TMIF # 5
by musikator on 17/10/08 at 11:07 pm
Musikatorian, Jumat kali ini terasa istimewa sebab yang satu ini adalah hari buat TMIF! Yup, yup, kita sudah melangkah ke edisi yang ke berikutnya.
And, what makes TMIF even more breathtaking, makin hari argumen-argumen yang diberikan oleh sejawat sekalian—bagi saya pribadi—benderang memunculkan impresi bahwa anak-anak muda Indonesia jaman sekarang rata-rata pada “runcing”, cerdas, serta kuat dalam pemahaman masalah. Bagi kami di Dewan Redaksi Musikator, membaca komentar-komentar anda adalah sebuah ritual yang meriangkan hati.
Oh, sebelum melaju ke TMIF edisi mutakhir, kita umumkan dulu nama-nama pemenang yang memang dipilih langsung oleh si penyedia hadiah TMIF sebelumnya yaitu Discotion Pill.
Tiga nama yang dipandang menjulang adalah:
1. aRya
2. Agoest
3. me.beautifull
Selamat bagi yang telah terpilih. Silakan kontak Igo theblado@musikator.com serta c.c. ke saya suicidaldjdethu@musikator.com
Silakan informasikan alamat domisili serta nomor telepon anda.
Well then, untuk TMIF edisi ke-5 argumen atraktif yang diharapkan dari rekan Musikatorian adalah:
Belakangan kan beberapa artis lokal mulai revolusioner dengan mendistribusikan albumnya kepada publik secara cuma-cuma. Karya terbaru KOIL juga The Upstairs dan beberapa band lainnya bisa diunduh tanpa dipungut biaya. Gratis, asli. Gokil, pasti. Nah, menurut teman-teman semua, strategi sedemikian rupa justru:
A. Kontraproduktif alias bunuh diri, malah akan mematikan industri musik
B. Efektif, teknologi tak usah dilawan, harus dirangkul sebab ini adalah panggilan jaman
Kemukakan sudut pandang anda, silakan juga beri jalan keluarnya jika memang anda punya ide cemerlang…
Bagi 3 orang yang penjabaran alasannya dianggap paling fenomenal masing-masing berhak memperoleh segepok bingkisan dari bidadari cadas asal Bali, NYMPHEA, berupa 1 cd, 1 buah kaos, serta stiker.
Plus, sama seperti sebelumnya, perhatikan juga ujaran signifikan di bawah ini:
Syarat & Ketentuan
1. Jawab pertanyaan dan beri komentar di kolom komentar di bawah ini
2. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 (satu) komentar untuk setiap edisi TMIF—pastikan komentar kamu komentar yang kickass!
3. Berdomisili di wilayah Indonesia
4. Biaya pengiriman hadiah ditanggung sepenuhnya oleh Musikator
5. Keputusan pemenang dipilih oleh tim Musikator, dan tidak dapat diganggu gugat
6. Pemenang diumumkan pada edisi TMIF berikutnya dan akan dihubungi via e-mail oleh tim Musikator
Let’s get it on!




16 Komentar
MadéJunés
Oct 18th, 2008
waw, KOIL, fav saya tuh…
saya pilih B, it’s effective utk promo, untuk mengenalkan materi album barunya buat publik, nah kalo buat pengaruh ke penghasilan bandnya sendiri, seperti yang pernah dibilang sama Radiohead (yang juga sempat menggratiskan Rainbow) : mereka mengandalkan konser sebagai media nyari duit. tapi langkah yang diambil kemudian oleh KOIL, yaitu dengan tetep mencetak album secara fisik (dengan cover, packaging), setelah berpromo dengan pengunduhan massal gratis, adalah langkah manis buat fans yang memang kolektor album2 secara fisik. Radiohead pun, kalo gak salah, akhirnya ngeluarin Rainbow versi fisik yang menurut saya, itu tadi, memuaskan para fans kolektor.
jadi pada intinya : promo dengan membiarkan publik mengunduh secara gratis efektif untuk promo.
The Living End juga sempet menggratiskan pengunduhan lagu How do We Know selama seminggu untuk promo album terbaru mereka : White Noise.
