Robi, biduan Navicula, amat beruntung punya kesempatan mewawancarai Michael Franti saat tampil di Bali beberapa saat lalu. Silakan simak hasil tulisan Robi beserta wawancaranya.
Seorang musisi, pencipta lagu, aktivis perdamaian global, hadir di Bali untuk mendukung penggalian dana bagi yayasan lokal yang memperoleh predikat sebagai yayasan terbaik di Bali.
MICHAEL FRANTI, pria Afro-American, yang lahir di Oakland, California yang jatuh cinta pada musik, hingga saat ini masih aktif berkiprah di negaranya lewat band yang didirikannya pada tahun 1994, Spearhead, di mana dirinya sendiri adalah ujung tombaknya. Selain sebagai musisi, pria kelahiran 21 April ini juga menekuni film dan fotografi di San Fransisco, kota di mana dia tinggal sekarang saat tidak mengadakan tur. Pada tanggal 1 Maret 2008 kemarin, dia berkesempatan tampil dalam satu event fundraiser yang digelar oleh organisasi Bali Spirit dalam rangka mendukung program dan kegiatan Yayasan Bumi Sehat, yayasan lokal yang bergerak di bidang persalinan alami, informasi dan pelayanan kesehatan, serta kampanye pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Saat ditemui, Michael baru saja selesai melakukan soundcheck untuk pementasannya malam nanti di café Gado-Gado, Seminyak. Seperti pertama kali saya bertemu Michael tahun lalu di Festifal Earthday (di Ubud, Bali), Michael selalu menebarkan senyum dan kharisma yang bersahabat, tulus, hormat dan terbuka. Di salah satu villa pinggir pantai tempatnya menginap, hujan turun deras saat berlangsungnya interview, namun kehangatan aura Michael membuat cuaca dingin menjadi kurang begitu berpengaruh, sehingga siapa saja yang berada di sana saat itu ingin dekat dengannya. Mendengarnya bercerita tentang musik, humanisme, dan tattoo.
Michael Franti dalam pertunjukannya di Gado-Gado, Bali
Ceritakan bagaimana musik bisa menjadi bagian penting dari hidupmu?
Sejak kecil saya sudah bernyanyi di gereja, begitu pula anggota keluargaku yang lain. Pada waktu itu hanya saya yang tidak memainkan instrumen, saya hanya bernyanyi. Dulu saya tidak merasa bahwa saya akan menjadi musisi. Di masa kuliah, kamar saya berada di atas stasiun radio dan mendengar musik tiap hari, hingga akhirnya saya merasa bahwa musik dan rhythm merupakan cara terbaik untuk berekspresi. Saya belajar gitar setelahnya, setelah 15 tahun membentuk band. Saya mulai menyukainya karena gitar mudah dibawa kemana saja. Saya telah mengunjungi Iraq, Israel, Palestina, keliling Eropa, Amerika selatan, banyak negara di Asia, Australia, dan tahun ini kita akan ke Afrika, dan terus berkeliling untuk bermain musik.
Dalam memberi pesan bagi dunia, mana yang lebih penting bagimu, musik atau lirik?
Ryhthm dan melodi merupakan yang paling penting, berikutnya baru kata-kata karena masalah bahasa. Saat menciptakan lagu, saya selalu berusaha untuk membuat chorus yang sederhana agar setiap orang dapat menyanyikannya, sehingga walaupun Anda tidak menguasai bahasanya, Anda setidaknya memahami kata-kata yang sederhana. Semua orang di dunia tahu apa itu “I love you”. Dan orang lebih paham lagi “lalalala…”. Saya mencoba membuat lagu yang menggabungkan keduanya, hal yang sederhana dan kata-kata yang sederhana, namun tetap memiliki pesan yang kuat. Pesan tentang perdamaian, pesan anti-kekerasan. Bagi saya musik adalah untuk diberi. Saya tidak menulis lagu untuk diri saya, tapi saya menulisnya untuk orang lain, dengan rhythm yang membuat orang menari dan melodi yang membuat mereka senang menyanyikannya. My music is my gift to other people.
Dalam lirik lagumu banyak mengandung ekspresimu terhadap isu dan kritik sosial saat ini. Menurutmu apakah seorang seniman atau public figur sepertimu wajib ikut bertanggung jawab terhadap isu-isu atau masalah global terkini?
Saya percaya tiap orang, tak peduli itu musisi, penari, guru, dokter, atau tukang cuci piring sekalipun, semuanya berkesempatan untuk memberi dan kita semua memiliki higher self yang memberi hal-hal positif dan lower self yang memberi hal-hal negatif. Jadi saya selalu berusaha untuk tetap berada pada kesadaran yang lebih tinggi , sehingga saat saya melihat sesuatu yang menyimpang terjadi di dunia, saya akan berbicara tentang hal itu, tapi yang lebih penting daripada berbicara adalah menjalankannya. Oleh karena itu mengapa saya selalu melakukan traveling, mengapa saya menggunakan musik saya untuk menggali dana untuk sesuatu (sosial) dan meningkatkan kesadaran terhadap sesuatu. Di samping musik, saya juga membuat film. Film-film saya selalu tentang menyoroti suatu hal, suatu isu yang belum pernah didengar sebelumnya. Saya percaya musisi memiliki kesempatan yang unik. Saya tidak akan menyebutnya sebagai suatu tanggung jawab karena sejumlah orang tidak ingin memikul beban yang berat itu. Tapi, kita semua memiliki suatu kesempatan.
Franti di depan penonton yang amat memujanya - lokasi: Gado-Gado, Bali
Seluruh dunia, terutama negara-negara berkembang mengakui bahwa Amerika merupakan pengaruh yang besar, termasuk di dalamnya sejumlah pengaruh negatif. Bagaimana perasaanmu sebagai warga negara Amerika saat berada di luar Amerika?
Sebelumnya saya melihat diri saya sebagai warga negara dunia, saya tidak merasa bahwa saya adalah orang Amerika. Namun, saya menyadari karena saya memiliki paspor Amerika, saya memiliki sejumlah kesempatan dan kemudahan yang tidak diperoleh orang lain, dan saya pun mengakui dan menghargainya. Hal ini pula yang menyebabkan Amerika terjebak dalam pikiran bahwa mereka adalah prioritas yang harus didahulukan, dan ini pula yang menyebabkan Amerika memicu perang, pengrusakan lingkungan, arogansi, dan saat Anda berada di negeri orang, Anda menyadari ada pro dan kontra, a love-hate relationship. Sebagai seniman, saat berada di Amerika saya akan berbagi kepada sesama orang Amerika, memberitahu mereka bagaimana sebagian masyarakat dunia memandang kita dan mungkin ada sejumlah kebenaran di dalamnya. Dan saat saya berada di luar Amerika, saya mencoba menjadi seorang representatif untuk suatu kebenaran lain dari orang Amerika yang belum pernah anda lihat.
Apakah Anda memiliki visi untuk meluaskan pesan-pesan perdamaian lewat musik ke Asia?
Saya ingin sekali. Kami ingin musik kami didengar dimana-mana. Kami baru saja menyelesaikan rekaman terbaru kami dan mengadakan tur di banyak tempat, sekali lagi, ini adalah hadiah kami bagi orang lain. I really believe that music is a healing art. Kini sudah waktunya menyadari ada banyak kesalahpahaman di bumi ini, antara agama, negara, dunia, dan kini kita perlu pemulihan diri. Saya berlatih Yoga setiap hari. Kombinasi antara Yoga dan Musik membuka sesuatu dalam diri saya. Saat tubuh saya kaku dan susah melakukan suatu gerakan, saat saya mendengarkan lagu atau lirik tertentu yang membuat saya terharu, tubuh saya seperti terbuka. Saya menyadari bahwa ini merupakan suatu yang universal di seluruh dunia. Saya ingat saat saya berada di Iraq, saya sempat berada di rumah sakit bernyanyi untuk anak-anak iraq yang menjadi korban perang, yang kakinya hilang, yang matanya hilang, saya melihat mereka tersenyum, tertawa, dan mulai menangis terharu. Mereka bisa bangkit dari masa lalu dan siap untuk berubah.
Kemudian saya bernyanyi di tempat tentara Amerika, dan berpikir bagaimana mungkin saya bisa bernyanyi untuk orang-orang ini, yang memegang senjata dan mungkin dia yang meledakkan anak-anak kecil yang saya hibur tadi. Namun, sesuatu dalam diri saya berubah, musik memberi saya rasa kasih sayang terhadap tentara ini, yang mungkin saja hidup dalam kesedihannya. Saya pun bernyanyi untuk dia pula, tentara ini, yang kemudian mulai menangis dan mulai berubah. Inilah keajaiban musik, memberi kesempatan bagi pendengar dan bagi saya untuk melakukan suatu perubahan.
Terakhir saya bertemu Anda di Bali waktu Natal tahun lalu [saat itu saya sempat ber-jam session dengan Michael setelah makan siang bersama di rumah keluarga Ibu Robin Lim, founder yayasan Bumi Sehat]. Kedatanganmu ke Bali kali ini untuk yang keberapa kalinya ?
Seingat saya yang ke empat kalinya, …and I love it here.
Ada rumor bahwa Anda berencana pindah ke Bali, apakah itu benar ?
Kami sekeluarga sedang membangun sebuah rumah kecil di desa Mas [Ubud, Bali].
Berarti gosip itu benar?
[Tertawa]…Saya tidak tahu apakah kita sekeluarga akan pindah ke sini, tapi saya cinta sekali tempat ini sebagai tempat untuk berkreasi. Hal yang membuat saya cinta Bali adalah kreativitas masyarakatnya. Kemanapun Anda pergi ada keindahan di situ. Sepertinya setiap orang Bali adalah seniman. Hal ini menginspirasikan saya untuk melakukan hal-hal lain di samping musik, seperti membuat ukiran, melukis, membuat patung, membuat desain, menjahit, membuat saya ingin melakukan semuanya.
Mau menambah koleksi tattoo dari Bali? [Michael memiki banyak tattoo dan memiliki rambut dreadlock]
[Tersenyum lebar] Ya, saya sedang mencari artis tattoo di Bali. Saya menyukai semua gaya tattoo di kawasan Pasifik, itu seperti bahasa. Saya pernah membuat tattoo di New Zealand, Tahiti dan Samoa. Saya melihat tattoo ini [memperlihatkan sebagian rajah di tubuhnya] sebagai satu kesatuan, saya tidak memiliki bagian lain yang berbeda, ini [tattoo] adalah satu hal, diriku. Segalanya bergerak mengikuti tubuh. Bagi masyarakat Maori, tattoo bukanlah sekedar seni, tattoo adalah dirimu. Apapun dalam dirimu terlihat di bagian luarmu.
Mengapa Anda bersedia untuk tampil di acara fundraiser Bumi Sehat?
Saya mengunjungi klinik Bumi Sehat pertama kalinya dan bertemu Ibu Robin saat sedang membantu persalinan. Dia bilang” Mari, silakan masuk, saya ingin kamu melihat apa yang kita lakukan di sini”. Saya melihat bayi yang baru lahir dan masih dibungkus plasenta, dia mengatakan bahwa ini pertanda bagus, karena ini bayi yang spesial. Jadi saya bukan hanya melihat proses kelahiran bayi saja pada waktu itu, tetapi juga suatu kelahiran yang spesial. Hal tersebut membuat saya dan teman saya menangis saat itu. Saat ngobrol lebih jauh dengan Robin, saya memperoleh informasi betapa sulitnya membangun dana bagi program-program yayasan ini, saya memahaminya, sementara saya sangat menghargai usaha Robin membantu membawa bayi-bayi ke dunia ini dan memberi sesuatu yang sangat penting bagi mereka, yaitu hadiah kedamaian pada tiap manusia sejak awal hidupnya. Sejak itu kami mulai menggalang penggalian dana melalui website kami, menjual merchandise dan CD kami, yang hasilnya kami gunakan untuk mendukung Bumi Sehat, serta kesempatan ini, yang akan digunakan untuk membantu mendirikan perluasan bangunan klinik, agar lebih banyak ibu bisa melahirkan bayi di klinik tersebut. Saya merasa saat ini pelayanan kesehatan di seluruh dunia mulai kacau karena uang. Orang-orang tidak lagi memberi pelayanan terbaik bagi kemanusiaan. Mereka hanya berpikir bagaimana melakukan cara termurah mungkin dengan keuntungan materi sebanyak mungkin. Robin melakukan yang sebaliknya, dia memilih cara tersehat bagi anak, ibu dan seluruh keluarga, sejak pra-natal hingga si anak menjadi dewasa.
