<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/category/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 May 2010 07:46:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en_us</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>Copyright &#xA9; 2010 Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia </copyright>
		<managingEditor>robinmalau@gmail.com ()</managingEditor>
		<webMaster>robinmalau@gmail.com ()</webMaster>
		<category>posts</category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Music"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>robinmalau@gmail.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Musikator &#124; Blog Direktori Musik Indonesia</title>
			<link>http://www.musikator.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Hentikan Upaya Pembuktian Diri, Percuma&#8230;</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 17:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tips untuk Rockstar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dulu hingga sekarang, saya masih sering terjebak dengan Upaya Pembuktian Diri bukannya Berbuat yang Terbaik. Bodoh sih tidak, alami iya. Meski alami tapi tetap saja tidak produktif dan membuang-buang waktu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fhentikan-upaya-pembuktian-diri%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fhentikan-upaya-pembuktian-diri%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1251" title="rockstar-solo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/03/rockstar-solo.jpg" alt="rockstar-solo" /></p>
<p>Sejak dulu hingga sekarang, saya masih sering terjebak dengan <strong>Upaya Pembuktian Diri</strong> bukannya <strong>Berbuat yang Terbaik</strong>. Bodoh sih tidak, alami iya. Meski alami tapi tetap saja tidak produktif dan membuang-buang waktu.</p>
<p>Ini tidak hanya terjadi kepada musisi, yang menurut logika saya lebih mudah tergoda untuk membuat musik menjadi ajang pembuktian diri. Tapi terjadi pula pada kaum non musisi. Saya bisa bilang begitu karena saya sudah menjadi orang non musisi selama 7 tahun terakhir, dimana sebelumnya saya jadi musisi aktif selama 14 tahun.</p>
<p>Perbedaaan antara keduanya? Ada, dan signifikan:</p>
<h2><strong>Upaya Pembuktian Diri</strong></h2>
<p>Saya definisikan sebagai upaya-upaya untuk menunjukkan &#8216;siapa gue&#8217;. Objeknya orang lain. </p>
<p>Sementara itu,</p>
<h2><strong>Berbuat Yang Terbaik </strong></h2>
<p>Saya definisikan sebagai upaya-upaya untuk melakukan apapun dengan sungguh-sungguh. Objeknya adalah diri sendiri.</p>
<h2><strong>Perbedaan Hasil</strong></h2>
<p>Sangat jelas. Kamu bisa nilai sendiri mana yang produktif, mana yang tidak.</p>
<p>Jika kamu memperlakukan musik sebagai ajang pembuktian diri, saya berani taruhan, kamu tidak akan pernah berhasil. Kenapa? Karena masih ada saja orang di luar sana yang menganggap remeh prestasi kamu. Padahal, misalnya, kamu sudah melakukan segala upaya untuk menjadi musisi hebat. Seingat saya, ketika saya sedang sering-seringnya berusaha membuktikan diri, saya malah sering kecewa. Dalam hati saya sering berkata, &#8221; perasaan, gue udah bener, koq masih ada aja yang nganggep remeh band gue?&#8221;. Seperti teori saya diatas, pembuktian diri itu bukan mengacu pada diri sendiri, tapi ingin menunjukkan bahwa kamu hebat di mata orang lain. Hebat di mata fans, industri, manajer, orang tua, pacar&#8230; dan lain sebagainya.</p>
<p>Sementara itu, ketika saya &#8216;hanya berusaha berbuat yang terbaik&#8217;, saya tidak perduli lagi apakah hasil upaya saya baik, atau upaya saya bisa membuat orang senang. Saya benar-benar tidak perduli. Hasilnya, orang lain yang melihat dan menghargai upaya saya akan dengan sendirinya memuji, menghargai dan menghormati (atau setidaknya memberi semangat).</p>
<p>Mohon dicatat, kebanyakan orang sebenarnya tidak bodoh dan mengerti mana orang yang hanya menjadikan pekerjaannya sebagai ajang pembuktian diri dan mana yang hanya ingin melakukan yang terbaik.</p>
<h2><strong>Bagaimana seorang Rockstar Melakukan yang Terbaik dan tidak terjebak dengan Upaya Pembuktian Diri:</strong></h2>
<p>Seperti saya bilang diatas, tidak mudah. Tapi ada upaya-upaya yang bisa kamu lakukan agar musik tidak menjadi sekedar ajang pembuktian diri:</p>
<ol>
<li>Ketahui keinginan kamu. Mau main band sekedar dapet groupie atau apa?</li>
<li>Tentukan tujuan. Main band mau sampe mana (nafkah, sekedar ada &#8216;kegiatan&#8217;, atau sampai jadi musisi profesional) dan untuk siapa sebenarnya kamu main musik.</li>
<li>Jabarkan tujuan (lebih bagus tertulis atau terekam dan tersimpan di media yang bisa kamu baca/dengar ulang &#8211; personal blog juga bisa jadi pilihan), dan lakukan upaya-upaya untuk mencapai tujuan tersebut.</li>
<li>Belajar dari orang lain. Bukan, kamu bukan dan tidak akan pernah menjadi rockstar terhebat di dunia, sadari itu. Masih banyak orang lain di luar sana yang bisa melakukannya lebih baik dari kamu. Jangan jadi rockstar dungu dan sana belajar dari mereka!</li>
<li>Bagian tersulit: Lakukan semua kegiatan musikal kamu secara sungguh-sungguh. </li>
</ol>
<p>Not fun yah? Kedengarannya memang tidak. Tapi paradoks bermain-main di dunia musik ya begitu. Kamu harus &#8216;<em>tidak fun</em>&#8216; menjalankan dunia musik kamu untuk bisa &#8216;<em>have fun</em>&#8216;. Remember, no such thing as free lunch, do your best dan nikmati musik kamu.</p>
<p>Semoga berguna.</p>
<p><em>Foto oleh </em><a href="http://www.flickr.com/photos/foolswisdom/" target="_blank"><em>Lloyd Budd</em></a><em>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUPERMAN IS DEAD: Semangat Pantang Mundur dan Seni Mengelola Ego</title>
		<link>http://www.musikator.com/superman-is-dead-semangat-pantang-mundur-dan-seni-mengelola-ego/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/superman-is-dead-semangat-pantang-mundur-dan-seni-mengelola-ego/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 23:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[Jangankan untuk skala lokal Ball, dalam lingkup nasional sekalipun cuma ada sedikit band yang mampu melewati satu dasa warsa. Superman Is Dead (SID) adalah satu dari segelintir kelompok musik yang sanggup eksis bukan hanya melewati rentang sepuluh tahun tapi juga, hebatnya lagi, dengan personel yang sama, tak berubah, sejak awal berdiri. Benar, ketika grup lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsuperman-is-dead-semangat-pantang-mundur-dan-seni-mengelola-ego%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsuperman-is-dead-semangat-pantang-mundur-dan-seni-mengelola-ego%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-791 aligncenter" title="sidpoppiesmsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/09/sidpoppiesmsktr.jpg" alt="Superman Is Dead band photo 01" /></p>
<p>Jangankan untuk skala lokal Ball, dalam lingkup nasional sekalipun cuma ada sedikit band yang mampu melewati satu dasa warsa. Superman Is Dead (SID) adalah satu dari segelintir kelompok musik yang sanggup eksis bukan hanya melewati rentang sepuluh tahun tapi juga, hebatnya lagi, dengan personel yang sama, tak berubah, sejak awal berdiri. <span id="more-790"></span></p>
<p>Benar, ketika grup lain untuk terus bertahan berdiri tegak harus melalui rangkaian proses bongkar pasang, SID sama sekali tidak. Dari sejak merilis album pertama, <em><strong>Case 15</strong></em>, pada tahun 1997, hingga album ke-4 yang rencananya dirilis pada penghujung 2008; anggotanya ya masih dia-dia lagi: Bobby Kool (biduan, gitar), Eka Rock (bas, vokal latar), serta Jrx (drum). Dan kekompakan trio ini, sejauh yang saya tahu, adalah bukan sekadar kosmetik, “lips service”, semata buat konsumsi publik, dangkal di permukaan saja. Sedemikian solid dan (relatif) seiya-sekatanya hubungan antar personel ini sedari awal, pasti bukan perkara gampang. Berkaca saja pada diri sendiri, evaluasi ke dalam dulu, apa bisa kita konstan menjaga harmoni kekerabatan sebegitu panjang dan lama? Jika anda perkasa bilang, “Tentu bisa”, well, anda patut mega jumawa. Sebab anda termasuk satu dari sejuta yang sukses melakukan itu. Walau begitu, saya berani bilang, anda masih belum sejajar dengan SID karena yang lebih kompleks lagi adalah sungguh tak mudah rapi jali menata kerukunan para seniman. Wih, itu mah susah banget! Jamak diketahui, seniman pada umumnya, dan musisi pada khususnya, adalah sosok anomali, berbeda dengan orang kebanyakan, menjalani hidup dengan caranya sendiri, emosinya liar lagi labil, plus yang pasti: punya ego dengan kadar menjulang. Pendeknya, musisi itu sulit diatur. Baik diatur oleh orang lain maupun mengatur dirinya sendiri. Sudah begitu, silakan amatiran analisis band kawakan nasional yang anda kenal, pelajari dinamikanya, lalu monggo munculkan, ndak usah banyak-banyak, cukup satu institusi saja—yang selevel SID—yang interaksi domestiknya “ijo royo-royo” alias tak pernah gonta-ganti sejak dini hingga kini. Nah, ada tidak? Sampai hari ini, sejauh yang saya tahu: tidak ada, belum ada, susah ada.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-792 aligncenter" title="sidkutaforniamsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/09/sidkutaforniamsktr.jpg" alt="Superman Is Dead band photo 02" /></p>
