Navicula: Pesta Perayaan Penerbitan “Salto” di Eastern Promise
by Rudolf Dethu on 07/07/09 at 8:35 am
Kemang berjarak ribuan kilometer dari Seattle. Eastern Promise tak punya kedekatan tertentu dengan Sub Pop. Dan kemeja flanel bukanlah kostum khas Indonesia. Namun energi Seattle Sound, pola Grunge khas mazhab Sub Pop, serta kumpulan lajang berkemeja flanel, riuh memenuhi penjuru Eastern Promise. Dan memang, malam itu merupakan pesta yang diprakarsai oleh biang keroknya Grunge di Nusantara: NAVICULA. Kolektif asal Bali tersebut sedang merayakan penerbitan album terbarunya: Salto. Mereka berkeliling Jawa untuk memperkenalkan karya mereka yang ke-6 itu. Jakarta dipilih sebagai kota persinggahan pertama.
Sejak petang sekelompok pemuda berbaju kotak-kotak dan bersepatu Doc Martens tampak bergerombol di depan klub yang berlokasi tepat di jantung Kemang tersebut—konon sebagian di antaranya datang langsung dari pelosok Jawa. Semakin larut semakin banyak pengunjung yang datang lalu menyesaki setiap pojok ruangan. Jelas tergambar bahwa eksistensi band beranggotakan Robi (biduan, gitar), Dankie (gitar), Made (bas, vokal latar), serta Gembull (beduk Inggris), cukup mendapat atensi dari para aktivis sub kultur. Ikon-ikon penting musik alternatif pun tampak di sana-sini.
Beberapa band macam Balian, Stigmata, dan Nymphea, diberi kesempatan menjadi pembuka acara. Walau rata-rata kualitas dari penampil tersebut relatif istimewa serta memiliki kemampuan di atas rata-rata, ternyata belum sanggup menarik penonton untuk lebih mendekat ke panggung. Baru ketika Robi dkk masuk gelanggang, orang-orang yang tadinya hanya duduk di meja masing-masing atau cuma berdiri di bar sambil menggoyang-goyangkan badan sontak merangsek ke depan. Jarak antara crowd dengan Navicula jadinya tinggal sejengkal. Dan begitu lagu pertama digeber, beautiful chaos langsung pecah. Penonton menyambut dengan riang—i.e. moshing, headbanging, stage diving—berondongan tembang yang dilimpahkan. Mulai dari yang lawas seperti Supremasi Rasa, Aku Bukan Mesin, Kali Mati, atau lagu interpretasi ulang milik Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden, hingga keluaran terbaru yang ternyata telah amat diakrabi, Menghitung Mundur, pula Pantai Mimpi. Sejawat dari Besok Bubar serta rekan sesama dari Pulau Dewata yang kebetulan berada di Ibukota, Marmar (Psychopathic) turut menyumbangkan teriakannya.
Setelah hampir satu setengah jam direcoki too-Seattle Sound-to-be-true, lewat tengah malam pertunjukan akhirnya disudahi. Dan Navicula masih harus terus lanjut berkelana keliling Jawa.
_____________________
*Seluruh foto oleh Lakota Moira











5 Komentar
Putu
Jul 7th, 2009
weh..emang mantap..
syukur banget sempat melihatnya..
[Balas]
RottenFresh
Jul 8th, 2009
Keren, well done guys.
[Balas]
aRYa
Jul 8th, 2009
fantastic!!!
[Balas]
wicaksana
Jul 9th, 2009
arrgggggggggggggghhhhhhhhh…. saya tak dapat menontonnya…wait u in bali guys….
[Balas]
wisnu.jr
Oct 21st, 2009
jiiaaahhh mantabbb…beritanya saya copy ke blog sayah ya om rudolf…:)
[Balas]
Silahkan Berkomentar