TMIF # 11
by musikator on 13/02/09 at 9:41 am
Waktu berjalan duhai cepat. Tanpa terasa usia Musikator telah menginjak setahun lebih sedikit. Pun TMIF, kini sudah masuk ke sesi 11. Berondongan pendapat dari sejawat Musikatorian pelan tapi pasti makin meningkat kualitasnya. Perasaan segan atau kurang percaya diri dari rekan-rekan bisa dibilang hampir nihil. Kita memang harus terus membiasakan diri menyuarakan isi kepala. Budaya baku argumen musti jadi bagian vital dari keseharian publik muda Indonesia. Tabiat apatis, terus menunggu keajaiban jatuh dari langit, tepo seliro berlebih, alon-alon asal kelakon & ewuh pakewuh yang kurang pas lagi diberlakukan di planet serba cepat ini, terbukti memperlambat derap kemajuan Nusantara beserta isinya. Ayo bangun dan bergerak, blusukan berkompetisi untuk membangun negeri. Sekarang juga!
Alrigthy, sebelum lanjut ke babak selanjutnya, kami umumkan dulu kawan yang beruntung memperoleh bingkisan hadiah dari JEANIE:
1. Prima_boogie
2. WishNoize
3. Cietra
Lalu yang mendapat hadiah hiburan: poxaxctz dan rusakparah
Angkat gelas bagi kalian yang telah terpilih. Silakan kontak Igo theblado@musikator.com serta c.c. ke Rudolf Dethu suicidaldjdethu@musikator.com
Mohon informasikan alamat domisili serta nomor telepon anda.
Nah, melanjutkan tradisi sebelumnya, sejak edisi lalu hingga ke depan tidak lagi bakal ada gaya “pilih A atau B”. Kami hulubalang Musikator mengharapkan anda semua langsung membeberkan pendapat.
Argumen yang diminta di TMIF # 11 adalah:
Belakangan ini banyak banget artis/musisi saling berlomba mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif (caleg). Apa pendapat kalian terhadap fenomena ini? Buruk? Baik? Menyedihkan? Menggembirakan? Biarkan saja itu hak mereka?
Bagi 3 orang dengan perspektif paling moncer masing-masing akan dihadiahi sebuah paket dari KAOS KUTANG berupa:
- 1 cakram digital (cd)
- 1 kaos
- 1 stiker
Selebihnya, persis seperti yang sudah-sudah, perhatikan juga ujaran signifikan di bawah ini:
Syarat & Ketentuan
1. Jawab pertanyaan dan beri komentar di kolom komentar di bawah ini
2. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 (satu) komentar untuk setiap edisi TMIF—pastikan komentar kamu komentar yang kickass!
3. Berdomisili di wilayah Indonesia
4. Biaya pengiriman hadiah ditanggung sepenuhnya oleh Musikator
5. Keputusan pemenang dipilih oleh tim Musikator, dan tidak dapat diganggu gugat
6. Pemenang diumumkan pada edisi TMIF berikutnya dan akan dihubungi via e-mail oleh tim Musikator
Rock the nation, y’all!





7 Komentar
Putu
Feb 13th, 2009
Menyedihkan liat hal kayak gitu..kayaknya uang juga ujung2nya…padahal masing2 orang udah punya kelebihan dan keahlian masing..kalo jago bermusik, ya main musik aja, gak usah jadi politikus…jadi biar semuanya fokus..jangan sampe, lagi jadwal manggung buat konser malah ditunda gara2 mau kampanye hehe…ato sebaliknya..kalo mereka ditanyain kenapa jadi caleg, pasti bilangnya pengen menyalurkan aspirasi rakyat..sama seperti yang lainnya, terdengar seperti omong kosong..pokoknya aneh aja, kalo tiba2 ngeliat musisi yang diidolakan tiba2 jadi politikus..ah…………..mengecewakan..
Tapi, kalo seandainya arian13 jadi caleg DPR-RI untuk daerah pemilihan jakarta atau Bandung kayaknya keren juga tuh hehe…
Balas
cietra
Feb 14th, 2009
wekekekek… akuww dapet lage…
thanks musikator.. its friday.. (skrg sabtu seh..)
mmm kalo pertanyaannya kayak yg diatas mah jawabanku
TERGANTUNG..
lihat sudut pandangnya..
