heart. Lengkap dengan pitanya, hanya saja sampai hari ini pita tersebut masih kosong belum ada tulisan, karena akhirnya in the end gue masih bingung mau menulis apaan.<br />
Proses bikinnya juga lama, mikirnya juga lama, karena gue juga nggak mau asal tattoo, pengennya dengan artist tattoo yang gaya dan kualitasnya bagus. Akhirnya gue ketemu dengan Untung dari Lucky Tattoo, waktu itu dia masih menetap di Jogja, dan chemistry-nya dapet.<span id="more-987"></span></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :TrackMoves /> <w :TrackFormatting /> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :DoNotPromoteQF /> <w :LidThemeOther>EN-NZ</w> <w :LidThemeAsian>X-NONE</w> <w :LidThemeComplexScript>X-NONE</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> <w :SplitPgBreakAndParaMark /> <w :DontVertAlignCellWithSp /> <w :DontBreakConstrainedForcedTables /> <w :DontVertAlignInTxbx /> <w :Word11KerningPairs /> <w :CachedColBalance /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> <m :mathPr> <m :mathFont m:val="Cambria Math" /> <m :brkBin m:val="before" /> <m :brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m :smallFrac m:val="off" /> <m :dispDef /> <m :lMargin m:val="0" /> <m :rMargin m:val="0" /> <m :defJc m:val="centerGroup" /> <m :wrapIndent m:val="1440" /> <m :intLim m:val="subSup" /> <m :naryLim m:val="undOvr" /> </m> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w :LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w> </xml>< ![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Franklin Gothic Medium&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(Arian13 tidak membubuhkan foto untuk tattoo paling pertamanya. Mungkin jika pitanya sudah berisikan tulisan baru akan diperlihatkan ke publik. Tapi rajah yang dia ceritakan bisa diintip dari foto di bawah ini)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><em><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Franklin Gothic Medium&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"><img class="size-full wp-image-1002 aligncenter" title="arian13msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/01/arian13msktr.jpg" alt="Arian 13" /><br />
</span></em>
</p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p><strong>2. Rajah paling disuka, beserta bumbu kisahnya</strong><br />
Ada dua, pertama tattoo tulisan melingkar di siku gue, &#8220;born.consume.mate.die&#8221;. Hanya siklus saja konsepnya. <img src='http://www.musikator.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tattoo ini juga menarik perhatian Dewi Lestari untuk memasukkannya ke dalam novelnya, &#8220;Akar&#8221; kalau tidak salah, sebagai salah satu atribut karakter utamanya, walaupun sebenarnya dia sudah minta ijin dan tidak gue berikan. <img src='http://www.musikator.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  Sebelum tangan kiri gue mulai dipenuhi tattoo lain, tattoo ini lumayan chick magnet, haha! Entah kenapa jauh lebih banyak cewek yang tertarik dengan tattoo ini dan kadang secara tidak sadar mereka memegang-megang dan mengelus tattoo ini. Tapi ketika tangan kiri sudah mulai diisi dengan tattoo lainnya, hilanglah fokus mereka. <img src='http://www.musikator.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-988 aligncenter" title="msktr13-tat-04" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/01/msktr13-tat-04.jpg" alt="Arian 13 Tat 02" /></p>
<p>Yang satunya lagi adalah tattoo &#8220;kuro&#8221; atau &#8220;hitam&#8221; dalam Bahasa Jepang di lengan bawah kanan. Desainernya adalah Pushead, seniman favorit gue. Jadi ini seperti sebuah tribut buat dia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-989 aligncenter" title="msktr13-tat-01" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/01/msktr13-tat-01.jpg" alt="Arian 13 Tat 03" /></p>
<p><strong>3. Rajah yang he wish he never had, serta komplinnya kenapa gak menyukainya</strong><br />
Nggak ada kayaknya. Kalau bosan, ya tambah saja sampai tidak ada tempat lagi. xD</p>
<p><strong>4. Rajah terbaru beserta sejarah pengerjaannya</strong><br />
Tattoo terbaru gue dibuat oleh Bobby dari Rock N&#8217; Roll Tattoo. Ini endorsement dari R N&#8217; R Tattoo, tapi gambar utamanya, gambar serigala, dibuat oleh Gue dan Thoriq. Thoriq adalah seniman yang mengerjakan komik &#8220;Caroq&#8221; beberapa waktu yang lampau. Pengerjaannya sendiri sekitar 2 kali, masing-masing sekitar 3 jam.</p>
<p style="padding-left: 90px;"><img class="size-full wp-image-993 alignleft" title="msktr13-tat-02a" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/01/msktr13-tat-02a.jpg" alt="Arian13 wolf01" /> <img class="size-full wp-image-994 alignnone" title="msktr13-tat-03b" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/01/msktr13-tat-03b.jpg" alt="Arian 13 Wolf02" /></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :TrackMoves /> <w :TrackFormatting /> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :DoNotPromoteQF /> <w :LidThemeOther>EN-NZ</w> <w :LidThemeAsian>X-NONE</w> <w :LidThemeComplexScript>X-NONE</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> <w :SplitPgBreakAndParaMark /> <w :DontVertAlignCellWithSp /> <w :DontBreakConstrainedForcedTables /> <w :DontVertAlignInTxbx /> <w :Word11KerningPairs /> <w :CachedColBalance /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> <m :mathPr> <m :mathFont m:val="Cambria Math" /> <m :brkBin m:val="before" /> <m :brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m :smallFrac m:val="off" /> <m :dispDef /> <m :lMargin m:val="0" /> <m :rMargin m:val="0" /> <m :defJc m:val="centerGroup" /> <m :wrapIndent m:val="1440" /> <m :intLim m:val="subSup" /> <m :naryLim m:val="undOvr" /> </m> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w :LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w> </xml>< ![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Franklin Gothic Medium&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(Tentang rajah yang di bawah ini Arian13 tidak membeberkan apa gimananya. Hanya disisipkan fotonya saja. Jadi silakan interpretasikan sendiri. Eh, anda tahu kan itu logo band apa?)</span></em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-992 aligncenter" title="msktr13-tat-05" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/01/msktr13-tat-05.jpg" alt="Arian13 Tat 05" /></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Franklin Gothic Medium&quot;;" lang="EN-GB"><span style="color: #ffff00;">*</span>Foto Arian13 oleh Probo<br />
<span style="color: #ffff00;">*</span>Foto-foto rajah adalah koleksi pribadi Arian13</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Franklin Gothic Medium&quot;;" lang="EN-GB"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/musikator-ink-arian13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Formasi Terbaru Suicidal Sinatra</title>
		<link>http://www.musikator.com/formasi-terbaru-suicidal-sinatra/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/formasi-terbaru-suicidal-sinatra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 23:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Reverend Horton Heat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[SUICIDAL SINATRA&#8212;sering disebut lebih singkat sebagai SuiSin atau Sinatra saja&#8212;kini resmi hanya bertiga. Biduannya, Opick Sinatra, memutuskan mundur dan melanjutkan karirnya dengan bekerja di kapal pesiar. Beberapa pekan silam Opick telah berkemas ke&#8212;if I&#8217;m not mistaken&#8212;Amerika memulai kehidupan barunya. Kepergian Opick memang awalnya cukup menggoyang stabilitas Sinatra mengingat mereka sudah cukup lama bersama-sama mengarungi jazirah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fformasi-terbaru-suicidal-sinatra%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fformasi-terbaru-suicidal-sinatra%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>SUICIDAL SINATRA&#8212;sering disebut lebih singkat sebagai SuiSin atau Sinatra saja&#8212;kini resmi hanya bertiga. Biduannya, Opick Sinatra, memutuskan mundur dan melanjutkan karirnya dengan bekerja di kapal pesiar. Beberapa pekan silam Opick telah berkemas ke&#8212;if I&#8217;m not mistaken&#8212;Amerika memulai kehidupan barunya. Kepergian Opick memang awalnya cukup menggoyang stabilitas Sinatra mengingat mereka sudah cukup lama bersama-sama mengarungi jazirah cadas Nusantara (bahkan sejak Sinatra masih bernama S.O.S. di fajar 90-an). Namun atmosfer hidup-bosan-mati-segan itu relatif cuma sebentar. Leo, Kappe &amp; Ajie cekatan mengambil keputusan penting: tetap bertahan bertiga. Toh suri tauladan Sinatra macam Tiger Army dan Reverend Horton Heat kan formasinya juga trio. Makin keren malah. Dan Leo mengambil alih peran Opick, departemen vokal sambil menggitar, ya ritem ya melodi ya menyanyi. Pada beberapa kesempatan, formasi teranyar ini sudah diujicobakan. Secara eksternal, sambutannya sudah mulai cukup menggembirakan. Publik melihat Sinatra justru makin &#8220;tight&#8221;. Makin ternganga melihat kelompok yang cuma berjumlah tiga orang bisa sebegitu berisik sekaligus tetap akrobatik. Secara internal, well, Leo mulanya memang agak kalang kabut he he&#8230; sebab Leo sejatinya lebih doyan ngulik gitar doang. Cuman setelah diyakinkan oleh sejawatnya ia akhirnya mampu bertransformasi menjadi Leo Sinatra yang seorang gitaris merangkap vokalis. Belakangan Leo malah mengaku menikmati peran mutakhirnya itu. Way to go, dude.</p>
