Kegundahan Seorang King of Rock
by Rudolf Dethu on 26/05/10 at 3:45 pm
Nama aslinya Ong Oen Log. Pria kelahiran Kranggan, Blauran, Surabaya, 19 Maret 1959 ini justru dikenal dengan nama Log Zhelebour, sebuah nama yang kental dengan industri musik Indonesia khususnya genre cadas yang sangat melekat pada dirinya.
Sebanyak 11 festival Rock telah ia gelar sejak 1984 hingga 2007, beberapa band dengan mengusung genre yang menjadi favoritnya sejak semasa kecil itu telah dia orbitkan menjadi sebuah komoditas bernilai tinggi yang menjadi salah satu pendapatan terbesar baginya. Kasarnya band tersebut besar karena Log.
Dari masa 1970-an ada SAS asal Surabaya, Super Kid dari Bandung dan Godbless dari Jakarta. Dekade berikutnya ada El Palmas, Kaisar, hingga Power Metal dan berlanjut Boomerang, dan Jamrud.
Boomerang dan Jamrud di era 2000-an menjadi fenomenal di bawah kibar bendera Logiss Record, sementara Jamrud mampu menjual sedikitnya 2 juta kopi lebih untuk album Ningrat.
Tidak itu saja, Log dan Jamrud sukses mengacak aturan tidak tertulis televisi di Indonesia yang mengharamkan musik cadas dengan lirik kasar. Kita tahu lirik Jamrud selalu lugas mengumbar kata-kata jalanan.
Di luar band, jebolan SMA St. Louis Surabaya ini sukses mengorbitkan ladyrocker Ita Purnamasari, Mel Shandy, Lady Avisha, Nicky Astria, Gank Pegangsaan, Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja & Bani Adam hingga grup Prog Rock Giant Step.
Akan tetapi tidak banyak orang tahu kini sang “King of Rock” yang hari ini berusia 51 tahun begitu julukannya, tengah gundah gulana, yang tentu saja sangat berkaitan erat dengan musik yang menjadikannya seorang jutawan Rock.
Mulai dari kegelisahan akan minimnya jumlah penjualan bentuk fisik, tren Ring Back Tone (RBT) hingga perkembangan musik rock yang dia tuding “kemurniannya” telah terkikis.
Band sekarang banyak yang mengusung rock tetapi tidak tahu makna rock itu sendiri seperti apa, bahkan cenderung menyimpang tidak sesuai dengan konten dan esensi rock itu sendiri,
ujar Log yang juga memiliki andil dalam membesarkan band rock legendaris Godbless.
Tontonan Menipu
Kegelisahannya makin tersakiti kala banyak band rock yang relatif “gahar” rela tampil di acara musik yang sedang menjamur yang disuguhkan di hampir tiap stasiun televisi yang membuat sisi imej band Rock menjadi “ternoda”.
Rock is a lifestyle,
begitu kata Log yang sangat mencintai Pink Floyd dan Scorpion. Ia berani berasumsi terang-terangan bahwa band sekarang hanya memikirkan sisi popular bukan sisi imej.
Main di acara seperti itu imej menjadi buruk untuk band Rock, dan juga tidak menguntungkan secara signifikan, sama sekali,
tegasnya.
Log pantas sebal pasalnya pihak televisi menggelar acara-acara musik dengan penuh rekayasa. Satu bentuk penipuan itu adalah membayar penonton agar bersorak meriah saat acara berlangsung.
Kegelisahannya juga makin bertambah saat fenomena RBT hanya dijadikan pengejaran materi semata tanpa memperhatikan kepuasan dan kebanggaan ideal bagi seorang produser dan musisi.
Bentuk fisik, baik cd maupun kaset adalah sesuatu bentuk nyata yang menjadi kebanggaan tak ternilai seorang musisi dan produser, bukan RBT yang hanya dinikmati dengan durasi 15 detik.
Awalnya menurut Log, RBT sangat bagus sebagai salah satu alternatif media promosi. Akan tetapi semakin hari RBT menjadi target utama baik musisi dan produser itu sendiri. Semua berlomba-lomba untuk menjadikan lagu mereka nomor satu dengan jumlah pengakses RBT terbanyak.
Yang menjadikan RBT sebagai pendapatan besar dari musisi maka mereka itu terjebak mimpi. RBT hanya menjadikan musisi popular tidak menjadi kaya tiba-tiba,
tegasnya.
Log memang tahu betul apa yang terjadi dalam industri musik saat ini. Walaupun ia tetap harus mengikuti trend yang sedang berjalan ini, tetapi sisi idealisnya tetap tidak luntur.
Dia masih yakin bentuk fisik akan kembali memegeng peran penuh, terutama bagi para penggemar fanatik, walaupun jumlahnya sedikit mengerucut.
