Made In Japan dan Led Zeppelin adalah album Rock pertama yang saya miliki. Ekspresi yang muncul ketika pertama kali mendengarkannya adalah, iya, asli, terperanjat kaget. Untuk ukuran jaman itu–era ketika Cosmas Batubara sedang menjabat sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat– kumpulan tembang milik DEEP PURPLE serta LED ZEPPELIN tersebut sungguh mendobrak tatanan (musik) awam. Amat liar. Sangat sangar. Dan yang mencuat paling jelas: LEBIH CEPAT + LEBIH KERAS dari segala yang pernah saya dengar sebelumnya. Goodbye Chica Koeswoyo. Hello Ian Gillan.
Selanjutnya saya asyik mengembara di ranah cadas. Dan dari sebegitu banyak sampul album yang pernah saya simak, yang paling liat melekat di kepala saya adalah: Women and Children First milik VAN HALEN
Nah, mulai edisi ini Musikator akan secara berkala mengisahkan “epos” di balik sampul -sampul album Rock legendaris*. Dimulai dengan Motörhead:

Rilis: September 1977
Kreator: Joe Petagno
Ekspatriat asal Amerika, Joe Petagno, mengenal Ian “Lemmy” Kilmister ketika Joe dipekerjakan oleh band space-rock legendaris Inggris, Hawkwind. Begitu kenal, satu sama lain langsung klik. Klop. Cocok.
“We immediately got along like a house on fire–or better yet, a city”
, kata Joe kepada majalah Revolver via e-mail. Lemmy lalu bilang bahwa bandnya, BASTARD, butuh logo yang in-your-face dan frontal merefleksikan outlaw biker Amerika. Joe–setelah melalui riset yang butuh konsentrasi penuh (thanks to Jack Daniels)–akhirnya menyodorkan imej yang di kemudian hari ultra populer mulai dari wilayah Rock hingga fashion: “Snaggletooth”.
Sebelum muncul dengan ide brilian tadi, Joe sejak awal sudah punya bayangan hendak memakai simbol tengkorak serta terpikir untuk melakukan sedikit improvisasi pada logo Hells Angels. Namun di tengah perjalanan pria kelahiran Portland, Oregon, ini merombak sedikit idenya lalu mencampursari antara tengkorak gorilla, anjing, juga serigala; ditambahkan dengan taring babi hutan, pula aksesori pelengkap macam rantai, spike, dsb. Lemmy–yang saat itu telah mengganti nama kelompoknya menjadi MOTÖRHEAD–girang kesenangan. Pihak label, Chiswick Records, menganggap logo ini terlalu dekat dengan aroma kekerasan. Sementara Joe, meringis kerja keras merubah font dari “Bastard” menjadi “Motörhead”…
Berikut karya Joe Petagno yang lain bersama Motörhead:



* terjemahan bebas dari majalah Revolver + sumber lain
berita nie baru keren…..
krn menambah wawasan buat kita…
sukses….
cool,Dethu memang hebatttttttttttttttt.
Menurut saya, sampul2 dari musisi classic rock era 70 - 80,
sangat menarik, tapi yang paling bagus menurut saya adalah sampul album dari YES, lukisannya benar-benar digarap secara serius, jenisnya Fantasy Art, yang kemudian diikuti oleh JUDAS PRIEST, ASIA, dll.
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
LittleWing2611 said,
April 18, 2008 @ 11:55 pmwah jadi tambah pengetahuan nih tentang sejarah sampul album milik grup2 classic rock. Biasanya yg sering kita dapat (pasti) sejarah pahit manis perjalanan sebuah band sampai dia mencapai sukses, plus lika-liku personilnya hingga jadi rockstar, tapi kali Musikator.com mengambil sudut lain yakni sejarah sampul album band2 clasic rock.
Thanks Musikator.com!
Salam
LittleWing2611