Dia adalah Anda

by musikator on 01/06/09 at 12:11 pm

anda

Dengan kaki telanjang dia bernyanyi. Dia bicara Bias Senja hingga memuja keindahan Biru. Jika Anda perempuan yang dulu senang mendengar dongeng, maka Anda akan berharap dapat membuka jendela balkon untuk mendengar dia bernyanyi di bawah. Romantisme terurai dalam tiap lagu yang Anda with The Joints lantunkan bersama. Anda yang belum akrab dengan nama Anda akan saya segarkan ingatannya. Penonton “Ada Apa dengan Cinta?” pasti mengingat sosok penyanyi dan gitaris yang mengiringi Dian Sastro bernyanyi saat kencan dengan Nicholas Saputra. Ya, dia itu Anda.

Makna In Medio (arti: berada di antara) diejawantahkan dalam tajuk acara ”Antara Siang& Malam”. Sore menjadi batas pertalian dua waktu yang mampu membius bila kita tak terjaga. Begitupun acara ini yang dimulai sejak sekitar pukul 18.00 dengan media gathering. Kali ini Anda hadir bersama Hendra Timothy (bas), Jonathan Palempung (papan kunci), Mery Kasiman (piano), Danny Ardiono (drum), si kembar cantik bersuara merdu Mian Meuthia dan Mian Tiara (vokal latar).

Pijakkan kaki menuju kafe De La Rosa, Kemang, Jakarta yang cantik dengan cahaya temaram. Dari kejauhan suara Anda sudah tersibak. Showcase album perdana Anda, In Medio ini bukan launching album. Anda mungkin sudah mendengar In Medio sejak Februari lalu. Suara tabla menjadi penanda aksi bermula. Pusaran menjadi awalan. Didit Saad hadir membantu Dalam Pelukan Shiva dan ML. Lagu pengiring bercinta dengan satuan blues dan psikedelia.
Saya tidak memerhatikan kondisi langit. Tapi, Anda berseru Full Moon Tonight dengan dukungan Nikita Dompas beserta iringan tabla. Sebuah suasana yang membius hingga Anda bisa saja percaya malam ini bulan purnama meskipun jelas akhir bulan. Kolaborasi meriah pun kembali tercipta pada Dalam Suatu Masa dengan penampilan Indra Perkasa, Riza Arshad, Nikita Dompas, dan penyanyi sekaligus adik dari Anda, Bonita. Panggung berhiaskan lampion itu menyuguhkan visual arts dari Visual Jockey asal Kota Kembang, Niang.

Kalau nggak ada lagu ini mungkin gue bakal dicuekin

ujar Anda berseloroh.

Derai jazz maksimal berbaur dengan untaian kata membahas belahan jiwa dengan sebuah warna, Biru. Nikita Dompas kembali menunjukkan aksinya. Anda sempat melupakan urutan lagu hingga Mian Tiara menghampiri agar ingat. Dari momen itulah Bias Senja membahana sebagai pengantar buaian mimpi.

Lagu ini gue bikin di rehab gara-gara capek liat orang gila nggak pakai baju melulu!

tutur Anda.

Bonita berteriak lantang menemani vokal muram Anda bicara Cukup dalam Hati. Anda mengisahkan lagu itu menjadi refleksi ketika dia sedang tenggelam dalam obat-obatan terlarang.

Tahukan bahwa dirimu itu hanya seorang pecandu
Yang tak layak untuk sepotong cinta yang suci

Anda bernyanyi.

Meski sudah mengaku acara berakhir, tapi tiada yang sanggup mengangkat badan untuk beranjak pergi. MC sekaligus pengamat musik, Danie Sakrie, pun harus membubarkan penonton dengan mengingatkan besok harus kembali bekerja. Namun, setelah semua pihak yang terlibat berkumpul, malah terjadi kolaborasi kembali.

Sebuah malam yang terlalu mempesona hingga Anda bisa lupa jalan pulang.

____________________

*Tulisan ini adalah kontribusi dari Alin, penulis muda berbakat yang juga personal manager dari band AKSITERROR, editor fanzine High Octane, serta sempat menjadi kontributor untuk majalah Rolling Stone Indonesia

16 Komentar

wicaksana

Jun 1st, 2009

– eugh…”anda”…….. ‘ seseorang influence yang sangat besar pernah hadir di “discolovegraphi gw” ( lagu lagu pengiring kisah cinta gue ) ketika menyanyikan “untuk seseorang” ( lagunya melly )….suaranya sungguh mempesona…sungguh sungguh sangat!! –meskipun sempat lagu yang dinyanyiaknnya itu di kabarkan menjiplak Dont Panictnya Coldplay..band kesayangan saya…tapi tidak jadi soal….anda is and…nobody else…love it…wajib denger lagunya…”dalam suatu masa”

Balas

anda Reply:

tenkyu bro…

Balas

wicaksana Reply:

akhirnya bertemu di bali…haha senangnya….

Balas

Ade Putri

Jun 2nd, 2009

Koreksiiii… It’s Denny Sakrie. Not Danie Sakrie, dear Alin :)

Balas

Alin

Jun 3rd, 2009

@Ade: wuaaah iya, salah spellingnya. Kacau banget deh gue salah nulis nama pengamat musik ternama. Maafkan yah, Mas Denny :’ )

Balas

Robin Malau Reply:

Hey Alin, this is awesome.

You should share more stories with us, thanks a lot yaaaa!

Balas

anda Reply:

lin tenkyu ya buat tulisannya…dan udh dtg dan nonton :) cheers!!

Balas

Alin Reply:

Sama-sama, Mas. Kemarin juga saya nonton lagi di Rolling Stone, menyenangkan : D

Balas

denny sakrie Reply:

Kumaafkan dikau ,dik ! Tulisanmu menggetarkan sukmaku.Aku suka !

Balas

Alin Reply:

Wah, terima kasih, Mas sudah dimaafkan, dibaca, dan dibilang menggetarkan sukma. Saya akan lebih teliti lagi.

Balas

Aul

Jun 3rd, 2009

tulisanmu bagus banget alin.. makasih yah

Balas

Uga

Jun 3rd, 2009

bagus alin tulisannya! :)

Balas

wenz rawk

Jun 3rd, 2009

akhirnya Alin nulis musik lagi. cukup nulis ponsel, kembalilah ke khittah hehehe.
nice piece, really love this. keep up the goodwork!

Balas

tya

Jun 3rd, 2009

aliiiin,,,aliiiin…aku become a fan lah,,hahahaha
btw,,bagi yang ingin tau tentang fanzine highoctane, mampir ke http://www.myspace.com/highoctanezine
(promosi,hehe)

soalnya ga ke link di atas,hehehehe..

Balas

Alin

Jun 3rd, 2009

@Robin Malau: Baiklah, nanti saya menulis lagi. Terima kasih juga
@Aul& Uga: Ehehehe…jadi malu. Terima kasih udah mau baca.
@Wenzrawk: Ahahaha…maunya sih gitu, Wenz. Makanya buka lowongan dong X D
@Tya: Promo terus, neeeng!

Balas

che

Jun 29th, 2009

DALAM PELUKAN SHIVA ga tau kenapa, ini opini personal. lagu ini punya part nuansa GRUNGE KOTOR NAN GELAP menurut gue. Seharusnya seperti ini nih solois Indonesia:), selamat ANDA.

Balas

Silahkan Berkomentar