<p>Berpijak dari situ, dalam konteks Bali, di soal menuju bintang, keserasian koneksitas ke-3 pria penyuka sepeda low rider ini patut dijadikan suri tauladan. Bagaimana mereka berjuang dari bukan siapa-siapa, naik peringkat menduduki klasemen tertinggi blantika musik Pulau Dewata, hingga meraih respek tingkat Nusantara. Dus, jika tiada sengkarut di perjalanan karir, sejengkal lagi predikat “living legend” akan tergapai (indeed, siapa bilang Bali tidak bisa?) Sekali lagi, berpijak dari situ, semangat pantang menyerah macam begitu pantas dicontoh oleh kontingen musisi lokal untuk menolak mati muda serta terus berjuang menggondol mimpi gigantik. Jangan langsung muluk-muluk berharap agar fantasi “go-national” bisa direnggut atau setia digjaya tanpa mutasi anggota, persis SID. Tak usah belum apa-apa sudah berpikir soal distribusi nasional, menyasar label mayor tertentu, agresif menjalin kontak dengan lusinan media massa bergengsi. Mulai saja dengan pembenahan internal. Ambil hikmah dari jaya-wijayanya SID. Berangkat dari 2 titik dulu:</p>
<p><strong>1.    Satupadukan Visi &amp; Misi</strong><br />
Tentukan segera, genre musik maunya apa, pop atau rock atau campuran keduanya atau mengikuti proses evolusi. Jangan pas di tengah perjalanan berselisih keras karena salah satu anggota memaksakan, katakanlah, kehadiran disc jockey sebagai pelengkap. Ketahui sejak sekarang batasan-batasannya.<br />
Jika satu sama lain sudah berada dalam satu kelompok cukup lama, telah cukup dewasa, mantapkan hati, ambil keputusan, nge-band ini cuma buat senang-senang atau justru berniat serius. SID mungkin di tahun-tahun pertama belum berpikir sejauh itu, tapi, fren, era 90-an itu berbeda dengan masa sekarang. Hari ini, sebagian besar anak muda pikirannya cukup seragam: nge-band = ultra cool, , nge-band = bikin beken, nge-band = mudah memikat lawan jenis. Artinya: rival anda bejibun. Artinya: kompetisi duh-gusti semakin ketat. Artinya: don’t waste more time, make up your mind, to be or not to be.</p>
<p><strong>2.    Manajemen Ego</strong><br />
Ini yang susah, masing-masing anggota kudu tahu kapan bersikeras meyakinkan teman bahwa pendapatnya sahih kapan mengambil sikap mengalah. Kalau memang mau langgeng, mulailah belajar menghargai orang lain, tabiat mau menang sendiri harus bisa anda tekan ke titik terendah—kecuali konsep yang anda terapkan sejenis Megadeth: Dave Mustaine sebagai kapten (diktator?) yang memiliki otoritas absolut.<br />
Jika anda piawai mengelola ego, hubungan antar personel terjaga apik, niscaya keutuhan kelompok akan terjaga dan akan menjadi lebih tahan banting. Tak cepat patah arang saat terjegal aral melintang. Untuk itu ada baiknya menghadirkan manajer yang selain melakukan tugas profesionalnya sebagai ketua “tim sukses” juga merangkap menjadi penjaga ritme agar tali silaturahmi antar anggota terjaga selalu selaras.</p>
<p>Mulai saja dari dua isu itu dulu. Jika bisa anda tangani dengan baik, silakan lanjutkan perjalanan. Kemungkinan kelompok anda tercerai-berai di tengah jalan relatif tipis. Kans kontingen anda untuk maju lebih gede. Sebaliknya, jika hanya satu faktor saja yang bisa anda penuhi, well, ambil langkah santun pula bijak: bubarkan band anda. Atau cabut dari situ, bangun mimpi baru. Sebab jika cuma sebiji persyaratan yang bisa dijalankan sama saja dengan buang-buang waktu. Dipahami?</p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Franklin Gothic Medium&quot;;"><span style="color: #ffff00;">*</span>Semua foto diambil dari <a href="http://profile.myspace.com/index.cfm?fuseaction=user.viewprofile&amp;friendID=12546606">official MySpace Superman Is Dead</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/superman-is-dead-semangat-pantang-mundur-dan-seni-mengelola-ego/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahukah Kamu: RSS Feed untuk Komentar di Musikator</title>
		<link>http://www.musikator.com/tahukah-kamu-rss-feed-untuk-komentar-di-musikator/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/tahukah-kamu-rss-feed-untuk-komentar-di-musikator/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 16:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Fitur ini akan berguna untuk band atau siapa saja yang diliput di Musikator.com, atau fans yang ingin ikutin comment forum band atau artikel favorit kamu dan perduli akan reputasi image band kamu di internet; yaitu RSS Feeds untuk komentar di setiap postingan di Musikator.com. Pertama, sebagai reminder. Apa itu RSS feeds? Check out di halaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftahukah-kamu-rss-feed-untuk-komentar-di-musikator%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Ftahukah-kamu-rss-feed-untuk-komentar-di-musikator%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-697" title="musikator-rss-feed" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/08/musikator-rss-feed.gif" alt="" />Fitur ini akan berguna untuk band atau siapa saja yang diliput di Musikator.com, atau fans yang ingin ikutin comment forum band atau artikel favorit kamu dan perduli akan reputasi image band kamu di internet; yaitu RSS Feeds untuk komentar di setiap postingan di Musikator.com.</p>
<p>Pertama, sebagai reminder. Apa itu RSS feeds? Check out di <a href="http://www.musikator.com/services/rss-2/" target="_blank">halaman ini</a> atau penjelasan di RSS Awareness Day <a href="http://www.musikator.com/1-mei-rss-awareness-day/">di postingan ini</a>.</p>
<p>Jika sudah inget, read on.</p>
<p>Sekarang, lihat skenario-nya&#8230;</p>
<p><span id="more-695"></span></p>
<ol>
<li>Misalnya band kamu diliput di Musikator.com, teman, fans, supporter, penggemar dan lain sebagainya memberi komentar sebagai support, rasa cinta, ngejek atau apapun.</li>
<li>Kamu penasaran nih, orang-orang komentar apa tentang band gue? Ah ngecek ah ke Musikator.com.</li>
<li>Tapi lama-lama, kamu terlalu <span style="text-decoration: line-through;">malas</span> sibuk untuk bolak-balik ngecek ke musikator.com hanya untuk melihat siapa yang kasih komentar ke band kamu.</li>
</ol>
<p><strong>Eittsss&#8230; Ternyata ada solusi dan caranya gampang.</strong></p>
<p>Langkah-langkahnya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Di setiap artikel Musikator.com, sedikit di atas formulir komentar (di bawah artikel), selalu ada tulisan <strong>RSS feed for comments on this post</strong>.</li>
<li>Pilih postingan yang kamu ingin ikuti comment forum nya <sup class='footnote'><a href='#fn-695-1' id='fnref-695-1'>1</a></sup>. Misalnya untuk Discotion Pill link-nya ini <a href="http://www.musikator.com/discotion-pill/" target="_blank">http://www.musikator.com/discotion-pill/</a> atau Navicula di <a href="http://www.musikator.com/navicula/" target="_blank">http://www.musikator.com/navicula/</a> untuk TMIF #1 link nya ini <a href="http://www.musikator.com/tmif-1/">http://www.musikator.com/tmif-1/</a> dan seterusnya.</li>
<li>Kamu tinggal klik link di <strong>RSS feed for comments on this post</strong> dibawah artikel favorit kamu, dan kamu akan segera di antar ke feed reader kamu (feed reader? lihat penjelasannya <a href="http://www.musikator.com/1-mei-rss-awareness-day/" target="_blank">disini</a>).</li>
<li>dan otomatis di update lewat RSS feed setiap kali ada komentar untuk band kamu.</li>
</ol>
<p>Terlalu malas belajar menggunakan RSS Feed reader? Gunakan email dan caranya ngga kalah gampang:</p>
<ol>
<li>Klik kanan link <strong>RSS feed for comments on this post</strong> di artikel favorit kamu dan klik <strong>Copy Link Location</strong>.</li>
<li>Klik <a href="http://www.rssfwd.com/">link ini</a>, kamu akan sampai ke www.rssfwd.com (banyak layanan sejenis, kamu tinggal gunakan <a href="http://www.google.co.id/search?q=rss+to+email&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a">Google Search</a> dan pilih).</li>
<li>Paste link yang tadi kamu copy di Langkah 1 ke <strong>Enter the URL you&#8217;d like to Subscribe to</strong>.</li>
<li>Klik <strong>SUBMIT</strong>.</li>
<li>Jika ditanya, isi alamat email kamu.</li>
<li>Boom, kamu akan otomatis di update setiap kali ada yang kasih komentar ke band atau artikel faorit kamu lewat email.</li>
</ol>
<p>Segera setelah mendapat RSS update tersebut, kamu tinggal datang ke Musikator.com dan membalas komentar yang bersangkutan.</p>
<p>Hey, itu bisa sangat berguna:</p>
<ol>
<li>Kamu bisa mengikuti setiap kali ada komentar di artikel favorit kamu.</li>
<li>Untuk band: Fans kamu akan melihat bahwa band kamu cepat tanggap.</li>
<li>Kamu bisa mendapat update dari siapa yang mensupport kamu (misalnya pemberi komentar) dalam waktu relatif sangat singkat.</li>
<li>Kamu bisa segera follow up permintaan fans kamu.</li>
</ol>
<p>Jika menemukan masalah, mohon posting komentar dan pertanyaan dibawah artikel ini.</p>
<p>Enjoy layanan dan fitur Musikator.com&#8230; Hiyaaaa&#8230; have a great weekend.
