Interview: Pepeng Naif
by musikator on 11/06/08 at 9:39 am
Lakota Moira, seorang aktivis LSM, fotografer, interpreter, mulai mencoba menulis (dalam Bahasa Indonesia). Wanita cantik dan baik hati ini mengisahkan wawancaranya dengan Pepeng Naif.
SIAGA BENCANA BERSAMA PEPENG NAIF
Bisakah Musik Menyelamatkan Kita?
Kebetulan awal bulan Mei kemarin, saya ada di Jakarta untuk mengintip Private Party Rolling Stone Anniversary ke-3. Pada kesempatan itu, saya bersama Robi (vokalis Navicula) janjian ketemu sama sahabat kita, Pepeng (drummer Naif) keesokan harinya di salah satu tempat makan di Kemang.
Pepeng tiba dengan senyum lebar, dan langsung memberi informasi bahwa di tempat makan ini kita punya banyak opsi, dari burrito atau sushi hingga pecel. Kita mungkin bolak-balik menu 30 menit karena lebih konsen ngomongan hal-hal ringan, seputar industri musik Indonesia dan kejatuhannya, sampai akhirnya untuk memudahkan kondisi, kita mulai dengan appetizer Bir Bintang (yang sayangnya, datang kurang dingin), sementara di sudut meja Robi sudah tidak bisa diganggu-gugat karena sibuk menyerang sop buntutnya.
Semakin malam, pembicaraan jadi makin serius. Sebagai orang yang peduli sosial, saya selalu interes mendengar opini dari individu yang ingin mendukung suatu gaya hidup yang lebih positif dan membuka pikiran terhadap isu-isu saat ini. Saat membahas isu-isu apapun di Indonesia, yang sering menjadi hot topik saat ini adalah bencana. Pepeng juga memiliki keterlibatan pada hal ini…
Di sela-sela kesibukan Naif, dia berperan sebagai pimpro dari salah satu proyek Electrified Records (ER), label milik Naif. ER bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) merangkul sejumlah musisi (publik figur) untuk menyebarluaskan informasi mengenai Siaga Bencana melalui album kompilasi. Kompilasi ini melibatkan 14 artis tanah air, yaitu: Naif, Samsons, Netral, Mocca, Franky Sahilatua, White Shoes, Efek Rumah Kaca, 70`OC, Navicula, The Upstairs, St Loco, Buset, Ronaldisko, dan NGM.
Ekor dari diskusi ini adalah interview berikut:
1. Mengapa tertarik bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) membuat Album Kompilasi Siaga Bencana?
Pertama-tama diawali dengan keterlibatan NAIF di kegiatan LIPI, Selamatkan Terumbu Karang (Sekarang) pada tahun 2003. Lama kelamaan NAIF secara nggak sengaja makin sering terlibat dalam kegiatan LIPI yang berhubungan dengan alam.
NAIF sendiri sebetulnya termasuk band yang cukup peduli dengan lingkungan. Sementara itu, saya perhatikan LIPI dalam melakukan kegiatannya seringkali mengajak para musisi dan public figures lainnya, yang aku pikir sepertinya cukup efektif. Tapi mungkin akan jauh lebih efektif lagi kalau kita lakukan dengan cara yang lebih ngepop. Manusia jaman sekarang bosan dengan kampanye-kampanye, atau program penyuluhan yang sifatnya “ngajarin” banget… terlalu menggurui. Kita butuh sesuatu yang nggak bikin orang ngantuk saat kita beri penyuluhan.
Musik kata orang adalah bahasa universal. Kita bisa membicarakan apa saja melalui musik, dan secara bawah sadar apa yang kita hafal dari lirik sebuah lagu nggak cuma terpatri di ingatan dan hati kita doang. Tapi bisa jadi mempengaruhi sikap dan psikologi kita. Pendekatan itu yang kami coba dalam album kompilasi ini.
2. Dalam kerjasama ini, siapa yang menentukan siapa saja yang masuk dalam kompilasi?
Antara LIPI dan Electrified Records yang menentukannya. Pertama ditentukan dulu berapa artis yang direncanakan akan terlibat, kemudian kami menawarkan ke teman-teman musisi. Siapa duluan yang merespon, disaring sebanyak jumlah yang udah ditentukan tadi.
3. Apa keuntungan bagi Electrified Records (label milik Naif) dalam album kompilasi ini?
Keuntungan finansial secara bisnis bisa dibilang tidak ada. Dan memang saya, yang dalam proyek ini ditunjuk sebagai head project, sudah memproyeksikan bahwa ini adalah proyek amal. Misinya adalah membangkitkan awareness kepada masyarakat, bahwa negara kita, di luar segala keindahan alamnya, adalah sebuah negara kepulauan yang pasti akan mengalami pergeseran lempeng bumi, yang mengakibatkan Indonesia tercinta ini rawan akan bencana alam. Dan itu udah terbukti belakangan ini. Kita semua jadi dihantui oleh kekhawatiran… ketakutan…
Jangan! Seharusnya kita waspada, bukan takut. Kalau saja kita tau apa yang harus kita lakukan saat ada bencana alam, pasti kita nggak akan setakut ini lagi. Tapi, tentu saja secara badan usaha, ER juga punya kepentingan di sini. Yaitu membesarkan ER sendiri. Nggak lebih dari itu.
4. Sudah sejauh mana proyek kerja sama (album kompilasi) ini berjalan?
Sejauh ini semua musisi yang terlibat sudah masuk produksi. Bahkan beberapa ada yang sudah menyerahkan master lagunya. So far so good.
