Interview: Heru Shaggydog

Kini giliran Prima Yudhistira, frontman kelompok politico-rapcore asal Bali, Geekssmile, sekaligus pemilik distro Indigo Wearevolution; menyumbang tulisannya untuk Musikator. Really appreciate it, dude.

Malam itu cukup happening di Ozigo Country - Renon. Hari ultah pertama Downtown Groove
berhasil merubah image Ozigo yang koboisme menjadi taman bermain indie yang menyenangkan.
Tidak ada Tantowi Yahya malam itu, Ozigo dipenuhi muda-mudi dari Mars!
Ratusan scenester sudah mulai memadati venue yang berkonsep garden party sejak pukul 07:30
malam. Banyak yang ditunggu untuk perform malam itu, tapi yang jadi pusat perhatian saya
adalah Shaggydog (SD), 6 pemuda Jogja pengusung ska yang manjadi headliner malam itu.
Ditengah jadwal mereka yang padat, Heru sang vokalis SD yang ramah menyempatkan diri
untuk ngobrol-ngobrol ngalor ngidul dengan saya dan Dethu di lantai 2 sebelum SD mulai perfom.

So, check this out, my first interview for Musikator.

Heru Shaggydog

Personnel Shaggy Dog?
Heru-Vokal, Richard dan Raymond-Gitar, Lilik-Keyboard, Bandis-Bass dan Yoyo-Drum.

Diskografi sampai saat ini?
Sekarang sudah album ke-5, dulu ada Self-titled, Bersama, Hot Dogs dan Kembali Berdansa.

Kenapa namanya Shaggydog? Kalian menyebut fans kalian apa? Shaggydogger? Hehe…
Sebenarnya dulu spontan aja, nama Shaggydog datang dari Bandis yang habis nonton film
dengan judul yang sama di suatu malam, Pada saat itu kita sudah mulai ngeband dan belum tau
mau dinamai apa lalu besoknya dia bilang, “Hey, gimana kalo nama band kita Shaggy Dog aja?”
dan langsung diiyakan sama anak-anak Shaggy Dog yang lain. Kami menyebut fans kami “Doggies”.

Kesibukan Shaggydog belakangan ini?
Sedang sibuk bikin album, diikuti tur, jadi proses pembuatan albumnya agak tersendat.
Bulan ini juga lagi banyak banget jadwal manggung. Yah, kami usahakan bisa jalan dua-duanya
baik album dan turnya.

Shaggy Dog sudah memutuskan untuk berjalan di indie, apakah akan terus seperti itu?
Jika ada major label yang datang dan menawarkan kerjasama yang cihuy apakah akan diambil
atau mungkin punya strategi sendiri?
[Dethu datang dan ikutan nimbrung dengan bir dingin untuk saya dan Heru, sambil menenggak
bir dingin, Heru kembali konsen kepada saya]
Sebenarnya untuk saat ini kita (SD) bikin master dulu, SD sendiri baru saja menyelesaikan
studio pribadi kita di Jogja. Setelah itu baru kita memutuskan untuk mencari label atau jalan
sendiri (lagi). Kita rekaman di studio sendiri jadi ngga ada yang ngejar-ngejar waktu,
ngga harus bayar sama siapa-siapa, paling bayar sama PLN yang byar-pet byar-pet, hehehehe…

Pendapat Shaggydog tentang pembajakan yang tampaknya masih akan marak sampai beberapa
tahun ke depan? Apakah SD ada minat untuk menggratiskan lagu-lagu di album selanjutnya seperti yang dilakukan Radiohead, NAIF dan KOIL dan mengandalkan “hidup” dari konser saja?

Ngga bisa dipungkiri bahwa pembajakan di Indonesia sudah marak banget, dan itu merugikan
buat band sendiri, tapi kalau tidak ada pembajak kita juga akan ketinggalan, contohnya di
dalam software yang sangat mahal harganya. Memang dibutuhkan pengorbanan, kita juga tidak bisa
menghentikan itu karena itu menyangkut hidup orang banyak. Kalau kita mencoba menghentikan itu
maka lawannya adalah massa. Kita akan mencari akal untuk bisa menjual rilisan, mungkin
albumnya dibentuk kaya teh kotak, atau ide-ide yang lain.

Bagaimana dengan eksistensi ska sendiri di Indonesia? Maju atau mudur? Apa kiat SD agar api
ska tetap menyala?

Untuk sementara ini yang aku tahu anak-anak di Jakarta sudah mulai menggeliat, begitu
pula di Solo dan beberapa daerah lainnya. Ska memang sempat booming dulu, kita tidak bisa
menutup mata dengan fenomena itu, dan apa yang kita lakukan sekarang adalah selalu menyelipkan unsur
ska didalam musik kita. Meskipun SD sekarang ngga pure Ska banget. Aku sendiri banyak dengerin
jazz, musik elektronik, dsb. Yang terpenting adalah tetap menjaga hubungan yang baik dengan
teman penikmat ska yang lain. Mereka kadang-kadang suka kontak dan tanya-tanya tentang banyak
hal dan aku berusaha untuk memberi masukan kepada mereka, tetap menjalin hubungan yang baik
walaupun SD sekarang tidak lagi “penuh” di dalam scene ska karena kita buat musik untuk semua
orang. Jadi ngga mungkin kita bawain lagu kaya Ungu sementara anak-anak yang nonton SD pada
tattooan, kita tetap memiliki style bermusik sendiri.