<div class='footnotes'>
<div class='footnotedivider'></div>
<ol>
<li id='fn-695-1'>Rumusnya gampang yaitu URL artikel favorit kamu + feed/. Jadi misalnya RSS feed untuk artikel TMIF#1 yaitu <a href="http://www.musikator.com/tmif-1/">http://www.musikator.com/tmif-1/</a> ditambah feed/, jadi RSS feed-nya adalah <a href="http://www.musikator.com/tmif-1/">http://www.musikator.com/tmif-1/</a><a href="http://www.musikator.com/tmif-1/feed/" target="_blank">feed/</a> <span class='footnotereverse'><a href='#fnref-695-1'>&#8617;</a></span></li>
</ol>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/tahukah-kamu-rss-feed-untuk-komentar-di-musikator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rob Arnold CHIMAIRA di Rock House</title>
		<link>http://www.musikator.com/rob-arnold-chimaira-di-rock-house/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/rob-arnold-chimaira-di-rock-house/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 16:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Untuk penggemar rif gitar metal, Rock House, perusahaan pengajaran musik merilis program Metal Guitar dan termasuk diantaranya Rob Arnold gitaris band metal unik Chimaira. Dalam program ini, musisi hardcore metal bisa mengembangkan skill-skill gitar yang penting. Rob mengajarkan bagaimana menciptakan rythm metal, membangun multi-part section dan bagaimana menulis lagu metal. Ia juga mendemonstrasikan permainan gitarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Frob-arnold-chimaira-di-rock-house%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Frob-arnold-chimaira-di-rock-house%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Untuk penggemar rif gitar metal, Rock House, perusahaan pengajaran musik merilis program Metal Guitar dan termasuk diantaranya Rob Arnold gitaris band metal unik Chimaira. Dalam program ini, musisi hardcore metal bisa mengembangkan skill-skill gitar yang penting. Rob mengajarkan bagaimana menciptakan rythm metal, membangun multi-part section dan bagaimana menulis lagu metal. Ia juga mendemonstrasikan permainan gitarnya yang unik, finger tapping dan favorit-favorit riff-nya (which is awesome!).</p>
<p>Video instruksional ini ngga gratis, tetapi dirilis dalam format DVD seharga $24.99. Informasi lebih lanjut ada di <a href="http://www.rockhousemethod.com" target="_blank">www.rockhousemethod.com</a> dan cuplikan-cuplikan instruksi Rob Arnold ada di video di bawah ini.</p>
<p>Awesome dude.</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="405" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="wmode" value="transparent" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/cL5ekLXCpRc&amp;hl=en" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="405" src="http://www.youtube.com/v/cL5ekLXCpRc&amp;hl=en" wmode="transparent"></embed></object></p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="405" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="wmode" value="transparent" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/VVMTimI3j8M&amp;hl=en" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="405" src="http://www.youtube.com/v/VVMTimI3j8M&amp;hl=en" wmode="transparent"></embed></object>
</p>
<p style="text-align: left;">Sumber: <a href="http://www.roadrunnerrecords.com/blabbermouth.net/news.aspx?mode=Article&amp;newsitemID=99923" target="_blank">Blabbermouth</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/rob-arnold-chimaira-di-rock-house/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sarasehan Sore Ini: Pilih Label Minor, Mayor atau Indie</title>
		<link>http://www.musikator.com/sarasehan-sore-ini-pilih-label-minor-mayor-atau-indie/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/sarasehan-sore-ini-pilih-label-minor-mayor-atau-indie/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 04:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan sarasehan sebelumnya yang sukses besar, nanti sore akan digelar lagi temu wicara yang masih berhubungan erat dengan kiat agar musisi terus eksis dan &#8220;bunyi&#8221; di skena musik Nusantara. Jika beberapa bulan silam saya yang jadi salah satu nara sumber, maka sore nanti hulubalang Musikator yang akan berbagi strategi adalah Robin Malau, pula Igo yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsarasehan-sore-ini-pilih-label-minor-mayor-atau-indie%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsarasehan-sore-ini-pilih-label-minor-mayor-atau-indie%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Melanjutkan sarasehan sebelumnya yang sukses besar, nanti sore akan digelar lagi temu wicara yang masih berhubungan erat dengan kiat agar musisi terus eksis dan &#8220;bunyi&#8221; di skena musik Nusantara. Jika beberapa bulan silam saya yang jadi salah satu nara sumber, maka sore nanti hulubalang Musikator yang akan berbagi strategi adalah Robin Malau, pula Igo yang notabene merupakan moderator tetap sarasehan di Ozigo Country yang rencananya hendak rutin dilaksanakan ini. Dan tajuk kali ini adalah &#8220;U Choose: Major, Minor or Indie Label.&#8221; Pembicara lainnya adalah Tony traX dari Proton Records serta Andhika Gautama dari Westside MuZeeq, dua sosok yang telah cukup lama malang melintang di industri musik Indonesia.<span id="more-475"></span></p>
<p>Oh, hangatnya diskusi akan direkam oleh tim Musikator dan nantinya akan di-upload agar anda semua bisa  bebas mengunduhnya. So you guys stick around. Cheers!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/aksararecordsmsktr.jpg" rel="shadowbox[post-475];player=img;" title="aksararecordsmsktr"><img class="alignnone size-medium wp-image-476 aligncenter" title="aksararecordsmsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/aksararecordsmsktr.jpg" alt="Aksara Records Logo" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Aksara Records, salah satu label indie lokal yang berkualitas lagi konsisten</em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; font-family: "><span style="color: #ffff00;">*</span>Logo Aksara Records diambil dari situs resmi <a href="http://aksararecords.com/">Aksara Records</a><br />
<span style="color: #ffff00;">*</span>Sponsor utama sarasehan ini adalah A Mild</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/sarasehan-sore-ini-pilih-label-minor-mayor-atau-indie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s On! Musikator Link Directory</title>
		<link>http://www.musikator.com/its-on-musikator-link-directory/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/its-on-musikator-link-directory/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 16:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Stuffs]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal, Musikator ingin membuka pendaftaran otomatis untuk band dan pebisnis musik agar bisa masuk direktori Musikator. Sayangnya sampai sekarang kita sendiri masih belum siap untuk menerapkan standar dan prosedur tertentu untuk bisa masuk ke direktori Musikator Dot Com yang prosesnya mudah. Tetapi ini bukan berarti kami tidak menutup pendaftaran koq. Hanya, sampai sekarang kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fits-on-musikator-link-directory%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fits-on-musikator-link-directory%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sejak awal, Musikator ingin membuka pendaftaran otomatis untuk band dan pebisnis musik agar bisa masuk direktori Musikator. Sayangnya sampai sekarang kita sendiri masih belum siap untuk menerapkan standar dan prosedur tertentu untuk bisa masuk ke direktori Musikator Dot Com yang prosesnya mudah.</p>
<p>Tetapi ini bukan berarti kami tidak menutup pendaftaran koq. Hanya, sampai sekarang kami sendiri masih kesulitan menghadapi pendaftaran. Kami juga minta maaf jika kami belum respon pendaftaran kamu. Masih di antrian atau ada juga yang kami masih tunggu data lengkapnya.</p>
<p>Anyway, itu latar belakang yang pertama.</p>
<p>Yang kedua, jika kamu suka ikut milis musik di Indonesia, perhatiin deh. Kebanyakan orang ngga baca postingan kamu dan beberapa yang saya ikuti bahkan tidak ada komunikasi sama sekali antar anggota. Anggota milis hanya posting promosi event-nya masing-masing. Saya heran, kalau semuanya datang ke milis hanya untuk posting event, mana diskusinya? Kami tidak mau Musikator Dot Com seperti itu.</p>
<p>Sejak awal kami sudah berkomitmen untuk berbagi, berdiskusi memperkaya budaya dan ilmu dengan musik Indonesia, makanya nama Tagline kita juga Sharing is Believing. Kalau cuma mau posting event atau cuma promosi link website pribadi, pergi aja ke website Iklan Baris, posting link kamu disana lebih efektif. Di Musikator Dot Com, let&#8217;s talk music.</p>
