Pertanda Kematian Media Tradisional?

Akhir-akhir ini kejayaan media online semakin merebak di seluruh penjuru dunia. Dengan adanya teknologi RSS (hey, Musikator.com punya RSS juga!) dimana Media Online memberitakan breaking news nya lewat internet publishing platform atau Content Management System, berita terbaru dapat lebih cepat diterima pembaca daripada menunggu edisi harian, mingguan bahkan bulanan dari majalah versi cetak. Majalah Musik, di negara industri mapan seperti Inggris, pun kena dampak trend tersebut.

Perusahaan yang memberikan jasa Laporan Sirkulasi Media bernama ABC merilis laporan oplah majalah Musik di Inggris yang kehilangan banyak pembacanya dalam 6 bulan terakhir. Q kehilangan 18.000 pembaca dalam 6 bulan terakhir, Uncut turun 4.000, NME hilang 8.000 dan Kerrang! turun 20% atau 17.000 pembaca. Sementara itu majalah gratis The Fly dari kelompok penerbit the Barfly chain naik 2.000+.

Statistik-nya (yang dalam kurung adalah angka awal) ada dibawah ini:

  • Classic Rock 66,632 (67,399)
  • Kerrang! 60,294 (76,937)
  • Metal Hammer 48,540 (45,809)
  • Mixmag 34,073 (35,817)
  • Mojo 106,367 (106,218 )
  • NME 56,284 (64,033)
  • Q 113,174 (131,330)
  • Rock Sound 22,527 (23,021)
  • Terrorizer tidak ada data (14,952)
  • The Fly 105,212 (103,051)
  • Uncut 86,925 (91,028 )
  • Word 33,775 (33,217)

Jika trend berlanjut maka majalah-majalah versi cetak (baca: media tradisional) harus memutar otak lebih kencang untuk dapat mempertahankan oplahnya. Pilihan lain, menyerah dan mengadopsi teknologi internet terkini dan mengintegrasikannya dengan versi cetak.

Masalahnya, trend sejenis biasanya menyebar global dan Indonesia tinggal menunggu hari H nya (atau, mungkin juga, trend sejenis sudah mulai melanda industri publikasi Indonesia). Jika demikian halnya, musisi
harus mencari media baru untuk mempublikasikan band dan karyanya.

Ngga bisa menunggu media tradisional terus.

Sudah siap berubah?


Aji The Billy said,

September 2, 2008 @ 2:49 pm

Siap!!!!!, Belajar dulu..

cietra said,

September 2, 2008 @ 7:51 pm

thanks musikator…
(bukanx musikator th dah kayak koran harian yah??wkwkwkw)

Rudolf Dethu said,

September 5, 2008 @ 8:55 am

Saya pikir media tradisional mengecil radikal, tirasnya menurun drastis mungkin iya, tapi tidak akan pernah mati. Sebab ada hal-hal signifikan yang tidak/belum/susah untuk tergantikan. Jika bicara buku atau majalah, misalnya, salah satu faktor penting yang hingga kini belum bisa disubstitusi oleh komputer—seberapa pun canggih itu piranti—adalah soal “handy” dan harganya yang jauh lebih murah. Buku atau majalah itu gampang ditenteng, bisa dinikmati sambil tiduran, seraya minum kopi di cafe, dsb. Sementara perangkat komputer belum bisa mengambil alih peran itu (well, sudah ada sih yang bikin komputer mini yang diproyeksikan menjadi pengganti buku tapi masih belum terlalu populer + harganya masih amat mahal bagi kantong orang kita). Lagipula acara pergi ke toko buku itu—seperti juga pergi ke record store atau menonton film ke bioskop—adalah ritual yang menyenangkan, menyegarkan dus lebih humanis. Sebab jika segalanya sudah totally computerized maka dunia akan menjadi terlalu steril, kelewat teratur dan robotik—not to mention menciptakan manusia-manusia pemalas (karena semua sudah tersedia, semua serba otomotatis, orang tak perlu keluar rumah lagi) dan obesitas—seperti yang digambarkan secara cerdas di film “Wall-E”. Nope, it ain’t no fun.

gung ws said,

September 11, 2008 @ 9:11 pm

yeah!setuju ma pak dethu!walopun saia sendiri juga mengelola majalah online, tpi ga bermaksud menjatuhkan media tradisional. sama seperti munculnya TV, pertanyaan waktu itu juga, “apakah media cetak akan punah>” buktinya smpe sekarang media cetak tetap merajalela.
enaknya media cetak, bisa dipake ngemplang lalat,nyamuk,bahkan temen yg ganggu klo baca, klo pake komputer, sapa yg mo nglempar komputernya demi ngbunuh 1 lalat!??
edan

igo said,

September 12, 2008 @ 10:42 am

Yup. Super setuju dengan Mr. Dethu.
Selain itu media tradisional masih punya keunggulan yang belum tergantikan. Semisal dibeberapa media tertentu yang banyak memanjakan kita dengan perpaduan seni grafis, potong, cetak dan bahan kertas yang digunakan. Yang kadang harus diakui banyak memberi inspirasi dan tentu saja… tidak mungkin bisa kita pegang dan rasakan keunikannya secara langsung bila ditampilkan di layar komputer kita.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI


Ada Pendapat? Silahkan berkomentar. Gratis, Bebas, Bertanggung Jawab dan sesuai dengan Kebijakan Komentar Musikator Dot Com. Cheers!