*last word : nama saya disebutin berhak dapet hadiah TMIF#2, tapi koq packagingnya belum nyampe ya sampe sekarang?? :ngarep:*
Balas
rippo
Oct 18th, 2008
menurut saya, bagi2 album gratis adalah langkah cerdik nan cerdas mengais simpati publik…
image band lekat nuansa proletarisme, pro “kaum bawah” yg tidak mampu untuk merogoh kocek untuk sekedar mendengar lagu dari musisi pujaan…
tapi,,
sebelum para simpatisan bersorak senang riang gembira,,
ada baiknya kita sedikit menilik lebih dalam langkah kreatif band pujaan…
apa mw berbagi melalui ranah jagat maya..??
Gratis..??
mungkin benar…
u bakal dapetin albumnya cuma2…
tp tidak sepenuhnya tepat bisa dikatakan 100% free…
u know why guys..??
sebab untuk bisa dapetin tu album,,
u mesti punya jejaring kuat menuju kesana aka koneksi internet at least mid stream lah..
kalo gak,,
mw nunggu berapa hari untuk dapetin satu lagu (palagi satu album) dengan cuman ngandelin rental warnet 364KBps yg masih dibagi belasan orang yg nongkrongin tu warnet…
mw buka frenster aja lemotnya gak ketulungan,,, gimana mw dapetin akses dalam satuan megabyte untuk sebuah file mp3..??
berapa orang sieh yg mampu berselancar ria di dunia maya dengan speed 54 MBps…???
di beberapa tempat ada,,
free malah…
tp u mesti bawa notebook sendiri…
(hayo pilih mana…nongkrongin warnet lemot or berkunjung ke hotspot center yp mesti bermodal laptop pribadi..??)
gw sendiri bukannya antipati dengan strategy ini…
cuman cara beginian kurang bisa menjelajah segenap rumpun masyarakat…
hanya kalangan tertentu yg bisa menikmati…
kita liat Koil…
blacklight shine on terselip rapi dalam balutan cover Rolling Stone…
iya,,
albumnya gratis, tp gak majalahnya…
ya sama jg boonk bro..
klo sasaran kita adalah masayarakat luas…
berapa orang sieh yg familiar ngegeber Rolling Stone…??
yg mesti nyetor beberapa puluh ribuan dulu buat dapetin majalah yg katanya akan segera berubah tampilan itu…
apakah ini efektif..??
gw rasa gak…??
gak semua bisa menikmati ke’gratis’annya bro…
bisa jd boomerang bwt para musisi…
klo naas malah bikin bangkrut…
sangat kontraproduktif…
(kecuali u punya backguard setangguh jack D-nya Koil…
silakan…)
Balas
Robin Malau
Oct 18th, 2008
Rippo, FYI. Setahu saya belum ada tempat dimanapun di dunia ini yang ada speed koneksi internet sampai 54 mbps/s. Kecuali, konon Amsterdam yang berencana bikin internet super cepat untuk seluruh warga kota. Tapi itu juga masih rencana…
So, you’re not alone my friend
Balas
aRYa
Oct 18th, 2008
Gosh, Music is really berharga. jelas aja, suatu tindakan yang kurang respect terhadap suatu karya yang sangat tinggi nilainya, jika membagikannya secara gratis. Guys, it’s a piece of your self. and u r not belong to the public.we all know, music is not for bussines. tapi, Salah satu sifat dasar manusia adalah mendapatkan penghargaan dari sekitar. Dan apa yang sudah kalian lakukan sama saja seperti tidak bisa hargain diri kalian . Beruntung jika yang dapet lagu gratisan kalian itu orang yang memiliki apresiasi terhadap seni. jika tidak ? what a waste!! Dan kalian pasti tau kan? jaman sekarang apapun yang Gratisan pasti Laku. Entah itu sesudahnya mau di pakai or gonna be thrown away..
Suatu karya akan terasa berharga jika penciptanya bisa menghargainya.
Balas
rippo
Oct 18th, 2008
thx… mas Robin…
tp bukannya di SG Renon uda mencapai angka itu speednya…??
maaf kalo salah..
saya sempet ngenet disana dan klo gak salah liat, saya baca speednya mencapai 54MBps…
CMIIAW…
selain itu Telkom sendiri jg uda mengoperasikan internet dengan kecepatan 54 MBps koq mas…
kebetulan saya sendiri dapat kesempatan mencobanya dengan gratis hehehee…
Balas
Robin Malau
Oct 18th, 2008
Rippo,
FYI, megabytes dan kilobytes itu beda. Mungkin yang kamu maksud kilobytes bukan megabytes ya.