5. Mengapa mengambil topik Siaga Bencana?
Yang paling urgent untuk kita ketahui saat ini memang itu. Bencana datang silih berganti. Kita harus tau apa yang mesti kita lakukan bila itu mendatangi kita. LIPI punya program Siaga bencana yang menurut saya bagus banget. Mereka sering mengadakan workshop ke daerah-daerah rawan bencana mengajak artis-artis dan public figures. Dan saya – sebagai personil NAIF – punya badan usaha yang bisa turut membantu mereka membangkitkan awareness masyarakat lewat musik. Kenapa nggak bikin sesuatu yang berguna?
6. Menurutmu apakah album ini bisa membantu masyarakat menyelamatkan diri dari bencana?
Nggak ada yang bisa memastikan. Semua tergantung kehendak Tuhan dan orang itu masing-masing. Tergantung seberapa besar kemauannya untuk menyelamatkan diri, tergantung hokinya juga. Tapi tetap nggak ada salahnya dicoba.

Robi Navicula bersama Pepeng
7. Siapa target yang disasar untuk album Siaga Bencana ini?
Targetnya adalah semua orang, pastinya. Diharapkan dari satu orang bisa menyampaikan pesan ke yang lain. Makanya CD album kompilasi ini nggak dijual. Rencananya distribusi album ini akan melalui dua tahap. Tahap pertama sebanyak 5000 keping dipegang oleh LIPI dan akan dibagikan pada saat mereka melakukan workshop. Tahap kedua rencananya kami akan menggandeng pihak lain untuk bekerja sama pendistribusian. Tahap keduanya masih dalam proses, jadi belum bisa kami informasikan sekarang.
Untuk pembuatan cover CD albumnya juga dilombakan. Diharapkan dengan membuka lomba itu, upaya membangkitkan awareness juga sudah mulai dilakukan. Karena di publikasi lomba juga disertakan informasi tentang rawannya Indonesia terhadap bencana. Lomba dibuka untuk umum, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Entry kit lomba dapat dilihat di scienceinmusic.blogspot.com, www.naifband.com dan www.compress-lipi.org
8. Apa opinimu pribadi terhadap kondisi lingkungan hidup di Indonesia saat ini?
Sudah cukup lama saya jadi orang yang cukup peduli dengan lingkungan. Sampai saya sendiri nggak mau buang sampah sembarangan. Mulai dari hal kecil dulu aja deh. Saya bukan ahlinya untuk menjawab pertanyaan ini. Tapi sepenglihatan saya, orang-orang masih banyak yang belum peduli dengan lingkungan. Atau mungkin belum tau gimana caranya merawat lingkungan kita. Masih banyak orang membakar sampah, padahal hal itu adalah salah satu sebab pemanasan global ini terjadi. Mobil-mobil banyak yang masih tidak memperhatikan standar emisi gas buang. Penggunaan plastik masih banyak di sini, bahkan di swalayan-swalayan besar juga masih memakai plastik.
Memprihatinkan…
Sosialisasi. Semua kuncinya sosialisasi, dan tentunya dibutuhkan konsistensi dalam mensosialisasikan soal lingkungan. Sampai saat ini saya berpikir semua hal di negara ini masih memakai prinsip “anget-anget tai ayam”. Satu hal yang nggak akan pernah bikin kita maju kalau masih memakai prinsip itu!
9. Apa proyek Naif ke depan yang paling segera diproduksi?
Naif dalam waktu dekat ini, pertengahan Juni ini, akan meluncurkan album Let’s Go!, yang pernah kami luncurkan juga sebelumnya via majalah Rolling Stone Indonesia, dengan format yang berbeda. Format digital. USB device. Tentu aja kali ini kami tambah dengan item-item lainnya, seperti unpublished photos, wallpaper untuk komputer, dan lain-lain deh.
Terus, Naif juga lagi memproduksi sesuatu yang kami persembahkan untuk Hari Anak Nasional 2008 ini. Belum bisa saya informasikan lebih lanjut, semua sedang running. Semoga bisa terwujud tahun ini.
Kami juga dari dulu pengin bengat bikin double album. Semoga itu juga bisa terwujud segera. Sekarang-sekarang ini passion kami memang lagi ke arah situ. Proyek-proyek sampingan. Album keenam Naif sendiri bisa jadi baru dimulai tahun depan. Hehehe. Tapi bukan berarti proses kreasi bikin lagu berhenti. Berkesenian sih jalan terus!
*Semua foto adalah hasil jepretan Lakota Moira



7 Komentar
pang5sendu
Jun 16th, 2008
Salut to naif,.
keep rockin and let’s go save the planet,..
Balas
igo
Jun 16th, 2008
setuju! Salut banget buat NAIF!
salut buat Lakota juga…!
Balas
bli
Jun 16th, 2008
yeah….. naif!!!
Balas
Rio
Jun 17th, 2008
ayoooo ikutan lomba disain cover CDnya!!!
(hehehe numpang promo dikit yahhh…)
Balas
torry
Aug 2nd, 2008
bravooooo
naif…………..
nfc semarang hadir……….
Balas
Adib Hidayat
Aug 13th, 2008
Pepeng for President!
Balas
yien
Oct 10th, 2008
sepakat!!!
mari mulai dari diri sendiri 2 save our nation
dilarang sampah dibuang sembarangan!!
malu atuh…
Balas
Silahkan Berkomentar