Scene Yogya hari ini?
Secara umum musik di Yogya berkembang dengan sangat cepat, band juga ratusan seiring
dengan menjamurnya studio musik disana. Yang aku seneng dari Yogya itu anak-anaknya berani
nyoba sesuatu yang baru, mereka bisa menggabungkan gamelan dengan musik elektronik. Bedanya
dengan scene macam di Jakarta ya kalau anak-anak Yogya itu memang benar-benar berkarya, bukan
untuk mengejar uang. Seniman.

Ada tawaran tur ke luar negri lagi?
Rencananya SD mau tur ke Hongkong, bersama side projectku, Dub Youth.

Side project? Bisa ceritakan sedikit?
Ngga jauh-jauh dari musik Jamaica juga, cuma porsi elektroniknya lebih besar dan
lebih cocok untuk dimainkan di club, memang kuenceng itu yah… kenceng shit kalo kata temenku,
“This is kenceng shit” …hehehe…
[uhh...hmmm...]

Apa resepnya SD selalu awet dalam hubungan antar personel?
Kita sudah kaya keluarga, tiap hari ketemuan, dan itu-itu aja, hehehe…kita udah
nongkrong selama 11 tahun. Kita punya base camp dan studio recording disana, ada toko.
Tiap hari selama 11 tahun kita nongkrong bareng-bareng terus, ketemu siang, sore bubar,
terus begitu.

Hmm, selain bermusik ada pekerjaan sampingan?
Bermusiknya itu yang pekerjaan sampingan… (diikuti tawa saya dan Dethu)… sebenarnya
aku ada kerjaan bantu-bantu buat lagu untuk Dj, lagu-lagu Dj itu kebanyakan kan monoton,
jedak jeduk terus sampai Lebaran, hehehe… aku bantu untuk harmonisasi, di bagian-bagian
seperti reff-nya biar ngga monoton.

Apa arti fans buat kalian?
Fans itu segalanya buat kami, tanpa mereka SD bukan apa-apa. Kita selalu berusaha untuk
menyenangkan mereka.

Apa arti Bali buat kalian?
Aku lahir di Bali,ini rumah keduaku. Bali selalu menjadi pilihan pertama tempat liburan
kami. Lagu Anjing Kintamani sendiri terinspirasi dari kisah nyata seorang temanku yang bawa
anjing dari Bali yang dibawa ke yogya. Karena ngga kuat sama cuaca Yogya yang panas, maka si
anjing pun mati, bulunya rontok karena ngga kuat panas. Secara spontan kisahnya aku buat jadi
lagu untuk mengenang si anjing. Metode freestyle selalu menjadi pilihan untuk membuat lagu
bagi SD.

Bocoran dong, untuk album ke 5 kalian judulnya apa?
“Ternoda di Bawah Pohon Pisang”. Mungkin [Ya Tuhan, saya hampir memuntahkan bir saya,
karena ekspresi Heru sangat serius, hehehe... dasar!]

Coba sebutkan kelakuan fans kalian yang paling ajaib…
Beberapa fans SD di-tattoo Shaggydog ditubuhnya, ada juga yang mengkover lagu-lagu
Shaggydog dari Bekasi dan menamakan diri mereka The Doggies.

Influence kalian dalam bermusik?
James Brown, Slank dan Iwan Fals untuk lirik. Black music, Hiphop, Folk macam Ben Harper,
Rancid, kami dengerin segala macem, tapi minim musik Indonesia… hehehe…

Lastly, ada pesan khusus untuk Doggies dan kaum muda penggiat musik?
Kalo kalian melakukan apa aja harus total, kalo kuliah sambil ngeband itu ngga sehat,
kasian bandnya karena kuliah mengganggu band dan jangan reseh.

Wah, ngga terasa sudah lebih dari setengah jam saya ngobrol ngalor-ngidul dengan Heru, Shaggydog akan segera perform, and they were doin’ great that night. See u soon in the next interview.
Go bless yourself now.

*Foto Heru diambil dari koleksi pribadinya


erix soekamti said,

July 1, 2008 @ 2:25 pm

ini dia sahabatku…
kenangan paling aku ingat adalah mabuk berjama’ah.
mlm itu kt minum sampe menggila.liat heru tidak kuat berdiri,sifat heroiku pun muncul,hahaha aku anterin dia pulang naik motor kliling2 kota dl sambil nyanyi “Drink’n & drivin so much fun” the bussines.. saking asiknya sampe kt ga sadar klo sudah nyekakar dialun2 hahhaha… udah gitu ga ada yg nulungin wahahaha,jatuh2 sendiri bangun2 sendiri.. bsknya kt maen brng diJakarta dgn tubuh yg terluka wahahaa..
yg menjemukan adalah memproduksi album dub youth.
tiap pagi siang sore aku diperkosa depan komputer..
sukses buat kalian.. bangga punya kalian!!!
salud..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI


Ada Pendapat? Silahkan berkomentar. Gratis, Bebas, Bertanggung Jawab dan sesuai dengan Kebijakan Komentar Musikator Dot Com. Cheers!