Dirgahayu, Bir Dingin, Daging Panggang, dan Dulalip
by Rudolf Dethu on 06/02/09 at 10:41 am
Walau ditingkahi hujan cukup lebat serta dibumbui angin kencang, malam itu, Sabtu, 31 Januari 2009; sama sekali nihil mencerminkan atmosfer kedinginan atau kurang gairah. Yang pekat menyeruak di antara orang-orang yang hadir justru kehangatan dan suasana intim. Semua tampak turut bergembira menyambut dirgahayu Musikator [dot] Com yang ke pertama serta peluncuran resmi Musikator [dot] TV. Sejawat dan kerabat dari penjuru kota yang hadir malam itu riuh riang ria bercengkerama ditemani musik hidup, daging panggang dan bir dingin.
Saya jadi ingat bagaimana sejarah itu bermula. Di penghujung 2007 saya bertemu Robin Malau di sebuah kesempatan. Dari obrolan ringan berbau basa-basi kemudian berlanjut mengerucut tentang obsesi yang telah lama dimiliki Robin untuk membangun semacam “halaman kuning” alias direktori virtual yang memuat info ringkas padat tepat guna tentang musisi Nusantara. Pula dilengkapi dengan berita-berita menarik dari dunia musik mancanegara sebagai referensi. Pula founder’s blog yang mengutarakan perspektif pribadi orang-orang di balik projek direktori tersebut. Tanpa perlu pikir panjang, saya menyanggupi berjabat jiwa & tenaga dengan Robin untuk menjadikan cita-cita tersebut menjadi nyata. Harus kami akui, membuat yang namanya direktori itu adalah sebuah kerja masif nan gigantik lagi kolosal. Biar kata cuma di jagat maya—yang notabene efisiensi biaya—tetap saja dibutuhkan pasokan tenaga pula pikiran yang pol. Isu duit, well, walau sudah otomatis banyak menghemat karena “buku kuning”nya bersosok virtual, urusan penyediaan dana masih menjadi faktor yang kudu cermat diperhitungkan. Ah, pokoknya jalan aja dululah…
Lalu saya berinisiatif mengajak serta sahabat saya, Igo, untuk bergabung. Disusul Ade Putri sebagai kontributor Jakarta.
Sesi berikutnya adalah pemilihan nama. Yang cocok itu sebenernya apa. Muncul usulan “Musikomanifesto”, “Musicvangelist”, “Audiostoke”, “Audiolaundry” dan banyak lagi. Sampai finalnya terpilih “Musikator”. Serunya baku argumen tentang nama ini bisa disimak di sini.
Februari 2008, Musikator secara formal akhirnya terbit ke permukaan. Pelan namun pasti sambutan yang diperoleh menunjukkan grafik terus menaik. Gempita respons yang meriah tersebut menjadi pemicu semangat hulu balang Musikator agar terus menggelegar berucap kepada dunia: “Ini dadaku, mana dadamu?”
Masuk senja 2008, Robin bikin ulah lagi. Dia mengusulkan untuk bikin versi Musikator dalam format gambar hidup (video). Intinya: sama dengan Musikator [dot] Com tapi isinya dominan klip musik dalam negeri + sisipan klip musik manca negara sebagai referensi, serta sedikit video art. Setelah digodok cukup matang, pun sosok yang dianggap kapabel, Ridwan Rudianto, menyatakan sanggup menjadi pimpinan projek, kita sepakat maju jalan. Hingga akhirnya resmi dimunculkan pada 31 Januari 2009.
Ridwan
Sejak sore, suasana pesta di Suicide Glam Beer Garden, Renon, Denpasar, Bali, telah terasa. Begitu gono-gini perayaan ultah beres semua, para konseptor acara, saya, Robin, Igo, Ridwan, Rude Boy Dodix, Marlowe a.k.a. Electronpost, dan Yoyok alias Uncle Joy, langsung bersulang seraya menenggak bir dingin dengan bungah. Cheers! Hey, Electronpost, music, please!
Menjelang malam, sedikit demi sedikit para sahabat Musikator mulai berdatangan. Acara hiburan dibuka paling pertama oleh Tude. Cukup dengan 2 tembang instrumental, gitaris muda berbakat itu mampu menunjukkan kepiawaiannya mengacak-acak gitar. Jangan pernah berhenti belajar, Tude. Bintang terang menunggumu!
Berlanjut dengan—whew, saya lupa, yang mana duluan, Zio atau Igo & Friends sih, I was a bit too screwed already he he…—Igo & Friends (?). Karena Ed Eddy yang rencananya ikutan di sesi open mic tak bisa datang malam itu, Igo mengambil alih panggung. Bersama beberapa teman dekat mereka bersenandung via lagu-lagu milik Telephone. Dan berhasil memancing koor dari penonton. Saya pribadi selalu angkat topi dengan kemampuan menyanyi Igo. Maskulin lagi merdu.