<p>Nah, sudah begitu, ini foto-foto terkini dari Suicidal Sinatra.</p>
<p><span id="more-582"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatragroup.jpg" rel="shadowbox[sbpost-582];player=img;" title="sinatragroup"><img class="alignnone size-medium wp-image-583 aligncenter" title="sinatragroup" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatragroup.jpg" alt="Suicidal Sinatra Juli 2008" width="500" height="473" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Suicidal Sinatra formasi terakhir: trio and perfect-o!</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatraleo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-582];player=img;" title="sinatraleo"><img class="alignnone size-medium wp-image-584" title="sinatraleo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatraleo.jpg" alt="Leo Sinatra" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Leo Sinatra</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatrakappe.jpg" rel="shadowbox[sbpost-582];player=img;" title="sinatrakappe"><img class="alignnone size-medium wp-image-586" title="sinatrakappe" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatrakappe.jpg" alt="Kappe Sinatra" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Kappe Sinatra</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatraajie1.jpg" rel="shadowbox[sbpost-582];player=img;" title="sinatraajie1"><img class="alignnone size-medium wp-image-587" title="sinatraajie1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/07/sinatraajie1.jpg" alt="Ajie Sinatra" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Ajie Sinatra</em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: "><span style="color: #ffff00;">*</span>Semua foto adalah hasil jepretan dari Arvid </span></p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Zemified by Zemanta" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/b5942a56-2f8f-4e3f-a907-c9f37dd88120/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=b5942a56-2f8f-4e3f-a907-c9f37dd88120" alt="Zemanta Pixie" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/formasi-terbaru-suicidal-sinatra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interview: Heru Shaggydog</title>
		<link>http://www.musikator.com/interview-heru-shaggydog/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/interview-heru-shaggydog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Kini giliran Prima Yudhistira, frontman kelompok politico-rapcore asal Bali, Geekssmile, sekaligus pemilik distro Indigo Wearevolution; menyumbang tulisannya untuk Musikator. Really appreciate it, dude. Malam itu cukup happening di Ozigo Country &#8211; Renon. Hari ultah pertama Downtown Groove berhasil merubah image Ozigo yang koboisme menjadi taman bermain indie yang menyenangkan. Tidak ada Tantowi Yahya malam itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Finterview-heru-shaggydog%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Finterview-heru-shaggydog%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Kini giliran Prima Yudhistira, frontman kelompok politico-rapcore asal Bali, Geekssmile, sekaligus pemilik distro Indigo Wearevolution; menyumbang tulisannya untuk Musikator. Really appreciate it, dude.</span></p>
<p>Malam itu cukup happening di Ozigo Country &#8211; Renon. Hari ultah pertama Downtown Groove<br />
berhasil merubah image Ozigo yang koboisme menjadi taman bermain indie yang menyenangkan.<br />
Tidak ada Tantowi Yahya malam itu, Ozigo dipenuhi muda-mudi dari Mars!<br />
Ratusan scenester sudah mulai memadati venue yang berkonsep garden party sejak pukul 07:30<br />
malam. Banyak yang ditunggu untuk perform malam itu, tapi yang jadi pusat perhatian saya<br />
adalah Shaggydog (SD), 6 pemuda Jogja pengusung ska yang manjadi headliner malam itu.<br />
Ditengah jadwal mereka yang padat, Heru sang vokalis SD yang ramah menyempatkan diri<br />
untuk ngobrol-ngobrol ngalor ngidul dengan saya dan Dethu di lantai 2 sebelum SD mulai perfom.</p>
<p>So, check this out, my first interview for Musikator.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-548 aligncenter" title="heru" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/heru.jpg" alt="Heru Shaggydog" width="500" height="333" /></p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-535"></span></p>
<p><strong>Personnel Shaggy Dog?</strong><br />
<em>Heru-Vokal, Richard dan Raymond-Gitar, Lilik-Keyboard, Bandis-Bass dan Yoyo-Drum.</em></p>
<p><strong>Diskografi sampai saat ini?</strong><br />
<em> Sekarang sudah album ke-5, dulu ada Self-titled, Bersama, Hot Dogs dan Kembali Berdansa.</em></p>
<p><strong>Kenapa namanya Shaggydog? Kalian menyebut fans kalian apa? Shaggydogger? Hehe&#8230;</strong><br />
<em> Sebenarnya dulu spontan aja, nama Shaggydog datang dari Bandis yang habis nonton film<br />
dengan judul yang sama di suatu malam, Pada saat itu kita sudah mulai ngeband dan belum tau<br />
mau dinamai apa lalu besoknya dia bilang, &#8220;Hey, gimana kalo nama band kita Shaggy Dog aja?&#8221;<br />
dan langsung diiyakan sama anak-anak Shaggy Dog yang lain. Kami menyebut fans kami &#8220;Doggies&#8221;.</em></p>
<p><strong>Kesibukan Shaggydog belakangan ini?</strong><br />
<em>Sedang sibuk bikin album, diikuti tur, jadi proses pembuatan albumnya agak tersendat.<br />
Bulan ini juga lagi banyak banget jadwal manggung. Yah, kami usahakan bisa jalan dua-duanya<br />
baik album dan turnya.</em></p>
<p><strong>Shaggy Dog sudah memutuskan untuk berjalan di indie, apakah akan terus seperti itu?</strong><br />
<em> Jika ada major label yang datang dan menawarkan kerjasama yang cihuy apakah akan diambil<br />
atau mungkin punya strategi sendiri?<br />
</em> [Dethu datang dan ikutan nimbrung dengan bir dingin untuk saya dan Heru, sambil menenggak<br />
bir dingin, Heru kembali konsen kepada saya]<em><br />
Sebenarnya untuk saat ini kita (SD) bikin master dulu, SD sendiri baru saja menyelesaikan<br />
studio pribadi kita di Jogja. Setelah itu baru kita memutuskan untuk mencari label atau jalan<br />
sendiri (lagi). Kita rekaman di studio sendiri jadi ngga ada yang ngejar-ngejar waktu,<br />
ngga harus bayar sama siapa-siapa, paling bayar sama PLN yang byar-pet byar-pet, hehehehe&#8230;</em></p>
<p><strong>Pendapat Shaggydog tentang pembajakan yang tampaknya masih akan marak sampai beberapa<br />
tahun ke depan? Apakah SD ada minat untuk menggratiskan lagu-lagu di album selanjutnya seperti yang dilakukan Radiohead, NAIF dan KOIL dan mengandalkan &#8220;hidup&#8221; dari konser saja?</strong><br />
<em>Ngga bisa dipungkiri bahwa pembajakan di Indonesia sudah marak banget, dan itu merugikan<br />
buat band sendiri, tapi kalau tidak ada pembajak kita juga akan ketinggalan, contohnya di<br />
dalam software yang sangat mahal harganya. Memang dibutuhkan pengorbanan, kita juga tidak bisa<br />
menghentikan itu karena itu menyangkut hidup orang banyak. Kalau kita mencoba menghentikan itu<br />
maka lawannya adalah massa. Kita akan mencari akal untuk bisa menjual rilisan, mungkin<br />
albumnya dibentuk kaya teh kotak, atau ide-ide yang lain.</em></p>
<p><strong>Bagaimana dengan eksistensi ska sendiri di Indonesia? Maju atau mudur? Apa kiat SD agar api<br />
ska tetap menyala?</strong><br />
<em>Untuk sementara ini yang aku tahu anak-anak di Jakarta sudah mulai menggeliat, begitu<br />
pula di Solo dan beberapa daerah lainnya. Ska memang sempat booming dulu, kita tidak bisa<br />
menutup mata dengan fenomena itu, dan apa yang kita lakukan sekarang adalah selalu menyelipkan unsur<br />
ska didalam musik kita. Meskipun SD sekarang ngga pure Ska banget. Aku sendiri banyak dengerin<br />
jazz, musik elektronik, dsb. Yang terpenting adalah tetap menjaga hubungan yang baik dengan<br />
teman penikmat ska yang lain. Mereka kadang-kadang suka kontak dan tanya-tanya tentang banyak<br />
hal dan aku berusaha untuk memberi masukan kepada mereka, tetap menjalin hubungan yang baik<br />
walaupun SD sekarang tidak lagi &#8220;penuh&#8221; di dalam scene ska karena kita buat musik untuk semua<br />
orang. Jadi ngga mungkin kita bawain lagu kaya Ungu sementara anak-anak yang nonton SD pada<br />
tattooan, kita tetap memiliki style bermusik sendiri.</em></p>
<p><strong>Scene Yogya hari ini?</strong><br />
<em>Secara umum musik di Yogya berkembang dengan sangat cepat, band juga ratusan seiring<br />
dengan menjamurnya studio musik disana. Yang aku seneng dari Yogya itu anak-anaknya berani<br />
nyoba sesuatu yang baru, mereka bisa menggabungkan gamelan dengan musik elektronik. Bedanya<br />
