Perusahaan Rekaman Perancis akan Menuntut Pengembang Aplikasi P2P

peer2peer Perusahaan rekaman di Perancis, yang mendapat lampu hijau dari pemerintahnya, akan menuntut perusahaan-perusahaan Amerika yang mengembangkan aplikasi peer to peer. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Vuze, Limewire, Morpheus dan Shareaza. Lucunya, menurut artikel di Torrent Freak, website platform pengembangan program-program open source SourceForge juga akan kena tuntut (nyambung deh…). Argumentasi mereka adalah karena aplikasi-aplikasi ini dikenal ‘mendistribusikan software yang bisa memberikan akses ilegal’ ke ‘produk-produk yang dilindungi karya cipta’.

Mohon dimengerti, saya ngga pro pembajakan lagu, sejak dulu hingga saya menulis artikel ini (lihat komentar saya disini akan sikap Musikator terhadap website download/warez). Tanya Dethu, bahkan saya sering ditertawakan karena begitu polos menentang pembajakan musik. Tetapi kelakuan perusahaan-perusahaan rekaman ini menurut saya tolol banget hingga membuat saya tiba pada hipotesa sebagai berikut:

  1. Perusahaan rekaman (ngga terbatas di Perancis) belum sadar bahwa model bisnis mereka sudah ketinggalan jaman.
  2. Mereka frustasi, karena baru sadar mereka sudah kalah pintar, kalah jauh dari pembajak (kemana aja selama ini mas??).
  3. Menuntut pengembang-pengembang software ini sama dengan menuntut Toyota, hanya karena Toyota Innova, salah satu produknya, digunakan untuk kejahatan.
  4. Kalau tuntutannya lolos dan menang, siapa lagi yang bakal dituntut, penemu internet??
  5. Ada kata-kata bijak yang mengatakan ‘Jika anda tidak bisa menang, Gabung!’.
  6. Industri musik harus melakukan revolusi dalam pengertian sebenarnya. Mungkin bisa dimulai dengan memecat sebagian besar eksekutif mereka yang gaptek tapi bergaji besar, diganti dengan orang-orang melek teknologi dan bersama-sama merumuskan model bisnis baru.
  7. Industri rekaman maju, industri musik pun akan ikut maju.

Seperti hipotesa point 6, kenapa sih saya protes terus sama perusahaan rekaman? Karena saya anti perusahaan rekaman? Bukan. Karena industri rekaman, menurut saya hingga saat ini, masih merupakan ujung tombak dan primadona industri musik. Jika mereka salah, rantai ekonomi mereka yang sangat besar itu bisa hancur. Dan percaya deh, skala kehancurannya dapat mencapai seluruh sistem industri musik (meski orang yang kepalang cerdik akan mengatakan ini adalah peluang untuk melakukan bisnis di sub system industri musik selain perusahaan rekaman, haiyaaaa…!). Jadi, kalau strategi mereka salah, saya kecewa banget.

Meski melanggar kebiasaan di Musikator.com, saya tidak akan mengambil kesimpulan subjektif lebih lanjut. Kamu bisa langsung melihat komentar user di postingan di Torrent Freak dan menyimpulkan sendiri.

Sumber: Torrent Freak via Techmeme.

Foto: Sujathafan.


red_rhapsodee said,

November 17, 2008 @ 9:53 am

even iffff dituntut, para IT pasti tetep cari jalan juga buat download ato ‘nyolong’… yah abis gimana, ladang kerjanya dsono… makin ditutup, makin cari celah, makin…makin..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI


Ada Pendapat? Silahkan berkomentar. Gratis, Bebas, Bertanggung Jawab dan sesuai dengan Kebijakan Komentar Musikator Dot Com. Cheers!