Franti, Robin Lim, & Jay
Saya setuju dengan pendapat bahwa gaya hidup masyarakat modern di dunia saat ini sudah tidak lagi harmonis dengan alam dan mengakibatkan munculnya banyak masalah yang kompleks. Apakah kamu percaya ada solusi universal untuk hal ini?
Sebagai manusia, kita memiliki kesempatan untuk belajar, untuk tumbuh, dan di satu sisi kita melakukan kesalahan-kesalahan yang kita buat saat ini di bumi, sementara sisi lainnya kita belajar memperbaikinya. Salah satu cara memperbaikinya adalah dengan mencari tahu apa saja yang telah dilakukan oleh manusia selama ribuan tahun, yang berjalan harmonis dengan alam. Karena mungkin baru saja, mungkin baru 100 tahun yang lalu kita mulai menyimpang. Jadi bagiku, bukan hal yang mustahil untuk memperbaikinya asalkan ada perhatian lebih. Anda harus memiliki keyakinan bahwa ini tujuan kita, untuk menciptakan keberlanjutan. Kita memulainya dari sana, menggunakan seni, musik, untuk membentuk keyakinan tersebut. Di samping itu, kita juga harus bekerja sama dengan dunia bisnis, mempengaruhi mereka untuk berubah dan memanfaatkan sumberdaya mereka untuk digunakan demi sesuatu yang positif. Jadi saya banyak bekerjasama dengan para pemimpin perusahan bisnis untuk membantu kegiatan bisnis mereka menjadi lebih berkelanjutan dan begitu pula sebaliknya mereka melakukan dukungan yang sama terhadap saya, seperti misalnya saat ini bus tur kita menggunakan bahan bakar bio-diesel, saat konser kita tidak mengijinkan penggunaan botol air plastik, saat konser kita menginginkan ada tempat daur ulang di areal konser. Jadi kita berusaha melakukan hal-hal yang bisa dilakukan untuk membuat pertunjukan band kami menjadi lebih ‘green event’.
Sebagai musisi, yang juga merupakan bagian penting dari industri musik, Apa pendapatmu tentang transisi dari CD era ke digital era ?
Well, aku melihatnya seperti ini, hal yang paling penting dalam membuat suatu bisnis menjadi sukses adalah dengan ‘memberi’. Anda harus memberi, memberi, dan memberi. Nilaimu adalah jumlah dari apa yang kau berikan dikurangi dengan apa yang kau ambil. Jika orang-orang telah melihatmu sebagai sesuatu yang bernilai, mereka akan datang kepadamu. Itulah mengapa saya selalu memberi, memberi,dan segala sesuatunya seperti tumbuh dari itu.
Saya memberikan musik saya kepada dunia, jika lebih banyak orang men-download-nya, semakin banyak orang yang memiliki musik saya, dan akan semakin banyak fans, mereka akan memiliki suatu keterikatan dengan musik kita. Kita juga membiarkan orang merekam live atau memfilmkan pertunjukan kita, memasukkan ke situs mereka dan mengembangkannya, itulah cara musik tumbuh saat ini. CD bagiku bukanlah suatu akhir, namun merupakan suatu permulaan. Yang paling penting adalah rekaman, sedangkan bagaimana hasil itu akan sampai ke orang-orang bukanlah suatu yang penting. Jika Anda stuck pada ide bagaimana menjual CD untuk membuatmu bertahan hidup, hal itu akan membuatmu menjadi dinosaurus. Anda harus tetap memberi dan selalu mencari cara baru untuk tetap bisa memberi.
Franti berduet dengan Oppie Andaresta
Beberapa ujaran bijak dari Michael Franti:
My Music is my gift to other people
I really believe that music is a healing art
Nilaimu adalah jumlah dari apa yang kau berikan dikurangi dengan apa yang kau ambil
*Semua foto adalah hasil jepretan Lakota Moira
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Lakota Moira said,
July 11, 2008 @ 4:54 pmWow… My Mama’s hanging with Rock Stars! Hehehehe…
Salute for Bumi Sehat, Michael Franti, Oppie, Jay, Robin Lim, Robi and everyone involved in making this beautiful fund-raiser possible!
Bumi Sehat’s website is under maintenance at the moment, but visit their US site at: http://www.robinlimsupport.org/