dengan scene macam di Jakarta ya kalau anak-anak Yogya itu memang benar-benar berkarya, bukan<br />
untuk mengejar uang. Seniman.</em></p>
<p><strong>Ada tawaran tur ke luar negri lagi?</strong><br />
<em>Rencananya SD mau tur ke Hongkong, bersama side projectku, Dub Youth.</em></p>
<p><strong>Side project? Bisa ceritakan sedikit?</strong><br />
<em>Ngga jauh-jauh dari musik Jamaica juga, cuma porsi elektroniknya lebih besar dan<br />
lebih cocok untuk dimainkan di club, memang kuenceng itu yah&#8230; kenceng shit kalo kata temenku,<br />
&#8220;This is kenceng shit&#8221; &#8230;hehehe&#8230;</em> [uhh...hmmm...]</p>
<p><strong>Apa resepnya SD selalu awet dalam hubungan antar personel?</strong><br />
<em>Kita sudah kaya keluarga, tiap hari ketemuan, dan itu-itu aja, hehehe&#8230;kita udah<br />
nongkrong selama 11 tahun. Kita punya base camp dan studio recording disana, ada toko.<br />
Tiap hari selama 11 tahun kita nongkrong bareng-bareng terus, ketemu siang, sore bubar,<br />
terus begitu.</em></p>
<p><strong>Hmm, selain bermusik ada pekerjaan sampingan?</strong><br />
<em>Bermusiknya itu yang pekerjaan sampingan&#8230; (diikuti tawa saya dan Dethu)&#8230; sebenarnya<br />
aku ada kerjaan bantu-bantu buat lagu untuk Dj, lagu-lagu Dj itu kebanyakan kan monoton,<br />
jedak jeduk terus sampai Lebaran, hehehe&#8230; aku bantu untuk harmonisasi, di bagian-bagian<br />
seperti reff-nya biar ngga monoton.</em></p>
<p><strong>Apa arti fans buat kalian?</strong><br />
<em>Fans itu segalanya buat kami, tanpa mereka SD bukan apa-apa. Kita selalu berusaha untuk<br />
menyenangkan mereka.</em></p>
<p><strong>Apa arti Bali buat kalian?</strong><br />
<em>Aku lahir di Bali,ini rumah keduaku. Bali selalu menjadi pilihan pertama tempat liburan<br />
kami. Lagu Anjing Kintamani sendiri terinspirasi dari kisah nyata seorang temanku yang bawa<br />
anjing dari Bali yang dibawa ke yogya. Karena ngga kuat sama cuaca Yogya yang panas, maka si<br />
anjing pun mati, bulunya rontok karena ngga kuat panas. Secara spontan kisahnya aku buat jadi<br />
lagu untuk mengenang si anjing. Metode freestyle selalu menjadi pilihan untuk membuat lagu<br />
bagi SD.</em></p>
<p><strong>Bocoran dong, untuk album ke 5 kalian judulnya apa?</strong><br />
<em>&#8220;Ternoda di Bawah Pohon Pisang&#8221;. Mungkin</em> [Ya Tuhan, saya hampir memuntahkan bir saya,<br />
karena ekspresi Heru sangat serius, hehehe... dasar!]</p>
<p><strong>Coba sebutkan kelakuan fans kalian yang paling ajaib&#8230;</strong><br />
<em>Beberapa fans SD di-tattoo Shaggydog ditubuhnya, ada juga yang mengkover lagu-lagu<br />
Shaggydog dari Bekasi dan menamakan diri mereka The Doggies.</em></p>
<p><strong>Influence kalian dalam bermusik?</strong><br />
<em>James Brown, Slank dan Iwan Fals untuk lirik. Black music, Hiphop, Folk macam Ben Harper,<br />
Rancid, kami dengerin segala macem, tapi minim musik Indonesia&#8230; hehehe&#8230;</em></p>
<p><strong>Lastly, ada pesan khusus untuk Doggies dan kaum muda penggiat musik?</strong><br />
<em>Kalo kalian melakukan apa aja harus total, kalo kuliah sambil ngeband itu ngga sehat,<br />
kasian bandnya karena kuliah mengganggu band dan jangan reseh.</em></p>
<p>Wah, ngga terasa sudah lebih dari setengah jam saya ngobrol ngalor-ngidul dengan Heru, Shaggydog akan segera perform, and they were doin&#8217; great that night. See u soon in the next interview.<br />
Go bless yourself now.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: "><span style="color: #ffff00;">*</span>Foto Heru diambil dari koleksi pribadinya </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/interview-heru-shaggydog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musikator Ink: Erixxx Soekamti</title>
		<link>http://www.musikator.com/musikator-ink-erixxx-soekamti/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/musikator-ink-erixxx-soekamti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 01:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bodyart]]></category>
		<category><![CDATA[Fred Perry]]></category>
		<category><![CDATA[Tattoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Erixxx Soekamti, frontman kelompok Punk Rock tenar asal Yogya, Endank Soekamti; berbagi cerita seputar tattoo. Tentang tattoo paling pertamanya Tattoo pertamaku tahun 1998 oleh Anton, vokalis bandku dulu (Black Sky) dalam keadaan sama-sama tidak sadar. Dengan alat rakitan &#38; tinta Rottring aku dibaptis menjadi bagian dari masyarakat ber-tattoo. Maunya sih di-tattoo logo Fred Perry, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-erixxx-soekamti%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-erixxx-soekamti%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: ">Erixxx Soekamti, frontman kelompok Punk Rock tenar asal Yogya, Endank Soekamti; berbagi cerita seputar tattoo.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/tattoodebut.jpg" rel="shadowbox[sbpost-519];player=img;" title="tattoodebut"><img class="alignnone size-medium wp-image-520 aligncenter" title="tattoodebut" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/tattoodebut.jpg" alt="Erixxx Soekamti -1st tattoo" /></a></p>
<p><strong>Tentang tattoo paling pertamanya</strong><span id="more-519"></span></p>
<blockquote><p><strong></strong><br />
Tattoo pertamaku tahun 1998 oleh Anton, vokalis bandku dulu (Black Sky) dalam keadaan sama-sama tidak sadar. Dengan alat rakitan &amp; tinta Rottring aku dibaptis menjadi bagian dari masyarakat ber-tattoo. Maunya sih di-tattoo logo Fred Perry, tapi aku baru sadar kalo bentuknya lebih mirip sila kedua Pancasila (lihat foto di atas) hi hi hi&#8230;<br />
Tattoo ini gak akan aku cover up karna mengingatkan dulu aku seorang skinhead yang dibodoh-bodohi vokalisnya sendiri… di era Millenium aku bikin band skinhead lagi (National Youth) tanpa Anton lagi.. Oi oi oi! He he he&#8230; Selamat ulang tahun 1 dekade tattoo mungilku yang lucuuu&#8230;</p></blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/tattoo01.jpg" rel="shadowbox[sbpost-519];player=img;" title="tattoo01"><img class="alignnone size-medium wp-image-521 aligncenter" title="tattoo01" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/tattoo01.jpg" alt="Erixxx Soekamti - tattoo 01" /></a></p>
<p><strong>Kontradiksi tattoo vs rencana pernikahannya</strong></p>
<blockquote><p><strong></strong><br />
Dua tahun terakhir ini aku diultimatum calon mertua untuk tidak menambah tattoo. Katanya,&#8221;Hentikan tatoto atau hentikan pernikahanmu!!&#8221; …Jadi aku putuskan untuk break menambah panu. Tapi kalo temen-temen mo kasih kado pernikahan tattoo gratis aku masih banyak lahan kosong… ho ho ho… Tapi ya sudahlah, mengalah bukan berarti kalah, kita hanya butuh strategi untuk cinta &amp; mertua. Kalo tattoo itu haram, gigi besi halal kan?? Yang penting anakmu bisa aku nikahi&#8230; ho ho ho… Sementara ini aku baru eksis di dunia gigi besi, ntar habis nikah mungkin karir tattoo akan berlanjut lagi…</p></blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/tattoo02.jpg" rel="shadowbox[sbpost-519];player=img;" title="tattoo02"><img class="alignnone size-medium wp-image-522 aligncenter" title="tattoo02" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/tattoo02.jpg" alt="Erixxx Soekamti - tattoo 02" /></a></p>
<p><strong>Pendapatnya mengenai penggemar tattoo di Indonesia</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<blockquote><p>Menurutku orang yang punya tattoo adalah orang yang hebat. Mereka adalah orang yang custom dengan gaya hidup yang custom juga. Kaum ber-tattoo adalah kaum yang terdidik mandiri, berani &amp; tegas membuat suatu keputusan dalam hidup. Untuk membuat tattoo dia akan dihadapkan pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan seperti bagaimana dampak-dampak dari keluarga, lingkungan, masa depan &amp; bahkan agama (buat yang percaya), karna gak bisa dipungkiri sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap tattoo adalah tabu. Sebagian agama pun juga mengharamkan adanya tattoo. Jadi dengan kondisi kultur yang seperti ini, secara gak langsung kaum ber-tattoo terbiasa mendesain jalan hidup &amp; masa depannya. Contoh: coba bayangkan saja, mungkin gak aku jadi pegawai negeri??  Kalo jawabannya bisa, pasti kalian bilang bapakku itu SBY he he he&#8230; Itu artinya impossible banget, makanya aku gak mau jadi pegawai negeri he he he&#8230; Hal-hal seperti itu memaksa kaum ber-tattoo harus berpikir untuk berwirausaha dengan kreatif &amp; berprestasi mengatasi diskriminasi kecil-kecilan ini&#8230; Sekian dari saya. Matur nuwun</p></blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 7pt; font-family: "><span style="color: #ffff00;">*</span>Seluruh foto adalah koleksi pribadi Erixxx Soekamti</span></p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Zemified by Zemanta" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/bed6f1f8-6021-4b6f-b3f8-ce12b1c6b33a/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_a.png?x-id=bed6f1f8-6021-4b6f-b3f8-ce12b1c6b33a" alt="Zemanta Pixie" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/musikator-ink-erixxx-soekamti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interview: Pepeng Naif</title>
