WTF: Mano Cornuta

by on 27/12/08 at 8:45 am

Mano Cornuta? Huh, sahibul hikayat apalagi ini?

Tenang, Musikatorian. Coba, anda familiar tidak dengan gestur tangan seperti di foto ini?

manocornutamsktremail

Di skena musik Nusantara, bentukan jari-jari macem begitu lebih dikenal dengan istilah “Salam Metal” (komplet diiringi dengan gaya nyengir seraya menggeram: “Aaaargh…!!!”). Nah, bahasa ilmiahnya adalah “Mano Cornuta” yang lalu di-Bahasa Inggriskan menjadi “The Devil Horns”.

Jika dikilas balik, kebiasaan membentuk jari tangan seperti itu bahkan telah dimulai sejak jaman Yunani Kuno dimana di wilayah Mediterania memunculkan telunjuk dan kelingking disertai melipat 2 jari tengah dan menimpanya dengan ibu jari adalah simbol kutukan atau hal-hal vulgar lainnya.

Simbol ini mulai dirangkul oleh kalangan musisi konon sudah dimulai sejak era The Beatles. Terutama pada karikatur John Lennon di sampul orisinil piringan hitam Yellow Submarine. Blackie Lawless (W.A.S.P.), Gene Simmons (Kiss), Frank Zappa, juga pernah terdeteksi ber-Mano Cornuta. Namun eksistensinya menjadi penting, branding-nya jadi amat kuat saat Ronnie James Dio kerap mengusung simbol tersebut ke publik. Pria buruk rupa* bernama asli Ronald James Padavona yang merupakan biduan di kelompoknya sendiri, Dio, serta sempat menjadi garda depan di Rainbow pula Black Sabbath, intens menggegarkan paham bahwa bentukan jari tangan khas tersebut adalah pekat setan, satanik, the devil horns. Duh, keruan saja publik muda penggemar musik cadas langsung beramai-ramai menyembah “berhala” baru ini. Hail Satan!

Dio Devil Horns

Ronnie James Dio

Mano Cornuta belakangan menjadi identik dengan musik Metal itu sendiri. Sama pentingnya dengan identitas Metal macam angka keramat “666″ serta lagak “headbanging”. Malah di era terkini dalam aktivitas bersurat elektronik serta SMS pun simbol ini diadopsi menjadi “\m/”.

Bagaimana dengan yang ini?

Hook 'Em Horns

Well, gambar di atas jelas tidak ada hubungannya dengan Dio dan segala memedi di musik cadas. Gestur tangan yang sungguh mirip itu lazim digunakan oleh mahasiwa The University of Texas at Austin yang menyuarakan slogan “Hook ‘em”. Oleh mereka salam khas itu divisualisasikan lewat simbol tangan yang dinamai “Hook ‘Em Horns”. Namun popularitas Hook ‘Em Horns tampaknya terjembab gara-gara disaingi The Devil Horns.

Put your horns up in the air
And wave like you just don’t care

*benar sekali, buruk rupa adalah modal signifikan untuk meraih respek di jazirah musik Metal. Gak percaya? Coba google Udo Dirkschneider

9 Komentar

agusane

Dec 27th, 2008

thx artikelnya, slm bagi metal mania \m/

Balas

Gitar Keren

Dec 28th, 2008

Misi.. Misi.. Numpang lewaattt

Artikel keren bangett ni..
aq suka bangeettt
salam kenal…
sukses ya…

http://gitarkeren.blogspot.com
klo ada waktu berkunjung ya.. :v

Balas

lecir

Dec 28th, 2008

wuih…makasi2…nambah ilmu lagi!

Balas

cietra

Dec 29th, 2008

quotex familiar..
sistemofadown bukan?

Balas

Prima Yudhistira

Dec 30th, 2008

Hail SATAN!

Balas

BOB

Dec 31st, 2008

penting buat semua tau
gax cm ikut2an doank

Balas

andre dinihari

Jan 7th, 2009

@ BOB = Setujuuuuu…….apalagi yang ikut-ikutan adalah band-band pop cemen, whahaahha…klo di foto jari nya slalu bgitu, tp musik nya kaya abis ditinggal mati pasangan,whahaahahahha….

Balas

Yulius Iskandar

Jan 22nd, 2009

hahaha

betul bgt Bang Andre, poser mah sampai kapanpun akan tetap ada

Balas

agusane

Mar 26th, 2009

support metal militia

Balas

Silahkan Berkomentar