Kemudian Zio. Bagi yang belum ngeh, Zio tadinya adalah pemain bas di band Rockabilly tenar asal Bali, The Hydrant. Namun di tengah jalan, Zio, dan saudaranya, Morris (drum), bermufakat mundur dari The Hydrant. Zio lalu mendirikan kelompoknya sendiri (trio), memakai namanya sendiri: Zio. Morris kadang ikut membantu abangnya sebagai penggebuk drum. Kontingen baru Zio ini kerap mengingatkan saya pada Indra Lesmana. Jazz urban serius tapi tetap (cukup) easy listening. Setiap ada waktu saya pasti akan menonton mereka manggung.
Zio (berdiri, baju berwarna burgundy) dan Para Sahabat Musikator
Lalu berturut-turut disambung dengan Ocha dan Rokavatar, keduanya di bawah binaan produser Bali bertangan dingin, Bagus Mantra. Ocha tampak amat berbahagia malam itu karena dalam waktu dekat album perdananya bakal dirilis. Agak aneh, memang. Biduanita bersuara mengagumkan dengan jam terbang tinggi (cantik, lagi) macam Ocha baru sekarang bisa merilis album. Sementara Rokavatar, walau terhitung baru, tingkat kesolidannya tak usah diragukan sebab sebagian besar personelnya adalah mantan Lolot ‘N Band. Ugh, where’s my beer?
Hujan sejak pertengahan pertunjukan syukurnya tak terlalu sanggup mencegah kawan-kawan untuk terus berdatangan. Malam itu halaman depan toko Suicide Glam relatif penuh sesak oleh penonton (sementara Robin kerjanya bolak-balik antara kedai bir dan penyedia daging panggang. “Minta yang pedes ya, harus pedes, biar maboknya gak kelewat,” Itu terus yang dia bilang).
Rude Boy Dodix & Robin Malau: pokoknya harus pedes…
Giliran Dialog Dini Hari sekarang. Bisa dibilang merekalah kelompok yang paling ditunggu oleh yang hadir malam itu. Dankie sukses besar mengajak penonton bareng menyanyikan tiap lagu Dialog Dini Hari dengan fasih. Kudu diakui, masing-masing anggota Navicula memang memiliki bakat berkesenian berlebih hingga apa pun yang mereka kerjakan hampir selalu menghasilkan sebuah karya yang mengundang decak kagum. Bravo!
Lalu Athron. Biduan bergitar ini, in case you don’t know, adalah pria asal Sydney. Saya sudah sering nonton dia main (in fact, semalam sebelumnya juga saya nonton dia, true, we hang out together a lot). Saya memilih berbincang-bincang dengan rekan di sebelah.
Ketika saya dengar musik berubah menjadi jeduk-jeduk bernuansa elektronik… horeee… It’s dulalip time! Dunia kelap-kelip sudah mulai! Electronpost dan Uncle Joy bahu membahu membakar panggung. Yang satu nge-dj. Satunya lagi nge-vj. I’m a huge fan of Electronpost. He’s an excellent dj. Uncle Joy got his own style, too. Video jockey with attutide! Saya langsung mendekat menuju mereka dan mengajaknya bersulang. Mari bergoyang bersama. Berdansa bergembira ludahi dan kencingi fatwa golput MUI!
Yay! Vive le Musikator TV!
_________________
*Semua foto (kecuali paling bawah) adalah hasil jepretan kamera sakunya Uching
*Foto saya & Electronpost diambil oleh Stuart D. Wilford




35 Komentar
Robin Malau
Feb 6th, 2009
Hahaaaa… brilliant!
Ayo party lagi kalo berani…
Balas
igo Reply:
February 6th, 2009 at 3:12 pm
Photo2nya jujur seru! Ayo party lagi. bulan Maret aja gmana?
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 3:34 pm
Wah lama amat, nanti malem kalo berani goooooo!
Balas
dinan
Feb 6th, 2009
huh, bikin syirik saja!, coba kalau aku datang pasti lebih seru (hueek!)
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 3:35 pm
Ngga terbukti ngga terbukti wek wek wek… Hahaha!
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 3:35 pm
Ngke di BK nan!
Balas
dinan Reply:
February 6th, 2009 at 5:36 pm
kan ada lagu si puppen, atur aku! ayok lah jam session… hayang melihat the LowRobb menyayat nyayat guitar lagih! hajar Om!!!!
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 5:40 pm
Jam Session jiga band blues wae hahaha…
Balas
dinan Reply:
February 6th, 2009 at 5:43 pm
beugh a a robin mah euy, maksud simkuring jadi additional guitar, guitaris bintang tamu gituh lah meureun…. jam session tidak hanya milik blues akh, tapi milik masyarakat umum. ayok hajar hajar hajar hajar hajar.