<p>Maka dari itu, sekarang Musikator berinisiatif untuk bikin Link Directory.</p>
<p><strong>Apa itu Musikator Link Directory?</strong></p>
<p>Musikator Link Directory adalah sebuah halaman yang khusus dibuat untuk bertukar link dengan band, musisi, artis, Studio, Label, Komunitas dan Webzine, Portal, Media dan lain sebagainya.</p>
<p>Cara mendaftarkan link website/blog saya bagaimana?</p>
<p><strong>Gampang dan GRATIS! (Mohon dibaca sampai selesai)</strong></p>
<ol>
<li>Klik disini <a href="http://www.musikator.com/link" target="_blank">http://www.musikator.com/link</a></li>
<li>Pilih Kategori. Contoh: Studio, klik di kategori Studio. Klik Insert Your Link Here.</li>
<li>Isi Title: Misalnya Studio Hebat (Hebat adalah nama studio kamu).</li>
<li>Isi Url: yaitu alamat website/blog kamu.</li>
<li>Isi Description: misalnya Studio paling keren, ngga yang paling murah tapi paling keren. Saking kerennya suara kamu yang fals pun jadi merdu.</li>
<li>Isi alamat Email (diharuskan &#8211; kalau ngga ada email, kami langsung tolak link kamu).</li>
<li>Isi Reciprocal URL: yaitu URL tempat kamu menempatkan link balik ke http://www.musikator.com. Misalnya http://www.studiohebat.com/linkdirectoryjuga. Kalau kamu simpan link Musikator di halaman depan, maka isi http://www.studiohebat.com</li>
<li>Isi Verification Code untuk membuktikan kamu bukan robot dan automatic submission.</li>
<li>Kalau sudah yakin kamu ngisi semua benar, klik Submit Link kalau belum atau berubah pikiran, klik Reset Form.</li>
<li>Selesai.</li>
</ol>
<p>Setelah itu, submission kamu akan sampai ke redaksi. Kami akan liat dulu, kamu link balik ke <a href="http://www.musikator.com" target="_blank">http://www.musikator.com</a> atau ngga. Kalo ngga, link kamu ngga akan kami approve di Musikator Link Directory. Heheh&#8230; sori, biar adil, namanya juga reciprocal (baca: tukeran) link!</p>
<p><strong>Catatan &amp; Tips:</strong></p>
<ol>
<li>Jangan salah simpan kategori, nanti orang yang browsing ngga bisa nemuin band/bisnis kamu. Percuma jadinya.</li>
<li>Kamu boleh pake account Multiply, MySpace atau Friendster, selama berhubungan dengan musik dan ada link balik ke http://www.musikator.com</li>
<li>Kami tidak menerima website pribadi yang ngga ada hubungannya dengan musik.</li>
<li>Jika salah simpan kategori, kami akan tolak, tapi kamu bisa coba submit lagi. No heart feeling.</li>
<li>Sampe bulan Mei, Musikator Dot Com mendapat 12.000 pageviews dengan Unique Visitors lebih dari 2000. Bulan Juni, trend-nya meningkat terus. Berarti kemungkinan, banyak orang yang datang kesini melihat Link kamu. Bikin judul yang keren dan benar, biar ngga malu-maluin. Hehe <img src='http://www.musikator.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Kami ngga nerima link ke website yang berhubungan dengan porno/politik/rasis/drugs/agama. Titik.</li>
<li>Ide dan saran kategori kami terima, silahkan berkomentar dibawah ini atau email kami ke info at musikator.com</li>
</ol>
<p>Alamat Musikator Link Directory apa? Disini <a href="http://www.musikator.com/link" target="_blank">http://www.musikator.com/link</a></p>
<p>Kalau ada pertanyaan, error, saran, kesulitan, ide dan lain sebagainya mohon posting di Forum (<a href="http://www.musikator.com/forum/topic/cara-daftar-musikator-link-directory-1" target="_blank">klik disini</a>).</p>
<p>It&#8217;s ON! Terimakasih dan have a nice weekend!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/its-on-musikator-link-directory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WTF: Pompadour d&#8217;Amour</title>
		<link>http://www.musikator.com/wtf-pompadour-damour/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/wtf-pompadour-damour/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 23:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Jika belakangan ini anda berkunjung ke Bali anda pasti akan cukup sering berpapasan dengan anak muda yang menyisir klimis rambutnya, pekat mengingatkan pada gaya rambut Elvis Presley atau para personel Stray Cats, atau konseptor Social Distortion, Mike Ness. Tahukah anda bahwa gaya rambut (yang juga dipakai identitas khas oleh The Changcuters) itu memiliki sebutan spesifik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-pompadour-damour%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-pompadour-damour%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Jika belakangan ini anda berkunjung ke Bali anda pasti akan cukup sering berpapasan dengan anak muda yang menyisir klimis rambutnya, pekat mengingatkan pada gaya rambut Elvis Presley atau para personel Stray Cats, atau konseptor Social Distortion, Mike Ness. Tahukah anda bahwa gaya rambut (yang juga dipakai identitas khas oleh The Changcuters) itu memiliki sebutan spesifik bertajuk &#8220;Pompadour&#8221;?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrelvisfinal.jpg" rel="shadowbox[post-389];player=img;" title="msktrelvisfinal"><img class="alignnone size-medium wp-image-411" title="msktrelvisfinal" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrelvisfinal.jpg" alt="Elvis Presley - R &amp; B" /></a> <a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrstraycatsfinal.jpg" rel="shadowbox[post-389];player=img;" title="msktrstraycatsfinal"><img class="alignnone size-medium wp-image-412" title="msktrstraycatsfinal" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrstraycatsfinal.jpg" alt="Stray cats - Upclose" /></a></p>
<p>Sebutan berbau borjuis itu memang berasal dari Perancis, tepatnya diambil dari wanita penari merangkap penyanyi terhormat bernama Madame de Pompadour. Trend rambut ini sendiri mulai populer di tahun 50-an. Biduan seperti Elvis Presley, Jerry Lee Lewis, Johnny Cash, Buddy Holly, Little Richard serta aktor macam Marlon Brando dan James Dean adalah figur-figur distingtif penganut model rambut yang sering disebut juga sebagai &#8220;pomp&#8221; ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrcheatingatsolitairefinal.jpg" rel="shadowbox[post-389];player=img;"><img class="alignnone size-medium wp-image-413" title="msktrcheatingatsolitairefinal" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrcheatingatsolitairefinal.jpg" alt="Mike Ness" /> </a><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrjohnnycash.jpg" rel="shadowbox[post-389];player=img;" title="msktrjohnnycash"><img class="alignnone size-medium wp-image-414" title="msktrjohnnycash" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrjohnnycash.jpg" alt="Johnny Cash" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Konsep penataan rambutnya sendiri adalah dengan menyisir rambut bagian pinggir dan depan penuh ke belakang menggunakan pomade/minyak rambut, lalu bagian depan agak ditarik kembali ke depan agar terbentuk jambul yang menjulang. Untuk rambut ikal, bagian depan rambut ditarik sedikit agar muncul aksen keriwil. Petunjuk lebih detail untuk hasil terbaik Pompadour silakan klik <a href="http://www.geocities.com/pompadour101/instructions.html">di sini</a></p>
<p>Sebagian orang menerapkan gaya ini pada rambut yang lebih pendek yaitu model &#8220;Flattop&#8221; dipadukan dengan pomp yang menghasilkan  apa yang dikenal dengan &#8220;Quiff&#8221;. Kontingen seniman yang menjadikan Quiff sebagai identitas lugasnya bisa disebut di antaranya: Morrissey, Joe Strummer (The Clash), Martin Fry (ABC), John Travolta&#8212;berakting sebagai Danny Zuko&#8212;di film &#8220;Grease&#8221; (dude, you haven&#8217;t seen this movie? If you are into Rockabilly and &#8220;greasers&#8221; this one is a must!), dsb.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-418 aligncenter" title="msktrmorrisseygrou" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrmorrisseygrou.jpg" alt="Morrissey &amp; band" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Morrissey (paling kanan) bersama band pengiringnya</em></p>
<p>Sementara itu di jazirah Psychobilly gaya rambut ini diimprovisasikan lebih radikal, dengan fondasi  Punk Rock yang kuat yaitu gaya &#8220;Mohawk&#8221;  ditabrakkan dengan  Quiff yang melahirkan  &#8220;Psychobilly Wedge&#8221; a.k.a. &#8220;Vamp Ramp&#8221;. Dan kolektif The Sharks pernah bersenandung soal ini dalam lagunya <em>Take a Razor to Your Head</em>&#8212;yang notabene juga sebagai respons terhadap pergerakan subkultur &#8220;Teddy Boy&#8221;</p>
<blockquote><p>When your Mom says you look really nice</p>
<p>When you&#8217;re dressed up like a Ted</p>
<p>It&#8217;s time to follow this cat&#8217;s advice</p>