Pendekatan melalui suatu komunitas menjadi salah satu kekuatan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bentuk fisik.
Untuk festival Rock, dia tetap tidak goyah untuk kembali bergairah mewujudkannya kembali, walaupun band yang mengaku mengusung rock sekarang sudah mengalami keseragaman dimana lirik meratap-ratap menjadi bahan jualan band tersebut.
Dia juga berani menilai tidak ada satupun band rock masa kini yang mampu menyedot ribuan penonton secara global di seantero Tanah Air, seperti yang pernah dilakukan oleh Jamrud saat masih digawangi personel lama mereka.
Bahkan festival rock lokal yang megah bak konser band luar negeri sudah tidak dapat ditemui lagi seperti saat Log melakukannya berulang kali, hal yang hingga kini menjadi satu-satunya festival rock yang melegenda.
Tidak ada satupun yang mampu menyaingi festival rock tersebut, hingga sekarang.





36 Komentar
pakguru_rock
May 26th, 2010
salut bung log……rock never die…………
Balas
otong
May 26th, 2010
si narsis ini belum tau atau ga mau tau band yang bernama KOIL kali ya?hehehe
Balas
Andre Noore
May 28th, 2010
Setuju dengan yang di sebutkan di atas, kcuali bagian “jamrud” hehe..krn sampai saat ini saya tdk bisa menikmati rock parodi ala jamrud :p
kegelisahan om Log kurang lebih sama dengan saya, bedanya saya hanya penikmat musik rock, dan situ promotor kondang
Ayo dong om Log gusur balik tuh band2 “mau kaya cepat” pengusung metal alias melayu total itu !
Balas
Steve
May 29th, 2010
salut bung log……rock never die…………
Balas
moti KM 5
Jun 2nd, 2010
musik adalah sebuah perjalanan hidup,..( lifestyle)
salut buat LOG seleboo..oorr,..!!!
maju musik Indo,…
Balas
fajar
Jun 4th, 2010
rock’s never die
salam \m/
Balas
acoy bispak
Jun 4th, 2010
Log pantas sebal pasalnya pihak televisi menggelar acara-acara musik dengan penuh rekayasa. Satu bentuk penipuan itu adalah membayar penonton agar bersorak meriah saat acara berlangsung
Lah, jamrud juga tampil di acara inbox sctv
Balas
http://muhammadr06.student.ipb.ac.id
Jun 14th, 2010
salut idealis sekali
Balas
arya prima
Jun 17th, 2010
jadi pingin balik dan merasakan lagu2 rock Indonesia diakhir 90-an.
Balas
rickorockers
Jul 10th, 2010
Bener Om!!
sebenarnya orang yang bilang musik rock sekarang memble itu jujur dan benar!
mereka-mereka yang membantahnya hanyalah orang-orang yang tidak mengerti
arti idealisme dalam musik atau bagi musisi itu sendiri!!
rock lebih dari sekedar aliran musik!!
rock adalah musik rakyat dan tentunya untuk menyalurkan aspirasi rakyat!
band-band rock sekarang cuma kedoknya (atau mungkin dimakan keserakahan materi)
mereka tak lebih menjadikan rock yang hanya identik dengan tampang sangar, piercing,
tatto, urakan dan rambut gondrong saja!!
itulah jadinya kalo orang-orang awam sudah berani komentar soal musik
padahal mereka sama sekali tidak kenal musik!
Balas
I-RIFF
Jul 24th, 2010
Bos Log, coba ente dengerin lagu2 rock aye di web.. Mungkin kategori rock idealis ente diterjemahkan di sana.. \m/
Balas
Skizovsky
Aug 13th, 2010
Musik tak akan berarti tanpa orang seperti beliau, Rock will never die \m/
Balas
sandy
Aug 15th, 2010
bener banget bang log, saya sangat setuju dengan pendapat bang log tentang mereka yang hanya menginginkan popularitas semata… \m/
Balas
neo kiddrock
Aug 16th, 2010
jadi pingin balik dan merasakan lagu2 rock Indonesia diakhir
90-an.
setuju…..”" \m/
Balas
garongsembako
Aug 18th, 2010
Musik Rock lo kampringan sangat, lebih total melayu dibanding kangen band
Balas
zaka
Aug 18th, 2010
stuju smuanya…
gw ada tambahan dikit…
rocker kok jadi bintang iklan
Balas
fajargoth
Aug 23rd, 2010
Gw cuma punya satu kata “Maju terus musik di indonesia, apapun genrenya”
dan berkarya lah dengan terus menunjukan peningkatan, tapi jangan berkarya karna didasari oleh materi dan ketenaran semata…
thx pak buat sarannya.
