WTF: 27 Club

by on 08/06/08 at 10:16 am

Iya, 27 tahun adalah usia ideal untuk mati.

Huh?

Jangan terburu-terburu kelojotan terjengkang ke belakang lalu menuduh saya sebagai sosok yang menyarankan mengakhiri hidup lebih cepat alias segera bunuh diri. Oh, tidak. Saya adalah sosok yang mencintai hidup. To me, to commit suicide is stupid. Plain stupid.

Namun sebagian rockstar rupanya kurang sependapat. Lihat Kurt Cobain. Atau Jimi Hendrix. Atau Jim Morrisson. Ketiganya mangkat ketika menginjak usia 27 tahun, umur yang menurut perspektif normal justru dikategorikan “produktif”, sedang segar-segarnya untuk bergiat melakoni hidup. Nah, fenomena ganjil “wafat di usia 27″ yang banyak terjadi pada musisi rock ini oleh pengamat subkultur diistilahkan dengan “27 Club”—sebagian menjuluki sebagai “Forever 27 Club”.

Forever 27 poster 1 Forever 27 poster 2

Kongsi pemberi nama “27 Club” tadinya hanya memasukkan para rockstar yang meninggal di antara tahun 1969 dan 1971 sebagai “anggota tetap” klub tersebut semisal Brian jones (meninggal di tahun 1969) atau Janis Joplin (1970). Namun di pertengahan, Kurt Cobain—yang bunuh diri pada 1994, mungkin atas pertimbangan peran gigantiknya terhadap “pop culture”, karena kontribusi eksesifnya pada kemaslahatan rock ‘n’ roll, Cobain lalu dianugerahi kehormatan: diangkat menjadi warga permanen 27 Club (Cobain pasti amat bahagia akhirnya diajak bergabung sebab menurut buku “Heavier Than Heaven” saudara perempuan Cobain bilang bahwa saat remaja Kurt Donald Cobain pernah bercita-cita masuk 27 Club…)

Penyebab kematian masing-masing rockstar bersumber dari faktor beragam. Sebagian besar, you betcha, dikarenakan overdosis narkotika dan zat adiktif serta konsumsi alkohol berlebih.

Berikut daftar nama para awak Klub 27:

1. BRIAN JONES
Brian Jones - We Are The Mods
Rekam Jejak: Pendiri Rolling Stones, gitaris, multi instrumentalis
Tanggal Mangkat: 3 Juli 1969
Penyebab Kematian: Tenggelam di kolam renang—di tubuhnya banyak kandungan alkohol dan narkotika

2. JIMI HENDRIX
Jimi Hendrix Red
Rekam Jejak: Gitaris Yang Maha Esa Maha Mulia Maha Mengetahui
Tanggal Mangkat: 18 September 1970
Penyebab Kematian: Overdosis obat tidur

3. JANIS JOPLIN
Janis Joplin Live
Rekam Jejak: Eselon utama solis wanita, satu dari sedikit penyanyi paling dipuja sepanjang masa, ranking #46 daftar “100 Greatest Artists of All Time” menurut majalah Rolling Stone
Tanggal Mangkat: 4 Oktober 1970
Penyebab Kematian: Takaran heroin berlebih

4. JIM MORRISON
Jim Morrison Classic
Rekam Jejak: Seniman serba bisa (penulis puisi, pengarang lagu, penyanyi), frontman The Doors
Tanggal Mangkat: 3 Juli 1971
Penyebab Kematian: Gagal jantung (versi resmi), overdosis narkoba (versi yang banyak dipercaya orang)

5. KURT COBAIN
Kurt Donald Cobain
Rekam Jejak: Penyanyi, gitaris, penulis lirik Nirvana; salah satu nabi Grunge
Tanggal Mangkat: 5 April 1994
Penyebab Kematian: (Dicurigai) bunuh diri menggunakan senjata api—pula terdeteksi kandungan heroin tingkat tinggi serta valium di dalam tubuhnya

Artis penting lain yang meninggal di usia 27 namun tak terdaftar Klub 27 di antaranya: Robert Johnson (aktivis blues legendaris), Ron “Pigpen” McKernan (Grateful Dead), Dave Alexander (The Stooges), Gary Thain (Uriah Heep), D. Boon (The Minutemen), Pete de Freitas (Echo & The Bunnymen), Kristen Pfaff (Hole), dsb.

Kristen Pfaff - Hole
Kristen Pfaff

Rata-rata dari musisi tersebut pada akhirnya memang dikenang sebagai sosok terhormat. Tepat ketika kejayaan mereka sedang di puncak, eh, ternyata mereka malah “cabut”. Momentum yang tepat. Berujung manis lagi sentimentil. Kontingen musisi mati muda itu kerap diberi cap kalau tidak “legend” ya “cult” (sebut saja Kristen Pfaff misalnya, mungkin dia sejatinya belum layak dianugerahi status legend, namun karena momentumnya pas, “cabut” di saat yang tepat, ya akhirnya Kristen mendapatkannya—bahkan ada sebuah situs yang memang sengaja didedikasikan khusus untuk Kristen, lengkap dengan statement obsesif: “this page is dedicated to Kristen Pfaff, an incredibly beautiful and talented musician, dedicated activist and adventurous spirit…”)

Oh tidak, sekali lagi saya tegaskan, saya sama sekali bukan menganjurkan anda untuk menyudahi hidup anda. Ambillah sudut pandang yang lebih bijak dari artikel ini. Sebab moral dari cerita ini adalah tentang so-called “momentum”. Sebagai seniman musik semestinya anda sadar kapan harus menyudahi karir anda, kapan harus “cabut”. Kalau sudah uzur ya sebaiknya mundur, beri jalan kepada yang muda. Anda jadi pemain belakang saja. Jangan mengulangi kesalahan—sekadar menyebut contoh—James Brown. Saat sedang di puncak jaya, beragam predikat disandangnya: “The Godfather of Soul”, “King of Funk”, “The Hardest Working Man in Show Business”. Dan ketika telah mulai dimakan usia ditambah pamornya yang perlahan pudar, pria keling bernama lengkap James Joseph Brown, Jr. ini bersikeras ogah mundur. Paman James tetap saja memaksakan diri agar tetap eksis. Gagal total. Segala gelar adiluhung juga, well, gak ngaruh. Paman James akhirnya menjalani hari tuanya—hingga tutup usia—dengan merana.

Jadi, kawan, kenalilah momentum, kemudian “matilah di usia 27″ (himbauan ini berlaku juga untuk kalian, REO Speedwagon)

*Foto “Forever 27″, Janis Joplin & Jimi Hendrix diambil dari AllPosters
*Foto Jim Morrison diambil dari Starpulse
*Foto Brian Jones diambil dari We Are The Mods
*Foto Kurt Cobain diambil dari GuitarsCanada
*Foto Kristen Pfaff diambil dari In Memory of Kristen Pfaff

Zemanta Pixie

9 Komentar

cietra

Jun 8th, 2008

mmmm so tragic momentum…
mank tu 27 klub masi berlaku ampe skrg kah??ada tambahan anggota kah?

Balas

Robin Malau

Aug 1st, 2008

Jadi inget, Samuel Marudut RIP, so-called Indonesia underground music father (dia yang pertama kali bersama-sama Richard Mutter menjalankan ide jualan album (PAS Band) lewat jalur indie label) juga mati di umur 27, commit suicide. Beberapa tahun sebelum bunuh diri, beliau ngomong ke teman-temannya kalau umur 27 adalah umur yang tepat untuk mati. Well, karena dia baca biografi legend2 diatas juga sih dan percaya bahwa umur emas adalah 27. Terus, di umur 27 dia beneran minum racun serangga dan mati hijau. Damn. I was there, he’s green and big like a Hulk. I’m not lying!

Tetapi, semakin lama hidup, setiap dekade baru saya percaya dengan periode emas baru. Dulu waktu main band, 21 (20s) was my best years; wild & angry. Setelah ulang tahun ke 30 (30s) saya percaya dekade ini adalah dekade awal keberhasilan hidup. Sekarang saya ngga sabar ingin mencapai umur 40 (meski masih agak lama).

I don’t get it, why would anyone kill themselves. I agree it’s plain stupid.

Meskipun demikian, secara teori ekonomi modern, big winners do quits and takes all. Bedanya, di dunia bisnis, these quitters don’t kill themselves instead they want to live longer and better. They leave at the right time and start a new better life. Whatever… baca aja The Dip dari Seth Godin.

Well, karena kebanyakan dari orang-orang ini adalah orang-orang yang berjasa pada musik, maka kita, meski tidak setuju dengan cara mereka mati, maka memang kita akan bilang…

So Long My Hero. Our heart and mind is and will always with you…!

Balas

Longley

Aug 15th, 2008

Artikelnya ngaco!! Coba simak masa Cobain mati tgl 8/4?Mestinya tgl 5/4 n kematianny msh menjadi misteri mpe skrg coba aja googling. Klo bunuh diri, seharusnya ada sidik jari di pistolny! Charless R Cross aja ga berani menyimpulkan dia bunuh diri!

Balas

Rudolf Dethu

Aug 16th, 2008

Hello Longley, iya, anda benar. Tanggal 8 April itu adalah tanggal ditemukannya jasad Cobain. Oleh para ahli, perkiraan tanggal meninggalnya disepakati pada 5 April 1994 (itupun, utamanya di Wikipedia, di depan tanggal 5 April itu dibubuhi frase “circa” alias “sekitar”).
Dan mengenai kesimpulan penyebab kematian Cobain adalah bunuh diri, well, anda juga benar, kesimpulan tersebut agak prematur. Saya sudah revisi info tentang Cobain tersebut. Terima kasih banyak atas kritik dan masukannya. Bersulang -RD

Balas

aldy

Nov 18th, 2008

tenang kurt cobain w bakalan nyusul luh w penerus luhh

Balas

dedi

Nov 18th, 2008

waduh maap sedikit nyeletuk, setahu saya Janis Joplin bukan pecandu heroin, justru dia meninggal karna gagal ginjal karna memang dia alcoholic, dan om jimmy bukan pecandu narkoba melainkan nyimeng dan alcohol juga, penyebab dia mati sih klo saya berdasarkan baca biography dan nonton biography nya setelah bikin video klip terakhir this is the end, dan di kamar mandi sambil berbaring di bath tub di sebelahnya memang ada botol jack D dan beberapa linting cimeng…
CMMIW yaa… :)
sekedar berbagi sedikit info ajah koq… maap klo nyeletuk tiba tiba…

Balas

aby

Oct 9th, 2009

gw mo ikut donk mati di umur 27 kalo langsung masuk sorga……

Balas

jojor Reply:

Kagak ada yang langsung masuk surga, entar tunggu kiamat dulu

Balas

filbert

Feb 2nd, 2010

kalo kurt obain mah udh suratan kali ya…. dia pernah ngom
“gua mau jadi rockstar, abis itu bunuh diri” kira2 kayak gtu lah hehehe…

btw tulisannya boleh saya post di forum gak??

Balas

Silahkan Berkomentar