<p>Take a razor to your head</p></blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrkimnekroman.jpg" rel="shadowbox[post-389];player=img;" title="msktrkimnekroman"><img class="alignnone size-medium wp-image-416 aligncenter" title="msktrkimnekroman" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrkimnekroman.jpg" alt="Kim Nekroman" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Kim Nekroman (Nekromantix) dengan gaya rambut &#8220;Vamp Ramp&#8221;</em></p>
<p>Untuk menghasilkan pomp yang kuat, tahan lama, bahkan &#8220;kedap Tsunami&#8221; (yay!), minyak rambut yang sering dipakai biasanya keluaran Brylcreem, Black &amp; White Pluke, Murrays, atau Layrite.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/murrays.gif" rel="shadowbox[post-389];player=img;" title="murrays"><img class="alignnone size-medium wp-image-419 aligncenter" title="murrays" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/murrays.gif" alt="Murrays" /></a></p>
<p>Dalam perkembangannya, selain artis-artis Rockabilly beserta subgenrenya, para penyuka Tango Argentina, penggemar mobil antik, pengendara motor besar (greasers), hot rodders, sub kultur Mexican-American (utamanya &#8220;Cholo&#8221;) pula Italian-American (utamanya kumpulan &#8220;Guido&#8221; di sekitar Bronx, Brooklyn, Queens, New Jersey, Baltimore, dan Boston), hingga sebagian dari anggota gang Yakuza di Jepang intens mengadopsi gaya rambut ini&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrrebelwithoutacause2.jpg" rel="shadowbox[post-389];player=img;"><img class="alignnone size-medium wp-image-415" title="msktrrebelwithoutacause2" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrrebelwithoutacause2.jpg" alt="James Dean" /> </a><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrgrease_ver2.jpg" rel="shadowbox[post-389];player=img;" title="msktrgrease_ver2"><img class="alignnone size-medium wp-image-404" title="msktrgrease_ver2" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/06/msktrgrease_ver2.jpg" alt="Grease" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffff00;">*</span>Data diolah dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page">Wikipedia</a> dan beberapa sumber lain<br />
<span style="color: #ffff00;"> *</span>Foto-foto dipinjam dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page">Wikipedia</a> dan <a href="http://www.amazon.com/ref=br_ss_null">Amazon</a> serta beberapa sumber lain</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/wtf-pompadour-damour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Menjadi Indie Yang Bodoh</title>
		<link>http://www.musikator.com/jangan-pernah-menjadi-indie-yang-bodoh/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/jangan-pernah-menjadi-indie-yang-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 01:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Artikel berikut adalah sumbangsih dari Wena, seorang scenester indie dan produser acara teve lokal (Bali) Seperti diketahui, Indie memang berasal dari kata Independent. Namun harus dibedakan antara independen sebagai: (1) status artis/band atau minor label yang tidak dikuasai/dikendalikan major label (2) independen dalam konteks indie sebagai subkultur dan genre musik Untuk pengertian (1), sejarahnya dimulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fjangan-pernah-menjadi-indie-yang-bodoh%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fjangan-pernah-menjadi-indie-yang-bodoh%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; line-height: 200%; font-family: ">Artikel berikut adalah sumbangsih dari Wena, seorang scenester indie dan produser acara teve lokal (Bali)</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-311 aligncenter" title="roughtrade" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/roughtrade.jpg" alt="Rough Trade Shop" /></p>
<p>Seperti diketahui, <em>Indie</em> memang berasal dari kata <em>Independent</em>. Namun harus dibedakan antara independen sebagai:<br />
(1) status artis/band atau <em>minor label</em> yang tidak dikuasai/dikendalikan <em>major label</em><br />
(2) independen dalam konteks indie sebagai subkultur dan genre musik</p>
<p>Untuk pengertian (1), sejarahnya dimulai sejak awal abad 20 dengan kemunculan minor label seperti Vocalion atau Black Patti yang kala itu berupaya mengikis dominasi major label semacam Victor, Edison, dsb. Walaupun independensi pada pola dan jaman itu tidak menjalin akar dengan pengertian (2), mereka bertendensi serupa sebagai antitesis mainstream dengan merilis musik kaum minoritas seperti blues, bluegrass, dsb. Tapi saat itu yang terjadi sekadar rivalitas antara kapital kecil melawan kapital besar dan pergerakannya tidak bersifat integral. Lalu di era 50-an mulai berkembang wacana independen untuk memerdekakan kreativitas dari intervensi kepentingan industri. Kendati demikian, kondisi yang tercipta tidak menghasilkan karakter signifikan. Bipolarisasi terhadap arus utama belum terwujud. Mereka memang berproduksi secara minor tapi iramanya masih mengacu ke pola major label juga. Walaupun bermotif kebebasan berekspresi, mereka hanya independen secara kapital dari major label namun orientasi musiknya tetap setipe major label.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/fatwreck.jpg" rel="shadowbox[post-310];player=img;" title="fatwreck"><img class="size-medium wp-image-312" title="fatwreck" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/fatwreck.jpg" alt="Fat Wreck Chords" /></a></p>
<p>Kecenderungan awam dalam menyikapi istilah indie adalah menyamaratakan semua yang independen sebagai “indie”. Dengan demikian itu hanya bertumpu ke unsur kata (independen) saja sebagai kemerdekaan secara harafiah dan tanpa batas. Ada pula yang mempertanyakan “indie” dalam kapasitasnya sebagai kebebasan mutlak. Padahal independensi dalam wacana (2) sangat berbeda dengan (1). Artinya istilah indie sesungguhnya masih merujuk ke spesifikasi tertentu. Indie akan mampu dipahami secara proporsional bila ditelusuri ke konteks historis atau wacana terjadinya pembentukan istilah itu. Namun jarang ada media yang mau menggali lebih dalam. Sehingga “indie” cenderung dikotakkan sebagai musik laris manis yang cocok bagi selera awam. Sedangkan musik indie sesungguhnya yang underrated malah diabaikan. Hal semacam itulah yang kerap menimbulkan miskonsepsi publik bahwa “indie” semata-mata pola kerja dan kemurnian idealisme. Bagaimana bila sebuah band beridealisme mainstream tapi mereka berproduksi secara swadaya? Apakah itu termasuk indie? Tentu tidak. Karena independen secara minor label atau self-released tidak menjamin artis/label itu berkarakter indie. Karena seseorang yang berjiwa mainstream pun bisa saja menghasilkan karya berkarakter mainstream tapi dikemas secara <em>Do-It-Yourself</em> dengan dalih kebebasan ekspresi atau budget minim.</p>
<p>Kasusnya seperti gaya rambut suku indian &#8220;Mohawk&#8221; yang sudah ada sebelum punk. Namun orang cenderung menggeneralisir semua gaya rambut mohawk sebagai representasi punk. Padahal tidak semua orang yang berambut mohawk menganut ideologi punk. Demikian pula halnya pada pemahaman minor label atau self-released yang disetarakan indie, padahal keduanya bukan parameter mutlak bagi status indie. Oleh karena itu, perlu ada pembelajaran bagi masyarakat agar mereka tidak latah terhadap istilah “indie”. Artinya publik patut memahami bahwa segala sesuatu yang independen belum tentu indie dan indie belum tentu independen (secara label). <a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/200px-sub_pop_logo.gif" rel="shadowbox[post-310];player=img;"></a>Asal mula kata independent menjadi indie bermula dari tabiat anak-anak muda Inggris yang suka memotong kata agar mempermudah pelafalan informal seperti; distribution menjadi distro, british menjadi brit, dsb. Di balik pemendekan kata independen itu kemudian terkandung sebuah definisi kontekstual indie yang menjadi basis pergerakan subkultural. Sehingga sejak masa itu tidak sembarang makna independen secara umum bisa diasosiasikan dengan indie. Namun hingga kini pun orang awam masih sering salah paham dengan menyamakan makna indie dalam wacana (2) dengan independen dalam wacana (1).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-313" title="200px-sub_pop_logo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/200px-sub_pop_logo.gif" alt="" /></p>