Balas
yadi
Aug 26th, 2010
rock indo era sekarang semuanya ga bermutu, cuma kejar duit tapi ga liat kualitas..
salut buat bung log…\m/
Balas
nirwana
Aug 27th, 2010
maaf yah bang untuk saat ini yang lagi ngetren di kalangan remaja saat ini lagu ” melayu dan lagu slow ,tetapi untuk bang log tetaplah berusaha untuk terus mengembangkan lagu” rock jangan putus asa lagu rok juga untuk sekarang ada contohnya kotak terus berjuang jangan menyerah .
Balas
Yobie malmsteen
Sep 17th, 2010
Setuju bgt dg pendpt bung log..
Keberhasilan seorang rocker bkan hanya musikalitas yg cuma didengrin 15dtk,,
Musikalitas akan memperoleh apresiasi yang nyata dg kberhslan album mereka..
Balas
ipang
Sep 19th, 2010
keep rawk..!
\m/
Balas
DJAMSTER
Nov 19th, 2010
Saya bangga dengan anda (LOG ZELEBOUR)
semoga akan menjamur lagi seperti dulu…….salut buat pak LOG..
Rock never Die
Balas
moxie
Dec 5th, 2010
Sukses selalu Buat Pak Log …music is passion n lifestyle…
Balas
indra
Dec 6th, 2010
om log aq siap mmbangkitkan gairah rock kembali ….
Balas
hendri
Jan 18th, 2011
Saya sepakat, musik rock sekarang sudah mulai bergeser esensinya. Sisi teknik permainan semakin lama semakin menurun. Setahu saya, musik rock adalah musik yang menampilkan teknik permainan yang rumit. Pattern melody yang dimainkan pun adalah pattern-pattern rapat
Balas
gelangkalungwanita
Mar 11th, 2011
Salut buat Om Log..
Saya jg rindu era dimana musik rock Indonesia berjaya..
Sukses Om..
Balas
atsjaya
Mar 14th, 2011
Musik Rock sekarang emang sudah kehilangan esesinya, Rocker jaman sekarang ga lebih dari sekedar boyband…. (yang hanya menjual rengekan-rengekan cinta…)
tapi kita juga tidak bisa serta merta menyalahkan mereka juga!!! terlepas dari itu semua ini adalah keinginan pasar, yang menybabkan kita degradasi selera.
Suka tidak suka, mau tidak mau kita harus melalui fase ini sambil berharap semoga musik rock yang kita banggakan dan kita rasakan kembali lagi ke masa jayanya HIDUP MUSIK ROCCKKKKZZZZZ…..
Balas
Mp3.co.id
Apr 7th, 2011
ROCK will never die… It;s the root of all music!
Rise and Shine buat Rock Indonesia!
Balas
rudey jericho
May 14th, 2011
rock never die bang log.. show must go on..
Balas
Satrio Napitupulu
May 28th, 2011
Minta ijin untuk copy, untuk di-posting di blog saya.
Terima kasih.
Balas
Alta
May 31st, 2011
Rock Never diies
Balas
Andha Kp
Jun 26th, 2011
Sangat setuju dengan apa yang dikatakan Bung Log,
semua yang digundahkan itu sangat benar,
sekarang musik indonesia hanya tinggal kebohongan orang-orang televisi demi mendapatkan uang dengan membuat acara-acara musik bohongan.
Kondisi tersebut diperparah dengan orang-orang yang mengaku musisi juga tergiur dengan tawaran mendapatkan banyak, mereka mengorban musik denmi uang.
Apalagi di tahun 2011, musik -musik dari korea banyak merasuki dunia musik indonesia, berjibunlah orang-oran gbermata sipit berkulit putih itu datang untuk menyedot duit rakyat kita.
Kalau hal seperti ini terus berlanjut, mau jadi apa musik indonesia?
Keep support indonesia musik scene
Balas
Wisnu Banten Reply:
August 18th, 2011 at 11:53 pm
Saya setuju banget nh, padahal saya perhatikan artis K-pop kebanyakan juga sandiwara dan tipu-tipu. Para fans memandang mereka seperti idol bukan seperti musisi, mereka bukan mendengarkan karyanya, namun ngefans sama orangnya.
Balas
Wisnu Banten
Aug 18th, 2011
Indonesia butuh anak-anak muda yang dapat meneruskan idealismenya bung Log Zhelebour
Balas
Mujab
Dec 28th, 2011
emang betul. Aku muak bgt ma era sekarang cemen2 semua
Balas
Yuana Rachman
Jan 13th, 2012
Lanjutkan Bang Log…..Musik rock Indonesia..sekarang Udah Mati Kutu Ga kaya dulu lagi…Rock Is Never Die..
Balas
Silahkan Berkomentar