		<link>http://www.musikator.com/interview-pepeng-naif/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/interview-pepeng-naif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 01:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Lakota Moira, seorang aktivis LSM, fotografer, interpreter, mulai mencoba menulis (dalam Bahasa Indonesia). Wanita cantik dan baik hati ini mengisahkan wawancaranya dengan Pepeng Naif. SIAGA BENCANA BERSAMA PEPENG NAIF Bisakah Musik Menyelamatkan Kita? Kebetulan awal bulan Mei kemarin, saya ada di Jakarta untuk mengintip Private Party Rolling Stone Anniversary ke-3. Pada kesempatan itu, saya bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Finterview-pepeng-naif%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Finterview-pepeng-naif%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Lakota Moira, seorang aktivis LSM, fotografer, interpreter, mulai mencoba menulis (dalam Bahasa Indonesia). Wanita cantik dan baik hati ini mengisahkan wawancaranya dengan Pepeng Naif. </span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/pepeng-naifmsktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-462];player=img;" title="pepeng-naifmsktr"><img class="alignnone size-medium wp-image-466 aligncenter" title="pepeng-naifmsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/pepeng-naifmsktr.jpg" alt="Pepeng NAIF" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>SIAGA BENCANA BERSAMA PEPENG NAIF<br />
Bisakah Musik Menyelamatkan Kita?</strong><br />
<em><br />
</em></p>
<p>Kebetulan awal bulan Mei kemarin, saya ada di Jakarta untuk mengintip Private Party Rolling Stone Anniversary ke-3.  Pada kesempatan itu, saya bersama Robi (vokalis Navicula) janjian ketemu sama sahabat kita, Pepeng (drummer Naif) keesokan harinya di salah satu tempat makan di Kemang.</p>
<p>Pepeng tiba dengan senyum lebar, dan langsung memberi informasi bahwa di tempat makan ini kita punya banyak opsi, dari burrito atau sushi hingga pecel. Kita mungkin bolak-balik menu 30 menit karena lebih konsen ngomongan hal-hal ringan, seputar industri musik Indonesia dan kejatuhannya, sampai akhirnya untuk memudahkan kondisi, kita mulai dengan appetizer Bir Bintang (yang sayangnya, datang kurang dingin), sementara di sudut meja Robi sudah tidak bisa diganggu-gugat karena sibuk menyerang sop buntutnya.</p>
<p>Semakin malam, pembicaraan jadi makin serius. Sebagai orang yang peduli sosial, saya selalu interes mendengar opini dari individu yang ingin mendukung suatu gaya hidup yang lebih positif dan membuka pikiran terhadap isu-isu saat ini. Saat membahas isu-isu apapun di Indonesia, yang sering menjadi hot topik saat ini adalah bencana. Pepeng juga memiliki keterlibatan pada hal ini…<br />
Di sela-sela kesibukan Naif, dia berperan sebagai pimpro dari salah satu proyek Electrified Records (ER), label milik Naif. ER bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) merangkul sejumlah musisi (publik figur) untuk menyebarluaskan informasi mengenai Siaga Bencana melalui album kompilasi. Kompilasi ini melibatkan 14 artis tanah air, yaitu: Naif, Samsons, Netral, Mocca, Franky Sahilatua, White Shoes, Efek Rumah Kaca, 70`OC, Navicula, The Upstairs, St Loco, Buset, Ronaldisko, dan NGM.</p>
<p>Ekor dari diskusi ini adalah interview berikut:</p>
<p><strong>1. Mengapa tertarik bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) membuat Album Kompilasi Siaga Bencana?</strong><br />
<em> Pertama-tama diawali dengan keterlibatan NAIF di kegiatan LIPI, Selamatkan Terumbu Karang (Sekarang) pada tahun 2003. Lama kelamaan NAIF secara nggak sengaja makin sering terlibat dalam kegiatan LIPI yang berhubungan dengan alam.<br />
NAIF sendiri sebetulnya termasuk band yang cukup peduli dengan lingkungan. Sementara itu, saya perhatikan LIPI dalam melakukan kegiatannya seringkali mengajak para musisi dan public figures lainnya, yang aku pikir sepertinya cukup efektif. Tapi mungkin akan jauh lebih efektif lagi kalau kita lakukan dengan cara yang lebih ngepop. Manusia jaman sekarang bosan dengan kampanye-kampanye, atau program penyuluhan yang sifatnya “ngajarin” banget… terlalu menggurui. Kita butuh sesuatu yang nggak bikin orang ngantuk saat kita beri penyuluhan.<br />
Musik kata orang adalah bahasa universal. Kita bisa membicarakan apa saja melalui musik, dan secara bawah sadar apa yang kita hafal dari lirik sebuah lagu nggak cuma terpatri di ingatan dan hati kita doang. Tapi bisa jadi mempengaruhi sikap dan psikologi kita. Pendekatan itu yang kami coba dalam album kompilasi ini.</em></p>
<p><strong>2. Dalam kerjasama ini, siapa yang menentukan siapa saja yang masuk dalam kompilasi?</strong><br />
<em> Antara LIPI dan Electrified Records yang menentukannya. Pertama ditentukan dulu berapa artis yang direncanakan akan terlibat, kemudian kami menawarkan ke teman-teman musisi. Siapa duluan yang merespon, disaring sebanyak jumlah yang udah ditentukan tadi.</em></p>
<p><strong>3. Apa keuntungan bagi Electrified Records (label milik Naif) dalam album kompilasi ini?</strong><br />
<em> Keuntungan finansial secara bisnis bisa dibilang tidak ada. Dan memang saya, yang dalam proyek ini ditunjuk sebagai head project, sudah memproyeksikan bahwa ini adalah proyek amal. Misinya adalah membangkitkan awareness kepada masyarakat, bahwa negara kita, di luar segala keindahan alamnya, adalah sebuah negara kepulauan yang pasti akan mengalami pergeseran lempeng bumi, yang mengakibatkan Indonesia tercinta ini rawan akan bencana alam. Dan itu udah terbukti belakangan ini. Kita semua jadi dihantui oleh kekhawatiran… ketakutan…<br />
Jangan! Seharusnya kita waspada, bukan takut. Kalau saja kita tau apa yang harus kita lakukan saat ada bencana alam, pasti kita nggak akan setakut ini lagi. Tapi, tentu saja secara badan usaha, ER juga punya kepentingan di sini. Yaitu membesarkan ER sendiri. Nggak lebih dari itu.</em></p>
<p><strong>4. Sudah sejauh mana proyek kerja sama (album kompilasi) ini berjalan?</strong><br />
<em> Sejauh ini semua musisi yang terlibat sudah masuk produksi. Bahkan beberapa ada yang sudah menyerahkan master lagunya. So far so good.</em></p>
<p><strong>5. Mengapa mengambil topik Siaga Bencana?</strong><br />
<em> Yang paling urgent untuk kita ketahui saat ini memang itu. Bencana datang silih berganti. Kita harus tau apa yang mesti kita lakukan bila itu mendatangi kita. LIPI punya program Siaga bencana yang menurut saya bagus banget. Mereka sering mengadakan workshop ke daerah-daerah rawan bencana mengajak artis-artis dan public figures. Dan saya – sebagai personil NAIF – punya badan usaha yang bisa turut membantu mereka membangkitkan awareness masyarakat lewat musik. Kenapa nggak bikin sesuatu yang berguna?</em></p>
<p><strong>6. Menurutmu apakah album ini bisa membantu masyarakat menyelamatkan diri dari bencana?</strong><br />
<em> Nggak ada yang bisa memastikan. Semua tergantung kehendak Tuhan dan orang itu masing-masing. Tergantung seberapa besar kemauannya untuk menyelamatkan diri, tergantung hokinya juga. Tapi tetap nggak ada salahnya dicoba.</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-467 aligncenter" title="robi_pepengmsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/robi_pepengmsktr.jpg" alt="Robi Navicula &amp; Pepeng Naif" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Robi Navicula bersama Pepeng</em></p>
<p><strong>7. Siapa target yang disasar untuk album Siaga Bencana ini?</strong><br />
<em> Targetnya adalah semua orang, pastinya. Diharapkan dari satu orang bisa menyampaikan pesan ke yang lain. Makanya CD album kompilasi ini nggak dijual. Rencananya distribusi album ini akan melalui dua tahap. Tahap pertama sebanyak 5000 keping dipegang oleh LIPI dan akan dibagikan pada saat mereka melakukan workshop. Tahap kedua rencananya kami akan menggandeng pihak lain untuk bekerja sama pendistribusian. Tahap keduanya masih dalam proses, jadi belum bisa kami informasikan sekarang.<br />
Untuk pembuatan cover CD albumnya juga dilombakan. Diharapkan dengan membuka lomba itu, upaya membangkitkan awareness juga sudah mulai dilakukan. Karena di publikasi lomba juga disertakan informasi tentang rawannya Indonesia terhadap bencana. Lomba dibuka untuk umum, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Entry kit lomba dapat dilihat di <a href="http://scienceinmusic.blogspot.com" target="_blank">scienceinmusic.blogspot.com</a>, <a href="http://www.naifband.com" target="_blank">www.naifband.com</a> dan <a href="http://www.compress-lipi.org" target="_blank">www.compress-lipi.org</a></em></p>
<p><strong>8. Apa opinimu pribadi terhadap kondisi lingkungan hidup di Indonesia saat ini?</strong><br />