1. BURUK.. buat anak2nya.. wkwkwkkw cuz kalo seandainya ntar dia kepilih jadi wakil rakyat di senayan sono…truz ga bisa membuktikan janji2nya mah kasian ank2nya.. malu
2.BAIK.. buat para partai yang menjadikan mereka ‘mesin pencetak suara’ hohohohoo….
dan itu udah terbukti..kita dah tau kalo yang jadi caleg sekarang mah naudzubillah banyak sekaliiii… sampe bingung mau milih yang mana… ga ada yang kenal.. sedangkan kalo dari kalangan artis seenggaknya image mereka udah terbentuk lama di pikiran masyarakat awam buta politik.. jadi bisa di prediksi si artis bakalan dapet banyak suara dari ssegmen masyarakat yang kayak saya buta politik,males belajar politik,tapi kudu milih karena takut dosa….golput haram bo’)
3. MENYEDIHKAN… menurut saya.. karena apa..belum tentu mereka tuh kemampuan politiknya lebih baik dari tokoh2 yang belum dikenal ma orang awam..tapi sepertinya ketenaran bisa sangat menolong untuk menang..(heuh..)trus trus.. modal buat kampanye dan laen sebagainya tuh juga menyedihkan.. karena kalo ga kepilih ma tinggal gigit jari.. udah keluar duit banyakk.. rusak image pula..(jadi artis kagak.. anggota legislatif juga kagak..heuuhh.)
3. MENGGEMBIRAKAN… kalo menang kan keluarga dan sanak saudara bakalan seneng tuh punya saudara yang kerjanya menampung apresiasi rakyat..(tapi aku belum merasa apresiasiku udah ditampung sama mereka tuh.. jadi kerja benernya apa ya?? heuuuhh..)
4. SAH SAh AJA..itu mah hak mereka… gitu aja kok repot?? huahahahahahahhaha….
Balas
WishNoize
Feb 15th, 2009
Wah sebelumnya thanks bgt nama saya muncul lg di 3 besar. Thanks Musikator It’s Fun!
Saya coba memberikan argumen, diusahakan tanpa menghakimi siapapun.-
-ATAS NAMA PENGHASILAN & PERCAYA DIRI-
Artis/Musisi layaknya makhluk hidup pada umumnya juga memiliki naluri untuk bertahan hidup. Sebagai pekerja serabutan, tentunya ada kalanya sang artis menemui titik kekhawatiran akan terhentinya asupan ongkos hidupnya. Dan gaya hidup yang kadung ia tinggikan ala kebiasaan buruk Paris Hilton, akan sangat sulit diturunkan atas nama gengsi dan selera.
Lalu apa yang ia lakukan ketika merasa akan menemui titik kekhawatiran tersebut?
Artis yg cerdas akan mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk mengantisipasi hal tersebut dengan membangun lumbung sendiri. Akan tetapi bagi Artis yang kurang cerdas namun percaya diri, pasti akan mencari alternatif penghasilan lagi tetap gengsi terjaga. Dan salah satunya yang cukup bergengsi bagi sebagian Artis adalah menjadi Wakil Rakyat. Ketika mendapat tawaran untuk menjadi kandidat Wakil Rakyat, tentu ia tak perlu berlama-lama mempertimbangkannya karena sudah memiliki modal Ketenaran sebagai Kuda-Kuda Kereta Kencana menuju Tempat Tidur Ternikmat se-Indonesia. Rasa percaya dirinya-pun semakin terpupuk dengan perilaku sebagian “Dewanista-Dewanista” periode sebelumnya yang Kurang Terkenal, Kurang Rajin & memiliki otak yang tidak terlalu besar, namun bisa leluasa berselonjor menikmati kesunyian ruang sidang Paripurna yang membahas Kesejahteraan Rakyat!
Melihat peluang yang ada dan merasa percaya diri dengan kemampuannya, maka Sang Artis yang mungkin terilhami buku Sang Pembelajar karya Andri Wongso-pun merasa menjadi pamuncak klasemen sementara dalam kompetisi Politik Instan.
-BERAWAL DARI NIAT MULIA-
Mungkin ada juga beberapa Artis yang memang berniat mulia untuk memperjuangkan sesuatu walaupun stigma Aji Mumpung akan senantiasa lekat pada dirinya. Dan ketika telah menjadi Wakil Rakyat, lalu melihat kenyataan bahwa 1 Suara Semangat Membara Maha Dahsyat didalam dirinya untuk memperjuangkan sesuatu di Gedung Parlemen tak ada artinya dibanding kepentingan 559 Dewanista 2009 yang tak sepaham dengan perjuangannya, maka terjebaklah ia dalam permainan Messenger Partai Politik Indonesia!
