<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Hentikan Upaya Pembuktian Diri, Percuma&#8230;</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 07:00:35 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Robin Malau</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3869</link>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 13:28:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3869</guid>
		<description>Spot on. Cheers bro.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Spot on. Cheers bro.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aji The Billy</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3860</link>
		<dc:creator>Aji The Billy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 07:27:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3860</guid>
		<description>Bener juga Bin, gua setuju artikel lo ini..lol
Kalo kita tepaku pada naluri untuk &quot;membuktikan diri&quot; bahwa kita juga BISA, terkadang setelah hal yang kita inginkan kita capai maka kita cenderung akan sulit untuk mempertahankannya..Ya, karena dalam naluri pembuktian diri kita tersebut hanya sebatas untuk mencapai target yang diinginkan, gitu ga man?!!?..dan  bukan merupakan usaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik..

\go. psycho/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener juga Bin, gua setuju artikel lo ini..lol<br />
Kalo kita tepaku pada naluri untuk &#8220;membuktikan diri&#8221; bahwa kita juga BISA, terkadang setelah hal yang kita inginkan kita capai maka kita cenderung akan sulit untuk mempertahankannya..Ya, karena dalam naluri pembuktian diri kita tersebut hanya sebatas untuk mencapai target yang diinginkan, gitu ga man?!!?..dan  bukan merupakan usaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik..</p>
<p>\go. psycho/</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amild live wanted</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3856</link>
		<dc:creator>amild live wanted</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 02:45:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3856</guid>
		<description>setuju..
mending ga usah maen  musik kalo cuman jadi sampah
wew...!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju..<br />
mending ga usah maen  musik kalo cuman jadi sampah<br />
wew&#8230;!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robin Malau</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3668</link>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 07:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3668</guid>
		<description>Sama-sama Rik. Cheers!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama-sama Rik. Cheers!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eric</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3666</link>
		<dc:creator>eric</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 07:09:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3666</guid>
		<description>Hal ini lah yang jadi pemikiran gue hampir setahun ini...

gue udah ga mau lagi menerima tantangan pembuktian diri lagi dari siapapun, terhadap kerjaan yang gue ga suka, cuma demi menunjukan gue bisa.

hehe.

thx Bin dah nulis artikel ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hal ini lah yang jadi pemikiran gue hampir setahun ini&#8230;</p>
<p>gue udah ga mau lagi menerima tantangan pembuktian diri lagi dari siapapun, terhadap kerjaan yang gue ga suka, cuma demi menunjukan gue bisa.</p>
<p>hehe.</p>
<p>thx Bin dah nulis artikel ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robin Malau</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3578</link>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 15:09:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3578</guid>
		<description>It is bro, hahah...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>It is bro, hahah&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oddie</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3577</link>
		<dc:creator>Oddie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 15:03:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3577</guid>
		<description>Saya selalu menjalankan project musik saya dengan cara yang terbaik dengan tujuan mendapatkan groupie yang terbaik. I think that&#039;s a valid enough reason to form a band. Uh huh. Wink wink.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya selalu menjalankan project musik saya dengan cara yang terbaik dengan tujuan mendapatkan groupie yang terbaik. I think that&#8217;s a valid enough reason to form a band. Uh huh. Wink wink.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: male unwisely</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3340</link>
		<dc:creator>male unwisely</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 08:33:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3340</guid>
		<description>Benar sekali, kompetisi dan prestasi memang penting, dan bukan harusnya jadi orientasi. contoh simple saja karena ingin berkompetisi dan berprestasi, orang sering melupakan &quot;melakukan yang tebaik&quot;, karena orientasi kompetisi dan prestasi jugalah  yang  menyebabkan seseorang &quot;menghalalkan&quot; segala cara.
 Akan tetapi perlu juga dicatat, hal ini sangatlah tergantung dari individu itu sendiri, dan ini bisa dilihat dari penggalan argumen pak robin &quot;...karena jika bijak, bisa bikin hidup semakin hidup.&quot;itulah mengapa saya  menambahkan &quot;sisi negatif&quot; dari pernyataan saya di atas.
Kompetisi dan Prestasi hanyalah media untuk pembuktian diri. 
Akan tetapi dengan berbuat yang terbaik , kompetisi, prestasi, dan pembuktian diri akan mengikuti dengan sendirinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar sekali, kompetisi dan prestasi memang penting, dan bukan harusnya jadi orientasi. contoh simple saja karena ingin berkompetisi dan berprestasi, orang sering melupakan &#8220;melakukan yang tebaik&#8221;, karena orientasi kompetisi dan prestasi jugalah  yang  menyebabkan seseorang &#8220;menghalalkan&#8221; segala cara.<br />
 Akan tetapi perlu juga dicatat, hal ini sangatlah tergantung dari individu itu sendiri, dan ini bisa dilihat dari penggalan argumen pak robin &#8220;&#8230;karena jika bijak, bisa bikin hidup semakin hidup.&#8221;itulah mengapa saya  menambahkan &#8220;sisi negatif&#8221; dari pernyataan saya di atas.<br />
Kompetisi dan Prestasi hanyalah media untuk pembuktian diri.<br />
Akan tetapi dengan berbuat yang terbaik , kompetisi, prestasi, dan pembuktian diri akan mengikuti dengan sendirinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robin Malau</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3327</link>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 14:59:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3327</guid>
		<description>Ya. 

