Late Report: Launching Album ED EDDY & RESIDIVIS “Lagu Kita Orang Indonesia”

by on 25/04/08 at 10:47 am

Pukul tujuh, Malam Minggu, 12 April 2008, seluruh penjuru halaman TVRI Denpasar Bali yang sehari-harinya gelap gulita, sekarang sudah dipenuhi imbas tebaran warna-warna lampu panggung dengan personil THE WHEELS yang sedang kencang tancap gas. Memanaskan panggung beserta seluruh perangkatnya dengan nuansa vintage-rock yang kental sekaligus mencambuk semangat pasukan pekerja belakang layar untuk kembali siaga bekerja. Juga sembari menyapa gelombang pasang penonton yang datang. Sembilan lagu digeber. Tiga lagu dari album pertama, Fanatisme Gila, tiga dari album kedua, Hingar Bingar Rock N’ Roll, dan tiga lagi dari album yang segera dirilis, Rocker Kecil. Lengkap. Dan tentunya Mitch/vox, Dedy Said/gtr, Chalie/lead gtr, Vico/bass dan Roger/drums, tetap tampil seperti biasanya: Habis-habisan.

DE BUNTU mempresentasikan album mereka Fun The Mental dengan riang gembira yang sangat mendasar. Membuat kaki tak kuasa menahan rayuan maut 3 lagu dari band retro pop-rock ini untuk ikut bergoyang. Setidaknya menghentakkan jempol yang terperangkap sepatu.

Berikutnya SINDIKAT MAWAR HITAM. Kolaborasi dadakan terencana yang berisikan Robi/vox, Dunkie/gtr dan Made/bass [Navicula], dengan Morris/drums dan Marcello/perkusi [The Hydrant], Ian/gtr-vox [Kaimsasikun], Albar/vox [The Last One], Sari [Nymphea] dan Windu/keys [Supersoda]. Gabungan antar pelaku genre terkuat di kubu masing-masing yang jadi mencengangkan mata dan telinga semua penonton ketika mereka membawakan nyanyian pujaan Govinda (Khula Shaker), lagu anak-anak Burung Hantu, dan Imagine (John Lennon).

Semua baru sadar dari situasi terhenyak ketika NYMPHEA hadir. Tanpa aba-aba dan banyak basa-basi penonton berdiri dan menari sambil sesekali ikut bernyanyi bersama Sari. Tiga lagu memang terlalu cepat untuk sebuah band yang penampilannya selalu ditunggu. Dimanapun dan kapanpun itu.

Setelah video klip teranyar Kronologi Pistol & Amunisi diputar, ED EDDY & RESIDIVIS naik panggung. Kibasan bendera-bendera dan teriakan Anjing [judul lagu yang mengantar mereka ke meja hijau berikut putusan 6 bulan penjara dengan masa percobaan selama setahun] dari penonton menyambut mereka. Akhirnya, konser peluncuran album perdana yang bertajuk Lagu Kita Orang Indonesia yang sudah dinanti selama 2 tahun lamanya itu dibuka dengan Junkie Joe, Smakin Pusing, Aku Tak Sedih, Ritual Senin Pagi. Lalu bernyanyi dan tertawa bersama di Lagu Kita Orang Indonesia. Setelah lelah berdansa di Nyanyian Jurkam, suasana justru semakin seru dengan kemunculan Erix Soekamti [berduet dengan Ed Eddy] menyanyikan Mimpi Basah dan Bau Mulut (keduanya milik Endank Soekamti). Lalu giliran gitaris Suicidal Sinatra – Leo Sinatra yang ikutan mengompori Balas Dendam. Acara akhirnya dituntaskan dengan lagu kebangsaan Ed Eddy & Residivis: Kronologi Pistol & Amunisi. Lagu penutup ini begitu spesial, sehingga sangat susah untuk menuangkan suasana koor penonton dan bagaimana semua teman-teman band pengisi acara berbagi microphone di atas panggung [bahkan Erix Soekamti tiba-tiba sudah memainkan drum] ke late report ini.

Terimakasih dan salut buat seluruh teman-teman tanpa terkecuali yang sudah dan selalu konsisten mendukung perjuangan Ed Eddy & Residivis.

Foto: semuanya oleh Lakota Moira

4 Komentar

igo

May 5th, 2008

to Lakota Moira… terimasih banyak buat photo2nya yg keren2, ya…

Balas

tommy

Dec 19th, 2008

asu cie

Balas

drakelbhotc

May 15th, 2009

bleh g minta lagunya the wheels yang di album Rocker Kecil ga…?

eh iy sama foto2nya jg………..

Balas

Yang nge-link ke Artikel ini:

  1. Late Report: Launching Album ED EDDY & RESIDIVIS “Lagu Kita Orang Indonesia” « INDIESROOM - Independent Catalog Blogsite

Silahkan Berkomentar