Tulisan ini meneruskan Bagian I yang saya tulis sebelumnya. Enjoy…
Nilai-nilai dan Tujuan
Yang pertama kali harus diketahui untuk menulis perencanaan bisnis adalah tujuan mendasar dari bisnis/perusahaan itu sendiri. Semua orang ingin mencapai sukses tetapi semua orang memiliki definisi sukses yang berbeda. Bagi orang tertentu uang, lainnya pengakuan dan eksistensi, atau mungkin ada tujuan sosial untuk kasus organisasi sosial (misalnya LSM non profit). Dalam banyak perusahaan modern, semua hal tersebut menjadi tujuannya. Artikel ini bukan ditujukan untuk mendefinisikan kesuksesan, tetapi masing-masing bisnis yang ingin menulis perencanaan bisnis harus mendefinisikan sukses dan tujuan yang diinginkan.
Pengembangan bisnis adalah isu mendasar lainnya yang harus diperhatikan sejak awal, dan ketika bisnis berkembang dan menjadi dewasa. Apakah pertumbuhan adalah tujuan utama, jika ya, apa parameternya dan lain sebagainya. Bisa saja pertumbuhan itu diukur melalui aspek perputaran persediaan, karyawan, pangsa pasar atau tingkat profit. Banyak pengusaha kreatif tidak mau bisnisnya tumbuh menjadi besar; sebaliknya mereka ingin mencapai ‘bisnis gaya hidup’, yang berdasarkan bakatnya, yang dapat menyediakan baik standar kehidupan yang baik maupun kualitas hidup yang baik pula. Untuk beberapa jenis bisnis, sukses diukur tidak hanya dilihat dari keuntungan belaka, tetapi kontribusi sosial dan pengaruh terhadap lingkungan. Ini bukanlah semata-mata apa yang dilakukan bisnis itu sendiri, tetapi bagaimana mereka melakukannya: Nilai/value sangatlah penting adanya.
Nilai atau Value disini adalah menyangkut seluruh aspek bisnis, dari etika bisnis hingga perilaku personal dan organisasi, hingga budaya perusahaan (how we solve things around here). Perkara ini seringkali tidak diindahkan pada proses penulisan perencanaan bisnis, padahal sangatlah penting untuk diperhatikan sejak awal bisnis dan harus pula sering di evaluasi. Jika pengembangan bisnis ini tidak konsisten dengan nilai yang disebarkan oleh sang pebisnis, maka di kemudian hari kita sudah sering mendengar kehancuran bisnis. Tidak hanya bisnis kecil dan menengah, tetapi juga bisnis yang sudah besar.