SERINGAI ~ Membakar Bali
by Rudolf Dethu on 04/04/08 at 10:07 am
Event ini sebenarnya tergolong cukup lampau. Namun bagi skena musik Rock Bali khususnya, eforianya masih lekat membekas. Dan atas nama kenyamanan visual, disisipkan pula beberapa foto. Hell yeah, Rock tidak pernah mati!
Setelah sebelumnya sempat dua kali bertandang ke Bali (dan sukses besar), Seringai—dalam rangka tur promo album terbarunya, Serigala Militia—akhirnya kembali riang ria mengunjungi so-called Pulau Rockabilly. Pamor mumpuni Arian13 cs di jajaran penggemar musik cadas di Bali plus didukung hype ijo royo-royo Serigala Militia terbukti jitu menggugah minat gerombolan “Serigala” (sebutan khas pemuja Seringai) untuk berbondong menyesaki The Wave, klub yang berlokasi super strategis: persis berada di pinggir pantai Kuta (nice cold beer, anybody?). Venue dengan acara berkala sebulan sekali bekerjasama dengan A Mild, A Rock Society, malam itu, 22 November 2007, tampak sesak dijubeli bermacam tipe serigala. Mulai dari serigala tua, serigala remaja, calon serigala, pria paruh baya sok serigala (masa kecil kurang bahagia?), hingga serigala berbulu domba (memakai atribut Seringai—agar disebut cool—lalu berharap bisa get laid).
Melengkapi penampilan kelompok yang sanggup menjual album perdana High Octane Rock hingga 12.000 keping itu hadir pula the last Grunge gentlemen NAVICULA, Kutafornia kruizers DEVILDICE, Post-Hardcore posse PAINFUL BY KISSES, serta NYMPHEA—satu-satunya grup dengan vokalis wanita nan bening (ya visual, ya kualitas vokal)—sebagai stimulan awal.
Sinergi tepat guna bin berbahaya antara bir, musik berisik, bajingan-jarang-sholat-juga-jarang-lihat-perempuan, dus banjir peluh, mencapai titik ledaknya saat, sedikit lewat tengah malam, kongsi Rocker Oktan Tinggi maju menyeruak ke panggung. Cuma butuh sepetik raungan gitar Ricky + sepercik gebukan drum Khemod + sejumput cabikan bas Sammy, whew… total beautiful chaos langsung masif tercipta! Moshing. Stagediving. Slamdancing. Headbanging. You name it. Segala bentuk dekadensi seni tari, serbaneka disharmoni olah tubuh, instan sengkarut saling sikut di lantai dansa (tabik, mohon petunjuknya, Mas Bagong Kussudiarjo; sudi kiranya memberi arahan, Tuan Mikhail Baryshnikov).
Oh, justru dengan tiadanya pembatas antara penonton dengan personel band malah makin laknat memicu adrenalin penonton. Dari deretan paling depan sampai hampir paling belakang semua liar bergoyang penuh semangat. Rasputin memberkatimu, wahai para Serigala. Hanya segelintir orang—utamanya kaum serigala berbulu domba—yang jaga tata-krama, peduli unggah-ungguh, tetap memasang tampang tenang bin “ajeg Metroseksual” (one night stand, anyone?). Dan yang ultra fantastis, walau album dengan single andalan Citra Natural ini tergolong susah didapatkan di Bali, namun ternyata sebagian besar publik di barisan depan tersimak lancar jaya mengikuti jengkal demi jengkal lirik yang digeramkan oleh biduan dari neraka bernama belakang Wardiman tersebut. Berhenti di 15, Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan), Serigala Militia, Kilometer Terakhir, dan tembang-tembang anyar lainnya fasih mereka senandungkan bersama. Apalagi saat anthemic songs macam Alkohol dan Membakar Jakarta dikumandangkan, wah, Ketuhanan-yang-Maha-Esa-Kemanusiaan-yang-Adil-dan-Beradab-Keadilan-Sosial-Bagi-Seluruh-Rakyat-Indonesia koor riuh lagi rusuh menggemuruh memenuhi ruangan. It’s magic. It’s friggin’ magic. Sungguh bikin bulu kuduk merinding… Tapi momen paling gilang-gemilang buat serigala lanjut usia seperti saya adalah ketika “himne” yang pernah dipopulerkan oleh Duo Kribo, Neraka Jahanam, digubah à la Seringai. Sungguh sebuah komposisi daur ulang yang duhai amat rancak…
Serigala Militia? Milisi Serigala Bali jelas kian militan. Check.
Individu merdeka? Check.
Psikadelia Diskodoom? Check.
Membakar Bali? Check.
Mission accomplished.
Kredit: Foto-foto adalah milik The Blado & Gino Fransesco


3 Komentar
sutan faisal
Mar 6th, 2009
di mana aja seringai pasti membakar ngak cma membakar jakarta
Balas
Leonardi
Feb 25th, 2010
No comment.. AWESOME !!!!
Balas
reza
Apr 19th, 2010
whats up bro
gw reza anak semarang
bro if you have events/gigs please give information maybe my band can join us your events
thanks bro
Balas
Silahkan Berkomentar