Tapi saya ingin konfirmasi agar saya sendiri tidak salah mengerti:

&lt;blockquote&gt;2. Faktor Pendidikan (formal maupun non formal), pendidikan yang berorientasi pada kompetisi dan prestasi, dan saya menyebutnya “sisi negatif” dari pelaksanaan sistem pendidikan seperti itu.&lt;/blockquote&gt;

Musisi (dan non musisi for this matter) banyak yang salah mengartikan kritik ini, termasuk saya waktu jadi musisi. Akhirnya, saya ingat pada masa-masa itu, saya jadi anti sekali dengan kompetisi dan prestasi. Akhirnya hidup bermusik saya jadi basi. 

Sejauh pengetahuan saya, Kompetisi dan Prestasi itu elemen penting dalam hidup, bermusik tidak bermusik, karena jika bijak, bisa bikin hidup semakin hidup.  

Syaratnya, Kompetisi dan Prestasi jangan dipandang sebagai orientasi. Begitu ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya. </p>
<p>Tapi saya ingin konfirmasi agar saya sendiri tidak salah mengerti:</p>
<blockquote><p>2. Faktor Pendidikan (formal maupun non formal), pendidikan yang berorientasi pada kompetisi dan prestasi, dan saya menyebutnya “sisi negatif” dari pelaksanaan sistem pendidikan seperti itu.</p></blockquote>
<p>Musisi (dan non musisi for this matter) banyak yang salah mengartikan kritik ini, termasuk saya waktu jadi musisi. Akhirnya, saya ingat pada masa-masa itu, saya jadi anti sekali dengan kompetisi dan prestasi. Akhirnya hidup bermusik saya jadi basi. </p>
<p>Sejauh pengetahuan saya, Kompetisi dan Prestasi itu elemen penting dalam hidup, bermusik tidak bermusik, karena jika bijak, bisa bikin hidup semakin hidup.  </p>
<p>Syaratnya, Kompetisi dan Prestasi jangan dipandang sebagai orientasi. Begitu ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: male unwisely</title>
		<link>http://www.musikator.com/hentikan-upaya-pembuktian-diri/#comment-3316</link>
		<dc:creator>male unwisely</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 08:44:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1249#comment-3316</guid>
		<description>Begitulah pak robin realita sesungguhnya yg ada.. 
Menurut pendapat saya, ada 3 faktor umum sebagai penyebab (yg saya rasa logis dan dapat dibuktikan kebenarannya) tentang mengapa seseorang sering terjebak dalam &quot;Upaya Pembuktian Diri&quot; tersebut:
1. Faktor Psikologis, faktor ini berupa sikap mental atau jiwa yg masih labil yang dipengaruhi oleh usia, rentan waktu pasti sikap mental yg masih labil yakni dari 13 - 20Th, sikap mental yg seperti ini tentunya masih diliputi sisi &quot;Egoisme&quot; yang kuat. (setuju atau tidak, saya pun terjebak dalam lubang &quot;upaya&quot; yg sangat dalam pada usia-usia tersebut.
2. Faktor Pendidikan (formal maupun non formal), pendidikan yang berorientasi pada kompetisi dan prestasi,  dan saya menyebutnya &quot;sisi negatif&quot; dari pelaksanaan sistem pendidikan seperti itu.
3. Faktor lingkungan/pergaulan, lingkungan yang sudah terpola oleh sistem pendidikan di atas.

Upaya pembuktian diri, menurut saya suatu keharusan yang harus dijalani dan pastinya itu alami. Sekarang pertanyaannya, apakah upaya pembuktian diri bisa dihentikan??  hehehe.. Sangat bisa kalo menurut saya, akan tetapi amat sangat tergantung dari individu masing-masing, serta membutuhkan waktu yang bervariasi pula, langkah-langkahnya seperti yg Pak robin sebutkan di atas..
Ada satu siklus yg harus dilalui sebelum kita mencapai ending dari &quot;upaya&quot; tersebut, siklus ini mirip dengan piramida terbalik, dimulai dari titik umur yang bervariasi tapi secara umum rentan waktu yg saya sebutkan di atas, kemudian berjalan menurun dengan puncak (lembah terdalam) tentunya disini yg ada 3 K (Kecewa, Kecewa, dan Kecewa) sama seperti yang saya dan pak robin rasakan :D. Akan tetapi harap dicatat pula, titik inilah merupakan titik balik, disini kita sudah mulai menyadari akan &quot;kekeliruan yang kita jalani selama ini&quot; dan sesegera kurva siklus ini akan menanjak kemudian dan endingnya?! sampai kita benar-benar tidak ber-&quot;upaya&quot; lagi.
Satu lagi tambahan dari saya, Faktor psikologis adalah faktor alamiah, dan hanya bisa dimodifikasi tidak dapat dihilangkan, modifikasi yg dimaksud erat sekali kaitannya dengan sistem pendidikan di atas tadi. Idealnya pendidikan yang tepat bukanlah pendidikan yg berorientasi pada Prestasi maupun Kompetisi, akan tetapi pendidikan yang berorientasi pada dedikasi. Pendidikan prestasi dan kompetisilah yang saat ini menghasilkan konflik-konflik saat ini, akan tetapi pendidikan yang berorientasi pada dedikasi pasti melahirkan &quot;melakukan yang terbaik&quot;.