Kebetulan saya mantan moderator Speedy Bali group dan pernah jadi Customer of The Month Speedy Bali. Telkom Speedy baru punya 1 mb. Itu juga belum tersebar ke seluruh pelanggan. Nih bukti speed test nya dari rumah saya pake komputer memori 3,5 ggbt dan processor Intel Core Duo @2,40 ghz serta modem ADSL paling tokcer. Cuma dapet 800kbps, download speed itu juga.
Balas
Robin Malau
Oct 18th, 2008
Sori ngeganggu. Silahkan dilanjut TMIF nya hehehe…
Balas
MadéJunés
Oct 18th, 2008
maaf nih OOT, mungkin yang dimaksud oleh rippo internet dengan speed 54 mbps adalah akses internet di lantai 1 gedung Telkom yg di depan pom bensin Renon (sebelah barat BNI), yaitu tempat saya dan rippo Kerja Praktek bulan Juli kmren.. iya kan rippo? waktu itu disitu lagi trial teknologi wimax, kebetulan saya dan rippo sempat menikmati akses internet serba cepat selama beberapa hari di situ, tapi awal Agustus kemaren, hari2 terakhir Kerja Praktek kami, akses internet itu dimatiin, mungkin udah beres trialnya.. gitu… sekilas info doang…
maaf ganggu TMIFnya… lanjut gan…
Balas
Ipoel_Cavalera
Oct 19th, 2008
Saya pilih B, Karena menurut saya teknologi ini sangat efektif sebagai sarana promosi ‘setengah gratis’ dan lumayan menjangkau banyak orang terutama di daerah seperti saya ini. Kemudian, apakah akan sampai disitu saja?? tidak…saya pribadi, jika benar2 suka akan lagu tersebut kemudian akan berusaha mencari bentuk fisiknya, apalagi dikemas dalam kemasan menarik dengan ada bonus2 lain sebagai pelengkap. Dari situ jugalah dapat kita lihat loyalitas seorang ‘fans’/'friends’ atau apalah namanya yang menyukai musik itu. Kalau masalah pembajakan sih, enggak kaya gini aja bajakannya pasti ada, Sorry saya kurang ngerti masalah industri musik, kalo musik2 mainstream sih gw gak peduli, toh bukan dari album aja mereka udah ‘berduit’. Enggak menggratiskan semua juga gak apa-apa, hirung-hitung sebagai ‘icip-icip’ buat fans lah…
Balas
cietra
Oct 20th, 2008
yaps..akhirnya..giliran DP aja gw ga dapet TMIF na..hikzz..
buat TMIF kali ini jawabannya….
taraaa…
efektif (untuk sebagian kalangan) namun jugabisa dibilang kontraproduktif
why???
1.efektif untuk yang sudah punya fans banyak seenggaknya mereka bakalan nguber tuh album gratisan bagaimanapun caranya..dan seenggaknya mereka bakalan menjaga album yang didapat dengan penuh perjuangan(meskipun gratisan)sebagai apresiasi yang teramat tinggi terhadap sang artis pujaan..
