Sang Aryaduta Besi Baja Indonesia Telah Tiada

by on 02/02/09 at 8:37 am

Wawan Fury, manajer kontingen Hardcore asal Depok, Thinking Straight, yang juga penulis tetap sebuah harian di kotanya; kembali menyumbang artikel untuk Musikator. Kali ini Wawan tandem dengan Algooth Putranto. Mereka bertutur tentang Duta Besar Metal Merah Putih, Robin Hutagaol, yang baru saja wafat pertengahan Januari 2009 lalu

Akhir pekan lalu sepasang kakek dan nenek memukau ribuan metalheads dengan teriakan berulang kali, “Hidup Metal… Hidup Metal!!”. Penonton riuh tak sungkan membalas sahutan tersebut, “Hidup Metal!!”.

Kedua pasangan tua renta itu, Albert Hutagaol dan Tianggur Rajagukguk, orang tua almarhum Robin Hutagaol, drummer band cadas beraliran grindcore, Noxa, yang meninggal dunia pada 17 Januari 2009. Robin, kelahiran 8 September 1973 menjadi korban tabrak lari pada 12 Januari lalu. Dia sempat koma sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 03.30, 17 Januari.

Hari itu itu atmosfer haru membekap ribuan penonton yang datang ke GOR Outdoor Bulungan, untuk menghadiri konser yang diberi tajuk “United We Care: In Loving Memoriam Robin Noxa” yang digelar promoter musik Solucites.

United We Care

Sejumlah band memastikan tampil a.l. Noxa, Dead Squad, Purgatory, Getah, The Brandals, Thinking Staight, Netral hingga Naif. Semuanya manggung tanpa dibayar. Bahkan band sebesar Koil asal Bandung pun menyesal tak bisa manggung.

United We Care 02

Konser ini sebagai bukti bahwa Robin sangat dicintai dijagat musik independent Indonesia, tidak hanya metal tetapi hampir setiap aliran musik Robin sangat dikenal dan dicintai

ujar Eben pentolan band metal asal Bandung, Burgerkill.

Hingga akhir konser, berhasil terkumpul dana sekitar Rp 53.700.000 yang keseluruhannya diserahkan panitia kepada pihak keluarga Robin.

Hasil dari penjualan tiket dan lelang nantinya 100% akan kami serahkan kepada pihak istri dan keluarga Robin

ujar Pungky dari Solucites.

United We Care 03

Robin terkenal dengan mobilitasnya di kancah musik metal. Memulai karir di scene musik underground Jakarta sejak 1988 dengan menjadi pemain drum band punk pertama di Indonesia, Antiseptic, bersama Lukman (Waiting Room/The Superglad).

Antiseptic kerap memainkan tembang Black Flag, The Misfits, DRI sampai Sex Pistols. Selain manggung di Jakarta, Antiseptic juga menggebrak rockfest legendaris Bandung, Hullabaloo II di akhir 1994. Sayang, album Finally baru rilis pada 1997.
Selain bersama Antiseptic, Robin yang kerap nongkrong di daerah Blok M sempat bergabung dengan Jenazah, Defloration dan ikut membentuk Grausig pada 1992 bersama Yaya Wacked (gitar/vokal), Bay (bass) dan Djorghie (gitar).

Fase Sucker Head
Era 1990-an, Robin menancapkan kuku semakin dalam ke tubuh metal Indonesia ketika menggawangi grup band Sucker Head yang terbentuk dari komunitas Pid Pub pada 1987.
Nama Sucker Head diambil dari tulisan merk dagang sebuah kotak korek api batang cap koin, tulisan aslinya adalah Sakerhets-Tandstickor.

Bagi musik metal Tanah Air, Sucker Head yang terinspirasi pada Kreator adalah bagian dari generasi scene metal. Band ini didirikan Irvan Sembiring (gitar), Krisna J Sadrach (bass), Yaya Wacked (vokal) pada 1989 ditambah Nano (gitar) dan Doddy (drum). Namun Irvan keluar dari Sucker Head dan membentuk Rotor yang menjadi band pembuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus 1993 dan merilis album Behind The 8th Ball (AIRO).

Robin masuk menggantikan posisi drum Sucker Head yang ditinggalkan Doddy dan Alfredo untuk urusan sekolah. Pada 1995 Sucker Head teken kontrak dengan label Aquarius Musikindo untuk album perdana bertajuk The Head Sucker.

Album dengan personil Krisna J. Sadrach (bas/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Robin Hutagaol (drum) mendapat sambutan baik. Maklum, setelah Rotor hengkang ke negeri Paman Sam, musik cadas Tanah Air tanpa penguasa.

Album kedua mereka, Manic Depressive (1996), mendapat sambutan sama hangatnya. Sayang pada 1998, saat pembuatan album ke-3, Robin mengundurkan diri dan membentuk Brain The Machine. Terakhir, pelopor tindik profesional (piercer) itu tercatat sebagai penggebuk drum Noxa yang telah mengeluarkan dua album yaitu Self Titled (2002) dan Grind Viruses tahun lalu.

Namun eksistensi Robin tidak sekadar pada aliran musik metal Indonesia, kiprahnya menjangkau dunia. Beberapa kali dia menghadiri beragam metalfest di berbagai belahan penjuru dunia, entah di benua Asia, Eropa bahkan Amerika. Beberapa kisah perjalanannya itu sempat beberapa kali dia tuangkan dalam tulisan di beberapa majalah musik terkemuka di Indonesia.

Sebagai bukti, akhir Juni 2008, Robin mengharumkan nama Indonesia lewat Noxa di ajang konser metal di Helsinki, Finlandia, dan bersanding satu panggung dengan band legenda seperti Slayer dan Kreator.
Konser bertajuk Tuska Metal Fest 2008 tersebut merupakan salah satu konser terbesar di kawasan Skandinavia. Tak heran begitu ada kabar Robin tiada, banyak simpati datang dari seluruh penjuru dunia.

Oleh para pelaku industri musik independen dia diakui sebagai salah satu dari sedikit orang di Indonesia yang sangat percaya kalau musik metal bisa menjadi sandaran hidup. Buktinya, sejak sepuluh tahun lalu Robin yang dibantu seorang rekannya membuka dan mengelola distro metalshop dan yang diberi nama Ish Kabible yang kini semakin berkembang dengan dibukanya outlet di Plaza Semanggi, Jakarta.

Robin kini telah tiada tetapi perjuangannya untuk membangun musik metal Indonesia tetap akan tertanam di seluruh benak kepala para metalheads, bahkan obsesi Robin untuk membawa band metal Indonesia dikenal di seantero dunia. Selamat jalan kawan!

*Foto-foto adalah koleksi pribadi Wawan Fury
*Untuk artikel lain mengenai Robin Hutagaol silakan klik di sini

6 Komentar

dinan

Feb 4th, 2009

I Luv U Big Man….

Balas

dinan

Feb 4th, 2009

I Luv U Big Man…. Your Spirit Still Remains

Balas

reagan core

Feb 8th, 2009

selamat jalan bang robin !!
dunia akan mengenang muu !!!

Balas

jamal

Mar 3rd, 2009

the deeds dat u do will never b 4gotten-hail robin of noxa….aka(oxen)

Balas

aergot

May 22nd, 2009

sori broo pas konser gw lg ngumpul ma koil….

Balas

fikry

Jun 28th, 2009

aku salut lakh pda semua ank metal ya ada di indonesia……..
kpan dng ke purwakarta….?

MAJU TERUS METAL SE INDONESIA……

Balas

Silahkan Berkomentar