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 5:51 pm
Mbung ah garing haha…
Balas
dinan Reply:
February 6th, 2009 at 5:58 pm
beughhhhh, terlalu sering ulin jeung si dethu jeung si igo euy, jadi rockers kemayu donk??? kakakakakaka. sampai jumpa di hardrck boss!!!
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 6:04 pm
Sialan, udah ditanggap, ternyata ujungnya emang nyari gara-gara lu mah nan… Garing ah.
Balas
Rudolf Dethu Reply:
February 6th, 2009 at 7:32 pm
He he.. Dinan salah! Aku kurang tepat disebut rocker kemayu! Aku rocker snob dengan dagu terangkat dan selalu berslogan: I’M BEAUTIFUL DON’T TOUCH ME
Aku dari dulu ogah jika ada orang yang hendak mengajak aku bergabung di komunitas working class a.k.a. kelas pekerja a.k.a. kerah biru. Ogah karena kelas pekerja = Golongan Karya alias Golkar alias kaki tangan Soeharto hiks hiks hiks…
Eh, tapi rocker kemayu juga keren kok. Liat aja, Brian Molko, vokalisnya Placebo. Atau Brett Anderson, biduan grup Suede. Atau troubadour macam Rufus Wainwright. Lebih asyik dengan rocker kemayu dibanding rocker bau ketek… He he… Matter of fact, I used to be in working class category. But I don’t wanna go back, dude. Bau keringat semua. Gak kuat. I’m too beautiful for that bad body odor, dude…
Balas
dinan Reply:
February 7th, 2009 at 1:03 pm
JJihaaaaaaaaa Ampyuuuuuuuun pak BosS.. Tyang hanya beCanda, anda Bukan KemaYU tapi ROCKERS SejatI maksudnya, adyuh amPYUUUUUUUUUUnnnn, Ampura Tyang Bli Bagus……
Balas
dinan Reply:
February 6th, 2009 at 6:31 pm
Sorry Om Robin, Becanda saja hehe, jadi malu neh…. mahaf mahaf
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 6:33 pm
Push up nan! 200 kali!
Balas
dinan Reply:
February 7th, 2009 at 1:00 pm
aDUH sIAP Boss.. 200 kali aja ya? kalau 500 kali saya sudah ngga kuku!
Balas
Prima_boogie
Feb 6th, 2009
om igo kayaknya kemarin salah ngomong, kalau gak salah, vox nya parau kan ghigox. bukan roy.
Balas
igo Reply:
February 7th, 2009 at 4:49 pm
Yup, mybro… aku salah ngomong…. hauhauhaua… si Roy sampe bingung. duh ampun deh…. mohon maaf, ya….
Balas
dinan
Feb 6th, 2009
siap, ketemuan disana nya? kamu main gitar pastinya?
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 5:32 pm
Ya ngga lah… Burgerkill riff-riff nya susah. Lagian kan udah ada si Ebenk dan Agung…
Balas
nyouw
Feb 6th, 2009
hahaha…om robin funke….
huahuahua…mari berpesta…
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 5:41 pm
Cheers bro
Balas
aRYa
Feb 6th, 2009
hikz, hope i was there/
Balas
Robin Malau Reply:
February 6th, 2009 at 7:42 pm
Next time man, you are invited!!
Balas
cietra
Feb 7th, 2009
hikss…aku ga ikut..
Balas
Robin Malau Reply:
February 8th, 2009 at 2:57 pm
Next time Ciet
Balas
WishNoize
Feb 7th, 2009
Beruntungnya Anda-anda.
Yg di Jakarta kpn diajak bersuka ria?? hikzz…
Balas
Robin Malau Reply:
February 8th, 2009 at 2:57 pm
Sabar bro, next time bro…
Balas
kaos rocker
Feb 8th, 2009
waaw.. baru tau neh ada web musik.. salut bro..
blog yang keren.
Balas
Robin Malau Reply:
February 8th, 2009 at 2:53 pm
Hello my new friend, thanks for your kind words.
Di Musikator forum ada request yang nyari band-band rock seperti di online store kamu tuh. Siapa tau bisa nyambung…
Welcome to Musikator world yah.
Balas
kaos rocker
Feb 8th, 2009
wah kbeneran bung.. salam kenal dari jogja neh..
Balas
Mutter, Richard
Feb 9th, 2009
congrat euy…!
\m/ SALUTE! \m/
Balas
Robin Malau Reply:
February 9th, 2009 at 11:36 am
Wah Richard Mutter thanks for stopping by, boss.
Ada video-video yang mau lo posting ke Musikator TV chard? Ada lah, masa ga ada sih sebagai gegedug video? Maksa hehehe. Let me know ya.
Balas
Prima_boogie
Feb 15th, 2009
di tunggu profil dari zio dan rockavatar.
Balas
Silahkan Berkomentar