2.efektif untuk artis yang sudah punya jam terbang tinggi..(katakanlah NAIF yang alnbumx juga digratiskan..n musikator sempat kasih layanan downloadnya) mereka udah punya lebih dari 1000 fans fanatik yang akan datang di setiap konser mereka jadi seenggaknya mereka masih bisa hidup dari konser (dapet ditnya getoo maksudnyaa)
3. efektif buat band2 baru yang masih belum punya masa n baru ajah rekaman kemaren sore..lagu aja masi 4 biji.. masih terseok2 untuk memperkenalkan musik mereka yang unik aneh bin ajaib terhadap khalayak ramai..berusaha mendapatkan sebanyak mungkin job buat manggung di acara pensi kecil2an dan berusaha segigih mingkin membuktikan kepada orang tua..”ini lho..aku udah bisa berkarya”
4. efektif buat mkhluk2 ngangur seperti saya yang selalu menghabiskan waktu lebih dari 2 jam sehari di warnet buat nyari album2 ‘gratisan’ tersebut(yang memang digratiskan)dan akan diapresiasi ramai2 hari berikutnya bersama dengan makhluk2 nganggur yang sangat haus akan rasa baru di dunia musik indonesi dan berharap suatu saat masih bisa menghasiklan sesuatu yang indah untuk bangsa dan negara indonesia
5. kontraproduktif buat orang2 dengan pikiran money mainded
yang segala sesuatunya diukur dengan uang dan sama sekali ga manghargai bahkan mengapresiasi karya seni dari generasi muda bangsa indonesia
emank seeh..dilema juga..kalo ga digratiskan bakalan dibajak habis2an..klo digratiskan bakalo dibajak setengah2..(ga munak..q ga nutup mata ma fenomena download mp3 lagu2 terbaru se jagat raya)
kalo q bisa kasih solusinya yah..album format fisik masih tetep diproduksi.tapi..dengan harga CD yang semahal itu..kadang masyarakat awan(bukan fans )ragu buat beli jadi sang artis mungkin bisa kasih demo songs di web page ato myspace mereka..sepotong2 ajah(kayak yang udah di jalankan TELEPHONE) kan masy bisa dengerin dulu tuh..trus..kalo suka monggo beli ga suka ya udah.. and then buat fans2 yang cinta mati sama tuh band tapi ga bisa beli album gara2 jauh ato ga punya duit bisa ikutan sayembara berhadiah kayak TMIF ini.. (halal dan sngat mengapreciated!) (seperti contohnya saya yang cinta mati sama DP tapi pas giliran paketanx DP saya ga dapat paketan..yaaa..berarti belum saatnya) seharusnya band2 keren tuh juga bikin sayembara berhadiah buat fans2nya..jadi yah ada kepuasan tersendiri lah pas kita dapetin albumnya..
mungkin kepanjangan yah??
wkwkwkwk
Balas
cietra
Oct 20th, 2008
maslah koneksai internet..
ehmm..mas rippo..saya 2 jam ngenet biasanya udah dapet 4 lagu 2 v.klip mas..kapan hari malah 3 jam ngenet dapet albumx nine inch nail..jadi ga sampe berhari2 kok mas..lagian udah ada download akselerator kan?? bika FS cukup lewat enpon aja moq mas..ga perlu hape canggih harga mahal..q pake LG KP!!0 harga 600 rebu plus sim card im3 bisa buka FS ma myspace dengan asoy..jadi efisiensi waktu buat k warnet lah istilahnya..
tips….ngenet diatas jam 1 malem ajah..cepet
Balas
red_rhapsodee
Oct 20th, 2008
ikutan dunks…singkat aja deh…
Kalo ngeliat ke masa depan, saya milih B, setuju itu panggilan jaman. Karena sekarang uda bisa dibilang kalo ga ‘bersahabat’ dengan teknologi internet bisa dibilang ‘buta huruf jaman sekarang’. Toh, mau ga mau para musisi mesti bisa minterin jaman. Jadi keliatan mana yang struggle to survive. Pasti nanti juga banyak kiat-kiat baru yang bisa dilakuin buat promo, ya selama ini sih salah satunya dengan manggung gtuh.
Gimana caranya supaya album fisik tetep dibeli?
Tantangan banget tuh, buat nyiptain album fisik yang atraktif (bikin mupeng dan iri kalo ga punya – nguntungin para disainer ;p ) karena ga bisa dipungkirin audio makin terikat ma visual (menurutku sihh) sekalian bikin CD yang kya company profile kali? skarang juga banyak yang uda punya PC kan. Bikin gamesnya (wuih ribet bgt tuh) dapet video klip skaligus karaoke – ni juga bisa dibajak?? Dan yang pasti bakal melonjak di ongkos produksi.
Tapi yang jelas kita ga bisa menolak itu, we live with dunia pembajakan.
Balik lagi ke para musisinya, beberapa band kan buktinya bisa bertahan bahkan makin keren even mereka bagi2 mp3. Kalo konsep bandnya kuat, punya ciri khas dan punya appearance yang menarik pasti survive, bhkan victor over others. Nothing new in this world, jadi pintar2 ngolah apa yang udah ada.
Balas
nyouw..
Oct 20th, 2008
Efektif cuz teknologi bakal berubah.Ga selamanya dunia statis, dunia itu dinamis. Mungkin cara yg paling tepat untuk kondisi sekarang ya seperti itu. Mungkin suatu saat akan berubah kembali atau malah lebih berkembang dengan paket yang lebih menggiurkan??
kita tunggu saja..