<p>Namun seperti uraian di atas, dalam perkembangannya istilah indie mengalami perluasan makna akibat eksploitasi media massa yang menjadikannya rancu. Secara general, definisi indie di Indonesia cenderung dipublikasikan sebagai pola kerja mandiri semata. Padahal esensi indie bukan sekadar kemandiriannya saja, namun lebih kepada Roots-Character-Attitude (RCA) yang bertumpu pada resistensi terhadap mainstream. Sebagai contoh, The Smiths dan New Order dirilis oleh Warner Music namun reputasinya masih diakui sebagai band indie karena RCA mereka adalah indie. Bahkan secara internasional indie diakui sebagai genre. Itu artinya, ada sebuah konsensus global yang memahami indie dalam spesifikasi musik tertentu.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/sonybmg.jpg" rel="shadowbox[post-310];player=img;"></a>Lalu bagaimana menentukan band itu indie atau bukan? Disinilah arti penting parameter RCA yang telah disebutkan tadi. Guna mendistribusikan rekaman indie, para scenester (aktivis musik) indie membangun jalur distribusi di luar sistem mainstream yang kemudian dikenal sebagai distro. Dengan demikian, indiepop sebenarnya menerapkan unsur-unsur budaya resistensi punk walaupun para pelakunya tidak berdandan ala punk. Keistimewaan indie terletak pada jaringan kerjanya. Indie tanpa networking akan menjadi benteng tanpa prajurit. Dalam relasinya indie cenderung lebih mengedepankan unsur humanis. Dukungan mutualisme semacam ini sebenarnya adalah warisan dari 3 dekade silam ketika indie label yang lebih besar memberi dukungan kepada indie label yang lebih kecil untuk berkembang lebih pesat tanpa mengawatirkan rivalitas pasar. Indie bergerak kepada orientasi pendengar yang segmentatif. Kalaupun akhirnya mendapat respon luas, itu dianggap senagai bonus saja. Faktor penentunya adalah sikap artis/band indie tersebut ketika mulai dikenal secara luas. Mereka harus lebih bijak dalam menjaga pakem agar karakternya tidak terseret menjadi pasaran atau kacangan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-314" title="sonybmg" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/sonybmg.jpg" alt="" /></p>
<p>Bisa dibilang indie yang ideal adalah indie yang ekslusif. Parameter tersebut adalah RCA yang mengacu pada subkultur indiepop itu sendiri. Singkatnya indie adalah etos cutting edge, avant garde atau budaya kreatif yang menjadi alternatif dari pola-pola musik pada umumnya.</p>
<p>Seiring perkembangan corak musik, indiepop masa kini secara musikal memang tidak lagi sarat dengan punk. Namun etos punk masih dan akan selalu dianut olah para musisi indiepop di belahan dunia manapun. Dengan musik yang sangat catchy dan selling, sebenarnya banyak band indiepop yang berpeluang besar untuk menjadi artis jutaan kopi dengan menawarkan demo ke major label. Namun mereka tidak melakukan itu karena orientasi mereka bukan sekadar popularitas dan kemewahan, namun lebih kepada kepuasan personal dan idealisme dalam berkarya. Bahkan ada yang menolak tawaran manggung hanya karena skala pentas dan panggungnya terlalu besar.</p>
<p>Sikap semacam itu pun banyak ditunjukkan band indiepop lainnya dengan menjaga jarak dengan pers umum. Inilah contoh sikap punk yang berbeda dari stereotipe artis mainstream. Musisi lokal yang memang ingin menjadi indie seharusnya banyak belajar dari situ sehingga mereka tidak menjadi popstar wannabe yang terobsesi gemerlap popularitas secara mainstream. Kurt Cobain bisa jadi contoh ideal sebagai figur musisi indie karena dia malah depresi saat musiknya kian terkenal dan pasaran. Indiepop mengajarkan pada kita bahwa pop tidak diukur dari sebarapa banyak rekaman yang terjual atau seberapa banyak penggemarnya. Ketika industri mainstream menganggap musik yang bagus harus dilegitimasi oleh hype/trend massal dan dominasi chart, indiepop secara murni menghargai musisi dari musiknya, bukan dari popularitas. Indiepop juga meyakini bahwa pop tidak harus masuk Top 40 atau diliput media mainstream. Pop dalam konteks indiepop adalah cita rasa berbalut sikap menentang mainstream.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/indietits1.jpg" rel="shadowbox[post-310];player=img;" title="indietits1"><img class="size-medium wp-image-318" title="indietits1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/indietits1.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Kurang lebih 10 tahun sudah indiepop eksis di Indonesia sebagai sebuah genre dan kultur tandingan; setipe dengan metal, punk maupun hardcore bersama fanzine-nya yang telah berkembang lebih dahulu. Bandung dan Jakarta adalah dua kota yang menjadi sentra kemunculan dan berkembangnya indiepop di negeri kita. Dari sana baru beberapa tahun kemudian indiepop mulai menyebar sampai ke Jogja, Surabaya, Semarang, bahkan hingga kota kecil seperti Purwokerto, Malang, Bogor, Salatiga, dst.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, Jakarta semakin berkembang dengan lahirnya generasi baru yang tidak sekadar terpengaruh britpop, melainkan varian yang lebih progresif (twee, jangle, bliss, folk, dsb.). Blossom Diary, Santa Monica, The Sweaters, Sugarstar, C’Mon Lennon, Ballads of the Cliché, Belladonna, dan The Sastro adalah sekian dari banyak penerus kultur indiepop saat ini. Jangkauan mereka pun makin mendunia dengan dirilisnya karya mereka oleh berbagai label indiepop di luar negeri. Perkembangan indiepop di Jakarta juga ditunjang oleh maraknya komunitas yang tersebar di hampir seluruh penjuru Ibu kota seperti Balai Pustaka, Senayan Street, dsb. Berkat pergerakan semacam itulah scene Jakarta mampu terus berkembang melalui regenerasinya yang sangat dinamis. Begitu pula dengan perkembangan scene musik di Bandung dan Jogja.</p>
<p>Dalam skala global, indiepop telah berkembang menjadi jaringan kerja antar bangsa yang memungkinkan terjadinya rotasi untuk saling merilis rekaman di negara masing-masing. Mereka bisa saling berkomunikasi dengan baik karena idealisme mereka terhadap indie sama-sama merujuk kepada pemahaman internasional,. Jaringan ini akan semakin solid dengan munculnya generasi baru yang tumbuh dengan idealisme mengakar dalam jiwa mereka, yaitu spirit independensi untuk selalu menjadi counter-culture terhadap musik mainstream, resistensi pada tren atau selera awam, dan idealisme self-sustain/self-indulgement yang menjadi karakter eksistensinya, seperti kawan-kawan mereka di negara lain di seluruh belahan dunia.</p>
<p>Semoga wacana ini bisa menjadi pengantar bagi kamu yang ingin lebih mendalami musik indie. Mulailah dengan memahami bahwa independen belum tentu indie dan indie belum tentu independen (secara label). Dari situ niscaya kamu akan memperoleh pencerahan untuk menyadari bahwa selama ini “indie” yang dimanipulasi secara mainstream adalah suatu pembodohan. Jadi kalau ada band pop non-major label yang musiknya setipe Colpdlay atau Nidji dan mereka mengklaim dirinya “indie”, berarti kamu sedang dibodohi.</p>
<p>WENA<br />
Diolah dari berbagai sumber</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt; line-height: 200%; font-family: "><span style="color: #ffff00;">*</span>Semua foto/logo diambil dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page">Wikipedia</a> kecuali “indie tits” adalah karya <a href="http://www.flickr.com/photos/sarahmae/">Sarah Mae</a><br />
<span style="color: #ffff00;">*</span>Penambahan imej adalah inisiatif dari Tim Musikator</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/jangan-pernah-menjadi-indie-yang-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemutaran Videoklip Bebas Bea</title>
		<link>http://www.musikator.com/pemutaran-videoklip-bebas-bea/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/pemutaran-videoklip-bebas-bea/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu strategi siginifikan untuk mendongkrak kesadaran publik terhadap eksistensi band anda (pakar pemasaran mengistilahkannya dengan &#8220;brand awareness&#8221;, di music biz mungkin lebih klop jika diinovasi istilahnya menjadi, um, &#8220;band awareness&#8221;?) adalah dengan menyiapkan videoklip. Sudah begitu, dengan dibantu oleh gambar hidup (motion picture) pendengar punya pengalaman yang lebih berkesan dalam menikmati single andalan anda. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fpemutaran-videoklip-bebas-bea%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fpemutaran-videoklip-bebas-bea%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Salah satu strategi siginifikan untuk mendongkrak kesadaran publik terhadap eksistensi band anda (pakar pemasaran mengistilahkannya dengan &#8220;brand awareness&#8221;, di music biz mungkin lebih klop jika diinovasi istilahnya menjadi, um, &#8220;band awareness&#8221;?) adalah dengan menyiapkan videoklip. Sudah begitu, dengan dibantu oleh gambar hidup (motion picture) pendengar punya pengalaman yang lebih berkesan dalam menikmati single andalan anda. Paling tidak lagu anda bisa nyangkut lebih lama di benak para penikmat.</p>
