WTF: Heavy Metal Umlaut
by Rudolf Dethu on 13/11/08 at 9:51 am
Ayo kita berkelana ke ranah bahasa. Hore.
Umlaut adalah sebuah diakritik yang terdiri dari sepasang titik atau garis-garis yang ditempatkan pada sebuah huruf—biasanya huruf hidup. Diakritik? Huh? Ia berupa tanda kecil yang ditempatkan pada sebuah huruf untuk membedakan pengucapan dari huruf sejenis. Umlaut—yang berasal dari Bahasa Jerman—secara bebas bisa diterjemahkan sebagai “perubahan pengucapan”, pula “pergantian bunyi”. Huruf a, misalnya, dilafalkan sedikit berbeda dengan ä, o tak sama dengan ö, bunyi ü lebih lemah dibanding u. Demikian seterusnya.
Dalam jazirah Rock, terdapat beberapa kelompok terhormat yang menyisipkan Umlaut pada namanya. Simak yang berikut:
Lemmy menegaskan bahwa adanya Umlaut di nama kelompoknya, Motörhead, tak merubah pengucapannya menjadi “Motuuuurhead”. Kata dia, Umlaut tersebut diharapkan mampu memberikan efek gahar,
I only put it there to look mean
Sementara majalah Spin menjuluki Heavy Metal Umlaut sebagai,
the diacritical mark of the beast
Memang, di kalangan musik cadas, penyisipan Umlaut—dalam perkembangannya kemudian disebut “Heavy Metal Umlaut”—baik ke dalam nama grup atau tajuk lagu/album semata untuk meraih kesan kuat dan beringas bak orang-orang Viking. Sebagian menghubungkannya dengan sensasi horor gothik. Artinya Umlaut di sini sama sekali nihil korelasi dengan teori linguistik pada umumnya.
Berdasarkan sejarah, gejala Heavy Metal Umlaut kabarnya telah muncul sejak tahun 1969. Kontingen progressive rock asal Jerman mengusung nama berbau demikian yaitu: Amon Düül II. Namun tampaknya penggunaan Umlaut pada titel band bukanlah demi impresi Viking-esque. Sebab antara “Amon” dan “Düül” sebenarnya merupakan penggabungan 2 karakter dari mitos jaman dulu. Sama sekali bukan bermaksud mengkatrol imej liar dan berangasan. Yang terlacak dengan sengaja menyelipkan Umlaut agar terkesan sangar tiada lain kontingen Blue Öyster Cult pada 1970. Juga, di warsa yang sama, Black Sabbath saat merilis single rare version “Paranoïd” (perhatikan huruf “ï”-nya). Berlanjut dengan Hawkwind pada 1971. Dimana pada sampul belakang album “In Search of Space” tertera tulisan,
TECHNICIÄNS ÖF SPÅCE SHIP EÅRTH THIS IS YÖÜR CÄPTÅIN SPEÄKING YÖÜR ØÅPTÅIN IS DEA̋D
Bisa jadi karena kental terinspirasi, Lemmy, yang sempat berkarir di Hawkwind, melanjutkan warisan pemikiran Viking-esque tersebut lalu mendirikan the ugliest band in the universe, the worst best group in the world, beer drinkers and hellraisers: Motörhead.
Serem kan?
Konsep sedemikian rupa kemudian terus bergulir dan lahirlah kelompok seperti Hüsker Dü, Mötley Crüe, Queensrÿche, hingga film cult nyeleneh—yang juga band parodi—Spın̈al Tap (yang jika diperhatikan sudah amat memporakporandakan formula kebahasaan dengan memposisikan Umlaut pada konsonan), dan sebagainya.
Now, Müüsikatörïan, are you readÿ to Röck?
____________________________
*Artikel ini merupakan improvisasi bebas merdeka dari Wikipedia
*Gambar-gambar diperoleh dari penjelajahan di jagat maya








4 Komentar
Ade Putri
Nov 13th, 2008
Ohhh, what an article! This this one so much! Thanks a bunch for sharing, Dethu! Language rocks.
Balas
lecir
Nov 21st, 2008
this is so cool!!
Balas
noel
Nov 22nd, 2008
ohh ada artinya yah titik2 atas huruf itu, keren tulisannya, nambah wawasan, thanks bro..nöel<<<biar gahar:)
Balas
vby_jcr
Feb 22nd, 2009
Baru tahu kalo ada artinya kirain cuma variasi doank he he he
Balas
Silahkan Berkomentar