<em> Sudah cukup lama saya jadi orang yang cukup peduli dengan lingkungan. Sampai saya sendiri nggak mau buang sampah sembarangan. Mulai dari hal kecil dulu aja deh. Saya bukan ahlinya untuk menjawab pertanyaan ini. Tapi sepenglihatan saya, orang-orang masih banyak yang belum peduli dengan lingkungan. Atau mungkin belum tau gimana caranya merawat lingkungan kita. Masih banyak orang membakar sampah, padahal hal itu adalah salah satu sebab pemanasan global ini terjadi. Mobil-mobil banyak yang masih tidak memperhatikan standar emisi gas buang. Penggunaan plastik masih banyak di sini, bahkan di swalayan-swalayan besar juga masih memakai plastik.<br />
Memprihatinkan…</em><br />
<em> Sosialisasi. Semua kuncinya sosialisasi, dan tentunya dibutuhkan konsistensi dalam mensosialisasikan soal lingkungan. Sampai saat ini saya berpikir semua hal di negara ini masih memakai prinsip “anget-anget tai ayam”. Satu hal yang nggak akan pernah bikin kita maju kalau masih memakai prinsip itu!</em></p>
<p><strong>9. Apa proyek Naif ke depan yang paling segera diproduksi?</strong><br />
<em> Naif dalam waktu dekat ini, pertengahan Juni ini, akan meluncurkan album Let’s Go!, yang pernah kami luncurkan juga sebelumnya via majalah Rolling Stone Indonesia, dengan format yang berbeda. Format digital. USB device. Tentu aja kali ini kami tambah dengan item-item lainnya, seperti unpublished photos, wallpaper untuk komputer, dan lain-lain deh.<br />
Terus, Naif juga lagi memproduksi sesuatu yang kami persembahkan untuk Hari Anak Nasional 2008 ini. Belum bisa saya informasikan lebih lanjut, semua sedang running. Semoga bisa terwujud tahun ini.<br />
Kami juga dari dulu pengin bengat bikin double album. Semoga itu juga bisa terwujud segera. Sekarang-sekarang ini passion kami memang lagi ke arah situ. Proyek-proyek sampingan. Album keenam Naif sendiri bisa jadi baru dimulai tahun depan. Hehehe. Tapi bukan berarti proses kreasi bikin lagu berhenti. Berkesenian sih jalan terus!</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 8pt; font-family: "><span style="color: #ffff00;">*</span>Semua foto adalah hasil jepretan Lakota Moira</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/interview-pepeng-naif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musikator Ink: Roy Djihard</title>
		<link>http://www.musikator.com/musikator-ink-roy-djihard/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/musikator-ink-roy-djihard/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 01:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Roy, vokalis The Djihard, kembali menulis. Kali ini berkisah tentang tattoo di sekujur tubuhnya. Mana yang paling awal, paling disukai, bahkan yang bukan favoritnya. Sebenarnya orang yang paling bertanggung jawab, yang telah menjerumuskan saya ke dalam dunia seni Rajah tubuh untuk pertama kalinya tak lain dan tak bukan adalah Erick, salah satu dari Suicide Glam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-roy-djihard%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmusikator-ink-roy-djihard%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Roy</span><span style="font-size: 8pt; font-family: ">, vokalis The Djihard, kembali menulis. Kali ini berkisah tentang tattoo di sekujur tubuhnya. Mana yang paling awal, paling disukai, bahkan yang bukan favoritnya.</span></em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/fullmsktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-363];player=img;" title="fullmsktr"><img class="alignnone size-medium wp-image-366" title="fullmsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/fullmsktr.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Sebenarnya orang yang paling bertanggung jawab, yang telah menjerumuskan saya ke dalam dunia seni Rajah tubuh untuk pertama kalinya tak lain dan tak bukan adalah Erick, salah satu dari Suicide Glam Tattoo Connoisseur. Bagaimana tidak, jika saya flashback dan telisik kembali ke tujuh tahun silam, beliau inilah yang pertama kali—selain Pak Dokter—menusukkan jarum &#8211; jarumnya ke tubuh saya selama berjam–jam dengan menggunakan mesin seadanya bahkan, um, bisa dikatakan sangat jauh dari kesan standar, dan jaminan sterilisasi (…weitts, itu dulu, bor, saat ini beliau sudah termasuk dalam jajaran salah satu tattoo artist Bali yang sakti mandraguna dengan equipment tattoo yang teruji tingkat higienisnya dan dengan jam terbang yang sudah tidak perlu diragukan lagi).</p>
<p>Saat itu semuanya terjadi begitu saja, tanpa konsep, tanpa persiapan, pun tak perlu keberanian yang berlebihan. Memang ide terlontar pertama kali dari Erick, yang saat itu memang kerap kali mengumpulkan relawan, untuk dijadikan objek dalam memperdalam ilmu rajahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Semua dikerjakan dengan free hand (literally) tanpa editing komputer, tanpa stensil, plus gambar tribal yang asal comot, spontan saat itu juga dari kemeja yang saat itu tergeletak begitu saja di sekitar kita—kemeja tersebut kebetulan merupakan salah satu produk hasil karya orisinil dari sohib kita, Lolot.</p>
<p>5 jam yang saya lalui kala itu, memang tak seperti apa yang saya bayangkan sebelumnya, jarum masuk menusuk kedalam kulit betis kanan saya melalui lubang pori–pori kulit hanya terasa sakit pada lima menit awalnya saja. Saya, di menit selanjutnya, wih, ternyata sangat menikmati sekali proses pengerjaan hingga mencapai titik klimaks: proses pembersihan akhir dengan alkohol …aaahhhh!!!</p>
<p><em></em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-367 aligncenter" title="pertamamsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/pertamamsktr.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tattoo pertama ini hasilnya memanglah sangat jauh dari hasil–hasil hujaman ‘tangan sakti’ Erick masa sekarang, namun seperti kata yang saya kutip dari sebuah iklan, ‘’ Kalo ga kotor, ya ga belajar’’</em></p>
<p>Masuk tahun ke tujuh sejak pertama kali dirajah, kini tattoo sudah hampir memenuhi sekujur tubuh saya mulai dari leher (kanan, kiri, tenggorokan), kedua tangan, lengan, jari jemari, dada, perut, punggung, dan pinggang. Semua itu dikerjakan selama ini oleh delapan seniman tattoo yang berbeda, dari generasi yang berbeda pula. Dimulai dari generasi pinisepuh macam Alit Tattoo, Kadek Tattoo, dan D’Gin. Lalu dari angkatan modern muda bersemangat macam Erick, Marmar, Made Tattoo, Roy Star Tattoo, dan Logging. Sebenarnya saya sempat rehat dan pulih dari kecanduan saya terhadap seni rajah ini, namun sekitar setahun lalu ketika salah satu stasiun TV menayangkan serial Prison Break, sugesti tersebut muncul kembali. Saking terobsesinya pada Prison Break ini, kini saya sudah memiliki hampir semua tattoo penting yang dimiliki Michael Scofield (tokoh utama di film Prison Break). Termasuk tattoo terakhir yang saya buat bulan lalu pun merupakan rangkaian tattoo penuh makna dari serial Prison Break yang berhasil ditransformasikan ke tubuh saya dengan baik oleh Erick.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/terakhir-1msktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-363];player=img;" title="terakhir-1msktr"><img class="alignnone size-medium wp-image-368" title="terakhir-1msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/terakhir-1msktr.jpg" alt="" /></a> <a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/terakhir-2msktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-363];player=img;" title="terakhir-2msktr"><img class="alignnone size-medium wp-image-369" title="terakhir-2msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/terakhir-2msktr.jpg" alt="" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Devil Face dan Rip. E. Chance Woods, bagi teman–teman yang mengikuti serial Prison Break, pasti mengetahui arti–arti dari tattoo ini</em></p>
<p>Jika diamati detail demi detail, tattoo yang saya memang terdiri dari bermacam ragam style, karena memang terkesan tak terkonsep, tattoo pertama yang saya bikin adalah Tribal, karena selain simpel, Tribal pada jaman tersebut kebetulan memang menjadi standar wajib bagi pencinta seni rajah pemula. Gambar lainnya juga memasukkan unsur Rockabilly seperti burung walet, dadu, pin-up girl, martini glass, dll. Ada juga peti mati, tengkorak, macan, laba–laba dan sarangnya yang identik dengan Psychobilly. Sampai ke ikan koi plus awan dan ombak yang merupakan ciri maupun warisan dari Yakuza. Serta yang terakhir, ya itu tadi: tattoo yang diadaptasi dari serial Prison Break.</p>
<p>Dari semua tattoo yang saya miliki, ada dua yang spesial alias memiliki makna khusus. Yang pertama adalah yang di bagian perut (impala, background city at night plus menara kembar yang dihantam pesawat) selain lokasi rajah yang merupakan salah satu area yang bagi saya derajat sakitnya mungkin paling tinggi, dengan hasil akhir yang sangat baik, jauh melebihi target (yay!); baik dari story, shading, sampai pada detailnya sekalipun. Impala tersebut sungguh merupakan salah satu masterpiece oleh Erick sepanjang karirnya. Selebihnya, tattoo di bagian perut juga merupakan cambuk pemacu semangat untuk selalu menjaga ukuran mobil impala agar tetap proporsional, karena jika bentuk dari mobil impala sudah terlihat ‘aneh,  maka dapatlah dipastikan harus segera mengurangi porsi makan dan sesegera mungkin melakukan sedikit exercise di bagian perut (ahem).</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/fav-1msktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-363];player=img;"></a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-364 aligncenter" title="fav-1msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/fav-1msktr.jpg" alt="Roy Djihard Tattoo - Impala" /><em></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Impala</em></p>
