<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pertanda Kematian Media Tradisional?</title>
	<atom:link href="http://www.musikator.com/pertanda-kematian-media-tradisional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.musikator.com/pertanda-kematian-media-tradisional/</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 12:29:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: igo</title>
		<link>http://www.musikator.com/pertanda-kematian-media-tradisional/comment-page-1/#comment-1546</link>
		<dc:creator>igo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 02:42:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=747#comment-1546</guid>
		<description>Yup. Super setuju dengan Mr. Dethu.
Selain itu media tradisional masih punya keunggulan yang belum tergantikan. Semisal dibeberapa media tertentu yang banyak memanjakan kita dengan perpaduan seni grafis, potong, cetak dan bahan kertas yang digunakan. Yang kadang harus diakui banyak memberi inspirasi dan tentu saja... tidak mungkin bisa kita pegang dan rasakan keunikannya secara langsung bila ditampilkan di layar komputer kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yup. Super setuju dengan Mr. Dethu.<br />
Selain itu media tradisional masih punya keunggulan yang belum tergantikan. Semisal dibeberapa media tertentu yang banyak memanjakan kita dengan perpaduan seni grafis, potong, cetak dan bahan kertas yang digunakan. Yang kadang harus diakui banyak memberi inspirasi dan tentu saja&#8230; tidak mungkin bisa kita pegang dan rasakan keunikannya secara langsung bila ditampilkan di layar komputer kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gung ws</title>
		<link>http://www.musikator.com/pertanda-kematian-media-tradisional/comment-page-1/#comment-1539</link>
		<dc:creator>gung ws</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 13:11:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=747#comment-1539</guid>
		<description>yeah!setuju ma pak dethu!walopun saia sendiri juga mengelola majalah online, tpi ga bermaksud menjatuhkan media tradisional. sama seperti munculnya TV, pertanyaan waktu itu juga, "apakah media cetak akan punah&#62;" buktinya smpe sekarang media cetak tetap merajalela.
enaknya media cetak, bisa dipake ngemplang lalat,nyamuk,bahkan temen yg ganggu klo baca, klo pake komputer, sapa yg mo nglempar komputernya demi ngbunuh 1 lalat!??
edan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yeah!setuju ma pak dethu!walopun saia sendiri juga mengelola majalah online, tpi ga bermaksud menjatuhkan media tradisional. sama seperti munculnya TV, pertanyaan waktu itu juga, &#8220;apakah media cetak akan punah&gt;&#8221; buktinya smpe sekarang media cetak tetap merajalela.<br />
enaknya media cetak, bisa dipake ngemplang lalat,nyamuk,bahkan temen yg ganggu klo baca, klo pake komputer, sapa yg mo nglempar komputernya demi ngbunuh 1 lalat!??<br />
edan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudolf Dethu</title>
		<link>http://www.musikator.com/pertanda-kematian-media-tradisional/comment-page-1/#comment-1476</link>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 00:55:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=747#comment-1476</guid>
		<description>Saya pikir media tradisional mengecil radikal, tirasnya menurun drastis mungkin iya, tapi tidak akan pernah mati. Sebab ada hal-hal signifikan yang tidak/belum/susah untuk tergantikan. Jika bicara buku atau majalah, misalnya, salah satu faktor penting yang hingga kini belum bisa disubstitusi oleh komputer---seberapa pun canggih itu piranti---adalah soal “handy” dan harganya yang jauh lebih murah. Buku atau majalah itu gampang ditenteng, bisa dinikmati sambil tiduran, seraya minum kopi di cafe, dsb. Sementara perangkat komputer belum bisa mengambil alih peran itu (well, sudah ada sih yang bikin komputer mini yang diproyeksikan menjadi pengganti buku tapi masih belum terlalu populer + harganya masih amat mahal bagi kantong orang kita). Lagipula acara pergi ke toko buku itu—seperti juga pergi ke record store atau menonton film ke bioskop—adalah ritual yang menyenangkan, menyegarkan dus lebih humanis. Sebab jika segalanya sudah totally computerized maka dunia akan menjadi terlalu steril, kelewat teratur dan robotik---not to mention menciptakan manusia-manusia pemalas (karena semua sudah tersedia, semua serba otomotatis, orang tak perlu keluar rumah lagi) dan obesitas---seperti yang digambarkan secara cerdas di film “Wall-E”. Nope, it ain’t no fun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir media tradisional mengecil radikal, tirasnya menurun drastis mungkin iya, tapi tidak akan pernah mati. Sebab ada hal-hal signifikan yang tidak/belum/susah untuk tergantikan. Jika bicara buku atau majalah, misalnya, salah satu faktor penting yang hingga kini belum bisa disubstitusi oleh komputer&#8212;seberapa pun canggih itu piranti&#8212;adalah soal “handy” dan harganya yang jauh lebih murah. Buku atau majalah itu gampang ditenteng, bisa dinikmati sambil tiduran, seraya minum kopi di cafe, dsb. Sementara perangkat komputer belum bisa mengambil alih peran itu (well, sudah ada sih yang bikin komputer mini yang diproyeksikan menjadi pengganti buku tapi masih belum terlalu populer + harganya masih amat mahal bagi kantong orang kita). Lagipula acara pergi ke toko buku itu—seperti juga pergi ke record store atau menonton film ke bioskop—adalah ritual yang menyenangkan, menyegarkan dus lebih humanis. Sebab jika segalanya sudah totally computerized maka dunia akan menjadi terlalu steril, kelewat teratur dan robotik&#8212;not to mention menciptakan manusia-manusia pemalas (karena semua sudah tersedia, semua serba otomotatis, orang tak perlu keluar rumah lagi) dan obesitas&#8212;seperti yang digambarkan secara cerdas di film “Wall-E”. Nope, it ain’t no fun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cietra</title>
		<link>http://www.musikator.com/pertanda-kematian-media-tradisional/comment-page-1/#comment-1459</link>
		<dc:creator>cietra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 11:51:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=747#comment-1459</guid>
		<description>thanks musikator...
(bukanx musikator th dah kayak koran harian yah??wkwkwkw)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks musikator&#8230;<br />
(bukanx musikator th dah kayak koran harian yah??wkwkwkw)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aji The Billy</title>
		<link>http://www.musikator.com/pertanda-kematian-media-tradisional/comment-page-1/#comment-1455</link>
		<dc:creator>Aji The Billy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 06:49:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=747#comment-1455</guid>
		<description>Siap!!!!!, Belajar dulu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siap!!!!!, Belajar dulu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