Dan rasa frustasi niscaya akan mengubahnya seperti yang lainnya…
Balas
male unwisely
Feb 16th, 2009
wahh..sudah yg kesebelas ternyata.. to WishNoize: TMIF so much fun dude!!!
(mari kita simak risalah dari saya mengenai fenomena di atas..)
Akhir-akhir ini Denpasar hujan terus, dan semoga saja tidak banjir seperti beberapa bulan lalu. Panggung politik di Indonesia juga bisa diibaratkan seperti cuaca saat ini yang tidak menentu, dan Politik juga bisa ditelaah dari kondisi cuaca, yaitu:
1. Tidak pasti akan hujan atau cerah, yang terparah Politik dapat dilihat dari sistem pemerintahan bangsa ini yang saat ini tidak jelas, tidak jelas apakah Parlementer ataukah Presidensil yang pastinya salah satu dampak dari kegagalan politik masa lalu bangsa ini. Dan saat ini juga yang terjadi tidak adanya tanda-tanda perbaikan menuju ke arah yg jelas.. malah tambah parah..
2. Mendung, Sikap politis dari para pembesar negeri ini yang masih abu-abu dan sekali lagi karena imbas dari ketidak jelasan sikap politik, abu-abu yang hanya menjadi bayang-bayang dibalik kekuatan politik golongan-golongan tertentu yang membuat pandangan bangsa ini semakin tidak menghargai keanekaragaman.
3. Hujan gerimis atau pertanda setengah-setengah, cerminan dari kebijakan pemerintah dan para politisi senayan yang setengah-setengah membela kepentingan rakyat kecil.
4. Hujan lebat dan kemudian Banjir yang merupakan pertanda dari arus pendidikan politik yang membodohi, dan masyarakat yang dihadapkan pada fenomena iklan politik serta promosi2 cetak (baliho, spanduk, dll). Dalam bahasa pers yang disebut dengan Banjir disaat banjir, banjir iklan disaat bencana banjir.
5. Badai (topan, puting beliung, atau apalah namanya) cerminan dari kencangnya sikap tidak suportif para politisi, saling sindir, umpat-mengumpat, termasuk juga kencangnya janji-janji manis nan politis dalam kampanye saat ini (tengah berlangsung.. keep watching dude..)
6. Kekeringan, bukannya skeptis tapi ini fakta para politisi (mayoritas) kering akan hati nurani, bisa dibuktikan setelah pemilu 2009 ini dilangsungkan.. dijamin..
7. Cerah, yang saya maksud adalah sebuah kondisi ideal bagi dunia politik negeri ini yang masih jauh dari harapan saya mungkin juga rekan-rekan semua, sebuah kondisi dimana yang terdapat hanya sikap politik yang saling menghargai, toleran, sportif, menyuarakan aspirasi rakyat sepenuhnya, sikap tulus mengabdi bagi masyarakat, menghargai keanekaragaman, dll.
Kembali ke fenomena artis, itu semua sah sah saja hal ini diatur secara jelas dalam pasal 27 Konstitusi negara kita (UUD’45) sekarang tergantung kita sebagai pemilih karena artis juga warga negara Indonesia yang berhak memilih dan dipilih. Akan tetapi ada baiknya kita sebagai pemilih lebih cermat dan bijak menentukan pilihan, karena juga tidak semua artis yang mencalonkan diri menjadi caleg itu tidak tahu politik atau tidak berkompeten menjadi anggota dewan yang terhormat. Dan beruntunglah mereka yang sudah populer memanfaatkan aji mumpung mereka menjadi artis yang tidak perlu pasang baliho sebesar 5 x 12 meter diperempatan jalan atau sebagainya hanya untuk satu tujuan “supaya dikenal”. Sekali lagi kembali ke diri kita masing2 sebagai pemilih 9 April mendatang. Harus Cermat dan Bijak!!!
Sekian dari saya, buat rekan-rekan senusantara…
dan INGAT!! PEMILU TANGGAL 9 APRIL MENDATANG KITA MENCONTRENG BUKAN MENCOBLOS!!!