<p>Lalu tattoo favorit saya yang kedua adalah pin-up girl yang menempel di lengan kanan&#8211;gambar aslinya sih cewek kulit putih, tetapi karena kulit saya agak kecoklatan, pin up girl yang awalnya berkulit putih berubah menjadi Latinas pin up girl… Selain warnanya yang muncrat benderang—untuk ukuran kulit segelap saya—ada hal ultra istimewa lainnya: kalau diperhatikan dengan seksama tahi lalat di wajah pin up girl tersebut adalah asli! Asli dari tahi lalat yang memang ada di lengan kanan saya, dimana memang sedari awal sudah saya minta ke pimpro tattoo ini, Erick, agar dicarikan gambar pin up girl untuk spesial dirajah di posisi tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-365 aligncenter" title="fav-2msktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/fav-2msktr.jpg" alt="" /><em></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Pin-up Girl</em></p>
<p>Memang dari sekian banyak tattoo yang sudah tertanam dikulit saya, pastilah ada yang serasa masih kurang memuaskan, atau ingin mengubahnya di kemudian hari agar nantinya lebih sedap dipandang mata. Ada satu buah tulisan dengan ukuran yang lumayan gede di bagian punggung (OUTLAWS), yang dibuat beberapa hari setelah tato pertama (masih sama dengan tattoo pertama, tattoo kedua inipun digarap oleh Erick during his early years). Dengan goresan garis yang tebal dan dalam, belum lagi warna yang sudah pudar, duh-gusti sangat jauh dari kesan indah apalagi keren (peace, brutha Erick). Makanya saya ada kepikiran untuk mengubahnya tanpa harus menghilangkan kata “Outlaws”—which already sounds extreme enough, kickass enough for me. Perbaikannya lebih ke aspek garis dan bentuk agar lebih terlihat elegan, mungkin dengan blok hitam nantinya. We’ll see.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-370 aligncenter" title="ubahmsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/ubahmsktr.jpg" alt="" /><em></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Outlaws</em></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffff00;">*</span>Foto oleh Bayu &amp; Rudy &#8211; B &amp; M Studio</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/musikator-ink-roy-djihard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wawancara: Adib Hidayat</title>
		<link>http://www.musikator.com/wawancara-adib-hidayat/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/wawancara-adib-hidayat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 01:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/wawancara-adib-hidayat/</guid>
		<description><![CDATA[Salatiga, pada khususnya, setelah Arief Budiman, Roy Marten, Rudy Salam, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Bre Redana, kini punya suri tauladan baru: Adib Hidayat. Musik Indonesia, pada umumnya, jadi makin berwarna dan harkatnya&#8211;pelan namun pasti&#8211;terus terdongkrak naik ketika Adib Hidayat masuk menengahi. Saya pribadi mengenal ayah dari Jemima ini saat dia masih meniti karir sebagai editor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwawancara-adib-hidayat%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwawancara-adib-hidayat%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Salatiga, pada khususnya, setelah Arief Budiman, Roy Marten,  Rudy Salam, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Bre Redana, kini punya suri tauladan baru: Adib Hidayat.</p>
<p>Musik Indonesia, pada umumnya,  jadi makin berwarna dan harkatnya&#8211;pelan namun pasti&#8211;terus terdongkrak naik ketika Adib Hidayat masuk menengahi.</p>
<p>Saya pribadi mengenal ayah dari Jemima ini saat dia masih meniti karir sebagai editor musik di majalah Gadis.  Saya mendapat kesan yang ultra positif bin impresif dari perkenalan pertama itu. Mulai dari gesturnya yang hangat&#8211;1&#215;24 jam selalu tersenyum, pengetahuannya yang luas soal musik&#8211;any music. Saya ingat benar waktu kita bertemu&#8211;lalu bergabung di sebuah sudut&#8211;di konser Suede tahun 2002 di Jakarta. Bahkan saya yang mengaku penggemar berat Brett Anderson &amp; co. sekali pun tak sefasih Adib melantunkan hampir tiap jengkal lirik yang disenandungkan band asal London tersebut. Shame on me.</p>
<p>Serta tentu saja ketrampilannya dalam menulis, kecakapannya mengambil sudut pandang terhadap suatu isu hingga melahirkan sebuah artikel yang menarik untuk dibaca. Kesan yang muncul dari gayanya menulis: hangat, bijak, dan terukur. Sangat Adib. Belakangan ini saja&#8211;utamanya sejak bergabung dengan Rolling Stone&#8211;tulisan Adib (+ tim yang dikomandoinya) sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya. Agak berubah, tersimak sedikit lebih&#8221;galak&#8221;. Bisa jadi itu adalah bentuk kepeduliannya, format perlawanannya terhadap kecenderungan musik Indonesia yang sebagian kok justru tambah najis. Tampaknya Adib (disokong kolega kerjanya di Rolling Stone) sedang mencoba mengambil semacam langkah penyelamatan demi maju-lancarjayanya skena musik Nusantara. Right on. Stay badass.</p>
<p>Berikut petikan wawancara via e-mail antara Adib dengan pokja Musikator (Igo, Robin Malau dan saya sendiri):</p>
<p><span id="more-167"></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/adibhidayat.jpg" alt="Adib Hidayat" /></p>
<p>~ IGO ~<br />
<strong>1. Siapa [dan/atau judul karya tulisnya] yang memotivasi Anda untuk mulai menulis?</strong><br />
<em>Kalau dilihat dari kebiasaan sejak kecil saya yang sangat suka membaca. Bisa jadi dari banyak bacaan itu tampaknya kemudian yang memaksa dan memompa otak saya untuk menulis. Namun saya belum mau dan belum ada niat menulis sampai saya kuliah!.</em></p>
<p><em>Efek dari suka membaca sejak kelas 5 SD saya sudah berkaca-mata minus 2. Ini akibat suka membaca komik dan cerita silat bersambung di kamar di tempat gelap, karena kalau terang akan diketahui orang-tua. Dan sudah pasti saya kena marah. Saya akan kembali dipaksa belajar atau mengaji. Bukan hanya mengaji </em>Al Quran<em>, tapi juga kitab-kitab kuning (</em>Jurumiah<em>, </em>Safinah<em>, </em>Tafsir Jalalen<em> dsb…) yang dikenal di kalangan NU.</em></p>
<p><em>Ya, saya berasal dari keluarga NU yang sangat faham dan menyadari adanya perbedaan signifikan antara NU dan Muhammadiyah. Tipikal yang masih ortodok dengan segala perbedaan, walau dalam bendera yang sama, Islam. Sampai SMP saya sekolah dua kali. Pagi sekolah umum biasa. Sore sekolah agama, istilahnya sekolah Arab. Belajar ilmu agama Islam tentunya.</em></p>
<p><em>Dulu TK penyuka komik Donald Bebek. Di SD berlanjut kemudian pada Kho Ping Ho dan komik sejenis Jan Mintaraga, Abuy Ravana, Djair, Han, dan sebagainya. Berlanjut kemudian SMP pada novel-novel terjemahan yang marak saat itu. Sebut saja Lima Sekawan dan Trio Detektif. Ini yang menjadi idola saya. Imajinasi yang melayang, menikung, dan mendebarkan menarik perhatian saya. Namun saya belum mulai mencoba menulis. Tapi saya juga mulai menyukai majalah Vista. Majalah musik yang saya dapatkan di toko loak di daerah Shopping Centre di Salatiga. Di Vista ini saya menemukan tulisan dan profil band era 80-an seperti Krokus, Quiet Riot, Twisted Sisters, atau yang klasik seperti Black Sabbath, Led Zeppelin, Deep Purple, dan Genesis.</em></p>
<p><em>Bahkan saat masuk di jurusan Bahasa di SMA I Salatiga saya masih belum mau menulis. Saat itu saya mulai menyukai karya sastra Indonesia. Iwan Simatupang, Sutan Takdir Alisyahbana, Tulis Sutan Sati, Remy Sylado dengan puisi mbeling mulai saya kenal baik. Pula mulai menyukai cerita pendek yang bertebaran di majalah dan Koran.</em></p>
<p><em>Kemudian saat kuliah, saya masuk di sastra Inggris. Makin banyak karya sastra Inggris dan Amerika yang saya baca. Tidak hanya novel, naskah drama, cerpen, juga puisi dan prosa.  Dari mulai era Shakespeare, Colleridge, Blake, Hardy, Fittgeralds,  Jack London, Edgar Allan Poe, Raymond Carver, Tony Morrison, plus dengan teori-teori untuk melengkapi cara membaca buku-buku tersebut. Seperti post-strukturalis, naturalisme, dan juga buku-buku dari para pemikir seperti Edward Said, Lacan, Levi Straus, Derrida, Foucoult dan banyak lagi.</em></p>
<p><em>Namun yang paling membuat saya terkesan adalah buku </em>No One Here Gets Out Alive<em> karya Danny Sugerman yang bercerita tentang sosok Jim Morrison dan The Doors. Secara detail Danny Sugerman yang pernah menjadi manajer The Doors bisa masuk dalam tiap bagian buku dengan sangat detail dan selalu penuh kejutan. Seolah buku itu film bersambung yang kita selalu ingin tahu sampai dimana dan bagaimana kelanjutan karakter yang dibaca. Saya bahkan kemudian sempat mengajukan skripsi berupa telaah puisi-puisi dari James Douglas Morrison atau Jim Morrison. Namun menurut dosen saya, puisi Jim Morrison belum layak disebut sebagai karya sastra. Masih kanon.</em></p>