Simplenya seperti ini, ini adalah hukum sebab-akibat:
Sebab = berdedikasi dan melakukan yang terbaik
Akibat = Dikenal, Jadi Rock Star atau whateverlah..

Melakukan yang terbaik adalah proses, pembuktian adalah hasil. 
Jangan pernah berharap makanan yg kita masak akan enak, kalau kita tidak bisa memasak, bukan masalah bahan-bahannya yang tidak mendukung tapi cara memasaknya.

Setuju???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Begitulah pak robin realita sesungguhnya yg ada..<br />
Menurut pendapat saya, ada 3 faktor umum sebagai penyebab (yg saya rasa logis dan dapat dibuktikan kebenarannya) tentang mengapa seseorang sering terjebak dalam &#8220;Upaya Pembuktian Diri&#8221; tersebut:<br />
1. Faktor Psikologis, faktor ini berupa sikap mental atau jiwa yg masih labil yang dipengaruhi oleh usia, rentan waktu pasti sikap mental yg masih labil yakni dari 13 &#8211; 20Th, sikap mental yg seperti ini tentunya masih diliputi sisi &#8220;Egoisme&#8221; yang kuat. (setuju atau tidak, saya pun terjebak dalam lubang &#8220;upaya&#8221; yg sangat dalam pada usia-usia tersebut.<br />
2. Faktor Pendidikan (formal maupun non formal), pendidikan yang berorientasi pada kompetisi dan prestasi,  dan saya menyebutnya &#8220;sisi negatif&#8221; dari pelaksanaan sistem pendidikan seperti itu.<br />
3. Faktor lingkungan/pergaulan, lingkungan yang sudah terpola oleh sistem pendidikan di atas.</p>
<p>Upaya pembuktian diri, menurut saya suatu keharusan yang harus dijalani dan pastinya itu alami. Sekarang pertanyaannya, apakah upaya pembuktian diri bisa dihentikan??  hehehe.. Sangat bisa kalo menurut saya, akan tetapi amat sangat tergantung dari individu masing-masing, serta membutuhkan waktu yang bervariasi pula, langkah-langkahnya seperti yg Pak robin sebutkan di atas..<br />
Ada satu siklus yg harus dilalui sebelum kita mencapai ending dari &#8220;upaya&#8221; tersebut, siklus ini mirip dengan piramida terbalik, dimulai dari titik umur yang bervariasi tapi secara umum rentan waktu yg saya sebutkan di atas, kemudian berjalan menurun dengan puncak (lembah terdalam) tentunya disini yg ada 3 K (Kecewa, Kecewa, dan Kecewa) sama seperti yang saya dan pak robin rasakan <img src='http://www.musikator.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Akan tetapi harap dicatat pula, titik inilah merupakan titik balik, disini kita sudah mulai menyadari akan &#8220;kekeliruan yang kita jalani selama ini&#8221; dan sesegera kurva siklus ini akan menanjak kemudian dan endingnya?! sampai kita benar-benar tidak ber-&#8221;upaya&#8221; lagi.<br />
Satu lagi tambahan dari saya, Faktor psikologis adalah faktor alamiah, dan hanya bisa dimodifikasi tidak dapat dihilangkan, modifikasi yg dimaksud erat sekali kaitannya dengan sistem pendidikan di atas tadi. Idealnya pendidikan yang tepat bukanlah pendidikan yg berorientasi pada Prestasi maupun Kompetisi, akan tetapi pendidikan yang berorientasi pada dedikasi. Pendidikan prestasi dan kompetisilah yang saat ini menghasilkan konflik-konflik saat ini, akan tetapi pendidikan yang berorientasi pada dedikasi pasti melahirkan &#8220;melakukan yang terbaik&#8221;.</p>
<p>Simplenya seperti ini, ini adalah hukum sebab-akibat:<br />
Sebab = berdedikasi dan melakukan yang terbaik<br />
Akibat = Dikenal, Jadi Rock Star atau whateverlah..</p>
<p>Melakukan yang terbaik adalah proses, pembuktian adalah hasil.<br />
Jangan pernah berharap makanan yg kita masak akan enak, kalau kita tidak bisa memasak, bukan masalah bahan-bahannya yang tidak mendukung tapi cara memasaknya.</p>
<p>Setuju???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