<p>Nah, saran saya pribadi, jika videoklip tersebut adalah perkenalan paling awal kelompok anda di skena musik, sebaiknya jangan dulu bermain-main dengan imej-imej absurd. Perlihatkanlah lebih banyak apa dan siapa anda/kelompok anda. Penyanyi kelompok anda ternyata tampangnya mirip Phil Lynott (lihat foto, he&#8217;s one of my most fave guy in Rock &#8216;N Roll, just so you know), misalnya. Atau gitaris adalah pengguna setia Rickenbaker. Pencabik bas jelas-jelas sosok old skool thrasher&#8211;sebab rambutnya masih setia ber-mullet ria. Si penggebuk drum asli Slim Jim Phantom wannabe. Dan sebagainya.<br />
Pendeknya berikan publik informasi (visual) tentang who the friggin&#8217; hell you are. Masuk videoklip berikutnya, setelah anda anggap entitas grup anda cukup dikenal publik, silakan saja mulai bermain-main dengan so-called &#8220;state-of-the-art&#8221; a.k.a. berimprovisasi dengan serbaneka estetika garda depan (dengan harapan publik  akan menganggap anda sebagai figur Rock &#8216;N Roll yang sophisticated, paham seni tingkat tinggi, dan segala aspek coolness lain yang notabene merupakan gimmick cukup penting di show biz).<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/dedicationthinlizzy.jpg" rel="shadowbox[post-290];player=img;"></a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-292 aligncenter" title="dedicationthinlizzy1" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/05/dedicationthinlizzy1.jpg" alt="" /></p>
<p>Dan ini salah satunya sudah disediakan ajang untuk memperkenalkan apa dan siapa anda:</p>
<p style="text-align: center;">
<blockquote><p>Negara, 8 Mei 2008</p>
<p>Dengan hormat,</p>
<p>Bersamaan dengan dikeluarkannya surat ini, kami dari Tim Artsiklopedi Bali dari Jimbarwana TV di Kabupaten Jembrana, menginformasikan kepada temen – teman dari Band Indie yang ada di  Bali khususnya, agar dapat berpartisipasi aktif untuk bersama – sama memajukan musik di Bali, khususnya band – band indie di Bali.</p>
<p>Dengan ini kami harapkan agar band – band indie di Bali dapat mengirimkan video klip band masing – masing</p>
<p>untuk kami tayangkan pada acara Artsiklopedi Bali :</p>
<p>Setiap hari : Minggu</p>
<p>Waktu  : Pkl. 22.30 Wita</p>
<p>Stasiun  : Jimbarwana TV</p>
<p>Dimohon mengirimkan data band serta video klip [dalam format mini DV atau DVD] ke :</p>
<p>Tim Artsiklopedi Bali &#8211; Jimbarwana TV<br />
Studio Transmisi<br />
Jln. Mayor Sugianyar No. 9 Negara Bali<br />
Kompleks Civic Centre Negara – Bali<br />
Telp : ( 0365 ) 43896</p>
<p>Atas kerjasama dan partisipasinya , kami ucapkan terimakasih.</p>
<p>Wena Wahyudi( Tim Artsiklopedi Bali )</p></blockquote>
<address>Foto Thin Lizzy diambil dari wikipedia.org</address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/pemutaran-videoklip-bebas-bea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Kitab Suci Punk Rock</title>
		<link>http://www.musikator.com/13-kitab-suci-punk-rock/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/13-kitab-suci-punk-rock/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 04:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/13-kitab-suci-punk-rock/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Artikel ini adalah artikel lama yang direjuvenasi, remixed and remodelled, dirombak-ulang disesuaikan dengan era sekarang 13 KITAB SUCI PUNK ROCK Kontra Kemapanan Nan Tanpa Masa Depan Berikut, in no particular order, adalah 13 album yang punya andil kolosal&#8211;at least for me, menyodorkan makna lebih fenomenal terhadap so-called Punk Rock. Memang, tak seluruhnya, utamanya dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2F13-kitab-suci-punk-rock%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2F13-kitab-suci-punk-rock%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 7pt; font-family: 'Franklin Gothic Medium'">Catatan: Artikel ini adalah artikel lama yang direjuvenasi, remixed and remodelled, dirombak-ulang disesuaikan dengan era sekarang</span><span style="font-size: 7pt"><o></o></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 8pt"><o></o></span></p>
<p align="center"><strong>13 KITAB SUCI PUNK ROCK<br />
Kontra Kemapanan Nan Tanpa Masa Depan</strong></p>
<p>Berikut, in no particular order, adalah 13 album yang punya andil kolosal&#8211;at least for me, menyodorkan makna lebih fenomenal terhadap so-called Punk Rock. Memang, tak seluruhnya, utamanya dalam konteks musikal, bisa dikategorikan sebagai Punk Rock. Sebagian di antaranya malah melenceng jauh dari formula tradisional Lurus-3-Jurus-Monarki-Hanya-Kultus-Lubang-Anus-Margaret-Tatcher-Biar-Mampus. Namun energi yang termuntahkan full-frontal merefleksikan semangat <em>Anti Establishment</em> dan <em>No Future</em>. Pula saya tambahkan semacam guidance semisal busana yang sebaiknya anda pakai saat, katakanlah, nonton konser artis bersangkutan; ikhtisar ringkas-lugas tentang mereka, minuman yang klop untuk dikonsumsi ketika mendengarkannya, bahkan fenomena apakah dasar-kuping-Melayu-sukanya-yang-mendayu-dayu bisa menikmatinya&#8230; Tujuannya agar apresiasi yang dicapai lebih mengerucut menuju pemahaman holistik. Dipahami?</p>
<p><span id="more-170"></span></p>
<p><strong>1. RAMONES</strong><br />
<strong><em>Ramones<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/ramones.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Ramones"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/ramones.jpg" alt="Ramones" /></a><br />
Terbit: 23 April 1976<br />
Label: Sire Records<br />
Asal: New York City, New York, AS<br />
Produser: Craig Leon, Tommy Ramone<br />
Sinopsis: The Blitzkrieg Beatles from Hell<br />
Busana: Celana denim sempit, jaket kulit, sneakers All Stars, rambut poni<br />
Minuman: Bir Bintang (while sniffin’ glue &amp; doin&#8217; Ephedrine made-in Pasuruan)<br />
Kuping Melayu?:  <em>I Wanna Be Your Boyfriend</em> bisa dipakai sebagai lagu perkenalan untuk merenggut simpati para cinta-melulu aficionados</p>
<p><strong>2. THE CLASH</strong><br />
<em><strong>London Calling<br />
</strong></em><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/londoncalling.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="London Calling"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/londoncalling.jpg" alt="London Calling" /></a><br />
Terbit: 14 Desember 1979<br />
Label: CBS<br />
Asal: London, Inggris<br />
Produser: Guy Stevens<br />
Sinopsis: White Riot Combat Punk Rock Skandinista<br />
Busana: Kemeja putih sedekah dari The Salvation Army, disablon Margaret Tatcher (di bagian mata di-pylox hitam), + boots T.U.K. di-airbrush motif Union Jack<br />
Minuman: Mansion House<br />
Kuping Melayu?: (saat diperdengarkan <em>The Guns of Brixton</em>) “…ih, kayak Steven &amp; The Coconuttreez…”</p>
<p><strong>3. BUZZCOCKS<br />
<em>Singles Going Steady<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/singlesgoingsteady.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Singles Going Steady"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/singlesgoingsteady.jpg" alt="Singles Going Steady" /></a><br />
Terbit: September 1979<br />
Label: EMI<br />
Asal: Manchester, Inggris<br />
Produser: Martin Rushent<br />
Sinopsis: The Orgasm Addict Madchesterian<br />
Busana: Kaos polo Fred Perry, jaket airforce, arloji Ben Sherman, skuter multi spion<br />
Minuman: Champagne<br />
Kuping Melayu?: <em>Orgasm Addict</em> sangat jitu dipakai mengiringi malam penobatan Poligami Awards 2008 di Padepokan A’a Gym&#8211;dan bukan tidak mungkin Abdullah Gymnastiar lalu terinspirasi menerbitkan buku berikutnya, <em>Orgasme Qolbu</em></p>
<p><strong>4. THE SEX PISTOLS<br />
<em>Never Mind The Bollocks, Here’s The Sex Pistols<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/nevermindthebollocks.jpg" title="nevermindthebollocks.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/nevermindthebollocks.jpg" alt="nevermindthebollocks.jpg" /></a><br />
Terbit: 28 Oktober 1977<br />
Label: Virgin<br />
Asal: London, Inggris<br />
Produser: Chris Thomas, Bill Price<br />
Sinopsis: Rotten, vicious, hooligan, anti hippies, anarchy saves The Queen<br />
Busana: Kaos buluk penuh coretan spidol “I Hate Pink Floyd”, kalung gembok, peniti, peniti, peniti<br />
Minuman: Air aki<br />
Kuping Melayu?:  Hampir mustahil kuping Melayu bisa menyukai album ini. …um, hey, kenapa tidak memakai strategi “buy 1 get 1”? Misalnya setiap pembelian album original soundtrack karya adiluhung&#8211;pasca <em>Badai Pasti Berlalu</em>&#8211;kebanggaan putra bangsa era millenium, <em>Ayat-ayat Selingkuh &amp; Munajat Kuntilanak ~ Persembahan Anak Negeri Untuk Kemaslahatan Musik Indonesia Tercinta</em> berhadiah cuma-cuma <em>Never Mind The Bollocks</em>?</p>
<p><strong>5. JOY DIVISION<br />
<em>Unknown Pleasures<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/unknownpleasures.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Unknown Pleasures"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/unknownpleasures.jpg" alt="Unknown Pleasures" /></a><br />
Terbit: 15 Juni 1979<br />
Label: Factory<br />
Asal: Manchester, Inggris<br />
Produser: Martin Hannett, Joy Division<br />
Sinopsis: The Epileptic Madchester Mope Rockers<br />
Busana: Jubah dokter, pucat &amp; tanpa senyum<br />
Minuman: Herbal tea (setelah menenggak Xanax)<br />
Kuping Melayu?:  Susah. Lewat jalur lain saja. Ahli medis, misalnya. Sebab <em>Unknown Pleasures</em> bisa disodorkan sebagai terapi alternatif penyembuhan penyakit ayan</p>
<p><strong>6. RICHARD HELL &amp; THE VOIDOIDS<br />
<em>Blank Generation<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/blankgeneration.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Blank Generation"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/blankgeneration.jpg" alt="Blank Generation" /></a><br />
Terbit: 1977<br />
Label: Sire<br />
Asal: New York City, New York, AS<br />
Produser: Richard Gottehrer, Richard Hell<br />
Sinopsis: Blank Generation Rock All Stars<br />
Busana: Kaos hitam legendaris CBGB dilapisi jas merah dari thrift store, rambut jabrik, postmen bag berisi buku kumpulan puisi Goenawan Mohammad<br />
Minuman: Budweiser campur Prozac<br />
Kuping Melayu?:  Mumpung sesama aktivis “puisi mbeling”, bujuk rayu Oom Remy Sylado untuk memasukkan <em>Love Comes in Spurts</em> sebagai salah satu soundtrack sinetron yang dibintanginya</p>
<p><strong>7. THE FALL<br />
<em>Hex Enduction Hour<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/hexenductionhour.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Hex Enduction Hour"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/hexenductionhour.jpg" alt="Hex Enduction Hour" /></a><br />
Terbit: 8 Maret 1982<br />
Label: Kamera<br />
Asal: Prestwich, Bury, Inggris<br />
Produser: Richard Mazda<br />
Sinopsis: “They are always different, they are always the same” ~ John Peel<br />
Busana: 2nd hand Matsuda suit, fake Gucci pants, sepatu Patrick Cox<br />
Minuman: Jose Cuervo (malam), Earl Grey (sore), Evian (pagi)<br />
Kuping Melayu?: Oh. My. God. Mending langsung suruh seluruh agen toko kaset di jalur Pantura, khusus untuk <em>Hex Enduction Hour</em> segera dirabat tanpa ampun, say, diskon 50%. Atau beli 1 gratis 3<br />
*hello, marketing wunderkinds &amp; product-branding strategists, help, please?*</p>
<p><strong>8. BAD BRAINS<br />
<em>Bad Brains<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/badbrains.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Bad Brains"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/badbrains.jpg" alt="Bad Brains" /></a><br />
Tahun Terbit: 1982<br />
Label: ROIR<br />
Asal: Washington, D.C., AS<br />
Produser: (wallahuallam)<br />
Sinopsis: Hardcore Punk meets Dub, black, banned in D.C., and angry<br />
Busana: Kaos warna kuning dengan sablon “Destroy Babylon”, dreadlock, Doc Martens, + ngaku akrab dengan Ras Muhamad<br />
Minuman: Alkohol 95% (hubungi apotek terdekat)<br />
Kuping Melayu?: Percuma, biar saja para cinta-melulu aficionados fokus menikmati album-album rilisan Softex Heritage Music</p>
<p><strong>9. MINOR THREAT<br />
<em>Complete Discography<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/completediscography.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Complete Discography"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/completediscography.jpg" alt="Complete Discography" /></a><br />
Terbit: 1989<br />
Label: Dischord<br />
Asal: Washington, D.C., AS<br />
Produser: Minor Threat<br />
Sinopsis: Straight Edge<br />
Busana: Jaket hoodie abu-abu, sepatu basket putih Nike, rambut crew cut, + coretan “X” di kepalan tangan<br />
Minuman: Air putih dan rupa-rupa minuman non-alkohol<br />
Kuping Melayu?: Seharusnya mudah. Mulai saja dengan isu moral, haram-halal. Sebab Indonesia dari sononya ya memang penganut Straight Edge (Absolut Vodka = dosa, senggama sebelum menikah adalah zinah, memamerkan penis di muka umum itu tak sesuai dengan budaya Timur)</p>
<p><strong>10. DEVO<br />
<em>Q: Are We Not Men? </em></strong><em><strong>A: We Are Devo<br />
</strong></em><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/arewenotmen.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Are We Not Men"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/arewenotmen.jpg" alt="Are We Not Men" /></a><em><strong>  </strong></em><br />
Terbit: Juli 1978<br />
Label: Warner Bros<br />
Asal: Akron, Ohio, AS<br />
Produser: Brian Eno<br />
Sinopsis: Jocko Homongoloid Synth Punk<br />
Busana: Seragam laboratorium + topi berbentuk pot bunga terbalik<br />
Minuman: Sub Zero<br />
Kuping Melayu?: Tawakal. Ikhlas. Orang sabar disayang Tuhan. Orang pintar minum Tolak Angin. Orang bijak taat bayar pajak. Tunggu sampai Goodnight Electric diterima khalayak banyak. Nantikan hingga The Upstairs sukses menembus penjualan 1 juta kopi. Jika Upstairs bisa, GE mampu, Devo pasti sanggup</p>
<p><strong>11. THE JESUS AND MARY CHAIN<br />
<em>Psychocandy<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/psychocandy.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Psychocandy"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/psychocandy.jpg" alt="Psychocandy" /></a><br />
Terbit: November 1985<br />
Label: Blanco y Negro<br />
Asal: Glasgow, Skotlandia<br />
Produser: The Jesus and Mary Chain<br />
Sinopsis: Wall-of-Sound Feedback Rock<br />
Busana: Gothic tanpa gelang paku, tanpa boots New Rock, tanpa emblem 666<br />
Minuman: Scotch Whiskey campur LSD<br />
Kuping Melayu?: Oh. My. Goddamned. God<br />
*sales &amp; marketing wunderkind, product-branding strategist, artist &amp; repertoire prodigy, MarkPlus’ genius, ACNielsen’s hot shot, Ogilvy &amp; Mather’s dream team, Ernst &amp; Young’s whiz kid, y’all, U-N-I-T-E!*</p>
<p><strong>12. DEAD KENNEDYS<br />
<em>Fresh Fruit For Rotting Vegetables<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/freshfruit.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="Fresh Fruit for Rotting Vegetables"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/freshfruit.jpg" alt="Fresh Fruit for Rotting Vegetables" /></a><br />
Terbit: September 1980<br />
Label: IRS<br />
Asal: San Fransisco, California, AS<br />
Produser: Norm, East Bay Ray<br />
Sinopsis: Left Coast Propagandist Punk<br />
Busana: Tanya Budiman Sudjatmiko apa masih nyimpen kaos &amp; bendera PRD<br />
Minuman: Tuak, Arak, Anggur, Lapen, Cap Tikus; any home industry, anti-capitalism friendly product<br />
Kuping Melayu?: Tunggangi salah satu partai besar. Ikuti safari politik mereka ke daerah-daerah rawan pangan. Selain menjanjikan bonus duit Rp 15 ribu per kepala + nasi bungkus bagi yang ikut konvoi keliling kabupaten, selipkan juga album ini. Ungkit-ungkit sentimen yang berkaitan dengan “hanura” (hati nurani rakyat). Sampaikan ke kaum marjinal itu bahwa—selain konon masih saudara jauh Bung Karno dus fanatik Marhaenisme—Jello Biafra adalah suri tauladan pengentasan kemiskinan &amp; kebodohan. Hidup Bang Biafra! Hidup Bung Karno! Hidup hanura! Hidup nasi bungkus!</p>
<p><strong>13. PUBLIC ENEMY<br />
<em>It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back<br />
</em></strong><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/ittakesanationofmillionstoholdusback.jpg" rel="shadowbox[post-170];player=img;" title="It Takes a Nation of Millions"><img src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/03/ittakesanationofmillionstoholdusback.jpg" alt="It Takes a Nation of Millions" /></a><br />
Terbit: 28 Juni 1988<br />
Label: Def Jam<br />
Asal: Garden City, New York, AS<br />
Produser: Hank Shocklee &amp; Carl Ryder<br />
Sinopsis: Too-Black-Too-Strong Rap Rebel Without a Pause<br />
Busana: Baggy jeans, topi baseball, + jam dinding, lalu berseru, &#8220;Yo, Chuck, tell ‘em what time it is!&#8221;<br />
Minuman: Pepsi Cola<br />
Kuping Melayu?:  Minta tolong yang sebesar-besarnya sembari sodorkan segepok dana sejuk-segar kepada Iwa K, siapa tahu dia tertarik merilis ulang/repackage album <em>Kuingin Kembali</em> dengan tembang gacoan mutakhir <em>Selingkuh Tanpa Jeda</em> yang notabene mencomot banyak bagian (sample-heavy) dari <em>Rebel Without a Pause</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/13-kitab-suci-punk-rock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