<p><em>Akhirnya saya menyusun skripsi tentang </em>Aspek Naturalisme dan Tiga Novel Paska Perang Saudara di Amerika<em>. Saya mengambil rujukan dari novel </em>Red Badge of Courage<em>, </em>White Fang<em>, serta satu lagi saya lupa, tapi karya Frank Norris.</em></p>
<p><em>Secara bersamaan saya mulai banyak membaca jurnal kebudayaan Kalam. Tulisan dari Ari Jogaiswara (dosen saya juga di sastra Inggris), Nirwan Dewanto, Hasief Amini, dan scene Kalam banyak menarik minat saya. Juga tulisan mengawang dari Bre Redana di Kompas yang kerap menulis musik namun memakai pendekatan post-strukturalis dengan memasukkan teori hiperealitas dan sebagainya.</em></p>
<p><strong>2. Siapa figur yang banyak mempengaruhi gaya tulisan Anda?</strong><br />
<em>Gaya tulisan saya awalnya banyak mengedepankan riset serta deskripsi suasana yang membuat pembaca seolah berada atau mengalami hal yang terjadi. Saya mendapat ide ini banyak dari buku </em>No One Here Gets Out Alive<em> karya Danny Sugerman dan Jerry Hopkins. Kemudian ternyata gaya seperti itu mendekati teknik Jurnalisme Sastrawi yang banyak dikenalkan oleh Andreas Harsono dan sindikasi Pantau. Mungkin buku-buku sastra yang saya baca ikut membentuk teknik saya ini. Walau harus digaris bawahi detail tentang teknik Juranalisme Sastrawi bukan semata menulis tentang hal-hal dengan pendekatan sastra. Tom Wolfe memulai gerakan ini di Amerika Serikat pada 1960-an dan bagaimana suratkabar-suratkabar Amerika mengambil elemen-elemen genre ini. Atau </em>Hiroshima<em> karya John Hersey. Ini sebuah karya klasik, dimuat majalah The New Yorker pada Agustus 1946, yang pernah dipilih sebuah panel wartawan dan akademisi Universitas Columbia sebagai naskah terbaik jurnalisme Amerika pada abad XX. Tidak ada figur personal yang menjadi patokan atau rujukan utama dalam menulis.<br />
</em><br />
<strong>3. Sebutkan dan ceritakan sebuah momen yang tidak mungkin terlupakan sepanjang karir jurnalistik Anda?</strong><br />
<em>Saya dulu suka mimpi, majalah Rolling Stone masuk di Indonesia. Dan mimpi itu menjadi nyata.</em></p>
<p><strong>4. Sebelumnya, eksistensi seorang penulis&#8211;salah satunya&#8211;diukur dari seberapa kerap karya-karyanya dipublikasi di media cetak umum konvensional. Sekarang mulai bermunculan nama-nama baru yang dikenal bahkan di hormati melalui karya-karyanya yang dimuat dunia maya. Bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena ini?</strong><br />
<em>Media cuma sebatas wadah. Media cetak lewat majalah, koran, atau jurnal, maya, atau zine. Seorang Andreas Harsono menurut saya lebih dikenal dengan blog dia saat ini daripada jaman di Pantau. Rudolf Dethu dikenal baik di dunia maya berkat tulisan yang memakai struktur era Majapahit bercampur teori-teori ilmiah yang memiliki ciri khas yang menarik.</em></p>
<p><strong>5. Era digital dituduh sebagai pemicu utama pembajakan. Baik secara masal maupun personal. Bagaimana pandangan Anda &#8211; sebagai penulis yang banyak berkonsentrasi pada dunia musik &#8211; terhadap situasi tersebut?</strong><br />
<em>Ini efek bola salju dan tindakan terburu-buru label menurut saya. Dulu saat Napster dianggap menjadi masalah, pihak label heboh malah melakukan tuntutan dan meminta Napster ditutup. Padahal masa depan itu ada dalam format digital. Jika saja saat itu langsung ada sebuah peraturan yang mengatur fungsi media digital untuk menyimpan dan kemudian bisa diunduh secara legal pasti tidak akan separah saat ini.</em></p>
<p><em>Kondisi saat ini sudah diluar kendali.</em></p>
<p><em>Jika di Indonesia bajakan itu ibaratnya narkoba yang dijual bebas. Nilai yang berputar di bajakan saya berani jamin lebih besar dari perputaran narkoba yang ada di Indonesia. Ini bisnis trilyunan rupiah dan pemerintah masih buta (atau pura-pura buta) pada kondisi yang ada.</em></p>
<p><em>Untuk dunia digital di dunia maya ini juga sudah parah. Berbagai engine untuk melakukan unduh lagu atau menyimpan lagu sangat mudah dicari dan tinggal googling semua beres. Tersedia komplit. Tinggal sedot. Cari artwork di amazon. Dan jadikan sebagai playlist di iPhone atau iPod Anda. Atau simpan dalam format MP3 tampung dalam CD kosong murahan dan putar di mobil saat pulang kerja atau kuliah. Semudah itu.</em></p>
<p><em>Jangan salahkan kami jika hendak mengetahui update sebuah lagu atau band yang lagu atau band tersebut tidak di rilis atau beredar versi import kami akan lari ke dunia maya. Semua tersedia. Namun saya pribadi termasuk kolektor yang masih suka memegang artwork dan membalik-balik sleeve kover sebuah album. Saya selalu membeli album, terutama import. Tidak hanya yang baru. Kawasan Jalan Surabaya, Taman Puring, atau di DU di Bandung menjadi lokasi hunting yang menarik. Hunting CD bekas jauh lebih mengasikkan. Terakhir saya akhirnya dapat CD Sacred Reich album </em>American Way<em> dan </em>Independent<em>. Ini CD langka. Saya masih mencari CD Massacre album </em>From Beyond<em>.</em></p>
<p><em>Dengan membeli CD saya suka memperhatikan siapa yang menjadi produser. Atau menemukan nama-nama dibalik proses produksi album, Terry Date,  Brendan O’Brien,  Steve Albini, John Alagia, Chris Lord-Alge, atau menemukan si pembuat artwok apakah dibuat oleh Roger Dean, Hipgnosis, Hugh Shyme, Arik Ropper, Paul Romana, James Jean dan sebagainya. Saya sampai saat ini bisa saling korespondensi dengan Hugh Shyme dan Paul Romano.<br />
</em><br />
<strong>6. Kemana arah industri musik, khususnya Indonesia, di masa mendatang?</strong><br />
<em>Akan berputar terus. Tapi di Indonesia lagu yang enak dan mudah dicerna masih menjadi jualan paling signifikan. Peran TV seperti SCTV yang menampilkan semua band dari kelas A, B, C, D sampai Z ikut menyebarkan virus ini. MTV saat ini menurut saya kehilangan pola, lagu yang diputar terkadang tidak bersinergi dengan sebuah album yang sedang menjadi best seller atau lagunya diputar di radio tertentu. Namun peran TV masih ampuh. Kwantitas kemunculan band di TV bisa sangat membantu penjualan RBT mereka.</em></p>
<p><strong>7. Apa saran Anda bagi para pelaku seni musik untuk menyikapinya [terkait dengan pertanyaan no.5 &amp; 6]?</strong><br />
<em>Carilah uang dengan cara membuat lagu yang mudah dicerna dan diterima pasar. Jika sudah kaya dari produk tersebut bikinlah karya idealis. Idealis separah Frank Zappa, Fantomas, Mr. Bungle, Boris, Tomahawk, Peeping Tom atau John Zorn jika mau. Saya pikir musisi juga perlu makan. Idealis kadang selalu memiliki musuh bernama pasar. Namun akan lebih baik jika mereka masih bisa berkarya yang mudah diterima namun masih dalam koridor kelayakan sebuah komposisi.</em></p>
<p><em>Nantinya media akan menyerap sendiri. Bisa jadi konsep album bergaya A tidak akan cocok di media B. Namun sebaliknya band atau album milik C malah diterima dengan gempita di media B. Dan fungsi media adalah untuk menjadi pemantau dari banyaknya rilisan yang muncul. Katakanlah jika media semua memuat artis apa saja yang memiliki rilisan dengan kualitas entahlah. Akan menjadi gado-gado yang tidak bagus bagi media tersebut. Akan menjadi seperti asal muat. Asal Bapak Senang. Ini yang harus dihindari. Terkadang gesekan muncul jika band teman minta dimuat atau di review. Tapi sudah seharusnya kita bisa jujur dalam hal itu. Bukan asal teman lantas ditulis bagus.</em></p>
<p><strong>8. Bila melihat peta musik internasional, dimana posisi Indonesia dalam kurun 10 tahun terakhir?</strong><br />
<em>Kita masih akan menjadi salah satu Negara pembajak paling besar. Untuk urusan musik saya pikir bisa main di kelas festival di negara-negara lain akan lebih terbuka. Istilahnya main di Singapura dan Malaysia saat ini semudah main di Jogja atau Bandung. Link ke Asia sudah terbentuk. Tinggal materi yang akan dibawa ke negara lain itu harus benar-benar dipersiapkan. Supaya link ke Eropa atau Amerika bisa terbentuk. White Shoes &amp; The Couples Company sudah memberi contoh yang baik. Akar musik pop Indonesia mereka kuat. Mereka di sign oleh Minty Fresh, label cukup terkemuka di scene indie Amerika. Mereka diundang main di SXSW di Austin. Satu gig dengan R.E.M., My Morning Jacket dan Lou Reed. Bahkan kalau tidak telat mereka akan tampil bersama 9 band lain untuk tampil di Lou Reed Nite bersama dengan Sonic Youth, Kim Deal, J.Mascis, dan sebagainya.</em></p>
<p><strong>9. Secara pribadi, apa mimpi terbesar Anda pada musik Indonesia di 10 tahun mendatang?</strong><br />
<em>Pemerintah atau nanti presiden baru benar-benar faham dunia musik. Musik sama pentingnya dengan olah-raga. Musik sama pentingnya dengan kesehatan. Juga bermimpi ada beberapa gedung pertunjukan yang menampung ragam musik dari berbagai genre. Berharap divisi merchandise untuk band bisa dikembangkan dan menjadi warisan yang sama mahalnya seperti halnya CD atau kaset yang menjadi barang langka. Saya mungkin akan bangga menyimpan kaos tur Roxx di Soundrenaline tahun 2004 jika dikemas dengan sangat baik. Band dan manajmen kudu membuka diri. Membuka mata di dunia maya. Rajin membaca.</em></p>
