Sabtu, tanggal 19 April lalu, dipelopori di Amerika, adalah hari yang dinamakan Record Store Day dan dirayakan di seluruh dunia (Indonesia sepi, hmmm…. atau saya yang kuper?). Intinya adalah merayakan hari musik dengan cara mengundang penggemar lokal datang ke toko musik untuk berbelanja. Acara ini dilaksanakan serempak di toko-toko musik yang ikut berpartisipasi di seluruh dunia. Pada hari tersebut pula banyak toko musik yang menggunakan kesempatan dengan membuat berbagai macam event promosi untuk pelanggan.
Latar belakang acara ini adalah karena Record Store, (sialan, apa ya bahasa Indonesia-nya? Pokoknya biasa kita sebut toko kaset atau toko cd!) yang biasa kita semua kunjungi untuk mencari musik, jadi sepi karena kebanyakan menggunakan internet untuk mendapatkan musik. Maka dari itu, Record Store Day dirayakan untuk mensupport toko cd/kaset favorit atau toko cd/kaset lokal. Di website official Record Store Day, ada daftar toko cd/kaset yang berpartisipasi, semuanya adalah toko cd/kaset independen. Toko-toko yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Amerika tapi juga dari Kanada, New Zealand, Australia, Italia, dan banyak lagi.
This is a cool fun i suppose. Seperti kata James Hetfield:
Call it oldschool or whatever but Record Store is where we’re all grew up.
How true!
Pengalaman saya di toko kaset yang tidak akan pernah saya lupakan adalah waktu saya masih kelas 6 SD. Sejak kelas 1 SD, saya sudah dikenalkan pada Kiss, Black Sabbath, Krokus, Rush dan sejenisnya oleh abang saya. Suatu hari saya pergi ke toko kaset bernama Terminal Musik di daerah dekat alun-alun Bandung, toko ini sudah lama tutup. Disana, seperti biasa, saya mencoba-coba kaset sebelum membeli dan mendengarkannya dengan menggunakan headphone. Di dekat tempat saya duduk, ada anak pantaran saya yang bertampang tengil sedang mendengarkan lagu. Whatever, saya duduk dan mulai mendengarkan lagu. Tiba-tiba, tanpa ia sadari, ia bernyanyi dengan sangat keras (sangat keras, sampai tembus headphone saya!!) mengikuti lagu yang sedang ia dengarkan. Ya, kadang kita ngga sadar volume suara kita sendiri jika sedang mendengarkan musik menggunakan headphone. Saya ingat banget, lagunya adalah Paranoid dari Black Sabbath. He’s a cool kid & ngga akan pernah saya temukan di internet.
Meski seringkali saya ogah merayakan masa lalu, but good old days is good old days. Merayakannya dengan cara mensupport toko musik lokal? Why not… Mungkin kita di Indonesia juga seharusnya berpartisipasi di event ini tahun depan.
Di video di bawah ini adalah perayaan hari tersebut di Pure Pop Records Australia, dan banyak lagi dokumentasi event ini di YouTube channel Record Store Day: