WTF: Pompadour d’Amour
by Rudolf Dethu on 02/06/08 at 7:48 am
Jika belakangan ini anda berkunjung ke Bali anda pasti akan cukup sering berpapasan dengan anak muda yang menyisir klimis rambutnya, pekat mengingatkan pada gaya rambut Elvis Presley atau para personel Stray Cats, atau konseptor Social Distortion, Mike Ness. Tahukah anda bahwa gaya rambut (yang juga dipakai identitas khas oleh The Changcuters) itu memiliki sebutan spesifik bertajuk “Pompadour”?
Sebutan berbau borjuis itu memang berasal dari Perancis, tepatnya diambil dari wanita penari merangkap penyanyi terhormat bernama Madame de Pompadour. Trend rambut ini sendiri mulai populer di tahun 50-an. Biduan seperti Elvis Presley, Jerry Lee Lewis, Johnny Cash, Buddy Holly, Little Richard serta aktor macam Marlon Brando dan James Dean adalah figur-figur distingtif penganut model rambut yang sering disebut juga sebagai “pomp” ini.
Konsep penataan rambutnya sendiri adalah dengan menyisir rambut bagian pinggir dan depan penuh ke belakang menggunakan pomade/minyak rambut, lalu bagian depan agak ditarik kembali ke depan agar terbentuk jambul yang menjulang. Untuk rambut ikal, bagian depan rambut ditarik sedikit agar muncul aksen keriwil. Petunjuk lebih detail untuk hasil terbaik Pompadour silakan klik di sini
Sebagian orang menerapkan gaya ini pada rambut yang lebih pendek yaitu model “Flattop” dipadukan dengan pomp yang menghasilkan apa yang dikenal dengan “Quiff”. Kontingen seniman yang menjadikan Quiff sebagai identitas lugasnya bisa disebut di antaranya: Morrissey, Joe Strummer (The Clash), Martin Fry (ABC), John Travolta—berakting sebagai Danny Zuko—di film “Grease” (dude, you haven’t seen this movie? If you are into Rockabilly and “greasers” this one is a must!), dsb.

Morrissey (paling kanan) bersama band pengiringnya
Sementara itu di jazirah Psychobilly gaya rambut ini diimprovisasikan lebih radikal, dengan fondasi Punk Rock yang kuat yaitu gaya “Mohawk” ditabrakkan dengan Quiff yang melahirkan “Psychobilly Wedge” a.k.a. “Vamp Ramp”. Dan kolektif The Sharks pernah bersenandung soal ini dalam lagunya Take a Razor to Your Head—yang notabene juga sebagai respons terhadap pergerakan subkultur “Teddy Boy”
When your Mom says you look really nice
When you’re dressed up like a Ted
It’s time to follow this cat’s advice
Take a razor to your head
Kim Nekroman (Nekromantix) dengan gaya rambut “Vamp Ramp”
Untuk menghasilkan pomp yang kuat, tahan lama, bahkan “kedap Tsunami” (yay!), minyak rambut yang sering dipakai biasanya keluaran Brylcreem, Black & White Pluke, Murrays, atau Layrite.
Dalam perkembangannya, selain artis-artis Rockabilly beserta subgenrenya, para penyuka Tango Argentina, penggemar mobil antik, pengendara motor besar (greasers), hot rodders, sub kultur Mexican-American (utamanya “Cholo”) pula Italian-American (utamanya kumpulan “Guido” di sekitar Bronx, Brooklyn, Queens, New Jersey, Baltimore, dan Boston), hingga sebagian dari anggota gang Yakuza di Jepang intens mengadopsi gaya rambut ini…
*Data diolah dari Wikipedia dan beberapa sumber lain
*Foto-foto dipinjam dari Wikipedia dan Amazon serta beberapa sumber lain








10 Komentar
cietra
Jun 2nd, 2008
jadi inget personelnya SID baru2 ini…(haawhwhhahaww)
eh..di artikel kan ada tulisan ttg ‘teddy boy’
apa tuh??
Balas
Rudolf Dethu
Jun 3rd, 2008
Teddy Boy moga-moga bisa kita bahas nanti, Cietra. Agak sulit ngumpulin bahan-bahannya nih. Dan mungkin akan sedikit susah bagi orang kita untuk ngebayangin kayak gimana sih Teddy Boy itu. Iya, sebab sub kultur yang populer di Inggris hampir bersamaan dengan Rockabilly tersebut—sejauh yang saya tahu—bisa dibilang hampir tak kedengaran namanya di Indonesia serta relatif tanpa pengikut. Dari Rockabilly di tahun 50-an, anak-anak muda Indonesia langsung mengadopsi gaya “Flower Power” a.k.a. “Generasi Bunga” alias baju kembang + celana cutbray. Dan seterusnya. Jadi Teddy Boy itu bisa dibilang nihil efeknya buat para fashion victim Nusantara…
Balas
cietra
Jun 4th, 2008
ohh getoo yaa…makasi lho mass…lo bilang celana cutbray ma baju kembang2 jadi inget david naif…mmm teddy boy th q pernah jg baca di novel murahan yg pernah q beli(the punk) terbitanx lupa juga see yang jelas bikinan inggris…cuma disitu ga dijelasin definisi secara vulgar…tapi disitu diceritain kalo teddy boy th ga akur ma sub kultur punk…benarkah?????
Balas
Aji The Billy
Jun 5th, 2008
Dthu, apa saya bisa pinjam film grease??haha..
tx
Balas
Suisiners Army Tanjung Bungkak Kaja
Jun 6th, 2008
dethu,,,boleh pinjem album2 The Tielman Brothers ga??coz,,saya cuma punya album the best nya saja!tx,,,
Balas
adjoenkabilly
Jul 3rd, 2008
klu rmbut(stengah kritin)gmna ya?kren ga sie?
tapi dlu pernah gue cb hasilnya lumayan,,,,
tapi ga sreg,,,hehehehe,,,,,
Balas
adjoenkabilly
Jul 3rd, 2008
bli dethu salam kenal gih,,,,
Balas
Rudolf Dethu
Jul 4th, 2008
Hey Adjoenkabilly, salam kenal juga.
Kalo rambut setengah kriting pengen dibikin pomp? Bisa saja. Keren malah. Coba perhatikan Slim Jim Phantom, drummer Stray Cats, rambutnya kriwil lho. Coba buka situs resmi Stray Cats atau situs Slim Jim sendiri http://www.slimjimphantom.com and see it for yourself. Keep it pompin’!
Balas
poms cat
Nov 21st, 2008
dthu.
rambut saya ikal, saya sudah coba step step yang ditawarkan diatas untuk rambut pompadour, basah namun setelah 10 menit berlalu kok jadi terangkat dan kacau balau ya.
saya pakai brylcreem, apa ada yang salah?
Balas
JonskywonskyLuvWhiskey
Mar 26th, 2009
Mungkin anda bisa mengganti BrylCreem dengan Lem Fox, Aibon atau Castol yang sekilo..niscaya walaupun badai Katrina menghajar, Pomp hair anda akan tetap berdiri tegak menjulang menunjuk awan yang sedang bercanda dengan petir dan angin..
kalau cara-cara diatas belum manjur juga, mungkin anda bisa berganti style menjadi dreadlock, Camuri (Cakar Muka sendiri) atau bisa juga Gogon style..selamat mencoba!
Balas
Silahkan Berkomentar