
Menurut sumber, ditemukan rata-rata 800 lagu bajakan dalam iPod remaja Inggris. Riset yang dilakukan Universitas Hertfordshire ini juga menemukan setengah dari remaja berumur 14-24 tahun membagikan lagu untuk teman-temannya. Meskipun duplikasi musik secara ilegal sudah lama kita dengar, skala dari permasalahan ini cukup mengejutkan industri musik. Rata-rata, ditemukan 842 musik ilegal di setiap iPod atau music player yang dimiliki remaja disana.
Rata-rata lagu yang dimiliki disetiap music player adalah 1.770 lagu, berarti sekitar 48% dari koleksi lagu-lagunya adalah ilegal. Proporsi lagu ilegal mencapai 61% diantara remaja berumur 14-17 tahun. Sementara itu, statistik lainnya, 14% dari CD yang dimiliki seorang remaja di duplikat untuk teman-temannya.
Bagaimana dengan Indonesia? Mungkin jika kita tahu kenyataannya, kita bisa lebih berduka. Bisnis rekaman musik sedang berjuang menghadapi kenyataan terpahit dalam sejarahnya. Tetapi, menurut saya, masalah pembajakan hanya 1 dari sekian penyebab kehancuran bisnis ini.
Pendapat saya mungkin benar, mungkin salah. Tetapi ada banyak penyebab lainnya yang menyebabkan kemunduran bisnis ini. Misalnya lambatnya pelaku bisnis mengadaptasi perubahan teknologi, produk musik kacangan, kemunduran industri retail secara umum, dan semakin tingginya sentimen negatif dari masyarakat terhadap industri tercinta ini.
Contoh, pola pikir seperti ini sudah berada ditengah-tengah kita sejak lama:
Jika ingin menang, jangan perangi teknologi dan kenyataan yang paling brutal sekalipun. Embrace it.
I know it’s bullshit but it’s happening.