Crowdfunding: Definisi, Praktek Terbaik dan Efektifitasnya di Bidang Seni

Picture by MonitorPop

Kasus 1 : Marrilion
Tahun 1997, ketika band prog-rock 80an Marillion berencana mengadakan tur Eropa, pemain kibor Mark Kelly mengumumkan kepada fans di internet mengatakan tidak akan melakukan tur ke Amerika karena tidak ada dana dari perusahaan rekamannya. Fans Marillion seluruh dunia bersatu padu mengumpulkan dana $60.000 dan band legendaris ini berhasil melakukan Tur Amerika yang besar. Sejak itu, Marillion mampu mengadakan tur dan merilis album dengan bantuan fans nya. Hasilnya, Marillion mampu keluar dari praktek bisnis musik konvensional.

Kasus 2: Andrew Dubber dan CMJ Music Marathon
Tanggal 28 Juli 2008, Andrew bereksperimen dengan menulis di blog nya bahwa beliau membutuhkan dana untuk pergi ke New York ke acara CMJ Music Marathon. Segera setelah pengumuman tersebut, pembaca New Music Strategies beramai-ramai mengumpulkan uang untuk membantu Andrew membiayai perjalanannya. Setelah itu, Andrew membuat kaos yang dimana semua nama dan website penyumbang dicantumkan. Saya sendiri termasuk diantaranya, ada dokumentasinya di blog saya.

Kasus 3: ACRASSICAUDA
Band yang lebih terkenal dengan nama Heavy Metal in Baghdad ini konon adalah satu-satunya band Heavy Metal di Irak. Yang pertama menemukan fenomena ini adalah Vice Magazine, dan disusul oleh Spike Jonez, sutradara terkenal yang membuat film dokumentasinya dan di putar premier di Milwaukee Film Festival. Sejak itu simpati dari fans heavy metal seluruh dunia datang ke Acrassicauda. Sampai saat ini, pengumpulan dana agar band ini dapat keluar dari Irak dan mempertahankan semangat heavy metalnya masih dijalankan.

Kasus 4: NVOHK
Ini adalah perusahaan eco-clothing company yang dibiayai dan dikelola oleh orang-orang yang memakai produknya. Perusahaan ini mengumpulkan dana dengan cara membuka pendaftaran untuk member, dan ketika jumlah member mencapai 5000 orang, maka semua member akan diminta untuk menyumbang $50 dan bisnis akan dijalankan. Keuntungan dibagi untuk member yang menyumbang dan sebagian lagi disumbangkan kepada kegiatan lingkungan hidup. Hingga kini NVOHK sudah mengumpulkan 2500 member.

Crowdfunding, Binatang apakah itu?

Dari study kasus:

  • Persamaan keempat kasus diatas adalah semuanya menggunakan internet.
  • Semuanya memiliki visi dan misi yang jelas.
  • Semuanya memiliki penggemar setia.

Crowdfunding itu sendiri adalah salah satu bagian dari kegiatan crowdsourcing, yaitu kegiatan yang diberikan kepada masyarakat umum, yang menggemari bidang kegiatan itu sendiri, dan biasanya melibatkan banyak orang.

Skenario terbaik (baca: mimpi)
Andaikan saja band anda sudah memiliki 1000 fans setia, dan masing-masing patungan Rp 50.000 setiap bulan, maka dalam setahun saja anda sudah memiliki dana Rp 600.000.000,-. Cukup untuk bikin album, website, tur kecil dan beberapa video klip? Ya cukuplah…

Semangat dan Moral Artikel Ini (bukan mimpi)
Anda tidak usah takut untuk menjadi orang idealis dan anda tidak usah takut jika band anda terus menerus ditolak oleh major label dan media besar. Jika anda bisa memiliki fans setia (baca artikel sebelumnya) dan anda memiliki sedikit kemampuan untuk bikin press release menarik di internet, mampu menyatakan visi dan misi anda, maka setidaknya anda tahu jika ada yang mendukung anda meski anda bukanlah ‘band besar’. Wah terdengar mudah sekali. Well sebenarnya sama sekali tidak mudah, tapi kabar gembiranya adalah: semuanya mungkin.

Tentukan cita-cita anda, nyatakan visi anda dan kejar impian anda. Mulai dari hari ini. Banyak jalan menuju Roma.

Bacaan lebih lanjut:
1. Know The Music Biz
2. New Music Strategies
3. Heavy Metal in Baghdad
4. Project Nvohk
5. Musisi hanya perlu 1000 Fan Setia (Musikator)
6. Crowdfunding Blog
7. Crowdfunding Wiki



Ada Pendapat? Silahkan berkomentar. Gratis, Bebas, Bertanggung Jawab dan sesuai dengan Kebijakan Komentar Musikator Dot Com. Cheers!