(demikian yg saya baca di depan gedung KPUD Bali deket Suicide Glam Denpasar)
wekekekekek…
Jayalah Indonesia
Balas
Prima_boogie
Feb 26th, 2009
fenomena para artis/musisi jadi caleg menurutku hanya berpengaruh dikalangan para parpol2. entah itu hanya digunakan sebagai alat / sebagai pendongkrak suara dari parpol tersebut. lagian juga itu hak mereka sebagai WNI, tapi artis/musisi tetaplah manusia gak ada yang sempurna, tapi jaman sekarang yang dibutuhkan adalah uang dan popularitas sering lupa sama janji mereka sendiri, klo bisa calegnya gak mentingin SARA dan kalau bisa peduli sama lingkungan, jangan Bali seperti jakarta, sudah mulai banjir dimana – mana. bahkan guru – guru di sekolahku ada yang mendaftar diri jadi caleg. kalau menurutku jangan pilih para caleg yang buat spanduk di tempat sembarangan seperti di pohon,perempatan jalan, pokoknya yang merusak lingkungan dan pemandangan, apalagi tu caleg gak bayar pajak ( di spanduk banyak caleg yang nulis gelar aja gak bisa).
jadi caleg aja dah merusak lingkungan gimana kalau dah masuk kursi DPR.
yang penting golput gak haram.
Balas
andrix
Mar 3rd, 2009
mungkin mereka udah bosen jadi artis ato musisi kali yah?..
oh ato mungkin tren yang lagi hot di dunia para artis yah?huh..
wekekekekekekekekekekekekeke..
fenomena diatas menurut gw ya sah2 aja,itu hak mereka..
yah kita jg tau klo sebagai manusia kita juga butuh mkn,sementara kbutuhan semakin mningkat..
dan kita juga tau klo pekerjaan sbagai artis tuh gak pasti,kadang di atas kadang di bawah..
ada pasang surutnya lah..
meskipun kadang2 gw juga mikir,mereka hanya memanfaatkan namanya yang udah terkenal krn sering masuk tipi dan banyak dikenal masarakat(aji mumpung!)untuk mendongkrak nama parpol tsb ajah!sementar banyak bgt dari mereka yg cmn asal2an gak ngarti apa2 tentag politik!heuh menyedihkan..
tp yah itu msh hak para artis ato musisi bagaimana cara mereka untuk mncari uang….
money money moneeeeeeyyy!..
hehehehehe..
untuk masalah baik dan buruknya..
menurut gw gak bisa kita nilai untuk saat ini..
kita bisa mnilai baik dan buruk mereka saat mereka udah jd anggota legislatif..
bagaimana cara mereka bekerja?apa kah bisa menampung aspirasi rakyat dgn baik?apa kah cmn tidur di kursi?apa kah mereka bisa membuktikan janj2 mereka saat kampanye?ato hanya sekedar janji?kita akan tau kalo mereka udah jd,mari kita nantikan! ..
yah kita berdoa saja untuk negara kita indonesia tercinta ini,semoga saja mereka yang duduk di kursi legislatif bisa membawa brita yang menggembirakan bagi kita yang mepercayakan aspirasi kita kpd mereka!amin..
Balas
anto_head
Mar 5th, 2009
artis jd caleg…hmmnn sebuah fenomena yg menyedihkan.
mereka itu korban dari para elite2 politik yg ingin meraup banyak suara demi menaikkan suara parpol di pemilu nanti. Sebenarnya mereka itu ga punya skill di pentas politik.
Dan sampai sekarang pun gw blom pernah dengar program2 mereka,visi dan misinya. Kalaupun dengar, paling kalo ditanya, jawabannya pengin memperjuangkan nasib artis/musisi…bah, sebuah jawaban yang aneh dan naif.
Kalau dilihat artis yang udah jadi caleg, kontribusi mereka jg ga keliatan…adji masaaid, gusti randa,komar dll banyak diliput bukan karena dia caleg, tapi malah banyak infotainmennya..
Mereka cuma bermodalkan keartisan dan ketenarannya aja, ga peduli melek politik ato ga
apa mau suara kalian buat mandra?…jangan2 nanti di senayan malah jadi gedung dagelan dengan kehadiran mereka. Yang bukan artis aja tingkahnya macem2 kayak dagelan, ditambah mereka pula…bah…
Dan untungnya KPU melarang pemakaian nama tenar artis buat dicantumkan di kertas pemilih. Mereka harus mencantumkan nama aslinya…
dan bisa dipastikan banyak yang tidak tahu nama asli si artis.
Dan untuk saat ini gw belum melihat sisi baik artis sebagai caleg,mereka harus banyak belajar, turun ke bawah, serap aspirasi rakyat…dan rakyat juga harus selektif buat memilih wakilnya, jangan cuma karena artis lalu terbuai…
JANGAN GADAIKAN SUARA KALIAN !!!!!
Balas
Silahkan Berkomentar