<p>~ ROBIN MALAU ~<br />
<strong>Di era digital sekarang, apakah musisi masih bisa mencari uang dari album rekaman? Or should they forget about it dan berkonsentrasi sama show, merchandise dsb? Jika ya, apakah ini berarti merubah esensi pekerjaan mereka sebagai musisi atau model bisnis industri ini memang sudah berubah (dan kebanyakan dari kita belum sadar)?</strong><br />
<em>Era fisikal bagi band kecil mungkin dianggap sudah finish! Namun, tetap saja ada bilangan angka yang menjadi masukan dari kemasan fisikal. Show, merchandise, dan iklan boleh dibilang sumber masukan yang paling ranum saat ini untuk para musisi. Juga tentunya dunia RBT yang masih menjadi candu memabukkan. Tanpa kerja dan nggak usah capai, duit datang. Walau masih rebut antara ASIRI dan KCI yang saat ini kabarnya dimenangkan oleh ASIRI dan melarang KCI sebagai collecting society.  Banyak band yang tadinya zero bisa menjadi hero berkat RBT. Sebuah band sederhana di Sukabumi bisa mendadak bisa bersanding dengan band papan atas di TV Swasta terkemuka berkat aktifasi RBT lagu mereka yang laris manis.</em></p>
<p><em>Namun fisikal tetap harus diperhatikan. Bisa saja media untuk menyimpan lagu tersebut yang harus diubah. Keane, the White Stripes, dan Mars Volta membuat USB untuk menampung lagu mereka. Harus ada inovasi baru untuk menyimpan materi lagu. Kaset dan CD akan menjadi barang kuno kemudian. Jadikan HP seri terbaru sebagai media menyimpan album terbaru misalnya? Seri CDMA yang makin murah meriah itu misalnya?  Si pembeli selain membeli HP secara tidak langsung sudah membeli sebuah album. Artwork bisa disimpan dalam format pdf di file penyimpanan HP atau USB.  Bisa jadi bisa lewat perangkat lain yang akan menjadi trend kemudian. Siapa tahu?</em></p>
<p>~ RUDOLF DETHU ~<br />
<strong>1. Sebagian dari staf Rolling Stone adalah juga praktisi musik aktif (anak band, manajer band), tentu susah bagi Anda untuk bersikap adil. Bagaimana Anda menyikapi ini? Apa kiat menghindari vested interest macam begini?</strong><br />
R<em>ata-rata mereka kemudian sadar diri. Dari yang dulu sedikit malu-malu untuk memuat artis atau diri mereka kemudian mereka meminta dengan sendirinya supaya jangan terlalu sering muncul di Rolling Stone. Ini bagus.  Walau secara fan-base rata-rata band yang personel atau manajernya ada di Rolling Stone memang sesuai dan cocok dengan segmentasi Rolling Stone. Walau gesekan itu ada. Namun seminim mungkin coba dihindari. Tapi ya itu, rata-rata kalau terlalu sering mereka akan sungkan sendiri. Saya juga tidak akan rela memberikan halaman di Rolling Stone jika manajer band “You Know Who The Name of The Band Is” ternyata AE di Rolling Stone. Tidak lantas saya mau memasukan mereka. Tetap ada filter.<br />
</em><br />
<strong>2. Kolom resensi album Rolling Stone belakangan ini makin &#8220;galak&#8221;, cenderung bicara apa adanya. Sebuah fenomena baru dan segar bagi skena musik Nusantara yang tadinya penuh unggah-ungguh, terlalu ewuh pakewuh. Bisa jadi Anda pernah punya pengalaman tak mengenakkan gara-gara memberi nilai buruk terhadap album tertentu. Bisa diceritakan?</strong><br />
<em>Kami mencoba menjadi pemantau yang jujur. Kami bicara apa adanya sesuai penilaian dan standar kami.  Ini untuk memberi pembelajaran. Teman tetap teman. Namun kami mencoba terbuka. Sebuah album kerap kami perdengarkan bersama sebelum diberi bintang. Tidak jarang diantara kami sendiri saling debat. Apa layak misalnya album terakhir Pure Saturday mendapat bintang lima? Kami sepakat memberinya bintang empat kemudian. Banyak yang kemudian menjauh atau menjadikan kami sebagai musuh mereka. Kami dianggapnya sok tahu. Kami dianggap tidak memberi support pada rilisan dan karya musisi dalam negeri. Bukan itu sebenarnya inti permasalahan, kami ini bisa dibilang pemantau atau kritikus dalam bahasa lain. Anda bekerja membuat karya, kami menilai karya Anda tersebut. Bisa saja kan kemudian penilaian itu tidak sesuai dengan mereka? Ya itu wajar saja menurut saya. Saya pernah ditelpon Glenn Fredly saat saya mereview album ost.</em> Badai Pasti Berlalu<em>. Namun kemudian setelah saya jelaskan Glenn akhirnya terima. Kadang di kita melakukan penilaian sebuah karya masih dianggap menyerang sosok pencipta. Itu salah. Kita mereview karya. Bukan personal si pembuat atau si pelantun lagu. Namun jika kemudian karya dari si artis begitu-begitu saja pasti ada diskursus yang mengarah kesosoknya. Walau tidak mutlak.</em></p>
<p><strong>3. Bagaimana cara Anda dan tim Anda di Rolling Stone melakukan standardisasi terhadap siapa artis yang layak atau artis yang tidak layak untuk tampil di Rolling Stone? Saya perhatikan ada beberapa band yang sama sekali tidak pernah Rolling Stone munculkan, sebaliknya ada juga band yang kemunculannya kelewat sering. Mohon jelaskan.</strong><br />
D<em>alam sebuah meeting kami suka memasukkan nama untuk dijadikan profil. Ada ragam tanggapan yang masuk. Artis yang kami plot sebagai profil rasanya akan lebih cocok jika dijadikan sebagai model saja di majalah kami. Ini penolakan secara halus. Atau band yang secara kualitas menurut standar Rolling Stone tidak layak muat ya tidak kami muat. Bisa jadi band atau artis itu cuma layak di halaman review. Kami memakai sebuah ukuran untuk siapa yang layak dan tidak layak. Kami bisa saja memberikan sebuah nama yang menurut kami memiliki kualiats dan konsep yang layak dan harus untuk diperkenalkan walau mereka tidak dikenal sama sekali atau jarang ada yang mengenal. Kami juga bisa menulis sebuah sosok karena dia atau mereka sedang menjadi omongan berkat karya atau kejadian yang mereka hadapi. Namun yang pasti, cetak biru dari Rolling Stone original karya cipta Jann S. Wenner tetap menjadi blue print yang menjadi acuan kami. Perlahan kami mengetahui soul dari Rolling Stone. Siapa yang layak dan cocok masuk Rolling Stone. Ada parameter yang kami miliki. Walau terkadang parameter itu bias, namun selama ini kami cukup kuat dan kokoh menjaganya.</em></p>
<p><strong>On a lighter note, silakan sebutkan;<br />
</strong></p>
<p><strong>5 Album Musik Paling Berpengaruh Dalam Hidup:</strong><br />
<em>Jeff Buckley – Grace<br />
Led Zeppelin – II<br />
Counting Crows – August And Everything After<br />
Metallica &#8211; …And Justice For All<br />
The Beach Boys – Pet Sound</em></p>
<p><strong>5 Album Musik Lokal Favorit 2007-2008: </strong><br />
<em>Naif – Televisi<br />
Koil – The Blacklight Shines On<br />
Sore – Ports of Lima<br />
Padi – Tak Hanya Diam<br />
Komunal – Hitam Semesta</em></p>
<p><strong>5 Album Musik Luar Favorit 2007-2008:</strong><br />
<em>The Black Crowes – Warpaint<br />
Nine Inch Nails – Ghost I – IV<br />
Band of Horses – Cease to Begin<br />
High on Fire – Death is The Communion<br />
Bruce Springsteen &#8211; Magic</em></p>
<p>________________</p>
<p><strong>DATA PERSONAL</strong><br />
Nama: Adib Hidayat<br />
Tanggal Lahir: 14 Agustus 1974<br />
Surel: adib.hidayat@gmail.com</p>
<p><strong>PERJALANAN KARIR</strong><br />
Desember 2006 – Sekarang<br />
Deputy Managing Editor<br />
Rolling Stone Indonesia, Jakarta</p>
<p>Juli 2006 – November 2006<br />
International Label Manager &amp; Strategic Label manager<br />
Warner Music Indonesia</p>
<p>Maret 2005 – Juli 2006<br />
Senior editor<br />
Rolling Stone Indonesia, Jakarta</p>
<p>September 2004 – Maret 2005<br />
Senior Editor<br />
MTV Trax &amp; COSMOgirl, Jakarta</p>
<p>September 2002 &#8211; Desember 2004<br />
Music Editor<br />
GADIS, Jakarta</p>
<p>Desember 2002 – Juli 2002<br />
Music Editor<br />
Cleartop10.com, Jakarta</p>
<p>Mei 1999 – Juli 2002<br />
Reporter<br />
GADIS, Jakarta</p>
<p>Mei 1999 – September 1998<br />
Freelance Music Reporter<br />
PIKIRAN RAKYAT, Bandung</p>
<p><strong>PENDIDIKAN TERAKHIR</strong><br />
1993 – 1999<br />
Universitas Padjadjaran, Bandung<br />
Bachelor, Major in English Literautre, Faculty of Arts</p>
<p><strong>PENDIDIKAN/KURSUS TAMBAHAN</strong><br />
&#8220;Kursus Singkat Jurnalisme Musik&#8221;<br />
Feminagroup Programme, Jakarta<br />
Maret 2002</p>
<p>&#8220;New Media on Music  &amp; Annual Short Course&#8221;<br />
Warner Music Asia, Warner Music Group, Singapore<br />
November 2006</p>
<p>&#8220;Rolling Stone Editors &amp; Publishing International Conference&#8221;<br />
Wenner Media, New York<br />
Mei 2007</p>
<p><strong>AKTIVITAS MUTAKHIR</strong><br />
- Dalam proses pengerjaan official photography Nidji<br />
- Dalam proses pengerjaan official biography Gigi<br />
- Dalam proses pengerjaan official biography Samsons<br />
- Dalam proses pengerjaan coffee table book Masyarakat Peduli Indonesia :: Konser Kemanusiaan untuk Tsunami Aceh &amp; Jogja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/wawancara-adib-hidayat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