Balas
male unwisely
Oct 25th, 2008
wahhh… saya ketinggalan nih, sahabat2 di atas kritis2 semua, dan semoga “kritis” itu jadi endemi yang mewabah keseluruh pelosok bangsa ini… btw singkat saja dari saya, jika harus memilih saya pilih yg A, alasannya tidak berbeda dengan sahabat2 di atas, bahwa kedepan Indonesia khususnya dihadapkan kepada kecenderungan “multi praktis”, tahulah penyebabnya apa, budaya konsumtif di indonesia yang sudah ditanamkan dari peninggalan sejarah, yang mau tidak mau juga berdampak pada industri musik khususnya, hal ini yang mendorong Band2 juga mau tidak mau terseret arus ini, penikmat musik kebanyakan (mayoritas di indonesia) adalah orang awam yang tidak mengerti esensi musik itu sendiri, maka dari itu menurut saya lebih cenderung kontraproduktif apabila diterapkan terutama yang paling parah adalah band2 yang baru bertumbuh, (untuk band2 yang sudah paham hidup dan mati serta lumbung finansialnya sudah penuh, okelah) karena hal ini sudah menimbulkan sistem yg memperparah budaya di atas, misalnya secara logika Satu Band menggratiskan albumnya untuk diunduh, hal ini PASTI dimanfaatkan oleh pihak2 yang yang tidak bertanggung jawab mengambil keuntungan, ya sudah.. tau lah apa.. unduh, re-packaging, jual bajakannya, gampang toh… jadi salah siapa kalo pembajakan tetap merajalela????
hayooo… jadi percuma gaung anti pembajakan kita dengungkan dari dulu, lebih keras dari gaung Tolak RUU anti pornografi…
akan tetapi, semua terserah pribadi masing2 band..
kalo boleh meninggalkan saran, saya setuju dengan citra menyangkut “sepotong2nya”, saya rasa hal ini efektif untuk promosi, saya tidak 100 % mengatakan kontraproduktif, sah2 saja asalkan kita tahu proporsi, jangan full album lah, cuma satu lagu cukup, atau full album lagunya cuma sepotong-sepotong, enough for promotion bos… skali lagi hayoo semua buka mata, jangan membenarkan budaya yang sudah nyata2 mematikan musik, mematikan industri yang sehat…
JAYA INDONESIA…
Balas
erwin
Nov 16th, 2008
yeah!!irOnis plus tragis..
music adalh jiwa para musisi tp ini saatnya para musiisi membuka mata dunia[dan surga] bahwa walaupun dengan mmembagikan lagu2 gratis mereka akn tetap hidup,berkarya,minum alkoholol dan cinta indonesia..toh msh ad Ring back tone yang belum ternodai oleh pembajakan,serta oh ternyata msh ad gigs luar biasa yang siap menanti dan menyalakn api semangat hidup para musisi..
selama musik msh hidup,darah kalian[musisi] akan terus mengalir…
SELAMAT BERJUANG DAN HATI-HATI DI JALAN..
dynamite!!!
Balas
detra
Feb 10th, 2009
wehehehe… salut buat tmn2 disini yang udah comment banyak banget.. aq baru baca artikel ini, jadinya ga bisa banyak omong lagi… aq setuju ama “citra”.. kalo strategi pemasaran album itu mendingan di pajang demonya di myspace ato blog, trus klo emang suka ama lagunya ya tinggal beli aja cd ato kasetnya… kan ga terlalu menjadi boomerang bagi band itu sendiri.. klo terlalu gratis juga nantinya jadi ga ada penghasilan untuk menunjang kehidupan personel band itu sendiri…
ga muna’ ya klo aq juga penikmat download mp3 gratis di jagat maya ini.. tapi terkadang kalo aq ngefans banget ama band itu aq pasti beli CDnya ampe aq dapet semua content tentang band itu plus cover CDnya juga aq dapet… dan itu karena pertamanya aq denger dari my space.. trus bagus ya aq beli.. mungkin dengan strategi seperti itu, mungkin orang2 seperti aq ini bakalan beli CDnya karena penasaran apa sie lagu2 lainnya di CDna mereka.. gitu bozZZ…
Gimana????
Balas
Silahkan Berkomentar